PENELITIAN TINDAKAN KELAS

A. Pendahuluan
Berdasarkan UU No. 20/2003 tentang Sisdiknas, Pasal 3, pendidikan nasional befungsi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, yang merupakan salah satu tujuan kemerdekaan bangsa kita, seperti dinyatakan pada alinea keempat Pembukaan UUD 1945. Oleh sebab itu, upaya Guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas merupakan amalan mulia karena memberikan kontribusi dalam mengisi kemerdekaan yang telah direbut lewat pengorbanan yang tidak sedikit. Baca lebih lanjut

 

Karya Tulis Ilmiah (KTI) terbagi dalam dua besaran, yaitu KTI hasil Penelitian dan KTI Non Penelitian. Untuk menilai karya tulis ilmiah hasil KTI yang dibuat oleh guru maupun non penelitian, PTK merupakan KTI Penelitian. Suhardjono dkk (2009) menyusun rambu-rambu penilaian KTI dan kriteria-kriteria penilaian KTI sebagai berikut.
Perhatikan identitas guru yang akan dinilai karya pengembangan profesinya
 Tentukan jenis karya pengembangan profesi yang diusulkan
Lakukan langkah penilaian KTI sebagai berikut ini
1. Baca secara teliti KTI yang dinilai
2. Tentukan dengan tepat jenis KTI
3. Bila KTI tersebut merupakan pengajuan kembali (apelan), atau yang pernah ditolak, baca dengan cermat isi surat penolakan terdahulu, dan pahami apa yang disarankan dalam surat tersebut. Bila tidak ada surat terdahulu, tanyakan kepada sekretariat.
4. Baca dengan cermat dan teliti KTI dengan memastikan kesesuaiannya dengan persyaratan yang ditentukan (APIK), kesesuaian kerangka isi, kelengkapan pengesahan dan persyaratan serta bukti fisik lain
5. Bila telah MEMENUHI SYARAT berikan nilai sesuai dengan yang ditetapkan (lihat tabel besaran angka kredit KTI)
6. Bila tidak memenuhi syarat TETAPKAN ALASAN PENOLAKAN DAN SARAN sesuai dengan nomor kode alasan penolakan
7. Tuliskan nomor kode alasan penolakan dalam format penilaian untuk dapat diproses selanjutnya.
Macam KTI Kegiatan Pengembangan Profesi Guru Dan Alasan Penolakan

1. KTI YANG TIDAK ASLI
No Hal yang terdapat pada KARYA TULIS ILMIAH Alasan penolakan dan saran
1.1 Pada KARYA TULIS ILMIAH terdapat indikasi yang menunjukkan bahwa KARYA TULIS ILMIAH tersebut tidak asli, seperti data yang tidak konsisten, lokasi, nama sekolah, dan data yang dipalsukan, lampiran yang tidak sesuai, dan lain-lain.
(Penilai harus menuliskan / menandai hal-hal yang diduga tidak asli pada KARYA TULIS ILMIAH yang dinilainya)

Terdapat indikasi yang menunjukkan KARYA TULIS ILMIAH ini diragukan keasliannya, yaitu adanya berbagai data yang tidak konsisten
Disarankan untuk membuat KARYA TULIS ILMIAH baru, karya sendiri, dalam bidang pendidikan yang berfokus pada laporan kegiatan nyata yang bersangkutan dalam pengembangan profesinya sebagai pengawas sekolah.
Misalnya berupa laporan penelitian, atau tinjauan ilmiah, prasaran ilmiah, karya ilmiah populer, diktat, buku pelajaran, atau karya terjemahan.
Bila KARYA TULIS ILMIAH tersebut berupa laporan penelitian maka sistematikanya paling tidak memuat
(Bab I) Pendahuluan yang menjelaskan tentang Latar Belakang Masalah, Perumusan Masalah, Tujuan dan Kemanfaatan Hasil Penelitian; (Bab II) Kajian / Tinjauan Pustaka yang berisi uraian tentang kajian teori dan pustaka dari hal yang dipermasalahkan; (Bab III) Metode Penelitian yang menjelaskan tentang prosedur pelaksanaan penelitian; (Bab IV) Hasil dan Analisis hasil penelitian; dan (Bab V) Simpulan dan Saran-Saran.
Laporan penelitian harus pula melampirkan (a) semua instrumen yang digunakan dalam penelitian, b) contoh isian instrumen (c) dokumen pelaksanaan penelitian yang lain seperti misalnya, analisis perhitungan, surat ijin, foto-foto kegiatan, daftar hadir, dan lain-lain.

1.2 Pada KARYA TULIS ILMIAH terdapat indikasi yang menunjukkan kejanggalan misalnya :
Dalam satu tahun, seorang pengawas sekolah mengajukan lebih dari dua buah KARYA TULIS ILMIAH hasil penelitian.
(Catatan : Apabila setiap semester dilakukan satu penelitian, maka dalam setahun, dihasilkan maksimal dua KARYA TULIS ILMIAH hasil penelitian)
Terdapat indikasi yang menunjukkan KARYA TULIS ILMIAH ini diragukan keasliannya, karena banyaknya laporan hasil penelitian dalam kurun waktu yang tersedia, tampak kurang wajar.
Disarankan untuk membuat KARYA TULIS ILMIAH baru, karya sendiri, dalam bidang pendidikan yang berfokus pada laporan kegiatan nyata yang bersangkutan dalam pengembangan profesinya sebagai pengawas sekolah.
Misalnya berupa laporan penelitian, atau tinjauan ilmiah, prasaran ilmiah, karya ilmiah populer, diktat, buku pelajaran, atau karya terjemahan.
Bila KARYA TULIS ILMIAH tersebut berupa laporan penelitian maka sistematikanya paling tidak memuat
(Bab I) Pendahuluan yang menjelaskan tentang Latar Belakang Masalah, Perumusan Masalah, Tujuan dan Kemanfaatan Hasil Penelitian; (Bab II) Kajian / Tinjauan Pustaka yang berisi uraian tentang kajian teori dan pustaka dari hal yang dipermasalahkan; (Bab III) Metode Penelitian yang menjelaskan tentang prosedur pelaksanaan penelitian; (Bab IV) Hasil dan Analisis hasil penelitian; dan (Bab V) Simpulan dan Saran-Saran.
Laporan penelitian harus pula melampirkan (a) semua instrumen yang digunakan dalam penelitian, b) contoh isian instrumen (c) dokumen pelaksanaan penelitian yang lain seperti misalnya, analisis perhitungan, surat ijin, foto-foto kegiatan, daftar hadir, dan lain-lain.

1.3 Pada karya tulis ilmiah terdapat indikasi yang menunjukkan kejanggalan misalnya :
Beberapa karya tulis ilmiah dari pengawas sekolah yang sama, sangat berbeda kualitasnya.
Misalnya satu KARYA TULIS ILMIAH berkualitas setara tesis, sedang KARYA TULIS ILMIAH lain yang, mempunyai kualitas yang sangat jauh berbeda.
Tidak wajar apabila kualitas KARYA TULIS ILMIAH dari pengawas sekolah yang sama, mempunyai mutu yang sangat jauh berbeda. Terdapat indikasi yang menunjukkan KARYA TULIS ILMIAH ini diragukan keasliannya, yaitu adanya perbedaan mutu KARYA TULIS ILMIAH yang mencolok di antara karya-karya yang dibuat oleh seorang pengawas sekolah yang sama
Disarankan untuk membuat KARYA TULIS ILMIAH baru, karya sendiri, dalam bidang pendidikan yang berfokus pada laporan kegiatan nyata yang bersangkutan dalam pengembangan profesinya sebagai pengawas sekolah.
Misalnya berupa laporan penelitian, atau tinjauan ilmiah, prasaran ilmiah, karya ilmiah populer, diktat, buku pelajaran, atau karya terjemahan.
Bila KARYA TULIS ILMIAH tersebut berupa laporan penelitian maka sistematikanya paling tidak memuat
(Bab I) Pendahuluan yang menjelaskan tentang Latar Belakang Masalah, Perumusan Masalah, Tujuan dan Kemanfaatan Hasil Penelitian; (Bab II) Kajian / Tinjauan Pustaka yang berisi uraian tentang kajian teori dan pustaka dari hal yang dipermasalahkan; (Bab III) Metode Penelitian yang menjelaskan tentang prosedur pelaksanaan penelitian; (Bab IV) Hasil dan Analisis hasil penelitian; dan (Bab V) Simpulan dan Saran-Saran.
Laporan penelitian harus pula melampirkan (a) semua instrumen yang digunakan dalam penelitian, b) contoh isian instrumen (c) dokumen pelaksanaan penelitian yang lain seperti misalnya, analisis perhitungan, surat ijin, foto-foto kegiatan, daftar hadir, dan lain-lain.

LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS

LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Apabila guru sudah merasa puas dengan siklus-siklus yang dilakukan, langkah berikutnya tidak lain adalah menyusun laporan kegiatan. Proses penyusunan laporan ini tidak akan dirasakan sulit apabila sejak awal guru sudah disiplin mencatat apa saja yang sudah dilakukan. Untuk menyusun laporan penelitian diperlukan pedoman penulisan yang dapat dipakai sebagai acuan para peneliti pelaksana, sehingga tidak ditemukan adanya variasi bentuk. Di samping itu, juga perlu disesuaikan dengan pedoman yang sudah ditetapkan Diknas dalam rangka memenuhi persyaratan penulisan karya tulis ilmiah (KTI) dalam upaya meningkatkan jabatan/ golongan melalui pengembangan profesi. Berikut ini disampaikan bentuk laporan PTK dalam rangka mempertanggungjawabkan kegiatan yang dilakukan dengan menglompokannya menjadi tiga bagian yaitu sebagai berikut.

A. Bagian Awal
Bagian awal terdiri dari:
1. Halaman Judul
2. Halaman Pengesahan
3. Abstrak
4. Kata Pengantar
5. Daftar Isi
6. Daftar tabel/ lampiran

B. Bagian Isi
Bagian isi memuat hal-hal sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian
BAB II KAJIAN TEORETIK DAN PUSTAKA
BAB III PROSEDUR/METODE PENELITIAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB V SIMPULAN DAN SARAN

Penjelasan dari sistematika tersebut adalah sebagai berikut.
Dalam Bab I, dimulai dengan mendikripsikan masalah penelitian secara jelas dengan dukungan data faktual yang menunjukkan adanya masa-ah pada setting tertentu, pentingnya masalah untuk dipecahkan. Uraikan bahwa masalah yang diteliti benar-benar nyata, berada dalam kewenangan guru dan akibat yang ditimbulkan kalau masalah tidak dipecahkan
Selanjutnya masalah dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya, sehingga akan terjawab setelah tindakan selesai dilakukan. Diupayakan rumusan masalah ini dapat dirinci dalam proses, situasi, hasil yang diperoleh.
Dalam tujuan penelitian hendaknya dikemukakan secara rinci tujuan yang hendak dicapai sesuai dengan rumusan masalah yang dikemukakan pada bagian sebelumnya.
Manfaat penelitian agar dikemukakan secara wajar, tidak perlu ambisius, rumuskan yang terkait dengan siswa, dan dapat juga diperluas ke guru.
Dalam Bab II, kemukakan teori dan hasil kajian/temuan/penelitian yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Serta memberi arah serta petunjuk pada pelaksanaan tindakan yang dilaksanakan dalam penelitian. Diperlukan untuk dapat membangun argumentasi teoritis yang menunjukan bahwa tindakan yang diberikan dimung-kinkan dapat meningkatkan mutu proses pembelajaran di kelas. Pada akhir bab ini dapat dikemukakan hipotesis tindakan.
Pada Bab III, deskripsikan setting penelitian secara jelas, tahapan di setiap siklus yang memuat: rencana, pelaksanaan/ tindakan, pemantuan dan evaluasi beserta jenis instrumen yang digunakan, refleksi (perlu dibedakan antara metode penelitian pada usulan penelitian dengan metode yang ada pada laporan penelitian). Tindakan yang dilakukan berisfat rational, feasible, collaborative.

Kemudian pada Bab IV, dideskripsikan setting penelitian secara lengkap kemudian uraian masing-masing siklus dengan disertai data lengkap berserta aspek-aspek yang direkam/diamati tiap siklus. Rekaman itu menunjukkan terjadinya perubahan akibat tindakan yang diberikan. Ditunjukkan adanya perbedaan dengan pelajaran yang biasa dilakukan. Pada refleksi diakhir setiap siklus berisi penjelasan tentang aspek keberhasilan dan kelemahan yang tenjadi dalam bentuk grafik. Kemukakan adanya perubahan/kemajuan/perbaikan yang terjadi pada diri siswa, lingkungan kelas, guru sendiri, minat, motivasi belajar, dan hasil belajar. Untuk bahan dasar analisis dan pembahasan kemukakan hasil keseluruhan siklus ke dalam suatu ringkasan tabel/ grafik. Dan tabel/grafik rangkuman itu akan dapat memperjelas perubahan yang terjadi disertai pembahasan secara rinci dan jelas.
Terakhir dalam Bab V sajikan simpulan dan hasil penelitian sesuai dengan hasil analisis dan tujuan penelitian yang telah disampaikan sebelumnya. Berikan saran sebagai tindak lanjut berdasarkan simpulan yang diperoleh baik yang menyangkut segi positif maupun negatifnya.

C. Bagian Penunjang
Daftar Pustaka
Memuat semua sumber pustaka yang dirujuk dalam kajian teori yang digunakan dalam semua bagian laporan, dengan sistem penulisan yang konsisten menurut ketentuan yang berlaku.

Lampiran-Lampiran
Berisi lampiran berupa instrumen yang digunakan dalam penelitian, lembar jawaban dari siswa, izin penelitian dan bukti lain yang dipandang penting.

PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

A. Pengertian
Penyusunan proposal atau usulan penelitian merupakan langkah awal yang harus dilakukan peneliti sebelum memulai kegiatan PTK. Proposal PTK dapat membantu memberi arah pada peneliti agar mampu menekan kesalahan yang mungkin terjadi selama penelitian berlangsung. Proposal PTK harus dibuat sistematis dan logis sehingga dapat dijadikan pedoman yang mudah diikuti. Proposal PTK adalah gambaran terperinci tentang proses yang akan dilakukan peneliti (guru) untuk memecahkan masalah dalam pelaksanaan tugas (pembelajaran).
Proposal atau sering disebut juga sebagai usulan penelitian adalah suatu pernyataan tertulis mengenai rencana atau rancangan kegiatan penelitian secara keseluruhan. Proposal PTK penelitian berkaitan dengan pernyataan atas nilai penting dari suatu penelitian. Membuat proposal PTK bisa jadi merupakan langkah yang paling sulit namun menyenangkan di dalam tahapan proses penelitian. Sebagai panduan, berikut dijelaskan sistematika usulan PTK.

B. Sistematika Proposal
Sistematika proposal PTK mencakup unsur-unsur sebagai berikut:

JUDUL PENELITIAN
Judul penelitian dinyatakan secara singkat dan spesifik tetapi cukup jelas menggambarkan masalah yang akan diteliti, tindakan untuk mengatasi masalah serta nilai manfaatnya. Formulasi judul dibuat agar menampilkan wujud PTK bukan penelitian pada umumnya. Umumnya di bawah judul utama dituliskan pula sub judul. Sub judul ditulis untuk menambahkan keterangan lebih rinci tentang subyek, tempat, dan waktu penelitian. Berikut contoh judul PTK dalam pendidikan dasar.
(1) Meningkatkan hasil belajar melalui pembelajanan kooperatif pada mata pelajaran IPS (dapat dituliskan topik bahasan dan juga mata pelajarannya) di SD Negeri Banjarsari, Bandung.
(2) Penerapan pembelajaran model Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada mata pelajaran Fisika Kelas VII di SMP XXX.
(3) Implementasi Strategi Pembelajaran Inkuiri pada Mata Pelajaran Geografi untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep tentang Perpindahan Penduduk.
(4) Pembelajaran Penjumlahan, Pengurangan, Perkalian, Pembagian Menggunakan Sedotan (Drinking Straws) dan Kantong Operasi Hidung pada kelas 2 SD dengan Pendekatan Pakempros.
(5) Upaya Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Matematika dengan Menerapkan Pendekatan Realistik dengan Teknik Brainstorming by Guided Reinvension di Kelas X SMAN 3 Kota Manna.
(6) Praktik Radikal bebas dan Model Pembelajaran Problem Based Instruction Sebai Upaya untuk Meningkatkan Hasil belajar Siswa Pada mata Pelajaran Biologi.
(7) Pengunaan Model Kreasi 10 Pola dan Pemanfaatan Bahan Ubi Jalar dalam Proses Pembelajaran Desain Seni Batik Cap di SMA.
(8) Permainan Drag and Drop sebagai Kemampuan Menggali informasi pada materi Akuntansi sebagai Sistem Informasi di Kelas XI Jurusan Ilmu Sosial SMAN 1 Sulang Tahun Pelajaran 2006/2007.
(9) Efektivitas Permainan Sepak Bola Tuna Netra dengan Microkontroer Alternatif Alat Permainan Sepak Bola dengan Menggunakan Sensor Infra Red.
(10) Aplikasi Model Pembelajaran Traffic light Card Untuk Meningkatkan Prestasi Siswa Kelas I SMKN 3 Banjarasri.
(11) Penerapan Pembelajaran Tematik untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Teknologi Bagi Siswa Kelas III SDN Tanggungrejo 4 Malang.
(12) Menumbuhkan Sikap Demokratis Siswa Kelas V SD Negeri No.2 Maros Melalui Permainan Simulasi dengan Media Papan Kartu dan Kartu Beberan.
(13) .Integrasi Outdoor Learning dan Indoor Learning dalam Meningkatkan Kemandirian di TK Anak Saleh Malang.
(14) Meningkatkan Kreativitas Siswa SD Negeri 3 Kota Banjar Dalam Pembelajaran IPA melalui PAKEM.
(15) Peningkatan Keterampiran Menulis Paragraf Deskriptif bahasa Inggris Melalui Kolaborasi Kamus Gambar dan Kerja kelompok di Kelas VII A SMPN 19 Surabaya.
(16) Metode Tiga Pencitraan Dalam Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Matematika dalam pembelajaran Bilangan Bulat dengan Media Bimamun Opsiba di Kelas VII B SMPN 2 Pakisjaya Kabupaten Karawang.
(17) Implementasi Model Cooperative Thinking and Moving (CTM) pada Pembelajaran PKn dalam upaya meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa di Kelas IX SMPN 1 Pamulihan Kabupaten Sumedang.
(18) Optimalisasi Penggunaan Asesmen Otentik untuk Meningkatkan Kerja Ilmiah Siswa pada Pembelajaran Sains di SMP.

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Tujuan utama PTK adalah untuk memecahkan permasalahan pembelajaran. Untuk itu, dalam uraian latar belakang masalah yang harus dipaparkan hal-hal berikut.
(1) Masalah yang diteliti adalah benar-benar masalah pembelajaran yang terjadi di sekolah. Umumnya didapat dari pengamatan dan diagnosis yang dilakukan guru atau tenaga kependidikan lain di sekolah. Perlu dijelaskan pula proses atau kondisi yang terjadi.
(2) Masalah yang akan diteliti merupakan suatu masalah penting dan mendesak untuk dipecahkan, serta dapat dilaksanakan dilihat dari segi ketersediaan waktu, biaya, dan daya dukung lainnya yang dapat memperlancar penelitian tersebut.
(3) Identifikasi masalah di atas, jelaskan hal-hal yang diduga menjadi akar penyebab dari masa!ah tersebut. Secara cermat dan sistematis berikan alasan (argumentasi) bagaimana dapat menarik kesimpulan tentang akar masalah itu.

B. Perumusan Masalah dan Cara Pemecahan Masalah
Pada bagian ini umumnya terdiri atas jabaran tentang rumusan masalah, cara pemecahan masalah, tujuan serta manfaat atau kontribusi hasil penelitian.
(1) Perumusan Masalah, berisi rumusan masalah penelitian. Dalam perumusan masalah dapat dijelaskan definisi, asumsi, dan lingkup yang menjadi batasan PTK. Rumusan masalah sebaiknya menggunakan kalimat tanya dengan mengajukan alternatif tindakan yang akan dilakukan dan hasil positif yang diantisipasi dengan cara mengajukan indikator keberhasilan tindakan, cara pengukuran serta cara mengevaluasinya.
(2) Pemecahan Masalah; merupakan uraian altematif tindakan yang akan dilakukan untuk memecahkan masalah. Pendekatan dan konsep yang digunakan untuk menjawab masalah yang diteliti disesuaikan dengan kaidah PTK. Cara pemecahan masalah ditentukan atas dasar akar penyebab permasalahan dalam bentuk tindakan yang jelas dan terarah. Alternatif pemecahan hendaknya mempunyai landasan konseptual yang mantap yang bertolak dari hasil analisis masalah. Di samping itu, harus terbayangkan manfaat hasil pemecahan masalah dalam pembenahan dan/atau peningkatan implementasi program pembelajaran. Juga dicermati artikulasi kemanfaatan PTK berbeda dari kemanfaatan penelitian formal.

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuan PTK dirumuskan secara jelas, dipaparkan sasaran antara dan sasaran akhir tindakan perbaikan. Perumusan tujuan harus konsisten dengan hakikat permasalahan yang dikemukakan dalam bagian-bagian sebelumnya. Sebagai contoh dapat dikemukakan PTK di bidang IPA yang bertujuan meningkatkan prestasi siswa dalam mata pelajaran IPA melalui penerapan strategi pembelajaran yang dianggap sesuai, pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar mengajar dan lain sebagainya. Pengujian dan/atau pengembangan strategi pembelajaran bukan merupakan rumusan tujuan PTK. Ketercapaian tujuan hendaknya dapat diverfikasi secara obyektif.
Di samping tujuan PTK di atas, juga perlu diuraikan kemungkinan kemanfaatan penelitian. Dalam hubungan ini, perlu dipaparkan secara spesifik keuntungan-keuntungan yang dapat diperoleh, khususnya bagi siswa, di samping bagi guru pelaksana PTK, bagi rekan-rekan guru lainnya serta bagi dosen LPTK sebagai pendidik guru. Pengembangan ilmu, bukanlah prioritas dalam menetapkan tujuan PTK.

BAB II KERANGKA TEORETIK DAN HIPOTESIS TINDAKAN
Pada bagian ini diuraikan landasan konseptual dalam arti teoritik yang digunakan peneliti dalam menentukan alternatif pemecahan masalah. Untuk keperluan itu, dalam bagian ini diuraikan kajian baik pengalaman peneliti PTK sendiri nyang relevan maupun pelaku-pelaku PTK lain di samping terhadap teori-teori yang lazim hasil kajian kepustakaan. Pada bagian ini diuraikan kajian teori dan pustaka yang menumbuhkan gagasan mendasar usulan rancangan penelitian tindakan. Kemukakan juga teori, temuan dan bahan penelitian lain yang mendukung pilihan tindakan untuk mengatasi permasalahan penelitian tersebut. Uraian ini digunakan untuk menyusun kerangka berpikir atau konsep yang akan digunakan dalam penelitian. Pada bagian akhir dapat dikemukakan hipotesis tindakan yang menggambarkan indikator keberhasilan tindakan yang diharapkan/ diantisipasi. Sebagai contoh, akan dilakukan PTK yang menerapkan model pembelajaran kontekstual sebagai jenis tindakannya. Pada kajian pustaka harus jelas dapat dikemukakan:
(1) Bagaimana teori pembelajaran kontekstual, siapa saja tokoh-tokoh dibelakangnya, bagaimana sejarahnya, apa yang spesifik dari teori tersebut, persyaratannya, dll.
(2) Bagaimana bentuk tindakan yang dilakukan dalam penerapan teori tersebut pada pembelajaran, strategi pembelajarannya, skenario pelaksanaannya, dll.
(3) Bagaimana keterkaitan atau pengaruh penerapan model tersebut dengan perubahan yang diharapkan, atau terhadap masalah yang akan dipecahkan, hal ini hendaknya dapat dijabarkan dari berbagai hasil penelitian yang sesuai.
(4) Bagaimana perkiraan hasil (hipotesis tindakan) dengan dilakukannya penerapan model di atas pada pembelajaran terhadap hal yang akan dipecahkan.
BAB III PROSEDUR PENELITIAN
Pada bagian ini diuraikan secara jelas prosedur penelitian yang akan dilakukan. Kemukakan obyek, waktu dan lamanya tindakan, serta lokasi penelitian secara jelas. Prosedur hendaknya dirinci dan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, evaluasi-refleksi, yang bersifat daur ulang atau siklus. Sistematika dalam ini meliputi:
a. Setting penelitian dan karakteristik subjek penelitian. Pada bagian ini disebutkan di mana penelitian tersebut dilakukan, di kelas berapa dan bagaimana karakteristik dari kelas tersebut seperti komposisi siswa pria dan wanita. Latar belakang sosial ekonomi yang mungkin relevan dengan permasalahan, tingkat kemampuan dan lain sebagainya.
b. Variabel yang diselidiki. Pada bagian ini ditentukan variabel-variabel penelitian yang dijadikan fokus utama untuk menjawab permasalahan yang dihadapi. Variabel tersebut dapat berupa (1) variabel input yang terkait dengan siswa, guru, bahan pelajaran, sumber belajar, prosedur evaluasi, lingkungan belajar, dan lain sebagainya; (2) variabel proses pelanggaran KBM seperti interaksi belajar-mengajar, keterampilan bertanya, guru, gaya mengajar guru, cara belajar siswa, implementasi berbagai metode mengajar di kelas, dan sebagainya, dan (3) variabel output seperti rasa keingintahuan siswa, kemampuan siswa mengaplikasikan pengetahuan, motivasi siswa, hasil belajar siswa, sikap terhadap pengalaman belajar yang telah digelar melalui tindakan perbaikan dan sebagainya.
c. Rencana Tindakan. Pada bagian ini digambarkan rencana tindakan untuk meningkatkan pembelajaran, seperti :
1) Perencanaan, yaitu persiapan yang dilakukan sehubungan dengan PTK yang diprakarsai seperti penetapan tindakan, pelaksanaan tes diagnostik untuk menspesifikasi masalah, pembuatan skenario pembelajaran, pengadaan alat-alat dalam rangka implementasi PTK, dan lain-lain yang terkait dengan pelaksanaan tindakan perbaikan yang ditetapkan. Disamping itu juga diuraikan alternatif-alternatif solusi yang akan dicobakan dalam rangka perbaikan masalah
2) Implementasi Tindakan, yaitu deskripsi tindakan yang akan dilakukan. Skenario kerja tindakan perbaikan dan prosedur tindakan yang akan diterapkan.
3) Observasi dan Interpretasi, yaitu uraian tentang prosedur perekaman dan penafsiran data mengenai proses dan produk dari implementasi tindakan perbaikan yang dirancang.
4) Analisis dan Refleksi, yaitu uraian tentang prosedur analisis terhadap hasil pemantauan dan refleksi berkenaan dengan proses dan dampak tindakan perbaikan yang akan digelar, personel yang akan dilibatkan serta kriteria dan rencana bagi tindakan berikutnya.
d. Data dan cara pengumpulannya. Pada bagian ini ditunjukan dengan jelas jenis data yang akan dikumpulkan yang berkenaan dengan baik proses maupun dampak tindakan perbaikan yang di gelar, yang akan digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan atau kekurangberhasilan tindakan perbaikan pembelajaran yang dicobakan. Format data dapat bersifat kualitatif, kuantitatif, atau kombinasi keduanya.
e. Indikator kinerja, pada bagian ini tolak ukur keberhasilan tindakan perbaikan ditetapkan secara eksplisit sehingga memudahkan verifikasinya untuk tindakan perbaikan melalui PTK yang bertujuan mengurangi kesalahan konsep siswa misalnya perlu ditetapkan kriteria keberhasilan yang diduga sebagai dampak dari implementasi tindakan perbaikan yang dimaksud.
f. Tim peneliti dan tugasnya, pada bagian ini hendaknya dicantumakan nama-nama anggota tim peneliti dan uraian tugas peran setiap anggota tim peneliti serta jam kerja yang dialokasikan setiap minggu untuk kegiatan penelitian.
g. Jadwal kegiatan penelitian disusun dalam matriks yang menggambarkan urutan kegiatan dari awal sampai akhir.
h. Rencana anggaran, meliputi kebutuhan dukungan financial untuk tahap persiapan pelaksanan penelitian, dan pelaporan.

LATIHAN/TUGAS
1. Identifikasi Masalah dalam PTK
a. kemukakanlah masalah-masalah atau kendala-kendala yang anda hadapi ketika melaksanakan tugas dalam pembelajaran/bimbingan……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
b. pilihlah salah satu masalah yang menurut anda mendesak!
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
c. berikan alasan mengapa masalah tersebut penting untuk segera dicarikan pemecahannya!
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

d. Faktor-faktor penyebab munculnya masalah yang dirumuskan tersebut!
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
e. Dapatkanlah satu alternatif pemecahan masalah untuk memecahkan masalah urgent yang anda hadapi tersebut! Alternatif pemecahan masalah itu harus bertolak dari hasil analisis dan didasarkan pada teori tertentu.
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
2. Kerangka Penelitian Tindakan
a. Masalah:
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

b. Rencana Tindakan:
Siklus 1:
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Siklus 2:
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

c. Rincian Tindakan/Langkah-langkah:

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
d. Contoh Format Observasi:

NO ASPEK YANG DIOBSERVASI SKOR KETERANGAN
1 2 3 4 5

3. Usulan PTK
a. Tulislah judul PTK yang anda usulkan
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………Apakah judul PTK anda telah mencantumkan hal-hal berikut:
 Tujuan
 Cara menyelesaikan masalah
 Tempat penelitian dilaksanakan

b. Deskripsi masalah yang anda hadapi
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Apakah masalah yang anda deskripsikan telah memuat hal-hal sebagai berikut:
 Apakah deskripsi masalah telah disesuaikan dengan kondisi nyata tentang kendala-kendala yang anda hadapi sewaktu melaksakan tugas kepengawasan.
 Apakah deskripsi masalah telah memuat identifikasi satu masalah yang mendesak untuk segera dilaksanakan?
 Apakah deskripsi masalah telah memuat tentang analisis masalah?
 Apakah deskripsi masalah telah memuat tentang refleksi awal?
 Bagaimana perumusan masalah?
c. Deskripsikan tentang cara pemecahan masalah yang anda ajukan!
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Apakah pemecahan masalah yang anda ajukan memenuhi rambu-rambu berikut?
 Apakah ada alternatif pemecahan masalah?
 Apakah alternatif pemecahan masalah itu didasarkan pada teori tertentu?
 Apakah alternatif pemecahan masalah itu bertolak dari hasil analisis?
d. Rumuskan hasil yang diharapkan dari penelitian anda!
Apakah rumusan yang diharapkan dalam penelitian anda telah memuat hal –hal sebagai berikut:
 Apakah rumusan hasil yang diharapkan telah mengemukakan hasil yang diharapkan bagi siswa?
 Apakah rumusan hasil yang diharapkan telah mengemukakan hasil yang diharapkan bagi praktisi (kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan lainnya di sekolah)?
e. Kemukakan prosedur tindakan yang anda lakukan dalam PTK ini!
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Apakah dalam deskripsi tentang prosedur tindakan sekolah telah anda kemukakan hal-hal sebagai berikut:
 Apakah ada deskripsi tentang setting dan karakteristik subyek?
 Apakah ada variabel/faktor yang diselidiki?
 Apakah ada rencana tindakan yang mencakup misalnya strategi, pendekatan, metode atau teknik yang digunakan dalam implementasi tindakan, observasi, analisis, dan refleksi?
f. Tulislah lokasi penelitian anda!
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
g. Tulislah personil tim peneliti anda!

KONSEP DASAR DAN PROSEDUR PELAKSANAAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS

KONSEP DASAR DAN PROSEDUR PELAKSANAAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS

A. Konsep Dasar Penelitian Tindakan Kelas
1. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas
Menurut Kemmis (1988), penelitian tindakan adalah suatu bentuk peneli- tian refleksi diri yang dilakukan oleh para partisipan dalam situasi-situasi sosial (termasuk pendidikan) untuk memperbaiki praktik yang dilakukan sendiri. Dengan demikian, akan diperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai praktik dan situasi di mana praktik tersebut dilaksanakan. Terdapat dua hal pokok dalam penelitian tindakan yaitu perbaikan dan keterlibatan. Hal ini akan mengarahkan tujuan penelitian tindakan ke dalam tiga area yaitu; (1) untuk memperbaiki praktik; (2) untuk pengembangan profesional dalam arti meningkatkan pemahaman para praktisi terhadap praktik yang dilaksana- kannya; serta (3) untuk memperbaiki keadaan atau situasi di mana praktik tersebut dilaksanakan.
Komponen-komponen di dalam kelas yang dapat dijadikan sasaran PTK adalah sebagai berikut.
a. Siswa, antara lain perilaku disiplin siswa, motivasi atau semangat belajar siswa, keterampilan berpikir kritis, kemampuan memecahkan masalah dan lain-lain.
b. Guru, antara lain penggunaan metode, strategi, pendekatan atau model pembelajaran.
c. Materi pelajaran, misalnya urutan dalam penyajian materi, pengorganisasian materi, integrasi materi, dan lain sebagainya.
d. Peralatan atau sarana pendidikan, antara lain pemanfaatan laboratorium, penggunaan media pembelajaran, dan penggunaan sumber belajar.
e. Penilaian proses dan hasil pembelajaran yang ditinjau dari tiga ranah (kognitif, afektif, psikomotorik).
f. Lingkungan, mengubah kondisi lingkungan menjadi lebih kondusif misalnya melalui penataan ruang kelas, penataan lingkungan sekolah, dan tindakan lainnya.
g. Pengelolaan kelas, antara lain pengelompokan siswa, pengaturan jadwal pelajaran, pengaturan tempat duduk siswa, penataan ruang kelas, dan lain sebagainya.
Karena makna “kelas” dalam PTK adalah sekelompok peserta didik yang sedang belajar bersama dalam waktu yang bersamaan, serta guru yang sedang memfasilitasi kegiatan belajar, maka permasalahan PTK cukup luas. Permasalahan tersebut di antaranya adalah sebagai berikut.
a. Masalah belajar siswa di sekolah, seperti misalnya permasalahan pembelajaran di kelas, kesalahan-kesalahan dalam pembelajaran, miskonsepsi, misstrategi, dan lain sebagainya.
b. Pengembangan profesionalisme guru dalam rangka peningkatan mutu perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi program dan hasil pembelajaran.
c. Pengelolaan dan pengendalian, misalnya pengenalan teknik modifi- kasi perilaku, teknik memotivasi, dan teknik pengembangan potensi diri.
d. Desain dan strategi pembelajaran di kelas, misalnya masalah pengelolaan dan prosedur pembelajaran, implementasi dan inovasi penggunaan metode pembelajaran (misalnya penggantian metode mengajar tradisional dengan metode mengajar baru), interaksi di dalam kelas (misalnya penggunaan stretegi pengajaran yang didasarkan pada pendekatan tertentu).
e. Penanaman dan pengembangan sikap serta nilai-nilai, misalnya pengembangan pola berpikir ilmiah dalam diri siswa.
f. Alat bantu, media dan sumber belajar, misalnya penggunaan media perpustakaan, dan sumber belajar di dalam/luar kelas.
g. Sistem assesment atau evaluasi proses dan hasil pembelajaran, seperti misalnya masalah evaluasi awal dan hasil pembelajaran, pengembangan instrumen penilaian berbasis kompetensi, atau penggunaan alat, metode evaluasi tertentu
h. Masalah kurikulum, misalnya implementasi KBK, urutan penyajian meteri pokok, interaksi antara guru dengan siswa, interaksi antara siswa dengan materi pelajaran, atau interaksi antara siswa dengan lingkungan belajar.

2. Tujuan dan Manfaat Penelitian Tindakan Kalas
Tujuan utama PTK adalah untuk memecahkan permasalahan nyata yang terjadi di dalam kelas sekaligus mencari jawaban ilmiah mengapa hal tersebut dapat dipecahkan melalui tindakan yang akan dilakukan. PTK juga bertujuan untuk meningkatkan kegiatan nyata guru dalam pengembangan profesinya. Tujuan khusus PTK adalah untuk mengatasi berbagai persoalan nyata guna memperbaiki atau meningkatkan kualitas proses pembelajaran di kelas. Secara lebih rinci tujuan PTK antara lain:
a. Meningkatkan mutu isi, masukan, proses, dan hasil pendidikan dan pembelajaran di sekolah.
b. Membantu guru dan tenaga kependidikan lainnya dalam mengatasi masalah pembelajaran dan pendidikan di dalam dan luar kelas.
c. Meningkatkan sikap profesional pendidik dan tenaga kependidikan.
d. Menumbuh-kembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah sehingga tercipta sikap proaktif di dalam melakukan perbaikan mutu pendidikan/pembelajaran secara berkelanjutan.
Dengan demikian output atau hasil yang diharapkan melalui PTK adalah peningkatan atau perbaikan kualitas proses dan hasil pembelajaran.
Dengan memperhatikan tujuan dan hasil yang dapai dapat dicapai melalui PTK, terdapat sejumlah manfaat PTK antara lain sebagai berikut.
a. Menghasilkan laporan-laporan PTK yang dapat dijadikan bahan panduan bagi para pendidik (guru) untuk meningkatkan kulitas pembelajaran. Selain itu hasil-hasil PTK yang dilaporkan dapat dijadikan sebagai bahan artikel ilmiah atau makalah untuk berbagai kepentingan antara lain disajikan dalam forum ilmiah.
b. Menumbuhkembangkan kebiasaan, budaya, dan atau tradisi meneliti dan menulis artikel ilmiah di kalangan pendidik. Hal ini ikut mendukung professionalisme dan karir pendidik.
c. Mewujudkan kerja sama, kaloborasi, dan atau sinergi antarpendidik dalam satu sekolah atau beberapa sekolah untuk bersama-sama memecahkan masalah dalam pembelajaran dan meningkatkan mutu pembelajaran.
d. Meningkatkan kemampuan pendidik dalam upaya menjabarkan kurikulum atau program pembelajaran sesuai dengan tuntutan dan konteks lokal, sekolah, dan kelas..
e. Memupuk dan meningkatkan keterlibatan, kegairahan, ketertarikan, kenyamanan, dan kesenangan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas. Di samping itu, hasil belajar siswa pun dapat meningkat.
f. Mendorong terwujudnya proses pembelajaran yang menarik, menantang, nyaman, menyenangkan, serta melibatkan siswa karena strategi, metode, teknik, dan atau media yang digunakan dalam pembelajaran demikian bervariasi dan dipilih secara sungguh-sungguh.

3. Karakteristik Penelitian Tindakan Kelas
PTK merupakan bentuk penelitian tindakan yang diterapkan dalam aktivitas pembelajaran di kelas. Ciri khusus PTK adalah adanya tindakan nyata yang dilakukan sebagai bagian dari kegiatan penelitian dalam rangka memecahkan masalah pembelajaran di kelas.
Terdapat sejumlah karakteristik yang merupakan keunikan PTK dibandingkan dengan penelitian pada umumnya, antara lain sebagai berikut.
a. PTK merupakan kegiatan yang berupaya memecahkan masalah pembelajaran, dengan dukungan ilmiah.
b. PTK merupakan bagian penting upaya pengembangan profesi guru melalui aktivitas berpikir kritis dan sistematis serta membelajarkan guru untuk menulis dan membuat catatan.
c. Persoalahan yang dipermasalahkan dalam PTK berasal dari adanya permasalahan nyata dan aktual (yang terjadi saat ini) dalam pembelajaran di kelas.
d. PTK dimulai dari permasalahan yang sederhana, nyata, jelas, dan tajam mengenai hal-hal yang terjadi di dalam kelas.
e. Adanya kolaborasi (kerjasama) antara praktisi (guru dan kepala sekolah) dengan peneliti dalam hal pemahaman, kesepakatan tentang permasalahan, pengambilan keputusan yang akhirnya melahirkan kesamaan tentang tindakan (action) .

Kolaborasi (kerjasama) antara praktisi (guru) dan peneliti (dosen atau widyaiswara) merupakan salah satu ciri khas PTK. Melalui kolaborasi ini mereka bersama menggali dengan mengkaji permasalahan nyata yang dihadapi oleh guru dan atau siswa. Sebagai penelitian yang bersifat kolaboratif, harus secara jelas diketahui peranan dan tugas guru dengan peneliti. Dalam PTK kolaboratif, kedudukan peneliti setara dengan guru, dalam arti masing-masing mempunyai peran serta tanggung jawab yang saling membutuhkan dan saling melengkapi. Peran kolaborasi turut menentukan keberhasilan PTK terutama pada kegiatan mendiagnosis masalah, merencanakan tindakan, melaksanakan penelitian (tindakan, observasi, merekam data, evaluasi, dan refleksi), menganalisis data, menyeminarkan hasil, dan menyusun laporan hasil.
Sering terjadi PTK dilaksanakan sendiri oleh guru. Guru melakukan PTK tanpa kerjasama dengan peneliti. Dalam hal ini guru berperan sebagai peneliti sekaigus sebagai praktisi pembelajaran. Guru profesional seharusnya mampu mengajar sekaligus meneliti. Dalam keadaan seperti ini, maka guru melakukan pengamatan terhadap diri sendiri ketika sedang melakukan tindakan (Suharsimi, 2002). Untuk itu guru harus mampu melakukan pengamatan diri secara obyektif agar kelemahan yang terjadi dapat terlihat dengan wajar. Melalui PTK, guru sebagai peneliti dapat:
a. mengkaji/ meneliti sendiri praktik pembelajarannya;
b. melakukan PTK dengan tanpa mengganggu tugasnya;
c. mengkaji permasalahan yang dialami dan yang sangat dipahami; dan
d. melakukan kegiatan guna mengembangkan profesionalismenya.

Dalam praktiknya, boleh saja guru melakukan PTK tanpa kolaborasi dengan peneliti. Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwa PTK yang dilakukan oleh guru tanpa kolaborasi dengan peneliti mempunyai kelemahan karena para praktisi umumnya (dalam hal ini adalah guru) kurang akrab dengan teknik-teknik dasar penelitian. Di samping itu, guru pada umumnya tidak memiliki waktu untuk melakukan penelitian sehubungan dengan padatnya kegiatan pengajaran yang dilakukan. Akibatnya, hasil PTK menjadi kurang memenuhi kriteria validitas metodologi ilmiah. Dalam konteks kegiatan pengawasan sekolah, seorang pengawas sekolah dapat berperan sebagai kolaborator bagi guru dalam melaksanakan PTK.

4. Prinsip Penelitian Tindakan Kelas
Terdapat beberapa prinsip yang perlu diperhatikan oleh guru (peneliti) dalam pelaksanaan PTK yaitu sebagai berikut.
Pertama, tindakan dan pengamatan dalam proses penelitian yang dilakukan tidak boleh mengganggu atau menghambat kegiatan utama, misalnya bagi guru tidak boleh sampai mengorbankan kegiatan pembelajaran. Siklus tindakan dilakukan dengan mempertimbangkan keterlaksanaan kurikulum secara keseluruhan. Penetapan jumlah siklus tindakan dalam PTK mengacu kepada penguasaan yang ditargetkan pada tahap perencanaan, tidak mengacu kepada kejenuhan data/informasi sebagaimana lazimnya dalam pengumpulan data penelitian kualitatif.
Kedua, masalah penelitian yang dikaji merupakan masalah yang cukup merisaukannya dan berpijak dari tanggung jawab profesional guru di kelas.
Ketiga, metode pengumpulan data yang digunakan tidak menuntut waktu yang lama, sehingga berpeluang menggangu proses pembelajaran.
Keempat, metodologi yang digunakan harus terencana secara cermat dan taat azas PTK.
Kelima, permasalahan atau topik yang dipilih harus benar–benar nyata, mendesak, menarik, mampu ditangani, dan berada dalam jangkauan kewenangan peneliti untuk melakukan perubahan.
Keenam; peneliti harus tetap memperhatikan etika dan tata krama penelitian serta rambu–rambu pelaksanaan yang berlaku umum. Dalam pelaksanaan PTK harus diketahui oleh pimpinan lembaga, disosialisasikan pada rekan-rekan di lembaga terkait, dilakukan sesuai tata krama penyusunan karya tulis akademik, di samping tetap mengedepankan kemaslahatan bagi siswa.
Ketujuh; kegiatan PTK pada dasarnya merupakan kegiatan yang menggunakan siklus berkelanjutan, karena tuntutan terhadap peningkatan dan pengembangan akan menjadi tantangan sepanjang waktu.

B. Prosedur Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas
PTK bukan hanya bertujuan mengungkapkan penyebab dari berbagai permasalahan pembelajaran yang dihadapi seperti kesulitan siswa dalam mempelajari pokok-pokok bahasan tertentu, tetapi yang lebih penting lagi adalah memberikan pemecahan masalah berupa tindakan tertentu untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar.
Pembahasan berikutnya akan menguraikan prosedur pelaksanaan PTK yang meliputi penetapan fokus permasalahan, perencanaan tindakan, pelak- sanaan tindakan yang diikuti dengan kegiatan observasi, interpretasi, dan analisis, serta refleksi. Apabila diperlukan, pata tahap selanjutnya disusun rencana tinda lanjut. Upaya tersebut dilakukan secara berdaur membentuk suatu siklus. Langkah-langkah pokok yang ditempuh pada siklus pertama dan siklus-siklus berikutnya. Sesudah menetapkan pokok permasalahan secara mantap langkah berikutnya adalah:
• Perencanaan tindakan
• Pelaksanaan tindakan
• Pengumpulan data (pengamatan/observasi)
• Refleksi (analisis, dan interpretasi)
Hasil refleksi siklus pertama akan mengilhami dasar pelaksanaan siklus kedua. Untuk lebih jelasnya, rangkaian kegiatan dari setiap siklus dapat dilihat pada gambar berikut.

gambar berikut.

Gambar 2. 1. Siklus Kegiatan PTK

Setelah permasalahan ditetapkan, pelaksanaan PTK dimulai dengan siklus pertama yang terdiri atas empat tahap kegiatan. Hasil refleksi siklus pertama akan dapat diketahui keberhasilan atau hambatan dalam hasil tindakan, peneliti kemudian mengidentifikasi permasalahannya untuk menentukan rancangan siklus berikutnya. Kegiatan yang dilakukan dalam siklus kedua mempunyai berbagai tambahan perbaikan dari tindakan sebelumnya yang ditunjukan untuk mengatasi berbagai hambatan/ kesulitan yang ditemukan dalam siklus sebelumnya.
Dengan menyusun rancangan untuk siklus kedua, peneliti dapat melanjutkan dengan tahap kegiatan-kegiatan seperti yang terjadi dalam siklus pertama. Jika sudah selesai dengan siklus kedua dan peneliti belum merasa puas, dapat dilanjutkan pada siklus ketiga, yang tahapannya sama dengan siklus terdahulu. Tidak ada ketentuan tentang berapa siklus harus dilakukan, namun setiap penelitian minimal dua siklus dan setiap siklus minimal tiga pertemuan.

1. Penetapan Fokus Permasalahan
Sebelum suatu masalah ditetapkan/dirumuskan, perlu ditumbuhkan sikap dan keberanian untuk mempertanyakan, misalnya tentang kualitas proses dan hasil pembelajaran yang dicapai selama ini. Sikap tersebut diperlukan untuk menumbuhkan keinginan peneliti memperbaiki kualitas pembelajaran. Tahapan ini disebut dengan tahapan merasakan adanya masalah. Jika dirasakan ada hal-hal yang perlu diperbaiki dapat diajukan pertanyaan seperti di bawah ini.
a. Apakah kompetensi awal siswa yang mengikuti pelajaran cukup memadai?
b. Apakah proses pembelajaran yang dilakukan cukup efektif?
c. Apakah sarana pembelajaran cukup memadai?
d. Apakah hasil pembelajaran cukup berkualitas?
e. Apakah suasana dalam proses belajar mengajar kondusif?

Secara umum karaktersitik suatu masalah yang layak diangkat untuk PTK adalah sebagai berikut.
a. Masalah itu menunjukkan suatu kesenjangan antara teori dan fakta empirik yang dirasakan dalam proses pembelajaran.
b. Masalah tersebut memungkinkan untuk dicari dan diidentifikasi faktor-faktor penyebabnya. Faktor-faktor tersebut menjadi dasar atau landasan untuk menentukan alternatif solusi.
c. Masalah tersebut sangat merisaukan dan mendesak untuk segera diatasi.
d. Adanya kemungkinan untuk dicarikan alternatif solusi bagi masalah tersebut melalui tindakan nyata yang dapat dilakukan guru/peneliti.
Dianjurkan agar masalah yang dipilih untuk diangkat sebagai masalah PTK adalah yang memiliki nilai yang bukan sesaat, tetapi memiliki nilai strategis bagi keberhasilan pembelajaran lebih lanjut dan memungkinkan diperolehnya model tindakan efektif yang dapat dipergunakan untuk memecahkan masalah serumpun. Pertanyaan yang dapat diajukan untuk menguji kelayakan masalah yang dipilih antara lain seperti di bawah ini.
a. Apakah masalah yang dirasakan secara jelas teridentifikasi dan terformulasikan dengan benar?
b. Apakah ada masalah lain yang terkait dengan masalah yang akan dipecahkan?
c. Adakah hasil penelitian pendukung dari masalah yang akan dipecahkan
d. Apakah ada bukti empirik yang memperlihatkan nilai guna untuk perbaikan praktik pembelajaran jika masalah tersebut dipecahkan?

Setelah memperoleh sederet permasalahan melalui identifikasi, dilanjut- kan dengan analisis untuk menentukan kepentingan. Analisis terhadap masa- lah juga dimaksud untuk mengetahui proses tindak lanjut perbaikan atau pemecahan yang dibutuhkan. Adapun yang dimaksud dengan analisis masalah di sini ialah kajian terhadap permasalahan dilihat dari segi kelayakannya.
Analisis masalah dipergunakan untuk merancang tindakan baik dalam bentuk spesifikasi tindakan, keterlibatan peneliti, waktu dalam satu siklus, indikator keberhasilan, peningkatan sebagai dampak tindakan, dan hal-hal yang terkait lainya dengan pemecahan yang diajukan.
Pada tahap selanjutnya, masalah-masalah yang telah diidentifikasi dan ditetapkan dirumuskan secara jelas, spesifik, dan operasional. Perumusan masalah yang jelas memungkinkan peluang untuk pemilihan tindakan yang tepat. Contoh rumusan masalah yang mengandung tindakan alternatif yang ditempuh antara lain sebagai berikut.
a. Apakah strategi pembelajaran menulis yang berorientasi pada proses dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis?
b. Apakah pembelajaran berorientasi proses dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran?
c. Apakah penyampaian materi dengan menggunakan LKS dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran?
d. Apakah penggunaan strategi pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran IPS?

2. Perencanaan Tindakan
Setelah masalah dirumuskan secara operasional, perlu dirumuskan alternatif tindakan yang akan diambil. Alternatif tindakan yang dapat diambil dapat dirumuskan ke dalam bentuk hipotesis tindakan dalam arti dugaan mengenai perubahan yang akan terjadi jika suatu tindakan dilakukan. Perencanaan tindakan memanfaatkan secara optimal teori-teori yang relevan dan pengalaman yang diperoleh di masa lalu dalam kegiatan pembelajaran/penelitian sebidang. Bentuk umum rumusan hipotesis tindakan berbeda dengan hipotesis dalam penelitian formal.
Secara rinci, tahapan perencanaan tindakan terdiri atas kegiatan- kegiatan sebagai berikut.
a. Menetapkan cara yang akan dilakukan untuk menemukan jawaban, berupa rumusan masalah. Umumnya dimulai dengan menetapkan berbagai alternatif tindakan pemecahan masalah, kemudian dipilih tindakan yang paling menjanjikan hasil terbaik dan yang dapat dilakukan guru.
b. Mentukan cara yang tepat untuk memperbaiki proses pembelajaran dengan menjabarkan indikator-indikator keberhasilan.
c. Membuat secara rinci rancangan tindakan yang akan dilaksanakan mencakup; (a) Bagian isi mata pelajaran dan bahan belajarnya; (b) Merancang strategi dan langkah pembelajaran sesuai dengan tindakan yang dipilih; serta (c) Menetapkan indikator ketercapaian dan menyusun instrumen pengumpul data yang sesuai.

3. Pelaksanaan Tindakan
Pada tahapan ini, rancangan strategi dan skenario pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal, inti, dan penutup diterapkan. Skenario tindakan harus dilaksanakan secara benar tampak berlaku wajar. Pada PTK yang dilakukan guru, pelaksanaan tindakan umumnya dilakukan dalam waktu antara 2 sampai 3 bulan. Waktu tersebut dibutuhkan untuk dapat menyesaikan sajian beberapa pokok bahasan dan mata pelajaran tertentu. Berikut disajikan contoh aspek-aspek rencana (skenario) tindakan yang akan dilakukan pada satu PTK.
1. Dirancang penerapan metode tugas dan diskusi dalam pembelajaran X untuk pokok bahasan: A, B, C, dan D.
2. Format tugas: pembagian kelompok kecil sesuai jumlah pokok bahasan, pilih ketua, sekretaris, dll oleh dan dari anggota kelompok, bagi topik bahasan untuk kelompok dengan cara random, dengan cara yang menyenangkan.
3. Kegiatan kelompok; mengumpulkan bacaan, melalui diskusi anggota kelompok bekerja/ belajar memahami materi, menuliskan hasil diskusi dalam OHP untuk persiapan presentasi.
4. Presentasi dan diskusi pleno; masing-masing kelompok menyajikan hasil kerjanya dalam pleno kelas, guru sebagai moderator, lakukan diskusi, ambil kesimpulan sebagai hasil pembelajaran.
5. Jenis data yang dikumpulkan; berupa makalah kelompok, lembar OHP hasil kerja kelompok, siswa yang aktif dalam diskusi, serta hasil belajar yang dilaksanakan sebelum (pretes) dan setelah (postes) tindakan dilak- sanakan.

4. Pengamatan/Observasi dan Pengumpulan Data
Tahapan ini sebenarnya berjalan secara bersamaan pada saat pelaksanaan tindakan. Pengamatan dilakukan pada waktu tindakan sedang berjalan, keduanya berlangsung dalam waktu yang sama. Pada tahapan ini, peneliti (atau guru apabila ia bertindak sebagai peneliti) melakukan pengamatan dan mencatat semua hal-hal yang diperlukan dan terjadi selama pelaksanaan tindakan berlangsung. Pengumpulan data ini dilakukan dengan menggunakan format observasi/penilaian yang telah disusun. Termasuk juga pengamatan secara cermat pelaksanaan skenario tindakan dari waktu ke waktu dan dampaknya terhadap proses dan hasil belajar siswa. Data yang dikumpulkan dapat berupa data kuantitatif (hasil tes, hasil kuis, presensi, nilai tugas, dan lain-lain), tetapi juga data kualitatif yang menggambarkan keaktifan siswa, atusias siswa, mutu diskusi yang dilakukan, dan lain-lain.
Instrumen yang umum dipakai adalah (a) soal tes, kuis; (b) rubrik; (c) lembar observasi; dan (d) catatan lapangan yang dipakai untuk memperoleh data secara obyektif yang tidak dapat terekam melalui lembar observasi, seperti aktivitas siswa selama pemberian tindakan berlangsung, reaksi mereka, atau pentunjuk lain yang dapat dipakai sebagai bahan dalam analisis dan untuk keperluan refleksi.

5. Refleksi
Tahapan ini dimaksudkan untuk mengkaji secara menyeluruh tindakan yang telah dilakukan, berdasar data yang telah terkumpul, dan kemudian melakukan evaluasi guna menyempurnakan tindakan yang berikutnya. Refleksi dalam PTK mencakup analisis, sintesis, dan penilaian terhadap hasil pengamatan atas tindakan yang dilakukan. Jika terdapat masalah dan proses refleksi, maka dilakukan proses pengkajian ulang melalui siklus berikutnya yang meliputi kegiatan: perencanaan ulang, tindakan ulang, dan pengamatan ulang sehingga permasalahan yang dihadapi dapat teratasi

DAFTAR PUSTAKA

Keputusan Menteri Negera Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 84/1993 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya
Keputusan bersama Menteri Pendidikan dan kebudayaan dan Kepala BAKN Nomor 0433/P/1993, nomor 25 tahun 1993 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.
Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 025/0/1995.
Kemmis, S. and McTaggart, R.1988. The Action Researh Reader. Victoria, Deakin University Press.
Suhardjono, Azis Hoesein, dkk. 1996. Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi Widya-iswara. Jakarta: Depdikbud, Dikdasmen.
Suhardjono. 200. Penelitian Tindakan Kelas. Makalah pada “Diklat Pengembangan Profesi bagi Jabatan Fungsional Guru”, Direktorat Tenaga Kependidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Depdiknas.
Suhardjono. 2005. Laporan Penelitian Eksperimen dan Penelitian Tindakan Kelas sebagai KTI, Makalah pada “Pelatihan Peningkatan Mutu Guru di Makasar”, Jakarta, 2005
Suharsimi Arikunto, Suhardjono, dan Supardi. 2006. Peneilitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bina Aksara.
Supardi. (2005). Penyusunan Usulan, dan Laporan Penelitian Penelitian Tindakan Kelas, Makalah disampaikan pada “Diklat Pengembangan Profesi Widyaiswara”, Ditektorat Tenaga Pendidik dan Kependidikan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.
Tita Lestari (2009) Manajemen Penulisan Karya Tulis Ilmiah. Modul Pelatihan Bagi Guru dan Kepala Sekolah. Pusdiklat Depdiknas. Sawangan. Bogor.

MERENCANAKAN DAN MELAKSANAKAN “PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH”

MERENCANAKAN DAN MELAKSANAKAN “PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH”

“Dari Sekolah Binaan Kami Untuk Sekolah Binaan Anda”

Disampaikan Pada Kegiatan Pembekalan Pembimbing Penelitian Tindakan Sekolah Tanggal 16 s.d. 17 Mei 2000 di Hotel Poencer, Cisarua Bogor

Oleh: Tita lestari

A. Pengantar

Saat ini pengawas sekolah dituntut untuk memiliki kompetensi penelitian pengembangan yang tidak cukup dianggap hanya sekedar penerima pembaharuan dari hasil penelitian para peneliti dari kalangan perguruan tinggi, melainkan ikut bertanggung jawab serta dan berperan aktif dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya sendiri melalui penelitian tindakan kelas maupun penelitian tindakan sekolah yang berkaitan dengan tugas pokok pengawas sekolah yaitu memantau, menilai, membina, dan melaporkan serta melaksanakan tindak lanjut hasil pengawasan. Baca lebih lanjut

PENERAPAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SIMULASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI SISWA

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Berkomunikasi antar pribadi dalam kehidupan sehari hari merupakan keharusan bagi manusia. Manusia membutuhkan dan berusaha menjalin komunikasi atau hubungan dengan sesamanya. Selain itu, ada sejumlah kebutuhan di dalam diri manusia yang hanya dapat dipenuhi lewat komunikasi dengan sesamanya. Oleh karena itu terampil berkomunikasi dengan sesama manusia diperlukan oleh setiap individu manusia.
Proses belajar mengajar di sekolah merupakan bentuk komunikasi antara peserta didik dengan pendidik di sekolah. Dalam proses belajar mengajar, guru dituntut untuk menciptakan suasana belajar dan proses pembelajaran yang efektif dan kondusif agar guru dapat melaksanakan tugasnya sebagai pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah (UU. No. 14 / 2005 Bab 1, 1: 1). Lebih lanjut ditegaskan pula ole h Slameto (1995 : 97), bahwa guru mempunyai tugas sebagai berikut (1) mendidik dengan titik berat dengan memberikan arah dan motivasi pencapaian tujuan, baik jangka pendek maupun jangka panjang, (2) memberi fasilitas pencapaian tujuan melalui pengalaman belajar yang memadai, (3) membantu perkembangan aspek – aspek pribadi seperti sikap, nilai nilai dan penyesuaian diri. Demikian juga, dalam proses belajar mengajar guru tidak terbatas sebagai penyampai ilmu pengetahuan akan tetapi lebih dari itu, ia bertanggung jawab akan keseluruhan perkembangan kepribadian siswa. Ia harus mampu menciptakan proses belajar yang sedemikian rupa sehingga dapat merangsang siswa untuk belajar secara aktif dan dinamis dalam memenuhi kebutuhan dan menciptakan tujuan.
Untuk dapat me laksanakan tugas tugasnya tersebut guru dituntut untuk menguasai ketrampilan berkomunikasi, demikian pula bagi siswa yang setiap hari melakukan komunikasi dengan guru maupun sesama siswa yang lain, maka diperlukan ketrampilan komunikasi, khususnya komuni kasi antar pribadi.
Komunikasi antar pribadi sangat penting bagi hidup manusia. Johnson (dalam Supratiknya, 1995: 9) menunjuk beberapa peranan yang disumbangkan oleh
kkoomunikasi antar pribadi dalam rangka menciptakan kebahagiaan hidup manusia, yaitu (1) komunikasi antar pribadi membantu perkembangan intelektual dan sosial kita. (2) identitas atau jati diri kita terbentuk dalam dan lewat komunikasi dengan orang lain. (3) dalam rangka memahami realitas di sekeliling kita serta menguji kebenaran kesan kesan dan pengertian yang kita miliki tentang dunia di sekitar kita, kita perlu membandingkannya dengan kesan kesan dan pengertian orang lain tentang realitas yang sama. (4) kesehatan mental kita sebagian besar juga ditentukan oleh kualitas komunikasi atau hubungan kita dengan orang lain, lebih lebih orang orang yang merupakan tokoh tokoh signifikan (significant figure) dalam hidup kita.
Kenyataan menunjukkan bahwa banyak siswa yang mengalami kesulitan berkomunikasi antar pribadi, hal ini dapat terlihat pada prilaku siswa SMP Negeri 1 Kempo pada umumnya dan pada khususnya siswa kelas IX C
Berdasarkan pernyataan di atas bila para siswa tidak memiliki ketrampilan berkomunikasi antar pribadi maka dapat berakibat siswa menngalami kesulitan dalam menerima d an menyampaikan pesan yang diterimanya kepada teman temannya maupun kepada gurunya.Ketrampilan komunikasi antar pribadi dapat dilatih mel alui beberapa cara antara lain : wawancara, permainan, bimbingan, diskusi, berpidato, menul is. Bennett (dalam Chasiyah dkk, 2001 : 22) menjelaskan bahwa “group prosedur yang lebih intensif dan lebih mendalam adalah group therapy ”. Sedangkan Warters (dalam Chasiyah dkk, 2001 : 22) lebih menekankan group guidance 16 sebagai group work,yang merupakan penggunaan pengalaman kelom pok untuk membantu perkembangan individu dalam kelompok mencapai tujuan yang diinginkan.
Berkenaan dengan hal tersebut di atas, dalam rangka upaya meningkatkan komunikasi antar pribadi bagi siswa SMP Negeri 1 Kempo, penelitian ini difokuskan pada pelak sanaan layanan bimbingan kelompok, yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan beberapa individu siswa dapat melakukan dinamika kelompok memecahkan masalahnya. Layanan bimbingan kelompok tersebut dilakukan dengan teknik simulasi yang dapat memberikan stimulus kepada individu dalam upaya mengatasi kesulitan berkomunikasi antar pribadi. Beberapa ketrampilan komunikasi antar pribadi meliputi (1) ketrampilan memberikan tanggapan, (2) ketrampilan memberikan informasi, (3) ketrampilan memberikan nasihat, (4) ketra mpilan bertanya, (5) ketrampilan merefleksikan, (6) ketrampilan menyimpulkan (Hamzah B Uno, 2008: 29).

B. Permasalahan
1. Identifikasi Masalah
Berdasarkan pada latar belakang tersebut di atas, dapat diidentifikasikan permasalahan komunikasi antar pribadi sebaga i berikut :
a. Masih banyak siswa SMP Negeri 1 Kempo yang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi antar pribadi
b. Kurangnya pemahaman akan pentimgnya komunikasi antar pribadi siswa SMP Negeri 1 Kempo
c. Kurangnya ketrampilan menanggapi dalam berkomunikasi antar pribadi siswa SMP Negeri 1 Kempo
d. Masih banyaknya siswa SMP Negeri 1 Kemp oyang tidak mempunyai ketrampilan bertanya dalam komunikasi antar pribadi
e. Kurangnya ketrampilan mengungkapkan ide – ide serta menyimpulkan dan merefleksikan dalam komuni kasi antar pribadi siswa SMP Negeri 1 Kempo.
2. Perumusan Masalah
Berdasarkan pada identifikasi masalah diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
Apakah Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Simulasi Mampu Meningkatkan Kemampuan Komuni kasi Antar Pribadi Siswa Kelas IX C SMP Negeri 1 Kempo Tahun Ajaran 2015-2016?

C. Tujuan Penelitian
Suatu penelitian tanpa adanya tujuan yang jelas, tidak akan memberikan manfaat dalam bidang yang ditelitinya. Tujuan penelitian ini adalah : “ Untuk meng efektifkan pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi guna meningkatkan kemampuan berkomunikasi antar pribadi siswa kelas IX C SMP Negeri I kempo Tahun Ajaran 2015-2016”
D. Manfaat Penelitian
Setelah perumusan masalah dan tujuan masa lah maka berdasarkan hal hal tersebut maka dapat dik emukakan manfaat penelitian sebagai berikut :
1. Manfaat Teoritis.
a. Memberikan bukti empiris kepada guru BK bahwa penerapan layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi dapat membantu meningkatkan kema mpuan

berkomunikasi antar pribadi.
b. Memberi masukan kepada kepala sekolah dan guru BK tentang cara yang tepat untuk mengatasi siswa yang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi antar pribadi dengan teknik simulasi dalam layanan bimbingan kelompok.

BAB II
KERANGKA TEORITIK DAN HIPOTESIS TINDAKAN

A. Tinjauan Teori
1. Tinjauan tentang Komunikasi Antar Pribadi
a. Pengertian Komunikasi Antar Pribadi
Beberapa ahli menjelaskan bah wa manusia sejak dalam kandungan sudah dianggap dapat berkomunikasi. Komunikasi berasal dari kata communicare yaitu bahasa latin yang artinya berpartissi atau memberitahukan, DR. Phi l Astrid Susanto dalam bukunya Komunikasi dalam Teori dan Praktekmengungkapkan bahwa ” komunikasi adalah proses pengoperan lambang lambang yang mengandung arti ” (dalam Salmah Lilik, 1986: 4). Kemudian Harmack dan Fest dalam bukunya psikolog komunikasi menganggap “ komunikasi sebagai proses interaksi diantara orang untu k tujuan integrasi intra personal dan interpersonal ” (dalam Salmah Lilik, 1986: 4).
Pengungkapan reaksi atau tanggapan kita terhadap situasi yang sedang kita hadapi serta memberikan informasi tentang masa lalu yang relevan atau yang berguna untuk memahami tanggapan kita di masa kini tersebut (Johnson, 1981 dalam Supratiknya 1995 ).
Menurut Johnson (1981 dalam Supratiknya1995 ) pembukaan diri memiliki dua sisi, yaitu bersikap terbuka terhadap atau kepada yang lain dan bersikap terbuka terhadap atau bagi y ang lain. Kedua proses dapat berlangsung secara serentak itu apabila terjadi pada kedua belah pihak akan membuahkan relasi yang terbuka antara kita dan orang lain.
Secara sempit komunikasi antar pribadi diartikan sebagai pesan yang dikirimkan seseorang kep ada seseorang yang lain lewat satu atau lebih penerima dengan maksud sadar untuk mempengaruhi tingkah laku si penerima. Dalam setiap bentuk komunikasi setidaknya saling mengirimkan lambang lambang yang memiliki makna tertentu, kemudian lambang lambang tersebut bisa bersifat verbal berupa kata kata atau non verbal berupa ekspresi atau ungkapan tertentu dan gerakan tubuh (Johnson, 1981 dalam Supratiknya 1995 ).
Berdasarkan pendapat ahli di atas maka dapat disimpulkan bahwa, komunikasi antar pribadi adalah proses interaksi dari orang dalam mengungkapkan reaksi dan menanggapi situasi yang sedang dihadapi sebagai pembukaan diri terhadap individu lain.
b. Tahapan Komunikasi Antar Pribadi
Kalau dua orang bertemu maka akan terjadi komunikasi. Namun komunikasinya itu dapat berlangsung pada tahap kedalaman yang berbeda beda, tahap kedalaman komunikasi ini dapat diukur dari apa dan siapa yang saling dibicarakan, pikiran atau perasaan, obyek tertentu, orang lain atau dirinya sendiri. Semakin orang mau saling membica rakan tentang perasaan yang ada di dalam dirinya, semakin dalamlah taraf komunikasi yang terjadi. Atas dasar ke dalamannya ini, Powell (dalam Supratiknya, 1995 : 32) membedakan komunikasi dalam lima tahapan, yaitu ;
1) Basa basi
Ini merupakan tahap komunikasi paling dangkal. antara dua orang yang bertemu secara kebetulan. Membicarakan orang lain.Di sini orang sudah mulai saling menanggapi, namun tetap pada tahap dangkal, khususnya belum mau berbicara tentang diri masing masing.
2) Menyatakan gagasan atau pendapat
Kita sudah mau saling membuka diri, saling mengungkapkan diri, namun pengungkapan diri tersebut masih terbatas pada tahap pikiran.
3) Tahap hati atau perasaan
Ada yang mengatakan bahwa emosi atau perasaan adalah unsure yang membedak anorang yang satu dari yang lain.
4) Hubungan puncak
Komunikasi pada tahap ini ditandai dengan kejujuran, keterbukaan, dan saling percaya yang mutlak diantara kedua belah pihak. Tidak ada lagi ganjalan ganjalan berupa rasa takut, rasa khawatir jangan-jangan kepercayaan kita disia siakan. Selain merasa bebas untuk saling mengungkapkan perasaan, biasanya kedua belah pihak juga memiliki perasaan yang sama tentang banyak hal. Dengan kata lain, komunikasi tersebut telah berkembang begitu mendalam sehingga kedua pihak merasakan kesatuan perasaan timbal balik yang hamper sempurna.
Pada pokok bahasan tentang tahapan komunikasi antar pribadi tersebut diatas maka dapat disimpulkan bahwa, dalam proses berkomunikasi, individu bereaksi setahap demi setahap dalam menco ba menyampaikan pesan dan pembukaan diri, didasarkan pada tahapan masing masing individu.

c. Hambatan Komunikasi Antar Pribadi
Dalam perjalanannya tentang pelaksanaan komunikasi antar pribadi tidaklah semudah yang akan terdapat banyak hambatan hambatan dibayangkan, yang mungkin akan dapat menjadikan individu mengalami kesulitan dalam berkomunikasi antar pribadi, hambatan tersebut dapat bersifat positif maupun negatif, dan hambatan tersebut dapat berasal dari pribadi individu maupun dari faktor eksternal in dividu. Sehingga dengan adanya hambatan hambatan dalam berkomunikasi antar pribadi maka terbentuklah konflik yang timbul akibat hambatan komunikasi antar pribadi.
Setiap hubungan antar pribadi unsur mengandung unsur konflik , pertentangan pendapat, atau perbedaan kepentingan, yang dimaksud konflik adalah situasi di mana tindakan salah satu pihak berakibat menghalangi, menghambat atau mengganggu tindakan pihak lain (Johnson, 1981 dalam Supratiknya 1995).
Kendati unsur konflik selalu terdapat dalam setiap bentuk hubungan antar pribadi, pada umunya masyarakat memandang konflik sebagai keadaan yang buruk dan harus dihindarkan.
Sesungguhnya bila kita mampu mengelolanya secara konstruktif, konflik justru dapat memberikan manfaat positif bagi diri kita sendiri maupun bagi hubungan kita dengan orang lain. Menurut Johnson (1981 dalam Supratiknya, 1995: 94) beberapa contoh manfaat positif dari konflik adalah sebagai berikut :
1) Konflik dapat menjadikan kita sadar bahwa ada persoalan yang perlu
dipecahkan dalam hubungan kita dengan orang lain.
2) Konflik dapat menyadarkan dan mendorong kita untuk melakukan dalam diri perubahan perubahan kita.
3) Konflik dapat menumbuhkan dorongan dalam diri kita untuk memecahkan persoalan yang selama ini tidak jelas kita sadari atau kita biarkan tidak muncul ke permukaan.
4) Konflik dapat menjadikan kehidupan lebih menarik, perbedaan pendapat dengan seorang teman tentang suatu pokok persoalan dapat menimbulkan perdebatan yang memaksa kita lebih mendalami dan memahami pokok persoalan tersebut, selain menjadikan hubungan kita tidak membosankan.
5) Perbedaan pendapat dapat membimbing ke arah tercapainya keputusan keputusan bersama yang lebih matang dan bemutu.
6) Konflik dapat mengilangkan ketegangan ketegangan kecil yang sering kita alami dalam hubungan kita dengan seseorang.
7) Konflik juga dapat menjadikan kita sadar tentang siapa atau macam apa diri kita sesungguhnya.
8) Konflik juga dapat menjadi sebuah hiburan. Sebagai contoh dengan sengaja mencari koflik dalam sebuah permainan atau perlombaan.
9) Konfl ik dapat mempererat dan memperkaya hubungan. Hubungan konflik yang tetap bertahan kendati diwarnai dengan banyak konflik, justru dapat membuat kedua belah pihak sadar bahwa hubungan mereka itu kiranya sangat berharga, sebab bebas dari ketegangan ketegang an dan karenanya juga menyenangkan.
Dengan kata lain, konflik dalam hubungan antar pribadi sesungguhnya memilki potensi menunjang perkembangan pribadi kita sendiri maupun perkembangan relasi kita dengan orang lain. Ada empat hal yang dapat kita jadikan patokan untuk menetapkan apakah konflik yang kita alami bersifat kostruktif atau destruktif. Suatu konflik bersifat konstruktif, bila sesudah mengalami (1) Hubungan kita dengan pihak lain justru menjadi lebih erat, dalam artilebih mudah berinteraksi dan beker ja sama. (2) kita dan pihak lain justru lebih saling mempercayai. (3) kedua belah pihak sama sama merasa puas dengan akibat akibat yang timbul setelah berlangsungnya konflik. (4) kedua belah pihak makin terampil mengatasi secara konstruktif konflik konflik baru yang terjadi di antara mereka.
Bila kita terlibat dalam suatu konflik dengan orang lain, ada dua hal yang harus kita pertimbangkan :
1) Tujuan atau kepentingan pribadi kita. Tujuan pribadi ini dapat kita rasakan sebagai hal yang sangat penting seh ingga harus kita pertahankan mati matian, atau tidak terlalu penting sehingga
dengan mudah kita korbankan.
2) Hubungan baik dengan pihak lain. Seperti tujuan pribadi, hubungan dengan pihak lain dengan siapa kita berkonflik ini juga dapat kita rasakan sebaga i hal yang sangat penting, atau sama sekali tidak penting.
Berdasarkan dua pertimbangan di atas, dapat ditemukan lima gaya dalam mengelola mengatasi konflik antar pribadi (Johnson, 1981 dalam Supratiknya, 1995: 99) yaitu ;
1) Gaya kura kura
Sikap atau gaya untuk menghindari konflik dari pokok soal permasalahan karena pendapat orang yang bermasalah tersebut berpendapat bahwa sia sia apabila memecahkan konflik tersebut. Lebih mudah menarik diri, secara fisik maupun psikologis, dari konflik darda menghadapinya. Dalam pewayangan, sikap semacam ini kiranya dapat kita temukan dalam figur Baladewa.
2) Gaya ikan hiu
Sikap atau gaya yang senang menaklukan lawan dengan memaksanya menerima solusi konflik yang ia sodorkan. Baginya konflik harus dipecahkan dengan cara satu pihak menang dan pihak lain kalah. Dalam tokoh pewayangan, sikap ini kiranya dapat kita temukan dalam figur Duryudana.
3) Gaya kancil
Sikap yang mengutamakan hubungan, dan kurang mementingkan tujuan – tujuan pribadinya. Keyakinan bahwa konflik harus dihindari, demi kerukunan. Dalam tokoh pewayangan digambarkan sebagai Puntadewa.
4) Gaya rubah
Sikap senang mencari kompromi, baik tercapainya tujuan pribadi maupun hubungan baik dengan pihak lain sama – sama cukup penting dan mau mengorbankan sedikit tujuan tujuannya dan hubungan dengan pihak lain demi tercapainya kepentingan dan kebaikan bersama. Dalam tokoh pewayangan digambarkan Werkudara.
5) Gaya burung hantu Sikap mengutamakan tujuan tujuan pribadi sekaligus hubungannya dengan pihak lain. Baginya konflik mer upakan masalah yang harus dicari pemecahannya dan pemecahan tersebut harus sejalan dengan tujuan pribadinya maupun tujuan pribadi lawannya. Pendapatnya konflik tersebut bermanfaat meningkatkan hubungan dengan cara mengurangi ketegangan yang terjadi di antara dua pihak yang berhubungan. Dalam tokoh pewayangan digambarkan sebagai tokoh Kresna.
d. Ketrampilan Dasar Berkomunikasi Antar Pribadi
Agar mampu memulai, mengembangkan dan memelihara komunikasi yang akrab, hangat, dan produktif dengan orang lain, kita perl u memilki sejumlah ketrampilan dasar berkomunikasi.
Menurut Johnson (1981 dalam Supratiknya 1995: 10), beberapa ketrampilan dasar yang dimaksud sebagai berikut : (1) saling memahami, kemampuan ini mencakup beberapa sub kemampuan, yaitu sikap percaya, pemb ukaan diri, keinsafan diri dan penerimaan diri (Johnson, 1981 dalam Supratiknya, 1995 ). (2) saling mampu mengkomunikasikan pikiran dan perasaan kita secara tepat dan jelas. (3) mampu saling memberikan dukungan atau mampu menanggapi keluhan orang cara saling menolong, lain dengan cara yang bersifat menolong. (4) harus mampu memecahkan konflik dan bentuk bentuk masalah antar pribadi lain yang mungkin muncul dalam komunikasi kita dengan orang lain, melalui cara – cara yang semakin mendekatkan kita dengan lawan komunikasi kita dan menjadikan komunikasi kita itu semakin tumbuh dan berkembang. Kemampuan ini sangat penting untuk mengembangkan dan menjaga kelangsungan komunikasi kita.
Ketrampilan berkomunikasi bukan merupakan kemampuan yang kita bawa sejak lahir dan juga tidak akan muncul secara tiba tiba saat kita memerlukannya. Ketrampilan tersebut harus kita pelajari atau latih. Seperti ketrampilan ketrampilan lainnya, ketrampilan berkomunikasi ini dapat kita pelajari mengikuti kiat kiat sebagai berikut (Johnson, 1981 dalam Supratiknya1995: 12) :
1) Kita harus menyadari mengapa ketrampilan berkomunikasi ini penting kita kuasai dan apa manfaatnya bagi kita.
2) Kita harus memahami arti ketrampilan berkomunikasi dan bentuk bentuk prilaku komponennya yang perlu kita kuasai untuk mewujudkan ketrampilan itu.
3) Kita harus rajin mencari atau menemukan situasi situasi di mana kita dapat mempraktikkan ketrampilan tersebut.
4) Kita tidak boleh segan atau malu meminta bantuan orang lain untuk memantau usaha kita serta memberikan penilaian tentang kemajuan yang sudah kita capai maupun kekurangan yang masih kita miliki.
5) Kita tidak boleh bosan atau berlatih. Ketrampilan berkomunikasi tersebut harus kita praktikkan terus menerus.
6) Keseluruhan latihan tersebut harus kita bagi dalam satu kesatuan atau bagian tertentu, agar setiap kali dapat kita rasakan keberhasilan usaha kita.
7) Akan sangat menolong bila kita dapat menemukan teman yang dapat kita ajak sebagai lawan berlatih.
8) Ketrampilan berkomunikasi dengan seluruh komponen atau bagiannya tersebut harus terus menerus kita latih dan praktikkan,
sampai akhirnya menjadi bagian dari diri kita.
Seluruh langkah dalam kiat di atas dapat dilakukan dalam kerangka metode belajar yang disebut experiental learning atau belajar melalui peng alaman (Johnson, 1981 dalam Supratiknya, 1995 : 13).
2. Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Simulasi
a. Pengertian Bimbingan Kelompok
Menurut Kirby, dalam artikelnya yang berjudul : Group Guidance (Vol. 49, April 1971) yang menyatakan bahwa “ Bimbingan kelompok adalah suatu kegiatan kelompok yang dilaksanakan dengan cara memberikan informasi dan data data dalam usaha untuk mengembangkan tingkah laku yang baik dari
individu”.
Sedangkan Mahler (dalam Chasiyah dkk, 2001 : 23) menyatakan bahwa “Bimbingan kelompok adalah terutama adalah pendidikan di kelas atau pengalaman pendidikan, yang pada pokoknya dikaitkan pada pemberian informasi. Kegiatan bimbingan kelompok di sekolah sekolah biasanya diorientasikan dalam memberikan dorongan terhadap para siswa untuk dap at memahami serta mengetahui sampai sejauh mana partissi serta keterlibatannya dalam mengembangkan diri ke arah berpikir dewasa. Walaupun pokok pembahasan dalam bimbingan kelompok mungkin sama dengan konseling kelompok, tanggung jawab utama dalam bimbin gan tetap berada pada guru. Dalam konseling kelompok pembicaraan pokok adalah untuk setiap anggota kelompok, tetapi bahasan terletak pada perubahan tingkah lakunya, tetapi tidak pada perubahan tingkah lakunya secara umum”.
Bimbingan kelompok dapat pula dib erikan pengertian yang sederhana dan pengertian yang mendalam memakai kelompok sekedar sebagai tempat atau wadah atau sasaran dilaksanakannya suatu usaha bimbingan, sedangkan dalam arti yang lebih mendalam bimbingan kelompok mempergunakan dinamika kelompok yang benar benar terarah dan positif untuk membantu klien memperkembangkan
dirinya sendiri dalam menanggulangi masalah masahnya (Depdikbud, 1983 dalam Chasiyah dkk, 2001: 23)
Berdasarkan pendapat ahli di atas diambil kesimpulan bahwa bimbingan kelompok pada dasarnya bimbingan yang dilaksanakan dengan tujuan untuk membantu siswa dalam mengembangkan aspe k kediriannya yang bersifat sosi al.
Aspek – aspek kedirian tersebut berupa sikap, ketrampilan dan keberanian yang dimensinya bersangkut paut dengan orang lain (sosial) diberikan tenggang rasa sebagai suatu warna.

b. Tujuan Layanan Bimbingan Kelompok
Dalam melaksanakan suatu kegiatan sudah pasti selalu ada arah tujuan pencapaian, begitu pula dengan layanan bimbingan kelompok. Beberapa pandangan tentang tujuan bimbingan kelompok, Crow and Crow ( dalam Chasiyah dkk, 2001: 26) mengemukakan hal hal sebagai berikut :
1) Bimbingan kelompok ditujukan untuk memberikan dan memperoleh informasi dari individu.
2) Mengadakan usaha usaha analisa dan pemahaman bersama tentang sikap, minat dan pandangan yang berbeda.
3) Untuk membantu memecahkan masalah bersama.
4) Untuk menemukan masalah – masalah pribadi.
Selanjutnya Bennet (dalam Chasiyah dkk, 2001: 26) mengemukakan pendapat tentang tujuan dari bimbingan kelompok adalah :
1) Memberikan informasi kepada siswa tentang pekerjaan atau jabatan, pendidikan, dan sosial pribadi.
2) Memungkinkan siswa untuk ikut serta membicarakan secara pribadi, dan ikut serta dalam kegiatan perencanaan karir.
3) Memberikan kepada siswa untuk meneliti dan membicarakan bersama masalahnya,cita – cita atau masalah tujuan hidupnya, serta cara –cara pemecahannya.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa penyelasaian tugas – tugas bukanlah tujan utama dari kegiatan bimbingan kelompok, tetapi yang diutamakan adalah proses penyelesaian tugas yang diarahkan melalui alur alur tertentu, alur penyelesaian tugas yang dibebankan kepadanya.
c. Tahapan Layanan Bimbingan Kelompok
Pelaksanaan layanan bimbingan kelompok terdapat tahapan tahapan yang perlu diperhatikan, tahapan layanan bimbingan kelompok tersebut dalam Chsiyah, dkk (2001: 35) yang dalam bukunya “layanan bimbingan kelompok” dijelaskan bahwa bahwa peranan layanan bimbingan kelompok harus dapat memunculkan aspek pribadi dari masing masing anggota k elompok. Kemudian Prayitno (1995: 40) dalam bukunya “layanan bimbingan dan konseling kelompok, dasar dan profil” menjelaskan pula bahwa pembahasan tentang tahap perkembangan kegitan kelompok dalam rangka bimbingan dan konseling melalui pendekatan kelompok adalah amat penting bagi guru pembimbing, dengan mengetahui dan menguasai apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang hendaknya terjadi di dalam kelompok itu, haruslah dapat memunculkan segala bentuk kedirian dari anggota kelompok.
Berdasarkan pendapat kedua ahli di atas maka dapat disimpulkan bahwa dalam setiap tahapan dari layanan bimbingan kelompok ditujukan untuk membentuk karakter individu dengan memunculkan segala aspek kedirian atau kepribadian individu peserta layanan bimbingan kelompok, sehingga dapa t diketahui apa yang sebenarnya terjadi pada diri individu dan apa diharapkan dari individu.
Adapun tahapan layanan bimbingan kelompok tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
1) Pembentukan
Dalam tahap ini peranan pemimpin kelompok hendaknya memunculkan d irinya sehingga tertangkap oleh para anggota sebagai orang yang benar benar bisa dan bersedia membantu para anggota kelompok mencapai tujuan mereka.
2) Peralihan
Setelah terbentuk kelompok, maka menuju tahap berikutnya namun –
pemimpin kelompok harus menjelas kan sedetil detilnya apa yang harus dan apa peranan masing- masing dari anggota kelompok.
3) Kegiatan
Tahap ini merupakan kehidupan yang sebenarnya dari kelompok. Namun kelangsungan kegiatan kelompok pada tahap ini amat tergantung pada hasil dari dua tahap sebelumnya.
4) Pengakhiran
Pokok perhatian utama pada tahap pengakhiran adalah hasil yang telah dicapai oleh kelompok tersebut, ketika menghentikan pertemuan.
d. Tinjauan Teknik Simulasi
Para ahli menjelaskan bahwa ada beberapa jenis pelaksanaan bimbingan kelompok, yang antara lain ; (1) program informasi, (2) program orientasi, (3) diskusi, (4) pembelajaran remedial, (5) belajar dan berkerja kelompok, (6) sosiodrama, (7) psikodrama, (8) home room(9) karya wisata, (10) simulasi, (11),
bermain peran, (12) kepram ukaan, (13) organisasi siswa, (14) petemuan kelas.
Berbagai tinjauan tentang jenis jenis pelaksanaan layanan bimbingan kelompok sehingga teknik simulasi termasuk ke dalam jenis pelaksanaan bimbingan kelompok.
1 ) Pengertian Teknik Simulasi
Teknik pembelajaran dapat dia rtikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan pengg unaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama. (Beda Strategi, Mo del, Pendekatan, Metode, dan Teknik Pembelajaran (http://smacepiring.wordpress.com/) ).
Kemudian berdasarkan pemahaman tersebut di atas maka simulasi adalah suatu tehnik pembelajaran atau salah satu metode pembelajaran yang diterapkan di Indonesia, simulasi sama dengan permainan dengan mempresentasikan suatu permasalahan dan menginterpretasikan serta merefleksikan permasalahan yang sedang dibahas tersebut. Pelopor dari simulasi adalah Boocock dan Guestzkow (Hamzah B Uno: 28), yang menyatakan bahwa menganggap siswa sebagai suatu sistem, yang dapat mengendalikan umpan balik sendiri (self regulated feedback ).
Adapun fungsi dari simulasi adalah sebagai berikut :
a) Menghasilkan gerakan atau tindakan sistem terhadap target yang diinginkan
b) Membandingkan dampak dari tindakan tersebut, apakah sesuai atau tidak dengan jalur atau rencana yang seharusnya (mendeteksi kesalahan)
c) Memanfaatkan kesalahan untuk mengarahkan kembali ke arah atau jalur yang seharusnya.
Jadi di sini Boocock dan Guestzkow (Hamzah B. uno, 2008: 28) menyimpulkan bahwa pembelajaran simulasi adalah menginterpretasikan manusia sebagai suatu sistem kontrol yang dapat mengarahkan tindakannya dan memperbaiki tindakannya dengan mendasarkan pada umpan balik. Ap likasi dari prinsip simulasi tersebut dalam pendidikan terlihat dengan semakin banyaknya simulator yang dikembangkan untuk berbagai kebutuhan yang mempunyai kelebihan, antara lain :
a) Siswa dapat mempelajari sesuatu yang dalam situasi nyata tidak dapat dilak ukan karena kerumitannya dan karena faktor lain seperti resiko
kecelakaan atau bahaya dan lain lain.
b) Memungkinkan siswa belajar dari umpan balik yang datang dari dirinya sendiri.
Salah satu contoh konkrit dari pelaksanaan simulasi di Indonesia yang paling terkenal adalah simulasi Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila, suatu simulator yang dirancang untuk meningkatkan wawasan dan pengamalan nilai – nilai Pancasila. Contoh yang lain adalah, Life Carrier Gamesuatu permainan yang dirancang bagi petuga s konseling atau konselor untuk membantu siswa dalam merencanakan karirnya, kemudian permainan anak anak yang terkenal yang dapat digolongkan ke dalam simulasi adalah monopoli atau disebut pula international simulation, yaitu simulator yang dirancang untuk mengajarkan prinsip – prinsip hubungan internasional.
Berdasarkan pemahaman dari ahli di atas bahwa pemahaman tentang teknik simulasi, dapat disimpulkan bahwa teknik simulasi adalah merupakan salah satu jenis pelaksanaan bimbingan kelompok yang mengarah kan individu peserta layanan bimbingan kelompok agar dapat mengarahkan tindakannya sebagai manusia yang menginterpretasikan prilakunya ke dalam suatu sistem kontrol yang dapat memperbaiki tindakannya dengan adanya penerimaan umpan balik.
2) Cara pelaksanaan s imulasi
Hamzah B. Uno dalam bukunya “model pembelajaran : menciptakan proses belajar mengajar yang efektif dan kreatif”, menjelaskan ada 4 prinsip dalam pembentukan proses pelaksanaan simulasi, yang dalam pelaksanaannya tidak menghilangkan tahapan tahapalayanan bimbingan dalam kelompok.
Prinsip dalam proses simulasi yaitu :
a) Prinsip Penjelasan
Untuk melaksanakan simulasi pemain harus benar – benar memahami aturan main, maka tugas guru atau fasilitator adalah menjelaskan sedetil detilnya segala hal berkenaan dengan simulasi.
b) Prinsip Pengawasan (refereeing)
Simulasi adalah dirancang untuk tujuan tertentu dengan aturan dan prosedur main tertentu. Oleh karena itu, guru atau fasilitator harus mengawasi proses simulasi tersebut, sehingga dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.
c) Prinsip Pelatihan (coaching)
Dalam simulasi, pemain atau peserta akan mengalami kesalahan, oleh karena itu guru atau fasilitator harus memberikan saran, petunjuk, atau arahan sehingga memungkinkan bagi mereka untuk tidak melakukan kesalahan yang sama.
d) Prinsip Diskusi
Dalam simulasi, refleksi menjadi sangat penting. Oleh karena itu, setelah simulasi selesai, fasilitator atau guru mendiskusikan beberapa hal, seperti ; Seberapa jauh simulasi sudah sesuai dengan kenyataan kesulitan, hikmah didapat dari kesulitan (real world),yang proses simulasi, bagaimana memperbaiki atau meningkatkan simulasi.
Kemudian setelah mengetahui prinsip dasar dari simulasi maka juga harus
memperhatikan tahapan dalam proses simulasi, yang antara lain ;
a) Pembelajaran simulasi adalah menyiapkan siswa menjadi pemeran dalam simulasi.
b) Guru menyusun skenario dengan memperkenalkan siswa terhadap atauran, peranan, prosedur, pemberian skor (nilai), serta tujuan dari simulasi itu sendiri.
c) Pelaksanaan dari simul asi itu sendiri. Siswa berpartissi dalam simulasi,sementara guru memainkan perannya sehingga pada saat saat tertentu kemungkinan ada interupsi apabila terjadi kesalah pahaman sehingga proses simulasi dapat berlangsung sebagaimana yang diharapkan.
d) Debriefing, guru mendiskusikan tentang beberapa hal seperti yang telah dijelaskan.
B. Kerangka Pemikiran
Berdasarkan landasan teori yang telah dikemukakan di atas maka dapat disusun suatu kerangka pemikiran bahwa komunikasi antar pribadi di lingkungan sekolah d an dalam suasana proses belajar mengajar merupakan salah satu faktor yang dapat membantu terciptanya kelancaran tujuan sekolah dan dalam proses belajar mengajar. Kelancaran komunikasi antar pribadi akan membawa siswa dapat meningkatkan kepercayaan diri dan meningkatkan kemampuan bersosialisasi, namun apabila komunikasi antar pribadi tersebut mengalami hambatan maka segala proses belajar mengajar akan mengalami kegagalan.
Oleh karena itu diperlukan adanya bantuan kepada para siswa untuk mengubah cara berkomu nikasi dan komunikasi antar pribadi. Salah satu layanan yang dipilih adalah layanan bimbingan kelompok dengan tehnik simulasi. Selanjutnya kerangka pemikiran ini dapat digambarkan sebagai berikut :
C. Hipotesis Tindakan
Hipotesis adalah merupakan jawaban sementara atas suatu permasalahan. Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat dibuat hipotesis sebagai berikut :
“Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Simulasi Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Anta r Pribadi Siswa Kelas IX C SMP Negeri I kempo Tahun Ajaran 2015-2016”

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Seting Penelitian
1. Subyek Penelitian
Subyek penelitian adalah siswa SMP Negeri 1 Kempokelas IX C. Hal tersebut didasarkan atas pertimbangan hasi l pengamatan penulis saat melaksanakan PPL dan informasi dari guru SMP Negeri 1 Kempoyang mengampu di kelas IX C dan guru pamong BK SMP Negeri 1 Kempo, bahwa siswa kelas IX C berkesulitan dalam berkomunikasi antar pribadi.
Siswa kelas IX C SMP Negeri 1 Kempo tersebut menunjukkan karakrakteristik berkesulitan komunikasi antar pribadi dengan ciri ciri yaitu,
kurang memiliki sikap pembukaan diri, sikap percaya diri, kurang mampu mengkomunikasikan pikiran dan perasaan dengan tepat, kurang mampu memecah kan konflik.
2. Tempat Penelitian
Penelitian apabila ditinjau dari segi tempatnya dibagi menjadi 3 (tiga) macam, yaitu : (1) Penelitian laboratorium. (2) Penelitian perpustakaan. (3) Penelitian kancah atau lapangan. (Arikunto, 1996 : 10).
Penelitian ini merupa kan penelitian lapangan, yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kempo.Pertimbangan atau alasan tempat penelitian adalah sebagai berikut : (1) Ada sementaran siswa yang memerlukan bimbingan peningkatan kemampuan komunikasi antar pribadi dibutuhkan oleh siswa (2) SMPN I Kempo.. merupakan salah satu SMP negeri di Kempo. yang pelaksanan bimbingan dan konseling yang lancar dan terprogram. (3) Hasil penelitian diharapkan da pat dijadikan sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi SMPN 1 Kempo untuk mengembangkan program bimbingan kelompok dengan salah satu tujuan meningkatkan kemampuan berkomunikasi antar pribadi siswa .
3. Jadwal Waktu Penelitian
Waktu penelitian i ni diperkirakan selama 6 bulan dari bulan September 2015 sampai September 2015. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 1
Jadwal Penelitian

NO. KETERANGAN
Juli Agustus Sept Okt Nop
1. Menyusun
Proposal xxxx xxxx xxxx xxxx
2. Persiapan
Penelitian xxxx
3. Perijinan xxxx
4. Menyusun
Instrumen xxxx xxxx
5. Pelaksanaan
Penelitian xxxx
6. Pengumpulan Data xxxx
7. Mengolah Data xxxx

B. Metode dan Pendekatan Penelitian
Dari berbagai metode dan pendekatan dalam penelitian, langkah memilih metode dan pendekatan sebenarnya bisa lebih tepat setelah peneliti menentukan dengan tegas variabel p enelitian. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dalam bimbingan konseling disebut dengan penelitian tindakan bimbingan konseling.

1. Pengertian Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling
Pemilihan metode yang tepat sangat menentukan ke berhasilan penelitian yang akan dilaksanakan. Berdasarkan rumusan masalah dan latar belakang masalah penelitian yang akan dilaksanakan digunakan penelitian tindakan bimbingan konseling, yang mengadopsi konsep penelitian tindakan kelas.
Penelitian tindakan kelas merupakan suatu penelitian yang mempunyai aturan dan langkah yang harus diikuti. Penelitian tindakan kelas merupakan terjemahan dari Classroom Action Researh yang dilakukan di kelas.
Sesuai dengan arti katanya, oleh Carr dan Kemmis (Mcniff, 1991, p.2 dalam Wardhani, 2007: 1. 3) penelitian tindakan didefinisikan sebagai berikut :
Action research is a form of self reflective enquiry undertaken by particnts (teachers, students, or princls, for example) in social (including educational) situati ons in order to improve the rationality and justice of (1) their own social or educational practice, (2) their understanding of these practices, and (3) the situations (and institutions) in which the practices are carried out.
Sedangkan Mills (2000 dalam Wardhani, 2007: 1. 4 ) mendefinisikan bahwa, penelitian tindakan sebagai systematic inquiry yang dilakukan oleh guru, kepala sekolah dan juga konselor untuk mengumpulkan informasi tentang berbagai praktik yang dilakukannya.
Lebih lanjut Nana Sudjana (dalam Sutarno, 2009: 2) menyatakan bahwa PTK merupakan penelitian yang dilaksanakan oleh guru melalui refleksi diri yang diikuti dengan tindakan yang bertujuan memperbaiki kinerjanya layanan, sehingga layanan meningkat.
Jika dicermati pengertian tersebut di atas secara seksama, dapat ditemukan sejumlah ide pokok sebagai berikut :
a. Penelitian tindakan adalah satu bentuk inkuiri atau penyelidikan yang dilakukan melalui refleksi diri.
b. Penelitian tindakan dilakukan oleh peserta yang terlibat dalam situasi yang diteliti, seperti guru, siswa, atau kepala sekolah.
c. Penelitian tindakan dilakukan dalam situasi sosial, termasuk situasi pendidikan.
d. Tujuan penelitian tindakan adalah memperbaiki : dasar pemikiran dan kepantasan dari praktik praktik, pemahaman terhadap praktik tersebut,
serta situasi atau lembaga tempat praktik tersebut dilaksanakan.
Berdasarkan pendapat pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan adalah suatu tindakan pengumpulan, mengolah, menganalisis, menafsirkan, dan menyimpulkan data y ang diperoleh dari suatu tindakan atau perbuatan yang sengaja dirancang dan dilakukan dalam rangka merumuskan metode atau sistem yang lebih baik.
Berdasarkan pendapat para ahli di atas maka penelitan tindakannya menjadi dasar dari penelitian tindakan bimbingan konseling yang akan dilaksanakan untuk melaksanakan penelitian untuk meningkatkan kemampuan ketrampilan berkomunikasi antar pribadi siswa kelas IX C SMPN 1 Kempo
2. Manfaat Penelitian Tindakan
Penelitian tindakan kelas mempunyai manfaat yang cukup besar, baik bagi guru, pembelajaran, maupun bagi sekolah. Wardhani ( 2007: 1.19 ) berpendapat bahwa manfaat penelitian tindakan adalah sebagai berikut :
a. Mafaat bagi guru
1) PTK dapat dimanfaatkan oleh guru untuk memperbaiki pelaksanaan pembelajaran yang dik elolanya, karena sasaran akhir PTK adalah perbaikan program pembelajaran.
2) Dengan melakukan PTK, guru dapat berkembang secara professional karena dapat menunjukkan bahwa ia menilai dan memperbaiki pembelajaran yang dikelolanya.
3) PTK membuat guru lebih percaya diri.
4) Melalui PTK, guru mendapat kesempatan berperan aktif mengembangkan pengetahuan.
Berdasarkan pemahaman tersebut di atas maka PTK yang menjadi dasar adanya PTBK bermanfaat pula bagi guru pembimbing, karena sasaran akhir PTBK juga perbaikan program layanan dan PTBK juga membentuk guru pembimbing menjadi lebih berperan aktif dan dapat mengembangkan pengetahuannya serta keprofesionalannya.
b. Manfaat bagi pembelajaran
Jika kita mengacu kembali pada karakteristik PTK bahwa PTK mempunyai manfaat yang sang at besar terhadap hasil akhir dari pembelajaran karena tujuan PTK adalah memperbaiki praktik pembelajaran dengan sasaran akhir memperbaiki belajar siswa (Raka Joni, Kardiawan, dan Hadisubroto, 1998 dalam Wardhani, 2007). Berdasarkan pendapat tersebuut maka PTK yang menjadi dasar adanya PTBK maka kesalahan dalam proses layanan akan cepat dianalisis dan diperbaiki, sehingga kesalahan tersebut tidak akan berlanjut.
Berdasarkan pendapat ahli di atas maka PTBK yang mengadopsi dari PTK juga bermanfaat bagi pem belajaran, karena tujuan akhir dari PTBK adalah memperbaiki dan membantu jalannya proses pembelajaran.
c. Manfaat bagi sekolah
PTK memberikan sumbangan yang positif terhadap kemajuan sekolah, yang tercermin dari peningkatan kemampuan professional para gu ru, perbaikan proses dan hasil pembelajaran siswa, serta kondusifnya ikl im pendidikan sekolah tersebut.Berdasarkan pengertian di atas, sehingga dengan demikian PTBK disesuaikan dengan PTK memberikan sumbangan pula terhadap sekolah dengan meningkatkan k eprofesionalan pembimbing serta memperbaiki proses dan pelayanan terhadap siswa.
C. Prosedur Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling
Mills ( dalam Wardhani, 2007: 2.4 ) menyebutkan tahapan dalam PTK ada 4 tahap, yang merupakan satu siklus atau daur, oleh karena itu setiap tahap akan berulang kembali. Tahapan tahapan yang harus dilakukan sebelum melaksanakan penelitian, tahapan tersebut antara lain (1) perencanaan perbaikan. (2) pelaksanaan tindakan. (3) mengamati dan mengevaluasi tindakan. (4) merefleksikan tindakan perbaikan.
Maka dengan demikian penelitian tindakan bimbingan konseling yang mengadopsi dari penelitian tindakan kelas prosedurnyapun tidak jauh berbeda, dikarenakan konsep dasar dari PTBK adalah PTK.
Mengacu pada pendapat di atas maka prosedur p elaksanaan penelitian tindakan dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Perencanaan Penelitian
a. Mengidentifikasi satu bidang yang akan menjadi perhatian
Suatu rencana penelitian tindakan diawali dengan adanya masalah yang dirasakan atau disadari oleh guru, yaitu masalah yang berasal dari orang yang terlibat dalam praktik, dalam hal ini guru sebagai pengelola pembelajaran. Guru merasakan bahwa ada sesuatu yang tidak beres di kelasnya, yang jika dibiarkan akan berdampak buruk bagi proses dan hasil belajar siswa. Ber bekalkan kejujuran dan kesadaran tersebut, untuk mengidentifikasikan masalah, guru dapat mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri sebagai berikut (1) apa yang sedang terjadi di kelas saya ?. (2) masalah apa yang ditimbulkan oleh kejadian itu ?. (3) apa pengaruh masalah tersebut bagi kelas saya ?. (4) apa yang akan terjadi jika masalah tersebut saya biarkan ?. (5) apa yang dapat saya lakukan untuk mengatasi masalah tersebut atau memperbaiki situasi yang ada ?.
Dalam penelitian ini yang menjadi bidang kajian yang akan menjadi perhatian adalah bidang bimbingan sosial yang menjadi pokok kajian bimbingan kelompok dengan teknik simulasi untuk meningkatkan kemampuan komunikasi antar pribadi.
Penelitian ini direncanakan untuk mengefektifkan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi untuk meningkatkan kemampuan komunikasi antar pribadi dengan ciri ciri memiliki sikap pembukaan diri, mempunyai sikap percaya diri, mampu mengkomunikasikan pikiran dan perasaan dengan tepat, mampu memecahkan konflik.
b. Menganalisis dan me rumuskan masalah
Analisis dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri atau yang disebut refleksi, dan dapat pula mengkaji ulang berbagai dokumen seperti pekerjaan siswa, daftar hadir, atau daftar nilai, atau bahkan mungkin bahan pelajaran yang kita siapkan. Semua ini tergantung jenis masalah yang kita identifikasikan. Misalnya, jika masalah yang kita identifikasi adalah rendahnya motivasi belajar siswa maka yang perlu kita analisis adalah dokumen tentang hasil belajar siswa, catatan har ian kita tentang respon siswa dalam KBM.
Begitu pula dengan pokok bahasan penelitian ini yaitu peningkatan kemampuan komunikasi antar pribadi, yang perlu kita analisis paling pokok adalah hasil dari observasi tentang kemampuan yang dimiliki siswa supaya dapat berkomunikasi antar pribadi dengan efektif, serta hasil dari penerapan layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi. Selanjutnya dari analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa (1) apakah bimbingan kelompok dengan teknik simulasi efektif untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi antar pribadi. (2) bagaimanakah pelaksanaan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi meningkatkan kemampuan komunikasi antar pribadi.
c. Merencanakan perbaikan
Berdasarkan masalah yang telah dirumuskan, dapat dibuat rencana tindakan atau sering disebut rencana perbaikan. Langkah langkah bimbingan kelompok dengan teknik simulasi dalam menyusun rencana adalah sebagai berikut (1) merumuskan cara perbaikan yang akan ditempuh dalam bentuk hipotesis tindakan. (2) analisis kelayaka n hipotesis tindakan. Langkah langkah perencanaan perbaikan pada kegiatan bimbingan kelompok mengikuti lima aturan kegiatan yaitu : (1) perencanaan materi layanan, tujuan yang akan dicapai, sasaran kegiatan dan kemudian rencana penilaian. (2) pelaksanaan (3) Evaluasi. (4) analisis hasil evaluasi. (5) tindak lanjut.
Materi layanan direncanakan untuk meningkatkan sikap pembukaan diri, meningkatkan sikap percaya diri, meningkatkan kemampuan mengkomunikasikan pikiran dan perasaan dengan tepat, kemampuan mena nggapi dan mengajukan usul, kemampuan menyimpulkan, meningkatkan kemampuan memecahkan konflik.
2. Melaksanakan Tindakan
Setelah meyakini bahwa hipotesis tindakan atau rencana perbaikan sudah cukup layak, kini guru perlu mempersiapkan diri untuk pelaksana an perbaikan. Langkah tersebut adalah persiapan pelaksanaan, yang sebenarnya dapat merupakan bagian dari perencanaan, tetapi dapat pula kita tempatkan sebagai bagian awal dari pelaksanaan.
Berdasarkan penjelasan tentang langkah langkah pelaksanaan tindakan tersebut di atas maka dapat di jabarkan langkah pelaksanaan teknik simulasi sebagai berikut :
a. Menyiapkan pelaksanaan
Ada beberapa langkah yang perlu kita siapkan sebelum merealisasikan rencana tindakan ; (1) membuat rencana layanan bimbingan kelompok de ngan teknik simulasi dan skenario pelaksanaan simulasi. (2) menyiapkan fasilitas atau sarana pendukung yang diperlukan yang berupa beberan simulasi, pedoman pelaksanaan simulasi, aturan permainan simulasi. (3) menyiapkan cara merekam dan menganalisis data yang berkaitan dengan proses dan hasil perbaikan yaitu dengan angket dan obsevasi.
Mengacu pada langkah persiapan pelaksanaan simulasi maka dapat dijabarkan sebagai berikut :
(1) Rencana dan skenario pelaksanaan simulasi berupa beberan simulasi komunikasi anta r pribadi
Persiapan alat dan media simulasi antar pribadi Memberi salam pembuka dan memimpin doa pelaksanaan simulasi Menentukan tugas masing masing peserta simulasi, dengan memilih ketua, penulis. Memimpin jalannya simulasi dan membacakan aturan main dalam simulasi Mengamati dan mencatat setiap hal yang terjadi saat berlangsungnya simulasi pada daftar check list Menutup simulasi dengan membacakan kesimpulan diskusi simulasi komunikasi antar pribadi, memimpin doa penutup.
(2) Menyiapkan fasilitas dan sarana pe ndukung
(a) Beberan simulasi komunikasi antar pribadi yang berupa papan simulasi dan kartu diskusi simulasi komunikasi antar pribadi yang mencakup materi sikap pembukaan diri, meningkatkan sikap percaya diri, meningkatkan kemampuan mengkomunikasikan pikiran dan perasaan dengan tepat, kemampuan menanggapi dan mengajukan usul, kemampuan menyimpulkan, meningkatkan kemampuan memecahkan konflik
(b) Pedoman dan aturan pelaksanaan simulasi yaitu : waktu pelaksanaan simulasi 60 menit, simulasi komunikasi antar pribadi digunakan untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi antar pribadi, dalam melaksanakan simulasi peserta diharapkan dapat menempati tugasnya, setiap permasalahan yang timbul pada saat simulasi diselesaikan dengan diskusi, peserta tidak diperkenankan meninggalka n ruang simulasi sebelum selesai, setiap peserta adalah wajib mentaati peraturan dalam simulasi komunikasi antar pribadi
(c) Bentuk dan isi kartu diskusi simulasi yaitu soal cerita, contoh : Pak Kardi adalah seorang guru matematika yang sudah tua, sehingga setiap kali menerangkan suaranya tidak jelas, dengan adanya guru seperti itu apa yang akan anda lakukan. Setelah membaca soal tersebut kemudian peserta mendiskusikan cerita tersebut
(3) Menyiapkan cara merekam dan menganalisis data yang berupa angket dan observas i
(a) Menyiapkan alat dan media angket dan daftar observasi
(b) Waktu pelaksanaan 30 menit
(c) Mencatat segala hal yang terjadi saat pelaksanaan observasi maupun pengisian angket
b. Melaksanakan tindakan
Setelah pelaksanaan persiapan selesai, kini tiba saatnya pembimbing melaksanakan tindakan. Agar dalam penelitian tidak rancu maka peneliti wajib memperhatikan langkah langkah aturan main dalam penelitian tindakan, penelitian dilaksanakan ketikan berlangsungnya proses layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi, at au pada saat pelaksanaan diskusi simulasi.
Peneliti memimpin jalannya simulasi agar dapat melihat secara langsung proses pelaksanaan simulasi. Peserta layanan bimbingan mendapat tugas melaksanakan diskusi simulasi dalam proses layanan bimbingan kelompok un tuk meningkatkan komunikasi antar pribadi, tugas tersebut terdapat dalam permainan simulasi yang berbentuk pertanyaan dan soal cerita, sehingga dapat merangsang minat berkomunikasi antar peserta simulasi.

3. Pengumpulan Data
a. Jenis data
Data yang akan dikumpu lkan pada penelitian tindakan ini adalah berupa data diskrit tentang kemampuan berkomunikasi antar pribadi.
b. Sumber data
Sumber data adalah subyek dari mana data itu diperoleh, yang menjadi sumber data pada penelitian tindakan ini adalah siswa kelas IX C SMPN 1 KEMPO
4. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Observasi
Observasi dilakukan sebagai pengamatan dan pencatatan dengan sistematik fenomena yang diselidiki (Sutrisno Hadi, 200 1 : 136). Pengamatan dan
pencatatan dilakukan secara sistematik untuk merekam secara langsung atau tidak langsung semua kegiatan siswa selama penelitian dilaksanakan.
Metode observasi digunakan dalam penelitian ini adalah pengamatan langsung dari peneliti, untuk memperoleh data yang berkaitan dengan perilaku siswa mengenai kemampuan komunikasi antar pribadi, yang sumber datanya diambil dari hasil pengamatan langsung peneliti pada saat berlangsungnya pemberian proses simulasi, pengamatan langsung tersebut kemudian dituangkan dalam catatan berbentuk check list, adapun bentuk check list observasi tersebut sebagai berikut :

Tabel 2
CHECK LIST OBSERVASI
SIMULASI KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI

Nama siswa : …………………..
Posisi : …………………..

ASPEK KEMAMPUAN
YANG DI OBSERVASI RINCIAN ASPEK KEGIATAN
OBSERVASI SKOR
OBSERVASI
1. Sikap pembukaan
diri 1. Siswa dapat berkomunikasi dengan
peserta simulasi
2. Siswa menerima kritik dan saran dari
peserta simulasi yang lain
3. Siswa dapat menyatakan pendapat
kepada peserta simulasi yang lain
4. Siswa dapat menghargai pendapat dan
gagasan dari peserta simulasi yang lain
5. Siswa menerima pendapat dan gagasan
dari peserta simulasi yang lain ……
……
……
……
……
1. Siswa memberi dukungan kepada peserta
simulasi yang lain ……
2. Siswa mempertahanan idenya saat diskusi
simulasi ……
2. Sikap percaya diri 3. Siswa dapat menanggapi permasalahan di
dalam kelompoknya ……
4. Siswa dapat mengargumentasikan
pendapat kepada peserta simulasi yang
lain ……
1. Sswa dapat menerima informasi dari
peserta simulasi yang lain ……
3. Mengkomunikasikan pikiran dan perasaan
dengan tepat 2. Sswa dapat menafsirkan informasi dari
peserta simulasi yang lain ……
3. Siswa dapat mengungkapkan kembali
informasi dari peserta simulasi yang lain ……
4. Siswa dapat memberikan masukan atas
informasi yang diterima ……
1. Siswa dapat menanyakan materi
informasi yang disampaikan ……
2. Siswa dapat menyatakan pendapat
tentang materi informasi yang diterima ……

Selanjutnya dibuat rancangan ob servasi sebagai instrumen observasi, adapun instrumen tersebut sebagai berikut :
Tempat : Ruang kelas observasi
Waktu : 30 menit
Prosedur :
1) Tujuan observasi : untuk memperoleh data yang berkaitan dengan perilaku siswa dalam rangka meningkatkan kemampuan komunikasi antar pribadi.
2) Subjek observasi : peserta layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi (kelas IX C), pada saat kegiatan layanan bimbingan. Pengamatan difokuskan pada perubahan tingkah laku dalam,
3) berkomunikasi baik dalam menanggapi maup un menyampaikan pendapat pada saat pelaksanaan layanan bimbingan.
Setting pengamatan : lokasi pengamatan di dalam kelas pada saat pelaksanaan simulasi, dengan waktu pengamatan 30 menit. kegiatan obsevasi sebagai berikut :
Kegiatan awal (5 menit) : Memberikan salam, menanyakan tentang hal hal yang sekiranya belum jelas dalam proses pelaksanan simulasi .Kegiatan inti (20 menit) : peneliti mempersiapkan catatan, peneliti mengamati diskusi simulasi, mencatat segala hal yang terjadi dalam pelaksanaan diskusi simulasi sesuai dengan acuan pencatatan pengamatan.
Kegiatan penutup (5 menit) : merangkum hasil pengamatan.
b. Angket daftar pernyataan
Teknik angket daftar pernyataan digunakan sebagian besar penelitian umumnya sebagai metode yang dipilih untuk m engumpulkan data, angket memang memiliki banyak kebaikan sebagai instrumen pengumpul data (Arikunto, 1996: 227). Teknik angket daftar pernyataan ini dibuat untuk mengumpulkan data kemampuan komunikasi antar pribadi siswa kelas IX C SMP Negeri 1 Kempo.
Aspek aspek yang dimasukkan dalam pembuatan angket untuk mengungkap ketrampilan berkomunikasi antar pribadi adalah (1) kemampuan ketrampilan individu siswa dalam memberikan tanggapan. (2) kemampuan ketrampilan siswa dalam menerima informasi. (3) kemampuan ketrampilan individu siswa dalam memberikan nasihat. (4) kemampuan ketrampilan siswa dalam bertanya. (5) kemampuan ketrampilan individu siswa dalam merefleksi pertanyaan. (6) ketrampilan individu siswa dalam menyimpulkan pertanyaan. Kemudian aspek aspek tersebut dikembangkan dalam bentuk angket, yang setiap point aspek diberikan skor untuk mengevaluasi hasil pengungkapan aspek, pemberian skor berupa angka dari 1 sampai dengan 3. Setelah diketahui aspek yang menjadi acuan dalam pembuatan angket maka ditent ukan pula sebagai berikut :
1) Tujuan Pokok Pembuatan Angket
a) Memperoleh data yang relevan dengan tujuan penelitian yaitu meningkatkan kemampuan komunikasi antar pribadi.
b) Memperoleh data yang sesuai dengan prosentase perubahan tingkah laku tentang kemampuan ko munikasi antar pribadi.
2) Sumber Penyusunan Angket
a) Kerangka konseptual
b) Aspek sikap pembukaan diri, sikap percaya diri, kemampuan mengkomunikasikan pikiran dan perasaan dengan tepat, kemampuan memecahkan konflik.
c) Indikator aspek sikap pembukaan diri, sikap percaya diri, kemampuan mengkomunikasikan pikiran dan perasaan dengan tepat, kemampuan memecahkan konflik
3) Hal hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan angket
a) Apakah pertanyaan yang diajukan relevan dengan tujuan dan hipotesa penelitian
b) Bagaimana cara mengevaluasi untuk setiap pertanyaan
c) Mempelajari angket yang sudah ada
d) Konsultasi dengan ahli yang pernah meneliti hal yang sama
4) Isi Pertanyaan dalam Angket
a) Pertanyaan tentang fakta misalnya : umur, jenis kelamin, agama, pendidikan, dan sebagainya
b) Pertanyaan tentang memiliki sikap pembukaan diri, sikap percaya diri, kemampuan mengkomunikasikan pikiran dan perasaan dengan tepat, kemampuan memecahkan konflik.
5) Jenis Pertanyaan dalam Angket
Pertanyaan tertutup. Jawaban pertanyaan sudah disediakan oleh peneliti. Keuntungannya memudahkan dalam proses evaluasi, sedang kelemahannya kurang dapat memperoleh data yang mendalam dan bervariasi
6) Uji Coba Angket
Keuntungan jika melakukan uji coba angket.
a) Pertanyaan yang tidak relevan dapat dihilangkan
b) Bisa diketahui apakah tiap pertanyaa n dapat dimengerti dengan baik oleh responden
c) Apakah urutan pertanyaan dapat dirubah
d) Bisa diketahui reaksi responden terhadap pertnyaan sensitif
e) Lama pengisian angket.
Teknik uji cobaan angket penelitian ini didasarkan pada judgement dari pembimbing penulisan karya tulis. Maksud dari uji coba angket dengan menggunakan dasar pada judgement dari pembimbing penulisan karya tulis adalah dalam penerapan dan pelaksanaan uji coba angket melalui pertimbangan dan keputusan dari pembimbing penulisan karya tulis, sehingga validit as uji coba angket ini berdasarkan pertimbangan dari pembimbing penulisan karya tulis. Kemudian tujuan dari penggunaan teknik in adalah untuk mempermudah dalam pengukuran validitas, cara pelaksaan uji coba angket adalah sebagai berikut :
a. Kegiatan awal (10 meni t) : Memberikan salam, membagikan angket, membacakan aturan main dalam pengisian angket, menanyakan apakah ada yang kurang jelas
b. Kegiatan inti (30 menit) : peneliti mengawasi jalannya pengisian angket.
c. Kegiatan penutup (5 menit) : mengumpulkan kembali angket, mengucapkan terima kasih sudah mau mengisi angket.
Kemudian hasil dari uji coba angket tersebut diajukan kepada pembimbing penulisan karya tulis yang kemudian dilakukan pengukuran validitas angket yang telah diuji cobakan.

5. Evaluasi
Berdasarkan hasil dari proses pengumpulan data maka dapat dievaluasi dengan menggunakan ru mus statistik tertentu, untuk mengetahui apakah layanan yang diberikan berhasil atau tidaknya layanan tersebut.
Seperti yang dikemukakan oleh Godwin dan Coates (1976 : 71) dengan rumus change in frequence from base rate to post rate, maka peneliti mengguna kan rumus sebagai berikut :
( post rate – bese rate )
Jika penilaian akhir menyatakan bahwa setelah diberikan treatment berupa layanan bimbingan kelompok dapat mencapai 50% dari penilaian semula sebelum diberikan treatment, maka penelitian dikatakan berhasil atau dengan kata lain bahw a pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi untuk meningkatkan kemampuan komunikasi antar pribadi dinyatakan berhasil. Namun apabila kurang dari 50% setelah pemberian treatment maka layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi untuk meningkatkan kemampuan komunikasi antar pribadi tersebut dianggap kurang efektif untuk meningkatkan komunikasi antar pribadi siswa kelas IX C SMP Negeri 1 Kempo.
6. Refleksi
Kegiatan refleksi diawali dengan analisis data, yaitu meny eleksi dan mengelompokkan data, memaparkan dan mendiskripsikan data dalam bentuk narasi, tabel, dan atau grafik, serta menyimpulkan secara deklaratif.
Berdasarkan hasil analisis data tersebut dlaksanakan refleksi dan diikuti dengan perencanaan lanjutan dal am bentuk revisi dari rencana perbaikan yang telah dilaksanakan untuk siklus berikutnya sampai dengan kriteria peningkatan kemampuan komunikasi antar pribadi mencapai skor kenaikan 50% dari sebelum diberikan treatment.
D. Indikator Keberhasilan Layanan Bimbi ngan Kelompok dengan Teknik Simulasi untuk Meningkatkan Komunikasi Antar pribadi
Hasil penilaian kegiatan layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi untuk meningkatkan komunikasi antar pribadi perlu dianalisis untuk mengetahui lebih lanjut seluk beluk kemajuan penyelenggaraan layanan. Perlu dikaji adalah apakah hasil – hasil pembahasan dan atau pemecahan masalah sudah dilakukan sedalam dalamnya atau sebenarnya masih ada aspek penting yang perlu dijangkau dalam pembahasan itu. Sedangkan indikator yang perlu diperhatikan dalam mengkaji tingkat keberhasilan layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi untuk meningkatkan komunikasi antar pribadi adalah sebagai berikut :
1. Sikap Pembukaan Diri
a. Siswa menyadari siapa dirinya
b. Siswa menyadari peserta simu lasi yang lain
c. Siswa mampu menyatakan pendapat kepada peserta simulasi lain
d. Siswa menghargai gagasan peserta simulasi lain
e. Siswa mampu menerima pendapat dari peserta simulasi yang lain
2. Sikap Percaya Diri
a. Siswa mampu memberi dukungan kepada peserta simulas i yang lain
b. Siswa aktif dalam kelompoknya
c. Siswa mampu menanggapi permasalahan dalam kelompoknya
d. Siswa mampu menyatakan argumentasi pendapatnya kepada peserta simulasi yang lain
3. Kemampuan Mengkomunikasikan Pikiran dan Perasaan dengan Tepat
a. Siswa mampu m enangkap dan memahami informasi dari peserta simulasi yang lain
b. Siswa mampu menafsirkan informasi dari peserta simulasi yang lain
c. Siswa mampu mengungkapkan kembali informasi dari peserta simulasi yang lain
d. Siswa mampu memberikan masukan atas informasi yang diterima
e. Siswa mampu menyampaikan pendapatnya atas informasi yang diterima
4. Menanggapi dan Mengajukan Usul
a. Siswa mampu menanyakan materi informasi yang disampaikan
b. Siswa mampu menyatakan pendapatnya tentang materi informasi yang diterima
c. Siswa mampu mem berikan pendapat tentang penyampaian materi informasi
d. Siswa mampu menyampaikan pendapat tentang permasalahan penyampaian materi informasi
5. Menyimpulkan
• Siswa mampu menerima informasi dari teman dan menyimpulkannya Siswa mampu mengolah informasi dari teman kemudian menyampaikan kembali dengan kalimatnya sendiri
• Siswa mampu menyampaikan kembali hasil informasi dari teman dengan bahasanya sendiri
Siswa mampu menyampaikan pendapatnya atas informasi yang diterima melalui saran maupun kritik
6. Kemampuan Memecahkan Konflik
• Siswa mampu memahami perbedaan pendapat dalam kelompoknya Siswa mampu memberi sumbangan pemikiran pemecahan perbedaan pendapat bagi kelompoknya
• Siswa mampu menilai solusi permasalahan dari peserta simulasi yang lain
• Siswa mampu menyampaikan pendap at untuk permasalahan dalam kelompoknya
Kemudian setelah diketahui indikator keberhasilan layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi untuk meningkatkan komunikasi antar pribadi maka dilakukan evaluasi tindak lanjut dengan metode yang telah dijelaska n di atas untuk diambil kesimpulan meningkat atau malah menurun kemampuan berkomunikasi antar pribadi, dengan cara membuat check list
Hasil pemberian perlakuan pada masing masing siklus dengan menggunakan indikator kriteria angka peningkatan kemampuan berkomunikasi antar pribadi berdasarkan angket daftar pernyataan adalah sebesar 50%, dan berdasarkan observasi dengan menggunakan check list sebesar 50%.

BAB IV
PELAKSANAAN PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Penelitian tindakan bimbingan konseling dalam rangka meningkatkan kemampuan berkomunikasi antar pribadi melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi yang dilaksanakan pada siswa kelas IX C SMPN 1 Kempo pada tanggal 24 September 2009, terdiri dari uji coba instrumen, pelaksanaan instrumen, pelaksanaan penelitian. Target yang diharapkan dari penelitian ini adalah meningkatnya kemampuan berkomunikasi siswa kelas IX C SMPN 1 kemmpo.
A. Persiapan Penelitian
Beberapa langkah yang dilaksanakan untuk merealisasikan penelitian adalah seba gai berikut :
1. Membuat perencanaan pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi
2. Mempersiapkan skenario pelaksanaan simulasi
3. Mempersiapkan beberan simulasi, pedoman simulasi, aturan permainan simulasi
4. Mempersiapkan angket dan check list observasi
B. Pelaksanaan dan Hasil Penelitian
Setelah angket memenuhi syarat validitas dan reliabelitas angket maka angket siap untuk digunakan teknik penghitungan hasil, pengisian angket dengan pemberian skor pada item jawaban, untuk jawaban selalu ( S ) yang a pabila pernyataan terjadi pada diri siswa diberikan skor 3, jawaban kadang kadang (Kd ) yang apabila pernyataan terkadang ada pada diri siswa diberikan skor 2, jawaban tidak penah ( Tp ) yang apabila pernyataan tidak pernah ada pada diri siswa diberikan skor 1.
Total skor yang harus diperoleh pada saat pengisian angk et adalah = 90 point .
Pelaksanaan penelitian tindakan dalam usaha meningkatkan kemampuan berkomunikasi antar pribadi siswa kelas IX C SMPN 1 Kemmpo.
dilaksanakan mulai tanggal 24 September 2015yang dibagi menjadi tiga siklus yang setiap siklu snya dilaksanakan dalam dua minggu, kemudian dalam dua minggu tersebut terdapat dua tahap.
Penggunaan angket diberikan pada saat awal penelitian, untuk mengetahui kemampuan awal berkomunikasi antar pribadi siswa kelas IX Cdan pada akhir setiap siklus untuk mengetahui kemampuan akhir pada setiap proses siklus, sehingga dapat diketahui perkembangan kemampuan berkomunikasi antar pribadi siswa kelas .
X-C Kesimpulan dari pengumpulan data dengan angket adalah menyatakan bahwa siswa kelas IX C mempunyai kemampuan awal berkomunikasi antar pribadi yang cukup baik, yang dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4
Hasil Rata – rata Skor Pengisian Angket
Konseling Aspek jumlah
a b c d e f
1 2 2 2 2 1 1 10
2 2 2 2 2 2 1 11
3 2 2 2 1 1 2 10
4 3 2 2 1 1 2 11
5 2 2 2 1 1 1 9
6 2 2 2 1 1 2 10
7 2 2 2 1 2 2 11
8 2 2 2 2 1 2 11
9 2 2 1 2 1 2 10
10 2 2 2 2 2 2 12
11 1 2 2 1 2 2 10
12 1 2 1 2 2 2 10
13 1 2 2 2 1 2 10
14 2 2 2 2 2 2 12
15 2 2 2 1 1 2 10
16 1 2 2 1 2 2 10
17 2 2 2 1 2 2 11
18 1 2 1 1 2 2 9
19 2 2 1 2 2 2 11
20 2 2 2 2 2 2 12
21 2 2 1 2 2 2 11
22 2 2 2 2 2 2 12
23 2 2 1 2 2 2 11
24 2 2 2 2 2 1 11
25 2 2 2 2 2 1 11
Jumlah 226

Maka didapat hasil dengan perhitungan sebagai berikut :
~X 226
N 25
Kesimpulan awal tentang kemampuan berkomunikasi antar pribadi siswa kelas IX Cberdasarkan data pengisian angket komunikasi antar pribadi
memiliki kemampuan rata rata skor per aspek adalah 1 0,64, data tersebut menyatakan bahwa kemampuan berkomunikasi antar pribadi siswa kelas IX C
1 perlu ditingkatkan karena dari skor yang diperoleh belum sesuai dengan standar skor yang harus diperoleh masing masing aspek.
Kemudian berdasarkan kesimpulan tersebut dilaksanak an perlakuan dengan menggunakan layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi. Pelaksanaannya dapat dirinci sebagai berikut :
1. Siklus pertama
a. Perencanaan
Pada pelaksanaan perlakuan yang menjadi pusat perhatian pada saat pelaksanaan perlakuan atau peserta dituntut untuk memenuhi (1) sikap pembukaan diri (2) sikap percaya diri (3) mengkomunikasikan pikiran dengan baik dan benar (4) menanggapi dan mengajukan ususl (5) menyimpulkan (6) memecahkan konflik.
Pada siklus pertama peneliti merencanakan :
1) Peneliti merencanakan pelaksanaan simulasi dengan lima kali observasi
2) Menyiapkan instrumen simulasi yang berupa, beberan simulasi, kartu diskusi simulasi, anak dadu dan dadu simulasi komunikasi antar pribadi
3) Membentuk kelompok diskusi simulasi, dan memilih ketua dan skretaris dalam diskusi simulasi, dengan rincian kelompok A sebagai kelompok yang setuju dengan pendapat dalam kartu diskusi, kelompok B yang selalu menyanggah pendapat dalam kartu diskusi. Kemudian tugas ketua dan sekretaris tidak hanya memimpin jalannya permainan namun mengarahkan bagaimana disdkusi tidak melenceng dari tema dalam kartu diskusi
4) Menyiapkan instrumen observasi yang berupa daftar check list
5) Mengevaluasi pelaksanaan simulasi sebagai langkah tindak lanjut
6) Peneliti merencanakan target keberhasilan adalah 50% peningkatan
dari satu tahap pelaksanaan layanan
b. Pelakasanaan
Pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi untuk meningkatkan kemampuan komunikasi antar pribadi pada siklus pertama ini dilakukan dengan dua tahap. Tahap pertama disebut tahap data awal atau best rate yang dilakukan dengan lima kali perlakuan dan lima kali pengamatan yang dilakukan pada tanggal 25 September sampai dengan 30 September, kemudian tahap kedua adalah tahap data akhir untuk pembanding atau data post rate, yang dilakukan pada tanggal 31 September, 1 dan 3 Agustus sampai dengan 5 Agustus 2009
Pelaksanaan layanan diawali dengan pembentukan kelompok, yang dibagi menjadi dua kelompok yang dilakukan dengan sistem mengambil undian. Kelompok dibagi dua kelompok A adalah kelompok yang selalu membenarkan dan kelompok B adalah kelompok yang selalu menyanggah. Kemudian setelah terbetuk kelompok dipilihlah ketua dan sekretaris yang dijabat oleh Sheila sebagai ketua dan Maria sebagai sekretaris.
Setelah kelompok dengan ketua serta sekretaris terbentuk maka simulasi dimulai dengan membacakan aturan main dari simulasi komunikasi antar pribadi tersebut oleh ketua, posisi peneliti adalah di belakang peserta.
Kemudian mulai ketua mengocok dadu dan melempar dadu sehingga keluar angka yang harus dijalankan, dan sekretaris mengabil kartu diskusi sesuai dengan angka anak dadu tersebut berada, sekretaris membacakan isi kartu diskusi
dan peserta yang lain diminta untuk menanggapinya, dikarenakan pada awal pelaksanaan layanan siswa peserta layanan masih bingung terhadap permainan maka pelaksanaan diskusi masih terasa kaku, sebagai contoh peserta tidak mampu menanggapi maupun menyanggah pendapat yang dimunculkan kelompok lawannya.
c. Pengumpulan data
Pelaksanaan pengumpulan data dilakukan peneliti pada saat setelah pelaksanaan simulasi dan diskusi simulasi, dengan menggunakan angket daftar pernyataan. Pada saat pelaksanaan simulasi terdapat 9 siswa peserta yang terlihat aktif dalam memberikan solusi terhadap pemecahan masalah dalam diskusi tersebut. Setelah selesai sampai pada akhir dari diskusi simulasi sekretaris membacakan hasil dari diskusi, hal tersebut menunjukkan bahwa banyak siswa yang masih bingung dan ragu dalam setiap kali diskusi namun setelah pada hari berikutnya sudah mulai menunjukkan peningkatan, pelaksanaan pengumpulan data dilakukan peneliti dengan memberikan skor kepada peserta sesuai dengan frekuensi kemunculan kriteria peningkatan kemampuan komunikasi antar pribadi, hal ini dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 5
Hasil Rata rata Skor Pengisian Angket Simulasi Komunikasi Antar Pribadi Siklus I
Konseli Aspek jumlah
a b c d e f
1 1 2 2 2 2 2 11
2 1 2 2 1 2 2 10
3 1 2 2 1 2 2 10
4 1 2 2 1 1 2 9
5 1 2 2 1 2 2 10
6 2 2 2 1 1 2 10
7 1 2 2 1 2 2 10
8 1 2 2 2 1 2 10
9 2 2 2 2 1 2 11
10 1 2 2 2 2 2 11
11 1 2 2 2 2 2 11
12 1 2 2 2 2 2 11
13 1 2 2 2 2 2 11
14 2 2 2 2 1 2 11
15 2 2 2 1 2 2 11
16 1 2 1 1 2 2 9
17 2 2 2 1 2 2 11
18 1 2 1 1 2 2 9
19 2 2 1 2 2 2 11
20 2 2 2 2 2 2 12
21 2 2 1 2 2 2 11
22 2 2 2 2 2 2 12
23 2 2 1 2 2 2 11
24 2 2 2 2 2 2 12
25 2 2 2 2 2 2 12
Jumlah 267

Keterangan aspek :
a : Sikap pembukaan diri
b : Sikap percaya diri
c : Mengkomunikasikan pikiran dan perasaan dengan tepat
d : Menanggapi dan mengajukan usul
e : Menyimpulkan
f : Memecahkan konflik

Maka didapat hasil dengan perhitungan sebagai berikut :
~X 267
N 25
Kesimpulan dari data angket di atas adalah skor rata rata per – aspek peningkatan kemampuan komunikasi a ntar pribadi rata rata siswa kelas IX C –
1 adalah 10,68, namun peningkatan tersebut masih belum bisa dikatakan sebagai
keberhasilan dalam pelaksanaan perlakuan, karena layanan baru dilaksanakan satu kali atau masih dalam siklus pertama sehingga belum bisa diyakini hasilnya. d. Refleksi
Dari pelakasanaan simulasi komunikasi antar pribadi pada siklus pertama masih dia nggap belum berhasil, dikarenakan peserta masih bingung dan ragu, keraguan peserta adalah ketika akan menanggapi pernyataan dari peserta yang lain. Kemudian pula yang mempengaruhi kurangnya siswa dalam berkomunikasi akibat dari cara pembentukan kelompok de ngan sistem undian, sehngga peserta yang aktif dan tidak aktif tidak merata. Oleh karena itu pada pelaksanakan siklus kedua dengan membagi kelompok dengan sistem pengaturan dari peneliti yang mana peserta yang aktif dan yang tidak aktif bisa merata sehingga peserta yang aktif mampu memotivasi siswa yang tidak aktif untuk berperan serta dalam diskusi simulasi komunikasi antar pribadi. Dan ketua pelaksanaan simulasi satu tahapan diganti dan yang mengganti adalah peserta yang pasif dalam diskusi simulasi komunikasi antar pribadi dan yang menunjuk adalah peneliti.
2. Siklus kedua
a. Perencanaan
Siklus kedua diawali den gan perencanaan perbaikan treat ment, pelaksanaan siklus berdasarkan hasil refleksi pada siklus pertama.
Perencanaan pada siklus kedua adalah sebaga i berikut :
1) Peneliti menyiapkan instrumen, simulasi observasi
2) Peneliti merencanakan pelaksanaan simulasi dalam lima kali observasi dalam satu tahap, dengan perbaikan dalam hal membagi kelompok dengan sistem pengaturan dari peneliti dengan menempatkan peserta yang aktif dan yang tidak aktif diacak sehingga peserta yang aktif mampu memotivasi siswa yang tidak aktif untuk berperan serta dalam diskusi simulasi komunikasi antar pribadi. Dan ketua pelaksanaan simulasi satu tahapan diganti dan yang mengganti adalah peserta yang pasif dalam diskusi simulasi komunikasi antar pribadi dan yang menunjuk adalah peneliti.
3) Membentuk kelompok dengan dasar data observasi pada siklus pertama, siswa yang aktif dibagi dan dikelompokkan kepada siswa yang kurang aktif, yaitu dengan kelompok A sebagai kelompok yang setuju dengan pendapat dalam kartu diskusi simulasi sedangkan kelompok B adalah yang menyanggah pendapat dari isi kartu diskusi.
4) Memilih ketua dan sekretaris dari siswa pada siklus pertama yang kurang aktif, ketua bertugas mengawasi jalannya diskusi jangan sampai melenceng dari tema diskusi.
5) Peneliti merencanakan target keberhasilan adalah 50% peningkatan dari satu tahap pelaksanaan layanan
b. Pelaksanaan
Pelaksanaan siklus kedua dimulai dengan pembentukan kelompok yang diatur peneliti dengan susunan kelompok acak antara peserta yang akti dan pasif, data peserta yang aktif dan pasif didapat peneliti pada saat sklus pertama. Peserta yang aktif ada 9 anak, maka 4 peserta ada pada A dan 5 peserta pada kelompok B, begitu pula ketua pelaksana simulasi yang ditunjuk oleh peneliti, yang di jabat oleh Hutomo sebagai ketua dan Ardhito sebagai sekretaris.
Pelaksanaan simulasi dimulai tanggal 7, 8, 10, 11, 12 Agustus yang disebut data awal atau best rate, kemudian tanggal 14, 15, 18, 19, 20 Agustus dkai sebagai data pembanding atau post rate.
Seperti pada siklus pertama pelaksanaan diawali dengan pembacaan aturan main simulasi oleh ketua, setelah pembacaan aturan main maka ketua memulai pelaksanaan simulasi dengan melempar dadu dan skretaris menjalankan anak dadu, setelah sampai pada angka dimana anak dadu berada maka sekretaris membuka kartu diskusi sesuai dengan nomor pada posisi anak dadu berada, kemudian membacakannya. Kemudian ketua mempersilahkan peserta menanggapinya, pada siklus ini diskusi mulai tampak hidup, peserta berperan aktif pada saat diskusi, ini ditunjukkan dengan adanya perdebatan dari masing masing kelompok dan cara peserta mencari jalan tengah terhadap pemecahan masalah yang dilakukan dengan aklamasi dan peserta banyak berperan aktift baik dari kelompok A maupun kelompok B, baik dari yang tadinya tidak aktif menjadi aktif karena termotivasi dengan teman yang tadinya aktif. Setelah selesai sampai pada akhir dari diskusi simulasi sekretaris membacakan hasil dari di skusi.
c. Pengumpulan data
Pelaksanaan pengumpulan data dilakukan peneliti pada saat berlangsungnya pelaksanaan simulasi dan diskusi simulasi, untuk memudahkan penilaian setiap kali siswa memberikan respon atau tanggapan, siswa diminta menyebutkan nama terlebih dahulu. Instrumen yang digunakan adalah daftar checklist. Pelaksanaan pengumpulan data dilakukan peneliti dengan memberikan skor kepada peserta sesuai dengan frekuensi kemunculan kriteria peningkatan kemampuan komunikasi antar pribadi. Pada siklus ini didapat data seperti yang tampak dalam tabel berikut :

Tabel 6
Hasil Rata rata Skor Pengisian Angket Simulasi Komunikasi Antar Pribadi
Siklus II
Konseli Aspek jumlah
a b c d e f
1 2 2 2 2 2 2 12
2 2 2 2 2 2 2 12
3 2 2 2 2 2 2 12
4 2 2 2 2 2 2 12
5 2 2 2 2 2 2 12
6 2 2 2 2 2 2 12
7 2 2 2 2 2 2 12
8 2 2 2 2 2 2 12
9 2 2 2 2 2 2 12
10 2 2 2 2 2 2 13
11 2 2 2 2 2 2 12
12 2 2 2 2 2 2 12
13 2 2 2 2 2 2 12
14 2 2 2 2 2 3 12
15 2 2 2 2 2 2 12
16 2 2 2 2 2 2 12
17 2 2 2 2 2 2 12
18 2 2 2 2 2 2 12
19 2 2 2 2 2 2 12
20 2 2 2 2 2 2 12
21 2 2 2 2 2 2 12
22 2 2 2 2 2 2 12
23 2 2 2 2 2 2 12
24 2 2 2 2 2 2 12
25 2 2 2 2 2 2 12
Jumlah 301

Keterangan aspek :
a : Sikap pembukaan diri
b : Sikap percaya diri
c : Mengkomunikasikan pikiran dan pera saan dengan tepat
d : Menanggapi dan mengajukan usul
e : Menyimpulkan
f : Memecahkan konflik

Maka didapat hasil dengan perhitungan sebagai berikut : ~X 301
N 25
Data tertsebut di atas menyatakan bahwa setelah diberikan treatment skor tingkat perubahan rata rata per aspek mencapai 12,04 maka berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa treathment yang dilaksanakan pada tahap kedua atau pada siklus kedua sudah bisa meningkatkan
kemamapuan berkomunikasi antar pribadi rata – rata siswa kelas IX C 1, namun untuk lebih meyakinkan pelaksanaan treathment maka dilakukan pelaksanaan siklus yang ketiga dengan treathment yang sama.
d. Refleksi
Pelaksanaan siklus kedua bisa dianggap meningkatkan kemampuan berkomunikasi antar pribadi siswa kelas IX C 1, dengan dasar sebagai berikut;
( 12,04 – 10,68 )
x 100% = 12,73 %
10,68
Namun prosentase peningkatannya belum memenuhi kriteria yang diharapkan dan hal tersebut memerlukan tindak lanjut dengan memberikan perlakuan ketiga atau dilanjutkan dengan siklus ketiga, dengan merubah pola kelompok, yang semula kelompok A adalah kelompok yang selalu m endukung pendapat dalam kartu diskusi simulasi dengan argumennya berubah menjadi kelompok yang tidak setuju dengan pendapat dalam kartu diskusi simulasi, begitupun dengan kelompok B, berubah menjadi kelompok yang selalu setuju dengan pe ndapat dalam kartu d iskusi simulasi.

3. Siklus ketiga
a. Perencanaan
Siklus ketiga diawali den gan perencanaan perbaikan treatment, pelaksanaan siklus berdasarkan hasil refleksi pada siklus kedua.
Perencanaan pada siklus ketiga adalah sebagai berikut :
1) Peneliti menyiapkan instrumen, simulasi observasi
2) Peneliti merencanakan pelaksanaan simulasi dalam lima kali observasi dalam satu tahap
3) Membentuk kelompok dengan dasar data observasi pada siklus pertama, siswa yang aktif dibagi dan dikelompokkan kepada siswa yang kurang aktif, yaitu dengan kelompok A sebagai kelompok yang setuju dengan pendapat dalam kartu diskusi simulasi sedangkan kelompok B adalah yang menyanggah pendapat dari isi kartu diskusi, posisi anggota kelompok diacak lagi oleh peneliti dan dibalik, yang semula kelompok A adalah kelompok yang selalu mendukung pendapat dalam kartu diskusi menjadi kelompok penyanggah, kemudian kelompok B yang selalu menyanggah pendapat berubah menjadi kelompok yang selalu mendukung pendapat dalam kartu diskusi.
4) Memilih ketua dan sekretaris dari siswa pada siklus pertama yang kurang aktif, ketua bertugas mengawasi jalannya diskusi jangan sampai melenceng dari tema diskusi.
5) Peneliti merencanakan target keberhasilan adalah 50% peningkatan dari satu tahap pelaksanaan layanan

b. Pelaksanaan
Pelaksanaan perlakuan pada siklus ini diawali dengan membagi kelompok yang dilakukan oleh peneliti, dan pembagian ketua dan skretaris oleh peneliti pula, yang dijabat oleh Zamrud sebagai ketua dan Derek sebagai sekretaris.
Pelaksanaan simulasi dimulai tanggal 24, sampai dengan 28 Agustus yang disebut data awal atau best rate, kemudian tanggal 1 sampai dengan 5 September dkai sebagai data pembanding atau post rate.
Seperti pada siklus sebelumnya, pelaksanaan simulasi diawali dengan pembacaan aturan main simulasi. Kemudian ketua melempar dadu dan sekretaris yang membuka kartu diskusi sesuai dengan nomor pada anak dadu berada. Pada saat diskusi peserta sangat antusias dan aktif, cara penyelesaian dan pemberian solusi sudah dapat dikatakan meningkat, sebagai co ntoh pada diskusi sebelumnya penyelesaian masalah adalah terpusat pada satu siswa namun pada siklus ini siswa bersama – sama memberikan masukan dan diambil jalan tengahnya oleh ketua. Setelah selesai sampai pada akhir dari diskusi simulasi sekretaris membacakan hasil dari diskusi.
c. Pengumpulan data
Pengumpulan data pada siklus ketiga ini tidak berbeda dengan dua siklus sebelumnya. Pelaksanaan pengumpulan data dilakukan peneliti dengan memberikan skor kepada peserta sesuai dengan frekuensi kemunculan kriteria peningkatan kemampuan komunikasi antar pribadi.
Peningkatan kemampuan komunikasi antar pribadi melalui simulasi komunikasi antar pribadi tampak pada tabel rata rata peserta simulasi yang dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 7
Hasil Rata rata Skor Pengisian Angket Simulasi Komunikasi Antar Pribadi

Siklus III
Konseli Aspek jumlah
a b c d e f
1 3 3 3 3 3 3 18
2 3 3 3 3 3 3 18
3 3 3 3 3 3 3 18
4 3 3 3 3 3 3 18
5 3 3 3 3 3 3 18
6 3 3 3 3 3 3 18
7 3 3 3 3 3 3 18
8 3 3 3 3 3 3 18
9 3 3 3 3 3 3 18
10 3 3 3 3 3 3 18
11 3 3 3 3 3 3 18
12 3 3 3 3 3 3 18
13 3 3 3 3 3 3 18
14 3 3 3 3 3 3 18
15 3 3 3 3 3 3 18
16 3 3 3 3 3 3 18
17 3 3 3 3 3 3 18
18 3 3 3 3 3 3 18
19 3 3 3 3 3 3 18
20 3 3 3 3 3 3 18
21 3 3 3 3 3 3 18
22 3 3 3 3 3 3 18
23 3 3 3 3 3 3 18
24 3 3 3 3 3 3 18
25 3 3 3 3 3 3 18
Jumlah 450

Keterangan aspek :
a : Sikap pembukaan diri
b : Sikap percaya diri
c : Mengkomunikasikan pikiran dan perasaan dengan tepat
d : Menanggapi dan mengajukan usul
e : Menyimpulkan
f : Memecahkan konflik

Data tertsebut di atas menyatakan bahwa setelah diberikan treatment skor tingkat perubahan rata rata per aspek mencapai skor maksimal yaitu 18 Berdasarkan perhitungan perubahan kemampuan komunikasi antar pribadi siswa kelas IX Cdapat dinyatakan meningkat dari data awal pada siklus pertama, maka pelaksanaan penelitian dapat dinyatakan berhasil karena adanya perubahan peningkatan kemampuan berkomunikasi antar pribadi dari masing masing siklus.
d. Refleksi
Berdasarkan hasil dari pengumpulan data pada siklus ketiga ini pelaksanaan perlakuan sudah dapat dihentikan dan penelitian dinyatakan berhasil, karena prosentase peningkatan kemampuan be rkomunikasi antar pribadi dalam simulasi komunikasi antar pribadi sebagai berikut;
( 18 – 12,04 )
x 100% = 49,50 %
12,04
Walaupun prosentase peningkatannya tidak mutlak 50% namun peningkatan kemampuan berkomunikasi antar pribadi ters ebut sudah mencapai taraf maksimal, sehingga pelaksanaan perlakuan dapat dihentikan.
Kemudian secara rinci peningkatan kemampuan berkomunikasi antar pribadi pada masing masing siklus dapat dilihat pada tabel observasi berikut :

Tabel 8
Rata – rata Observasi Peningkatan Kemampuan Berkomunikasi Antar Pribadi Masing masing Siklus
Konseli Siklus 1 Siklus 2 Siklus 3
Aspek Aspek Aspek
a b c d e f a b c d e f a b c d e f
1 2 2 2 2 3 2 3 2 2 3 3 3 5 5 5 5 6 5
2 2 2 3 3 2 2 3 3 2 3 3 3 5 5 5 5 6 5
3 2 2 2 3 3 2 3 3 2 4 3 3 5 5 5 5 6 5
4 3 2 2 1 1 2 2 3 3 3 3 3 5 5 5 5 6 5
5 2 2 3 1 2 2 3 3 3 3 3 6 5 5 5 5 6 5
6 2 2 2 1 1 2 6 3 3 3 3 5 5 5 5 5 6 5
7 2 2 2 1 2 2 3 3 3 3 3 3 5 5 5 5 6 5
8 2 2 2 2 1 2 3 5 3 3 3 3 5 5 5 5 6 5
9 2 2 2 2 1 2 6 2 3 3 3 6 5 5 5 5 6 6
10 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 5 5 6 5 6 5
11 1 2 2 2 2 2 6 3 3 4 3 2 5 6 5 5 6 5
12 1 2 2 2 2 2 2 3 3 4 3 3 5 6 5 5 6 6
13 1 2 2 2 2 2 3 4 6 3 3 3 5 5 5 5 6 5
14 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 5 6 5 5 5 6
15 2 2 2 2 2 2 2 6 3 3 3 3 5 5 5 5 6 6
16 1 2 3 1 2 2 6 2 4 3 4 3 5 6 5 5 5 6
17 2 2 2 1 2 2 2 2 4 3 3 3 5 5 5 5 5 5
18 3 2 1 1 2 2 3 5 3 3 3 3 5 6 5 5 5 5
19 2 2 1 2 2 2 3 2 6 3 3 3 5 5 5 5 6 6
20 2 2 2 2 2 2 6 5 3 6 6 3 5 6 5 5 6 5
21 2 2 1 2 2 2 2 3 3 3 3 3 5 6 5 5 6 5
22 2 2 2 2 2 2 6 3 3 6 5 3 5 6 5 5 5 5
23 2 2 1 2 2 2 2 3 3 3 3 3 5 6 5 5 6 6
24 2 2 2 2 2 3 2 3 3 3 3 3 5 6 5 5 5 6
25 2 2 2 2 2 2 2 3 5 3 3 6 5 5 5 5 6 6
Jumlah 48 50 49 45 48 51 85 80 83 84 81 85 125 135 126 125 144 134

Keterangan aspek :
a : Sikap pembukaan diri
b : Sikap percaya diri
c : Mengkomunikasikan pikiran dan perasaan dengan tepat
d : Menanggapi dan mengajukan usul
e : Menyimpulkan
f : Memecahkan konflik
Kesimpulan sementara atas peningkatan kemampuan berkomunikasi antar pribadi siswa kelas IX Cset elah mendapatkan treatment dihitung dengan rumus rumus change in frequence from base rate to post rate adalah sebagai berikut :
1) Siklus pertama :
~X 291
= = 11, 64
N 25

2) Siklus kedua ~X 498 =
N 25
3) Siklus ketiga
~X 789
= = 19, 92
= 31, 56

N 25
Maka siklus I ke s iklus II didapat prosentase peningkatan sebagai berikut :
(19, 92 – 11, 64 ) x 100% = 71, 13%
11, 64

Kemudian siklus I I ke siklus III didapat prosentase peningkatan sebagai berikut :
(31, 56 – 19, 92 )
x 100% = 58, 43 %
19, 92
Berdasarkan data di atas maka dapat disimpulkan bahwa hasil observasi simulasi komunikasi antar pribadi terdapat 50% peningkatan kemampuan berkomunikasi antar pribadi siswa kelas IX C 1, maka pelaksanaan treatment dapat dihentikan sampai pada siklus ketiga karena pelaksanaan treatment telah meningkatkan kemampuan berkomunikasi antar pribadi dengan taraf prosentase peningkatan 50% dari masing masing siklus.

BAB V
KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang peningkatan kemampuan berkomunikasi antar pribadi siswa kelas IX CSMPN 1 KEMMPOtahun ajaran 2009/20 10, dapat disimpulkan bahwa berdasarkan analisis data dan hasil dari penelitian tentang peningkatan kemampuan berkomunikasi antar pribadi siswa kelas IX CSMPN 1 KEMMPO…….. tahun ajaran 2009/20 10, diperoleh hasil itu untuk siswa kelas IX Cyang berjumlah 25 siswa, dengan taraf prosentase 50% peningkatan kemampuan berkomunikasi ant ar pribadi siswa kelas IX Cdengan teknik simulasi pada layanan bimbingan kelompok dari setiap tahap perlakuan mampu meningkatkan kemampuan berkomunikasi ant ar pribadi siswa kelas IX CSMPN 1 KEMMPO………
Adapun rincian hasil dari peningkatan kemampuan berkomunikasi antar
pribadi masing masing siklus sebagai berikut;
1. Siklus I

( 10,68 10,64 )
x 100% = 0,375 %
10,64
Data tersebut di atas menyatakan bahwa prosentase peningkatan kemampuan berkomunikasi antar pribadi dari data awal, setelah diberikan perlakuan pada siklus pertama terdapat peningkatan sebesar 0,375%.
2. Siklus II ( 12,04 – 10,68 )
x 100% = 12,73 % 10,68
Data tersebut di atas menyata kan bahwa prosentase peningkatan kemampuan berkomunikasi antar pribadi dari siklus pertama kepada siklus kedua, setelah diberikan perlakuan pada siklus kedua terdapat peningkatan sebesar 12,73%.
3. Siklus III ( 18 – 12,04 )
x 100% = 49,50 % 12,04
Data tersebut di atas menyatakan bahwa prosentase peningkatan kemampuan berkomunikasi antar pribadi dari siklus kedua kepada siklus ketiga, setelah diberikan perlakuan pada siklus ketiga terdapat peningkatan sebesar 49,50%.
Berdasa rkan analisa data perlakuan pada akhir masing – masing siklus di atas dapat dinyatakan bahwa terdapat peningkatan kemampuan berkomunikasi antar pribadi setelah diberikan perlakuan.
B. Implikasi Hasil Penelitian
1. Implikasi Teoritis
Bahwa peningkatan kemampuan berkomunikasi antar pribadi dengan teknik simulasi pada layanan bimbingan kelompok merupakan teknik yang sesuai di dalam peningkatan kemampuan berkomunikasi antar pribadi.
2. Implikasi Praktis
Dengan adanya hasil penelitian yang menunjukkan adanya peningkat an kemampun berkomunikasi antar pribadi siswa kelas IX CSMPN 1 KEMMPOmaka secara praktis penelitian ini berguna untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi antar pribadi
C. Saran – Saran
Berkaitan dengan hasil penelitian dan kenyataan yang ada di lapangan, maka penulis memberikan saran – saran sebagai berikut :
1. Saran kepada Kepala Sekolah
Dalam upaya untuk mengefektifkan layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi antar pibadi siswa kelas IX Cm aka kepala sekolah diharapkan memberikan waktu yang cukup kepada petugas BK untuk mensosialisasikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi untuk meningkatakan kemampuan berkomunikasi antar pribadi siswa kelas IX CSMPN 1 KEMMPO………
2. Saran ke pada Guru
a. Guru kelas sebaiknya lebih berusaha menciptakan suasana kelas yang aktif dan menyenangkan dan komunikatif sehingga siswa dapat secara bertahap menerima apa yang dipelajari.
b. Guru BK dapat menggunakan dan mengembangkan sendiri layanan bimbingan kel ompok dengan teknik simulasi untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi antar pribadi.
c. Guru BK sebaiknya lebih bisa menjalin keakraban antara guru BK dan siswa, supaya siswa menjadi lebih berani untuk mengungkapkan segala pendapatnya.
3. Saran kepada Siswa
a. Siswa hendaknya dapat berpartissi aktif saat kegiatan belajar mengajar, sehingga siswa akan terbiasa terlibat secara aktif berkomunikasi saat proses kegiatan belajar mengajar agar tercipta suasana belajar pembelajaran yang aktif komunikatif
b. Siswa sebaikn ya mampu mengekspresikan dirinya dengan lebih berani dan ikut berpartissi dalam kegiatan belajar mengajar yang diadakan oleh guru.
4. Saran kepada Peneliti
a. Diharapkan ada penelitian lanjutan yang membahas tentang peningkatan kemampuan berkomunikasi antar pribadi melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi.
b. Para peneliti dapat mengadakan kembali dan dapat menumbuhkan ide kreatif dan inovatif untuk menciptakan teknik simulasi pada layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan kemampuan berkomun ikasi antar pribadi.
c. Dalam penelitian ini jumlah subyek yang dkai kecil, karena itu diharapkan ada penelitian yang mengupas peningkatan kemampuan berkomunikasi dengan Teknik simulasi dalam layanan bimbingan kelompok dengan mengambil jumlah subyek yang besar.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Syamsuri., Chosiyah., dan Djono R. 2001. Layanan .
Bimbingan Kelompok FKIP BK UNS : Percetakan 35 Solo.
Edy Legowo. 1993. Analisis Pengubahan Tingkah Laku : Helping Student Help Themselves : How You can But Behavior An alysis Into Action in Your Classroom Dwight L.
Goodwin ; Thomas J Coates. …….. : FKIP UNS.
Prayitno. 1995. Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok : Dasar dan Profil. Jakarta : Ghalia Indonesia.
Sanafiah Faisal. 1981. Dasar dasar dan Teknik Menyusun .Angket Surabaya : Usaha Nasional Surabaya. Makalah Seminar
Sutarno. PTBK 2009. Prodi. BK. FKIP UNS. ……..
Suharsimi Arikunto. 1996. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek
Jakarta : Rineka Cipta.
Salmah Lilik., & Suhardjo Danusastro. 1986. Ketrampilan Komunikasi …….. : Depdikbud RI UNS.
Supratiknya A. 1995. Komunikasi Antar Pribadi : Tinjauan Psikologis Kanisius Jakarta.
Uno Hamzah B. 2008. Model Pembelajaran : Menciptakan Proses Belajar
Mengajar yang Kreatif dan Efektif Jakarta : PT. Bumi Aksara.
Wardhani IGAK., dll. 2007. Penelitian Tindakan Kelas Jakarta : Universitas Terbuka Departemen Pendidikan Nasional.
Wayan Nurkancana. 1990. Pemahaman Individu I Singaraja: Usaha Nasional
Surabaya.
Wibawa Basuki, 2004. Penelitian Tindakan Kelas edisi kedua. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Tenaga Kependidikan
http://smacepiri ng.wordpress.com/
http://www.scribd.com/doc/903 948 8/Pedoman -observasi

PANDUAN PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

PANDUAN PENGEMBANGAN
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
I. Pendahuluan

Dalam rangka mengimplementasikan pogram pembelajaran yang sudah dituangkan di dalam silabus, guru harus menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP merupakan pegangan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium, dan/atau lapangan untuk setiap Kompetensi dasar. Oleh karena itu, apa yang tertuang di dalam RPP memuat hal-hal yang langsung berkait dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu Kompetensi Dasar.

Dalam menyusun RPP guru harus mencantumkan Standar Kompetensi yang memayungi Kompetensi Dasar yang akan disusun dalam RPP-nya. Di dalam RPP secara rinci harus dimuat Tujuan Pembelajaran,Materi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran, Sumber Belajar, dan Penilaian

II. Langkah-langkah Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Mencantumkan identitas
• Nama sekolah
• Mata Pelajaran
• Kelas/Semester
• Alokasi Waktu

Catatan:
 RPP disusun untuk satu Kompetensi Dasar.
 Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Indikator dikutip dari silabus yang disusun oleh satuan pendidikan
 Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar yang bersangkutan, yang dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan. Oleh karena itu, waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat diperhitungkan dalam satu atau beberapa kali pertemuan bergantung pada karakteristik kompetensi dasarnya.

A.Standar Kompetensi
Standar Kompetensi adalah kualifikasi kemampuan peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada mata pelajaran tertentu. Standar kompetensi diambil dari Standar Isi (Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar). Sebelum menuliskan Standar Kompetensi, penyusun terlebih dahulu mengkaji Standar Isi mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut :
a. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau SK dan KD
b. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran
c. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran.

B. Kompetensi Dasar
Kompetensi Dasar merupakan sejumlah kemampuan minimal yang harus dimiliki peserta didik dalam rangka menguasai SK mata pelajaran tertentu. Kompetensi Dasar dipilih dari yang tercantum dalam Standar Isi. Sebelum menentukan atau memilih Kompetensi Dasar, penyusun terlebih dahulu mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a. Urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan Kompetensi Dasar
b. Keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran
c. Keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran

C.Tujuan Pembelajaran

Tujuan Pembelajaran berisi penguasaan kompetensi yang operasional yang ditargetkan/dicapai dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Tujuan pembelajaran dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang operasional dari kompetensi dasar. Apabila rumusan kompetensi dasar sudah operasional, rumusan tersebutlah yang dijadikan dasar dalam merumuskan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran dapat terdiri atas sebuah tujuan atau beberapa tujuan.

D. Materi Pembelajaran

Materi pembelajaran adalah materi yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Materi pembelajaran dikembangkan dengan mengacu pada materi pokok yang ada dalam silabus.

E. Metode Pembelajaran/Model Pembelajaran

Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih.

F. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

Untuk mencapai suatu kompetensi dasar dalam kegiatan pembelajaran harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan dalam setiap pertemuan. Pada dasarnya, langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan :
a. Pendahuluan
Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan un¬tuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.
b. Inti
Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran di¬lakukan secara interaktif, inspiratif, menyenang¬kan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.
c. Penutup
Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan un¬tuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut.

G. Sumber Belajar

Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan oleh satuan pendidikan. Sumber belajar mencakup sumber rujukan, lingkungan, media, narasumber, alat, dan bahan. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional. Misalnya, sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referens, dalam RPP harus dicantumkan judul buku teks tersebut, pengarang, dan halaman yang diacu.

H. Penilaian

Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian, bentuk instrumen, dan instrumen yang dipakai untuk mengumpulkan data. Dalam sajiannya dapat dituangkan dalam bentuk matrik horisontal atau vertikal. Apabila penilaian menggunakan teknik tes tertulis uraian, tes unjuk kerja, dan tugas rumah yang berupa proyek harus disertai rubrik penilaian.

III. Format Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : SMP………………………
Mata Pelajaran : ……………………………..
Kelas/Semester : ……………………………..
Alokasi Waktu : ….. x 40 menit (… pertemuan)

A. Standar Kompetensi
B. Kompetensi Dasar
C. Tujuan Pembelajaran:
Pertemuan 1
Pertemuan 2
Dst
D. Materi Pembelajaran
E. Model/Metode Pembelajaran
F. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1
Pertemuan 2
dst
G. Sumber Belajar

H. Penilaian

Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian
Teknik Bentuk
Instrumen Instrumen

RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN rpp IPS RPPBahasaIndonesiaBerkarakterSMPKelasVIIIsms1 RPPBerkarakterEkonomiSMAX-2 RPPBerkarakterEkonomiSMAXI-1 RPPBerkarakterSMAB.IndoX-1 RPPGeografiBerkarakterSMAX-1 RPPGeografiBerkarakterSMAXI-1 RPPGeografiBerkarakterSMAXII-1 RPPKimiaSMABerkarakterX-1 RPPKimiaSMABerkarakterXII-1 RPPSejarahSMABerkaraterX-1 RPPSejarahSMABerkaraterXI-1 RRPBerkarakterBiologiX-1 RRPBerkarakterBiologiXI-1 RRPBerkarakterBiologiXII-1 sil17

RPP IPA TERPADU SMP/MTS

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : ………………………..
Kelas / Semester : VII (tujuh)/Semester 1
Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Alokasi waktu : 4 X 40’

Standar Kompetensi : 1. Memahami prosedur ilmiah untuk mempelajari benda-benda alam dengan menggunakan peralatan.
Kompetensi Dasar : 1.1 Mendeskripsikan besaran pokok dan besaran turunan beserta satuan-nya.

Tujuan Pembelajaran : Peserta didik dapat:
1. Menjelaskan pengertian besaran dan satuan.
2. Mengelompokkan besaran pokok dan besaran turunan.
3. Menggunakan Satuan Internasional sesuai dengan besaran yang diukur dalam pengukuran dengan Ketelitian ( carefulness).
4. Mengkonversi satuan panjang, massa dan waktu terhadap hasil pengukuran.
5. Memecahkan masalah yang berkaitan dengan besaran pokok dan besaran turunan dalam kehidupan sehari-hari.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

Materi Pembelajaran : Besaran dan Satuan

A. Pengertian Besaran
Pengertian Besaran
Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur atau dihitung, dinyatakan dengan angka dan mempunyai satuan.
Dari pengertian ini dapat diartikan bahwa sesuatu itu dapat dikatakan sebagai besaran harus mempunyai 3 syarat yaitu
1. dapat diukur atau dihitung
2. dapat dinyatakan dengan angka-angka atau mempunyai nilai
3. mempunyai satuan
Bila ada satu saja dari syarat tersebut diatas tidak dipenuhi maka sesuatu itu tidak dapat dikatakan sebagai besaran.
Besaran berdasarkan cara memperolehnya dapat dikelompokkan menjadi 2 macam yaitu :
1. Besaran Fisika yaitu besaran yang diperoleh dari pengukuran. Karena diperoleh dari pengukuran maka harus ada alat ukurnya. Sebagai contoh adalah massa. Massa merupakan besaran fisika karena massa dapat diukur dengan menggunakan neraca.
2. Besaran non Fisika yaitu besaran yang diperoleh dari penghitungan. Dalam hal ini tidak diperlukan alat ukur tetapi alat hitung sebagai misal kalkulator. Contoh besaran non fisika adalah Jumlah.
Besaran Fisika sendiri dibagi menjadi 2
1. Besaran Pokok adalah besaran yang ditentukan lebih dulu berdasarkan kesepatan para ahli fisika. Besaran pokok yang paling umum ada 7 macam yaitu Panjang (m), Massa (kg), Waktu (s), Suhu (K), Kuat Arus Listrik (A), Intensitas Cahaya (cd), dan Jumlah Zat (mol). Besaran pokok mempunyai ciri khusus antara lain diperoleh dari pengukuran langsung, mempunyai satu satuan (tidak satuan ganda), dan ditetapkan terlebih dahulu.
2. Besaran Turunan adalah besaran yang diturunkan dari besaran pokok. Besaran ini ada banyak macamnya sebagai contoh gaya (N) diturunkan dari besaran pokok massa, panjang dan waktu. Volume (meter kubik) diturunkan dari besaran pokok panjang, dan lain-lain. Besaran turunan mempunyai ciri khusus antara lain : diperoleh dari pengukuran langsung dan tidak langsung, mempunyai satuan lebih dari satu dan diturunkan dari besaran pokok.
Saat membahas bab Besaran dan Satuan maka kita tidak akan lepas dari satu kegiatan yaitu pengukuran. Pengukuran merupakan kegiatan membandingkan suatu besaran dengan besaran sejenis yang ditetapkan sebagai satuan.
Pengertian Satuan
Satuan didefinisikan sebagai pembanding dalam suatu pengukuran besaran. Setiap besaran mempunyai satuan masing-masing, tidak mungkin dalam 2 besaran yang berbeda mempunyai satuan yang sama. Apa bila ada dua besaran berbeda kemudian mempunyai satuan sama maka besaran itu pada hakekatnya adalah sama. Sebagai contoh Gaya (F) mempunyai satuan Newton dan Berat (w) mempunyai satuan Newton. Besaran ini kelihatannya berbeda tetapi sesungguhnya besaran ini sama yaitu besaran turunan gaya. Untuk melihat berbagai rumus dalam bab besaran dan satuan silakan klik http://alljabbar.files.wordpress.com/2008/03/01-besaran-dan-satuan.pdf
Besaran berdasarkan arah dapat dibedakan menjadi 2 macam
1. Besaran vektor adalah besaran yang mempunyai nilai dan arah sebagai contoh besaran kecepatan, percepatan dan lain-lain.
2. Besaran sekalar adalah besaranyang mempunyai nilai saja sebagai contoh kelajuan, perlajuan dan lain-lain.
Besaran adalah sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka. Pengukuran adalah membandingkan suatu besaran dengan satuan yang dijadikan sebagai patokan. Dalam fisika pengukuran merupakan sesuatu yang sangat vital. Suatu pengamatan terhadap besaran fisis harus melalui pengukuran. Pengukuran-pengukuran yang sangat teliti diperlukan dalam fisika, agar gejala-gejala peristiwa yang akan terjadi dapat diprediksi dengan kuat.
Pengukuran dapat dilakukan dengan dua cara:
1. Secara Langsung
Yaitu ketika hasil pembacaan skala pada alat ukur, langsung menyatakan nilai besaran yang diukur, tanpa menggunakan rumus untuk menghitung nilai yang diinginkan.
2. Secara tidak langsung
Yaitu dalam pengukuran memerlukan penghitungan tambahan untuk mendapatkan nilai besaran yang diukur.
Untuk mendaptkan hasil pengukuran yang akurat, faktor yang harus diperhatikan antara lain :
– alat ukur yang dipakai
– aturan angka penting
– posisi mata pengukuran (paralax)
Kesalahan (error) adalah penyimpangan nilai yang diukur dari nilai benar x0. Kesalahan dapat digolongkan menjadi tiga golongan :
1. Keteledoran
Umumnya disebabkan oleh keterbatasan pada pengamat, diantaranya kurang terampil menggunakan instrumen, terutama untuk instrumen canggih yang melibatkan banyak komponen yang harus diatur atau kekeliruan dalam melakukan pembacaan skala yang kecil.
2. Kesalahan sistmatik
Adalah kesalahan yang dapat dituangkan dalam bentuk bilangan (kuantitatif), contoh : kesalahan pengukuran panjang dengan mistas 1 mm, jangka sorong, 0,1 mm dan mikrometer skrup 0,01 mm
3. Kesalahan acak
Merupakan kesalahan yang dapat dituangkan dalam bentuk bialangan (kualitatif),
Contoh :
– kesalahan pengamat dalam membaca hasil pengukuran panjang
– pengabaian pengaruh gesekan udara pada percobaan ayunan sederhana
– pengabaian massa tali dan gesekan antar tali dengan katrol pada percobaan hukum II Newton.

Ketidakpastian pada Pengukuran
Ketika mengukur suatu besaran fisis dengan menggunakan instrumen, tidaklah mungkin akan mendapatkan nilai benar X0, melainkan selalu terdapat ketidakpastian. Ketidakpastian ini disebabkan oleh beberapa hal misalnya batas ketelitian dari masing-masing alat dan kemampuan dalam membawa hasil yang ditunjukkan alat ukur.
Beberapa istilah dalam pengukuran:
• Ketelitian (accuracy)
adalah suatu ukuran yang menyatakan tingkat pendekatan dari nilai yang diukur terhadap nilai benar X0
• Kepekaan
adalah ukuran minimal yang masih dapat dideteksi (dikenal) oleh instrumen, misal galvanometer memiliki kepekaan yang lebih besar daripada Amperemeter / Voltmeter
• Ketepatan (precision)
adalah suatu ukuran kemampuan untuk mendapatkan hasil pengukuran yang sama.
• Presisi
berkaitan dengan perlakuan dalam proses pengukuran, penyimpangan hasil ukuran dan jumlah angka desimal yang dicantumkan dalam hasil pengukuran.
• Akurasi
yaitu seberapa dekat hasil suatu pengukuran dengan nilai yang sesungguhnya.
Ketelitian alat ukur panjang
1. Mistar : 1 mm
Mistar berskala terkecil memiliki memiliki ketelitian sampai 0,5 mm atau 0,05 cm. Ketelitian alat untuk satu kali adalah setengah skala terkecil.

Panjang benda melebihi 8,7 cm
Panjang kelebihan ditaksir 0,05 cm
Hasil pengukuran panjang 8,75 cm
Batas ketelitian ½ x 1 mm = 0,5 mm
2. Jangka Sorong : 0,1 mm
Jangka sorong memiliki ketelitian sampai 0,1 mm atau 0,1 cm. Jangka sorong terdiri dari rahang tetap yang berskala cm dan mm, dan rahang sorong (geser) yang dilengkapi dengan skala nonius yang panjangnya 9 mm dan dibagi dalam 10 m skala. Panjang 1 skala nonius adalah 0,9 mm.
Benda skala antara rahang utamadengan rahang sorong adalah 0,1mm sehingga ketidakpastian dari jangka sorong adalah ½ x 0,1 mm = 0,005 mm

Contoh:

Sebuah benda diukur dengan jangka sorong dengan kedudukan skala seperti pada gambar, maka panjang benda:
Skala Utama = 26 mm
Skala nonius 0,5 mm
Batas ketelitiannya ½ skala terkecil = ½ x 0,1 mm = 0,05 mm
3. Mikrometer sekrup 0,01 mm

Mikrometer skrup memiliki ketelitian sampai 0,01 mm atau 0,001 cm. Mikrometer skrup juga memiliki dua skala , yaitu skala utama yang berskala mm (0,5 mm) dan skala nonius yang terdapat pada selubung luar. Skala nonius memiliki 50 bagian skala yang sama. Bila diselubung luar berputar berputar satu kali, maka poros berulir (rahang geser) akan maju atau mundur 0,5 mm. Bila selubung luar berputar satu bagian skala, maka poros berulir akan maju atau mundur sejauh 0,02 x 0,5 mm = 0,01 mm, sehingga kepastian untuk mikrometer sekrup adalah ½ x 0,01 mm = 0,005 mm untuk pengukuran tungga. Pelaporan hasil pengukuran adalah (X ± DX).
Cara meningkatkan ketelitian antara lain:
1. Waktu membaca alat ukur posisi mata harus benar
2. Alat yang dipakai mempunyai ketelitian tinggi
3. Melakukan pengukuran berkali-kali
Pengukuran dengan jangka sorong

Cara menentukan / mebaca jangka sorong:
1. Angka pada skala utama yang berdekatan dengan angka 0 pada nonius adalah 2,1 cm dan 2,2 cm.
2. Garis nonius yang tepat berhimpit dengan garis skala utama adalah garis ke-5, jadi x = 2,1 cm + 5 x 0,01 cm = 2,15 cm (dua desimal)
Karena ketidakpastian jangka sorong = ½ x 0,01 cm = 0,005 cm (tiga desimal), maka hasilpengukuran jangka sorong :

Cara menentukan / membaca Mikrometer Sekrup

1. Garis skala utama yang berdekatan dengan tepi selubung luar 4,5 mm lebih.
2. Garis mendatar pada selubung luar yang berhimpit dengan garis skala utama.
X = 4,5 mm + 47 x 0,01 mm = 4,97 mm (dua desimal)
Ketidakpastian mikrometer sekrup ½ x 0,01 mm = 0,005 mm
Jadi hasil pengukurannya
Metode Pembelajaran : Model
– Direct Instruction (DI)
– Cooperative Learning
Metode
– Diskusi kelompok
– Eksperimen

Langkah-langkah Kegiatan
PERTEMUAN PERTAMA

a. Kegiatan Pendahuluan
. Motivasi dan apersepsi
– Apakah semua gejala alam termasuk ke dalam besaran?
– Apakah manfaat satuan dalam pengukuran yang kita lakukan?
. Prasyarat pengetahuan
– Apakah yang dimaksud dengan besaran dan satuan?
– Apakah Satuan Internasional?
. Pra eksperimen
– Berhati-hatilah dalam membaca skala mistar.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Menjelaskan pengertian besaran dan satuan
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan secara Disiplin ( Discipline ) dan bertanggung jawab ( responsibility ) serta memiliki ketelitian ( carefulness)

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
 memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Secara kelompok, peserta didik mendiskusikan pengertian besaran dan klasifikasinya, kemudian membuat kesimpulan sementara dan anggota masing-masing kelompok meng-komunikasikannya.
 Guru menanggapi jawaban peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Setiap kelompok diberi tugas untuk mengukur panjang dan lebar meja guru dengan jengkalnya masing-masing dan mistar plastik.
 Peserta didik secara berkelompok melakukan pengukuran panjang dan lebar meja guru dengan jengkalnya masing-masing dan mistar plastik.
 memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

PERTEMUAN KEDUA
a. Kegiatan Pendahuluan
. Motivasi dan apersepsi
Secara klasikal guru memberi pertanyaan; apakah manfaat Satuan Internasional?
. Prasyarat pengetahuan
Peserta didik diminta untuk menyebutkan satuan untuk besaran panjang, waktu dan massa.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Guru memberikan informasi cara mengkonversikan satuan dengan memakai tangga konversi dimana setiap kali turun 1 anak tangga dikali 10, sedangkan jika naik dibagi 10.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Melalui diskusi kelas, guru memberikan informasi tentang Satuan Internasional dari besaran pokok dan besaran turunan.
 Melalui diskusi kelompok, peserta didik diberi tugas untuk menuliskan beberapa contoh penyajian hasil pengukuran, kemudian mengkonversikannya ke dalam Satuan Internasional.
 Guru memberikan contoh soal latihan cara mengkonversi satuan panjang dengan menggunakan tangga konversi.
 Peserta didik diminta untuk menyebutkan beberapa hasil pengukuran yang biasa mereka temui dalam kehidupan sehari-hari, kemudian mengkonversikannya ke dalam Satuan Internasional.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
 Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal tentang besaran dan satuan

Sumber Belajar
a. Buku IPA Terpadu
b. Buku kerja
c. Lingkungan sekitar
d. Alat ukur

Penilaian :
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
 Mengidenti-fikasikan besaran-besaran fisika dalam kehidupan sehari-hari lalu mengelompok-kannya dalam besaran pokok dan besaran turunan.
 Mengguna-kan Satuan Internasio-nal dalam pengukuran.
 Mengkon-versi satuan panjang, massa dan waktu secara sederhana.
 Mengguna-kan besaran pokok dan besaran turunan dalam kehidupan sehari-hari. Tes tertulis Tes uraian a. Berikan contoh Besaran Fisika dalam kehidupan

b. Jelaskan dengan singkat Apa yang dimaksud Satuan Internasional

c. Konversikan macam macam satuan secara sederhana

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : ………………………..
Kelas / Semester : VII (tujuh)/Semester 1
Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Alokasi waktu : 4 X 40’

Standar Kompetensi : 1. Memahami prosedur ilmiah untuk mempelajari benda-benda alam dengan menggunakan peralatan.
Kompetensi Dasar : 1.2 Mendeskripsikan pengertian suhu dan pengukurannya.

Tujuan Pembelajaran : Peserta didik dapat:
1. Menjelaskan pengertian suhu.
2. Menjelaskan bagian-bagian dari termometer.
3. Menyebutkan jenis-jenis termometer.
4. Menggunakan termometer untuk mengukur suhu suatu benda.
5. Membaca skala pada termometer.
6. Membandingkan skala pada termometer Celsius dengan termometer skala Kelvin, Reamur, dan Fahrenheit.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

Materi Pembelajaran : Suhu
Metode Pembelajaran : Model:
– Direct Instruction (DI)
– Cooperative Learning
Metode:
– Diskusi kelompok
– Eksperimen

Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA
a. Kegiatan Pendahuluan
. Motivasi dan apersepsi
– Apakah hubungan suhu dengan panas atau dingin?
– Alat apakah yang dipakai untuk mengukur bila suhu tubuhmu terasa panas?
. Prasyarat pengetahuan
– Apakah yang dimaksud dengan suhu?
– Apakah Satuan Internasional dari besaran suhu?
. Pra eksperimen
– Berhati-hatilah menggunakan peralatan yang terbuat dari kaca.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Menjelaskan pengertian suhu.
 Menjelaskan bagian-bagian dari termometer
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
 memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Secara kelompok, peserta didik mendiskusikan pengertian besaran dan klasifikasinya, kemudian membuat kesimpulan sementara dan anggota masing-masing kelompok meng-komunikasikannya.
 memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

PERTEMUAN KEDUA
a Kegiatan Pendahuluan
. Motivasi dan apersepsi
– Hasil pengukuran suhu harus dinyatakan dengan satuan; satuan apakah yang digunakan?
– Apakah satuan suhu dalam Standar Internasional (SI)?
. Prasyarat pengetahuan
– Guru menunjukkan sebuah termometer, peserta didik diminta untuk membaca skala.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Menggunakan termometer untuk mengukur suhu suatu benda.
 Membaca skala pada termometer.
 Membandingkan skala pada termometer Celsius dengan termometer skala Kelvin, Reamur, dan Fahrenheit.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Melalui diskusi kelas, guru menginformasikan cara membaca skala termometer yang benar.
 Guru mendemonstrasikan langkah-langkah penggunaan, pengukuran suhu suatu objek, dan pembacaan skala pada termometer.
 Melalui diskusi kelompok, peserta didik diberi tugas membandingkan skala pada termometer Celsius dengan termometer Kelvin, Reamur, dan Fahrenheit.
 Guru memberikan informasi cara menentukan skala termometer Celsius dengan termometer Kelvin, Reamur, dan Fahrenheit dengan perbandingan Tc : Tk :Tr : (Tf – 32) = 5 : (Tc + 273) : 4 : 9.
 Guru memberikan contoh soal latihan mengenai cara menghitung skala termometer Celsius, Kelvin, Reamur, dan Fahrenheit.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

Sumber Belajar
a. Buku IPA Terpadu
b. Buku kerja
c. Termometer

Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
 Menggunakan termometer untuk mengukur suhu zat.

 Membandingkan skala termometer Celsius dengan termometer yang lain.
Tes tertulis Tes uraian  Mengapa tangan manusia tidak dapat dijadikan alat ukur suhu, padahal tangan dapat membedakan panas dan dingin?
 Bila termometer Celsius menunjukkan skala 800, maka skala Reamur akan menunjukkan….
a.640 c.1000
b.960 d.1500

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : ………………………..
Kelas / Semester : VII (tujuh)/Semester 1
Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Alokasi waktu : 2 X 40’

Standar Kompetensi : 1. Memahami prosedur ilmiah untuk mempelajari benda-benda alam dengan menggunakan peralatan.

Kompetensi Dasar : 1.3 Melakukan pengukuran dasar secara teliti dengan menggunakan alat ukur yang sesuai dan sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran : Peserta didik dapat:
1. Mengetahui cara menentukan besaran panjang suatu benda dengan menggunakan mistar, jangka sorong dan mikrometer sekrup.
2. Mengetahui cara menentukan besaran massa suatu benda dengan menggunakan neraca Ohaus dan neraca elektronik.
3. Mengetahui cara menentukan besaran waktu dengan menggunakan stopwatch.
4. Mengetahui cara menentukan volume benda padat yang bentuknya teratur dan tidak teratur.
5. Mengetahui alat-alat laboratorium yang lain beserta fungsinya.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

Materi Pembelajaran : Pengukuran

Metode Pembelajaran : Model:
– Direct Instruction (DI)
– Cooperative Learning
Metode:
– Diskusi kelompok
– Eksperimen
Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA
a. Kegiatan Pendahuluan
Motivasi dan apersepsi
– Bagaimana cara menggunakan alat ukur sederhana?
– Bagaimana mendapatkan hasil pengukuran yang tepat?
– Prasyarat pengetahuan
– Apakah Satuan Internasional (SI) dari besaran panjang, massa dan waktu?
– Bagaimana mengkonversi satuan dari hasil pengukuran ke dalam Satuan Internasional (SI) ?
Pra eksperimen
– Berhati-hatilah menggunakan peralatan yang digunakan dalam pengukuran.

b. Kegiatan Inti.
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Mengetahui cara menentukan besaran panjang suatu benda dengan menggunakan mistar, jangka sorong dan mikrometer sekrup.
 Mengetahui cara menentukan besaran massa suatu benda dengan menggunakan neraca Ohaus dan neraca elektronik.
 Mengetahui cara menentukan besaran waktu dengan menggunakan stopwatch.
 Mengetahui cara menentukan volume benda padat yang bentuknya teratur dan tidak teratur.
 Mengetahui alat-alat laboratorium yang lain beserta fungsinya
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil mistar, jangka sorong dan mikro-meter sekrup.
 Guru mempresentasikan bagian-bagian mistar, jangka sorong dan mikrometer sekrup dan menunjukkannya kepada peserta didik.
 Guru meminta salah satu peserta didik untuk melakukan hal yang sama seperti yang ditunjukkan oleh guru, jika ada kesalahan langsung diberi umpan balik.
 Guru mendemonstrasikan langkah-langkah penggunaan alat ukur, pengukuran suatu objek, cara membaca skala, menentukan nilai dan membandingkan tingkat ketelitian dari hasil pengukuran dengan menggunakan mistar, jangka sorong dan mikrometer sekrup.
 Guru juga melakukan hal yang sama terhadap alat ukur neraca Ohaus, neraca elektronik dan stopwatch.
 Peserta didik mengerjakan lembar kerja yang sudah disiapkan oleh guru.
 Guru memeriksa kegiatan pengukuran yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.
 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;
 Guru memberikan penghargaan pada kelompok dengan kinerja baik.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) merangkum kegiatan yang telah dilaksanakan. . Uji kompetensi lisan:
 Sebutkan bagian-bagian dari jangka sorong, mikrometer sekrup dan neraca Ohaus.
 Sebutkan tingkat ketelitian dari hasil pengukuran dengan menggunakan mistar, jangka sorong dan mikrometer sekrup.

Sumber Belajar
a. Buku IPA Terpadu
b. Buku kerja
c. Alat-alat ukur

Penilaian Hasil Belajar

Indikator Pencapaian Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
 Mengukur besaran fisika secara baik dan benar dengan meng-gunakan alat ukur

 Memperhatikan dan menerapkan keselamatan kerja dalam pengu-kuran.
Tes tertulis Tes uraian  Sebutkan lima macam alat laboratorium
beserta fungsinya

Contoh Instrumen:
– Instrumen eksperimen
Menentukan volume benda padat yang bentuknya tidak teratur dengan menggunakan gelas ukur.
Benda Volume air Volume benda + air Volume benda
Benda 1
Benda 2
Benda 3

.

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : ………………………..
Kelas / Semester : VII (tujuh)/Semester 1
Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Alokasi waktu : 4 X 40’

Standar Kompetensi : 2. Memahami klasifikasi zat.

Kompetensi Dasar : 2.1 Mengelompokkan sifat larutan asam, larutan basa dan larutan garam melalui alat dan indikator yang tepat

Tujuan Pembelajaran : Peserta didik dapat:
1. Membedakan pengertian asam, basa, dan garam.
2. Menentukan ciri-ciri zat yang bersifat asam, basa, dan garam.
3. Mengelompokkan zat-zat yang bersifat asam, basa, dan garam.
4. Menggunakan alat penentu atau petunjuk asam dan basa.
5. Menyimpulkan hasil percobaan dan mempresentasikannya.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

Materi Pembelajaran : Asam, Basa dan Garam

Metode Pembelajaran : Model:
– Direct Instruction (DI)
– Cooperative Learning
Metode:
– Diskusi kelompok
– Eksperimen.
– Observasi

Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA
a. Kegiatan Pendahuluan
. Motivasi dan apersepsi
– Mengapa air jeruk rasanya asam?
– Mengapa obat maag bersifat basa?
. Prasyarat pengetahuan
– Apakah ciri-ciri zat yang bersifat asam?
– Zat apa sajakah yang termasuk dalam asam, basa, dan garam?
. Pra eksperimen
– Berhati-hatilah dalam mencampurkan dua larutan yang berbeda.

b. Kegiatan Inti.
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Membedakan pengertian asam, basa, dan garam.
 Menentukan ciri-ciri zat yang bersifat asam, basa, dan garam
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil bahan-bahan larutan asam, larutan basa, dan larutan garam.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian asam, basa, dan garam.
 Peserta didik dalam setiap kelompok mengamati dan mengelompokkan bahan-bahan yang telah diambil oleh perwakilan kelompok masing-masing.
 Guru memeriksa kegiatan observasi dan klasifikasi mengenai bahan yang bersifat asam, basa dan garam yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya untuk membuat kesimpulan dari hasil percobaan.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan ciri-ciri bahan yang bersifat asam, basa dan garam.
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

PERTEMUAN KEDUA
a. Kegiatan Pendahuluan
. Motivasi dan apersepsi
– Bagaimana sifat zat yang tergolong asam atau basa?
– Adakah bahan yang dapat digunakan untuk menentukan asam atau basa?
. Prasyarat pengetahuan
– Apakah sifat asam, basa dan garam?
– Bahan apa sajakah yang dapat digunakan untuk menentukan asam atau basa?
. Pra eksperimen
– Berhati-hatilah menggunakan peralatan laboratorium.

b. Kegiatan Inti.
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Mengelompokkan zat-zat yang bersifat asam, basa, dan garam.
 Menggunakan alat penentu atau petunjuk asam dan basa.
 Menyimpulkan hasil percobaan dan mempresentasikannya
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil kertas lakmus, tabung reaksi, pipet tetes dan cairan yang ada di sekitar kita (misalnya: air teh, air jeruk, air sumur dan air cuka).
 Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen menentukan sifat asam dan basa.
 Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
 Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya untuk membuat kesimpulan dari hasil percobaan.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 Guru memberi penghargaan kelompok dengan kinerja baik
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
 Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

Sumber Belajar
a. Buku IPA Terpadu.
b. Buku kerja
c. Lingkungan sekitar sekolah atau rumah
d. Bahan-bahan kimia

Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
 Mengidentifikasi sifat asam, basa dan garam dengan menggunakan indikator yang sesuai.

 Mengelompokkan bahan-bahan di lingkungan sekitar berdasarkan konsep asam, basa, dan garam.

 Menggunakan alat sederhana untuk menentukan skala keasaman dan kebasaan. Tes tertulis Tes uraian  Tentukan bahan-bahan yang bersifat asam, basa dan garam dari bahan-bahan yang tersedia (larutan cuka, larutan sabun, larutan garam, larutan gula, NaCl, HCl).

 Berikut adalah sifat-sifat umum asam, kecuali….
a) memerahkan kertas lakmus biru
b) mempunyai PH kurang dari 7
c) rasanya asam
d) rasanya pahit

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : ………………………..
Kelas / Semester : VII (tujuh)/Semester 1
Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Alokasi waktu : 2 X 40’

Standar Kompetensi : 2. Memahami klasifikasi zat.

Kompetensi Dasar : 2.2 Melakukan percobaan sederhana dengan bahan-bahan yang dipero-leh dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran : Peserta didik dapat:
1. Membedakan larutan asam dan basa.
2. Membuat indikator alami asam dan basa.
3. Menggunakan indikator universal untuk menentukan nilai pH suatu zat.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

Materi Pembelajaran : Sifat Asam dan Basa pada Bahan Makanan

Metode Pembelajaran : Model:
– Direct Instruction (DI)
– Cooperative Learning
Metode:
– Diskusi kelompok
– Eksperimen
– Observasi

Langkah-langkah Kegiatan

a. Kegiatan Pendahuluan
. Motivasi dan apersepsi
– Pernahkah kamu meremas-remas bunga kembang sepatu berwarna, kemudian menetes-kannya dengan asam cuka? Apa yang terjadi?
– Bagaimana cara mengetahui nilai pH suatu zat dengan menggunakan kertas warna stan-dar indikator universal?
. Prasyarat pengetahuan
– Bahan apa sajakah yang dapat digunakan sebagai indikator asam basa?
– Apakah yang dimaksud dengan nilai pH?
. Pra eksperimen
– Berhati-hatilah dalam menggunakan larutan kimia.

b. Kegiatan Inti.
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Membedakan larutan asam dan basa.
 Membuat indikator alami asam dan basa.
 Menggunakan indikator universal untuk menentukan nilai pH suatu zat
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil cawan porselen, penumbuk, kertas saring, gelas beker, corong gelas, tabung reaksi, etanol, larutan asam klorida, larutan natrium hidroksida dan beberapa macam buah serta sayur.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan bahan-bahan yang dapat digunakan seba-gai indikator asam basa.
 Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen membuat indikator alami asam basa.
 Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
 Guru memberi instruksi kepada peserta didik untuk melakukan eksperimen mengenai penen-tuan nilai pH suatu zat dengan menggunakan indikator universal.
 Peserta didik melakukan eksperimen dengan menggunakan tabung reaksi, pipet tetes, kertas warna standar indikator universal, larutan indikator universal, aquades dan macam-macam contoh zat.
 Guru memeriksa kegiatan eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya untuk membuat kesimpulan dari hasil percobaan.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan nilai pH yang menyatakan tingkat keasa-man atau kebasaan suatu senyawa.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

Sumber Belajar
a. Buku IPA Terpadu.
b. Buku kerja
c. Lingkungan sekitar sekolah atau rumah
d. Bahan-bahan kimia

Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Melakukan percobaan untuk mengetahui sifat asam, basa di laboratorium dan alam misalnya dengan menggunakan kembang sepatu Tes unjuk kerja

Uji petik kerja prosedur Lakukan uji asam, basa pada bahan makanan dengan menggunakan bunga kembang sepatu

Asep :
No Aspek Skor
1 Ketepatan menggunakan kertas warna standar indikator universal dengan benar 2
2 Melakukan kegiatan dengan prosedur yang benar 3
3 Memperoleh data dari kegiatan 3
4 Membuat kesimpulan 2
Jumlah skor 10

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : ………………………..
Kelas / Semester : VII (tujuh)/Semester 1
Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Alokasi waktu : 3 X 40’

Standar Kompetensi : 2. Memahami klasifikasi zat.

Kompetensi Dasar : 2.3 Menjelaskan nama unsur dan rumus kimia sederhana.

Tujuan Pembelajaran : Peserta didik dapat:
1. Menjelaskan pengertian unsur.
2. Mengenal nama dan lambang unsur.
3. Menerapkan aturan tata nama unsur.
4. Menjelaskan maksud pengelompokan unsur ke dalam tabel periodik.
5. Menjelaskan sifat dan kegunaan unsur.
6. Menjelaskan pengertian senyawa.
7. Menuliskan unsur-unsur penyusun senyawa.
8. Menjelaskan jenis-jenis pembentukan senyawa.
9. Menuliskan rumus kimia dan penamaan senyawa.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

Materi Pembelajaran : Unsur Kimia

Metode Pembelajaran : Model:
– Direct Instruction (DI)
– Cooperative Learning
Metode:
– Diskusi kelompok
– Ceramah

Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA
a. Kegiatan Pendahuluan
. Motivasi dan apersepsi
– Empat unsur utama apa sajakah yang menyusun tubuh manusia?
– Mengapa logam natrium mudah bereaksi dengan air di udara?
. Prasyarat pengetahuan
– Apakah yang dimaksud dengan unsur?
– Bagaimana sifat dan kegunaan setiap unsur?

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Menjelaskan pengertian unsur.
 Mengenal nama dan lambang unsur.
 Menerapkan aturan tata nama unsur.
 Menjelaskan maksud pengelompokan unsur ke dalam tabel periodik.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian unsur.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan beberapa unsur yang biasa ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
 Peserta didik dalam setiap kelompok memperhatikan penjelasan dari guru mengenai aturan tata nama unsur dan maksud pengelompokan unsur ke dalam tabel periodik.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengelompokan unsur dalam tabel periodik berdasarkan kemiripan sifat dari setiap unsur (titik lebur, titik didih, wujud; logam, semi logam, non logam, daya hantar listrik dan daya hantar panas)
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai sifat dan kegunaan dari beberapa unsur.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

PERTEMUAN KEDUA
a. Kegiatan Pendahuluan
. Motivasi dan apersepsi
– Tersusun dari unsur apa sajakah garam dapur?
– Senyawa apakah yang terbentuk, jika unsur natrium bercampur secara kimia dengan air?
. Prasyarat pengetahuan
– Apakah yang dimaksud dengan senyawa?
– Bagaimana senyawa dapat terbentuk?

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Menjelaskan sifat dan kegunaan unsur.
 Menjelaskan pengertian senyawa.
 Menuliskan unsur-unsur penyusun senyawa.
 Menjelaskan jenis-jenis pembentukan senyawa.
 Menuliskan rumus kimia dan penamaan senyawa.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian senyawa.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan beberapa senyawa yang biasa ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) menuliskan unsur-unsur penyusun senyawa yang telah disebutkan oleh perwakilan dari tiap kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan jenis-jenis pembentukan senyawa (pembakaran, peruraian dan pencampuran zat secara kimia).
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya untuk menyimpulkan hasil diskusi.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Peserta didik dalam setiap kelompok memperhatikan penjelasan dari guru mengenai penulisan rumus kimia dan penamaan senyawa.
 Guru memberikan contoh beberapa penulisan reaksi kimia dan penamaan senyawa.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan
c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 Guru memberi penghargaan kepada kelompok dengan kinerja baik
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
 Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

Sumber Belajar
a. Buku IPA Terpadu.
b. Buku referensi yang relevan.

Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Menjelaskan aturan penulisan lambang unsur
• Menuliskan nama dan lambang unsur
• Menuliskan nama dan rumus kimia sederhana
• Menentukan nama senyawa dan rumus kimia sederhana Tes tulis

Tes tulis

Tes tulis

Tes tulis PG

Tes isian

Tes uraian

PG • Lambang K merupakan nama unsur ….
a. Kalium c. Karbon
b. Kalor d. Kalsium
• Tuliskan satu nama dan lambang sebuah unsur
• Tuliskan satu nama dan rumus kimianya
• Rumus kimia asam sulfat adalah ….
a. H2SO4 c. H4SO2
b. HS2O4 d. H4S2O

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : ………………………..
Kelas / Semester : VII (tujuh)/Semester 1
Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Alokasi waktu : 3 X 40’

Standar Kompetensi : 2. Memahami klasifikasi zat.

Kompetensi Dasar : 2.4. Membandingkan sifat unsur, senyawa, dan campuran.

Tujuan Pembelajaran : Peserta didik dapat:
1. Menjelaskan pengertian campuran.
2. Mengidentifikasi sifat unsur, senyawa, dan campuran
3. Membedakan antara unsur, senyawa, dan campuran.
4. Menjelaskan pengertian campuran homogen dan campuran hetero-gen.
5. Mengidentifikasi campuran homogen dan campuran heterogen.
6. Membedakan campuran homogen dan campuran heterogen.
7. Menuliskan contoh campuran homogen dan campuran heterogen yang ada di sekitarnya.
8. Membedakan antara koloid dan suspensi.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

Materi Pembelajaran : Unsur, Senyawa dan Campuran

Metode Pembelajaran : Model:
– Direct Instruction (DI)
– Cooperative Learning
Metode:
– Diskusi kelompok
– Ceramah

Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA
a. Kegiatan Pendahuluan
. Motivasi dan apersepsi
– Apakah awan tergolong campuran?
– Apakah sifat campuran sama dengan zat penyusunnya?
. Prasyarat pengetahuan
– Apakah yang dimaksud dengan campuran?
– Apakah ciri-ciri campuran?

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Menjelaskan pengertian campuran.
 Mengidentifikasi sifat unsur, senyawa, dan campuran
 Membedakan antara unsur, senyawa, dan campuran.
 Menjelaskan pengertian campuran homogen dan campuran hetero-gen.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian campuran.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan beberapa campuran yang biasa ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan sifat dari unsur, senyawa dan campuran.
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai perbedaan antara senyawa dan campuran dengan mengisi tabel sebagai berikut.

No Dasar perbedaan Senyawa Campuran
1 Proses pembentukan
2 Proses pemisahan
3 Sifat dengan zat penyusun
4 Perbandingan zat penyusun
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

PERTEMUAN KEDUA
a. Kegiatan Pendahuluan
. Motivasi dan apersepsi
– Tergolong campuran apakah larutan gula?
– Apakah susu tergolong suspensi atau koloid?
. Prasyarat pengetahuan
– Apakah yang dimaksud dengan campuran homogen dan campuran heterogen?
– Apakah yang dimaksud dengan suspensi dan koloid?

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Mengidentifikasi campuran homogen dan campuran heterogen.
 Membedakan campuran homogen dan campuran heterogen.
 Menuliskan contoh campuran homogen dan campuran heterogen yang ada di sekitarnya.
 Membedakan antara koloid dan suspensi.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian campuran homogen dan campuran heterogen.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan beberapa campuran homogen dan campuran heterogen yang biasa ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) menuliskan penyusun campuran homogen dan campuran heterogen yang telah disebutkan oleh perwakilan dari tiap kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan jenis-jenis campuran heterogen (suspensi dan koloid) berikut contohnya.
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya untuk membuat kesimpulan dari hasil diskusi.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 Guru memberi penghargaan kepada kelompok dengan kinerja baik.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
 Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

Sumber Belajar
a. Buku IPA Terpadu.
b. Buku referensi yang relevan.

Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Membandingkan sifat unsur, senyawa dan campuran berdasarkan pengamatan
• Membuat bagan klasifikasi materi secara sederhana
• Mengelompokkan zat-zat kedalam campuran homogen dan heterogen dalam kehidupan sehari-hari Tes unjuk kerja

Tes tulis

Tes unjuk kerja Tes identifikasi

Tes uraian

Tes identifikasi • Tentukan zat yang bersifat unsur , senyawa, dan campuran dari bahan yang disediakan
• Buatlah bagan materi secara sederhan
• Disediakan macam-macam zat, kelompokkan zat-zat tersebut ke dalam campuran homogen dan campuran heterogen

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : ………………………..
Kelas / Semester : VII (tujuh)/Semester 1
Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Alokasi waktu : 4 X 40’

Standar Kompetensi : 3. Memahami wujud zat dan perubahannya.

Kompetensi Dasar : 3.1 Menyelidiki sifat-sifat zat berdasarkan wujudnya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran : Peserta didik dapat:
1. Mengamati perubahan wujud zat.
2. Membuktikan bahwa partikel dapat bergerak.
3. Mengamati pengaruh suhu terhadap kecepatan gerak partikel.
4. Mengamati meniskus pada permukaan zat cair.
5. Mengamati peristiwa kapilaritas pada pipa kapiler yang diameternya berbeda.
6. Menyebutkan peristiwa dalam kehidupan sehari-hari yang bekerja berdasarkan efek kapilaritas.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

Materi Pembelajaran : Wujud zat

Metode Pembelajaran : Mode:
– Direct Instruction(DI)
– Cooperative Learning
Metode:
– Diskusi kelompok
– Eksperimen

Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA
a. Kegiatan Pendahuluan
. Motivasi dan apersepsi
– Bagaimana air laut bisa berubah wujud menjadi kristal-kristal garam?
– Bagaimana es bisa mencair?
. Prasyarat pengetahuan
– Apakah wujud suatu zat dapat berubah?
– Faktor apakah yang mempengaruhi perubahan wujud?
. Pra eksperimen
– Berhati-hatilah menggunakan peralatan laboratorium.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Mengamati perubahan wujud zat.
 Membuktikan bahwa partikel dapat bergerak.
 Mengamati pengaruh suhu terhadap kecepatan gerak partikel.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil pemanas spiritus, gelas kimia, lilin, kapur barus, spiritus, air dingin, air panas, gula pasir dan es batu secukupnya.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan beberapa sifat wujud zat padat, cair dan gas.
 Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen perubahan wujud zat.
 Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
 Guru memberi instruksi kepada peserta didik untuk melakukan eksperimen secara berke-lompok.
 Peserta didik melakukan eksperimen dengan menggunakan gula pasir yang dicampur dengan air dingin, kemudian gula pasir dengan air panas untuk mengamati pengaruh suhu terhadap kecepatan partikel.
 Guru memeriksa kegiatan eksperimen yang dilakukan oleh peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukan dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya untuk membuat kesimpulan dari hasil percobaan.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

PERTEMUAN KEDUA
a. Kegiatan Pendahuluan
. Motivasi dan apersepsi
– Mengapa air membasahi dinding kaca, sedangkan raksa tidak?
– Mengapa serangga dapat berjalan di atas air?
– Mengapa minyak tanah dapat merambat naik di sepanjang sumbu kompor?
. Prasyarat pengetahuan
– Apakah yang dimaksud dengan kohesi dan adhesi?
– Apakah yang dimaksud dengan tegangan permukaan?
– Apakah yang dimaksud dengan kapilaritas?
. Pra eksperimen
– Berhati-hatilah menggunakan peralatan laboratorium.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Mengamati meniskus pada permukaan zat cair.
 Mengamati peristiwa kapilaritas pada pipa kapiler yang diameternya berbeda.
 Menyebutkan peristiwa dalam kehidupan sehari-hari yang bekerja berdasarkan efek kapilaritas.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil dua buah tabung reaksi, air, minyak goreng, tiga pipa kapiler (diameternya berbeda) dan gelas kimia.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian kohesi dan adhesi serta beberapa contoh peristiwanya.
 Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen untuk mengamati meniskus pada permukaan zat cair.
 Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
 Guru memberi instruksi kepada peserta didik untuk melakukan eksperimen secara berkelompok.
 Peserta didik melakukan eksperimen dengan menggunakan gelas kimia yang terisi penuh dengan air, kemudian mencelupkan ketiga pipa kapiler ke dalam air dengan posisi tegak dan mengamati apa yang terjadi.
 Guru memeriksa kegiatan eksperimen yang dilakukan oleh peserta didik apakah sudah dila-kukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan peristiwa dalam kehidupan sehari-hari yang bekerja berdasarkan efek kapilaritas
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya untuk membuat kesimpulan dari hasil percobaan dan mempresentasikannya secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 Guru memberi penghargaan kepada kelompok dengan kinerja baik.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
 Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

Sumber Belajar
a. Buku IPA Terpadu.
b. Buku kerja
c. Alat-alat praktikum

Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Menyelidiki perubahan wujud suatu zat
• Menafsirkan susunan gerak partikel pada berbagai wujud zat melalui penalaran
• Membedakan kohesi dan adhesi berdasarkan pengamatan
• Mengkaitkan peristiwa kapilaritas dalam peristiwa kehidupan sehari-hari
Tes tertulis

Tes tertulis

Tes Unjuk kerja

Tes tulis PG

PG

Uji petik kerja produk

Tes uraian
• Hujan merupakan peristiwa ….
a. menguap, mengembun
b. menguap, melebur
c. melebur, mengembun
d. mengembun, melebur
• Gaya tarik antar partikel pada zat padat adalah ….
a. sangat kuat
b. kurang kuat
c. tidak tentu
d. selalu berubah
• Lakukan percobaan adhesi dan kohesi dengan menggunakan alat dan bahan yang disediakan
• JelaskanMengapa pada musim hujan tembok menjadi lembab ?

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : ………………………..
Kelas / Semester : VII (tujuh)/Semester 1
Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Alokasi waktu : 4 X 40’

Standar Kompetensi : 3. Memahami wujud zat dan perubahannya

Kompetensi Dasar : 3.2 Mendeskripsikan konsep massa jenis dalam kehidupan sehari-hari

Tujuan Pembelajaran : Peserta didik dapat:
1. Menyimpulkan bahwa massa jenis merupakan ciri khas suatu zat.
2. Menyimpulkan pengaruh massa dan volume terhadap massa jenis suatu zat.
3. Menghitung massa jenis suatu zat.
4. Mengaplikasikan konsep massa jenis dalam kehidupan sehari-hari.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

Materi Pembelajaran : Massa Jenis

Metode Pembelajaran : Model:
– Direct Instruction (DI)
– Cooperative Learning
Metode:
– Diskusi kelompok
– Eksperimen

Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA
a. Kegiatan Pendahuluan
. Motivasi dan apersepsi
– Apakah wujud zat dapat dibedakan berdasarkan massa jenisnya?
– Apakah massa dan volume mempengaruhi massa jenis suatu zat?
. Prasyarat pengetahuan
– Apakah massa jenis merupakan ciri khas suatu zat?
– Faktor apakah yang mempengaruhi massa jenis suatu zat?
. Pra eksperimen
– Berhati-hatilah menggunakan peralatan laboratorium.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil neraca dua lengan, mistar, kayu, besi, alumunium, busa dan karet.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan massa jenis sebagai ciri khas suatu zat.
 Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen pengaruh massa dan volume benda terhadap massa jenisnya.
 Guru memeriksa kegiatan eksperimen yang dilakukan oleh peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya untuk membuat kesimpulan dari data percobaan.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

PERTEMUAN KEDUA
a. Kegiatan Pendahuluan
. Motivasi dan apersepsi
– Bagaimana menghitung massa jenis suatu zat?
– Mengapa air laut di muara sungai tidak dapat segera bercampur dengan air sungai?
. Prasyarat pengetahuan
– Apakah rumus massa jenis suatu zat?
– Bagaimana aplikasi konsep massa jenis dalam kehidupan sehari-hari?

a. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan faktor-faktor yang mempengaruhi massa jenis suatu zat.
 Guru memberikan contoh soal cara menghitung massa jenis suatu zat.
 Guru menunjuk salah satu peserta didik untuk menjawab soal mengenai massa jenis suatu zat di depan kelas, sedangkan peserta didik yang lain memperhatikannya.
 Guru memberikan beberapa soal untuk dikerjakan oleh peserta didik.
 Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih ada peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan aplikasi konsep massa jenis dalam kehi-dupan sehari-hari.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

Sumber Belajar
a. Buku IPA Terpadu.
b. Buku kerja
c. Alat-alat praktikum

Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Menyelidiki proses pemuain pada zat padat, cair dan gas
• Merencanakan percobaan sederhana untuk menunjukkan pemuaian zat cair dan zat padat
• Menunjukkan prinsip pemuian dalam teknologi misalnya Bimetal Observasi

Tes Unjuk kerja

Tes tertulis Lembar observas

Uji petik kerja prosedur dan produk

uraian • Menggunakan alat Muschenbroek untuk mengamati pemuaian zat
• Buatlah rancangan percobaan tentang pemuaian zat
• Jelaskan cara kerja setrika listrik otomatis….
• Jika sebatang besi dibagi menjadi dua bagian, massa jenisnya….
a. tetap
b. menjadi setengah massa jenis mula-mula
c.menjadi dua kali massa jenis mula-mula
d. menjadi seperempat massa jenis mula-mula
• Di muara sungai, air laut tidak dapat segera bercampur dengan air sungai. Mengapa demikian?

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : ………………………..
Kelas / Semester : VII (tujuh)/Semester 1
Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Alokasi waktu : 4 X 40’

Standar Kompetensi : 3. Memahami wujud zat dan perubahannya.

Kompetensi Dasar : 3.3 Melakukan percobaan yang berkaitan dengan pemuaian dalam kehi-dupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran : Peserta didik dapat:
1. Menyelidiki muai panjang dan volume pada zat padat.
2. Menyelidiki besar pemuaian berbagai macam zat cair.
3. Membandingkan pemuaian zat padat dan cair.
4. Menyelidiki jenis pemuaian yang dapat dilakukan oleh zat gas.
5. Mengaplikasikan konsep pemuaian dalam kehidupan sehari-hari.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

Materi Pembelajaran : Pemuaian Zat

Metode Pembelajaran : Model:
– Direct Instruction (DI)
– Cooperative Learning
Metode:
– Diskusi kelompok
– Eksperimen

Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA
a. Kegiatan Pendahuluan
. Motivasi dan apersepsi
– Mengapa panas dapat menyebabkan pemuaian?
– Samakah muai panjang berbagai zat padat?
– Manakah yang lebih besar: pemuaian zat padat atau cair?
. Prasyarat pengetahuan
– Faktor apakah yang mempengaruhi pemuaian?
– Alat apakah yang dapat digunakan untuk menyelidiki muai panjang zat padat?
– Mengapa pemuaian zat cair lebih besar daripada pemuaian zat padat?
. Pra eksperimen
– Berhati-hatilah menggunakan peralatan laboratorium.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Menyelidiki muai panjang dan volume pada zat padat.
 Menyelidiki besar pemuaian berbagai macam zat cair.
 Membandingkan pemuaian zat padat dan cair.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil alat musschenbroek, beberapa batang logam, sebuah bola logam dan bingkainya, serta pembakar bunsen.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan faktor yang mempengaruhi pemuaian.
 Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen pemuaian panjang dan volume pada zat padat.
 Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
 Guru memberi instruksi kepada peserta didik untuk melakukan eksperimen kelompok tentang pemuaian berbagai macam zat cair.
 Peserta didik melakukan eksperimen dengan menggunakan empat buah labu yang dilengkapi pipa kapiler; yang masing-masing diisi dengan air, eter, bensin dan alkohol kemudian dipanaskan dan amati apa yang terjadi.
 Guru memeriksa kegiatan eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya untuk membuat kesimpulan dari data percobaan.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan perbandingan pemuaian zat padat dan cair.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan
c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

PERTEMUAN KEDUA
a. Kegiatan Pendahuluan
. Motivasi dan apersepsi
– Apakah gas juga memuai jika dipanaskan?
– Mengapa sambungan rel kereta api selalu dibuat bercelah pada saat dipasang?
. Prasyarat pengetahuan
– Faktor apakah yang menyebabkan gas dapat memuai dan menyusut?
– Bagaimana aplikasi konsep pemuaian dalam kehidupan sehari-hari?
. Pra eksperimen
– Berhati-hatilah menggunakan peralatan laboratorium.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Menyelidiki jenis pemuaian yang dapat dilakukan oleh zat gas.
 Mengaplikasikan konsep pemuaian dalam kehidupan sehari-hari.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil sebuah labu berpipa kapiler, air hangat, air es, dua lembar kain lap, zat pewarna dan sebuah bejana berisi air dingin.
 Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen pemuaian gas.
 Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
 Guru memeriksa eksperimen pemuaian gas yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya untuk membuat kesimpulan dari data percobaan.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan aplikasi konsep pemuaian dalam kehidu-pan sehari-hari.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 Guru memberi penghargaan kepada peserta didik yang dapat menjawab soal dengan benar.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
 Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

Sumber Belajar
a. Buku IPA Terpadu
b. Buku kerja
c. Alat-alat praktikum

Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Menyelidiki proses pemuain pada zat padat, cair dan gas
• Merencanakan percobaan sederhana untuk menunjukkan pemuaian zat cair dan zat padat
• Menunjukkan prinsip pemuian dalam teknologi misalnya Bimetal Observasi

Tes Unjuk kerja

Tes tertulis Lembar observas

Uji petik kerja prosedur dan produk
uraian • Menggunakan alat Muschenbroek untuk mengamati pemuaian zat
• Buatlah rancangan percobaan tentang pemuaian zat

• Jelaskan cara kerja setrika listrik otomatis….

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : ………………………..
Kelas / Semester : VII (tujuh)/Semester 1
Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Alokasi waktu : 6 X 40’

Standar Kompetensi : 3. Memahami wujud dan perubahannya.

Kompetensi Dasar : 3.4 Mendeskripsikan peran kalor dalam mengubah wujud zat dan suhu suatu benda serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran : Peserta didik dapat:
1. Mengamati perpindahan energi akibat adanya perbedaan suhu.
2. Mengamati benda yang dapat menerima dan melepas kalor.
3. Mengamati hubungan antara kalor dan wujud zat.
4. Menjelaskan hubungan antara kalor dan penguapan.
5. Mengamati suhu air ketika mendidih.
6. Menyelidiki pengaruh tekanan dan ketidakmurnian zat terhadap titik didih.
7. Mengamati peristiwa peleburan dan pembekuan.
8. Menyelidiki pengaruh tekanan dan ketidakmurnian zat terhadap titik lebur.
9. Mengamati hubungan antara kalor dengan kenaikan suhu, massa zat dan jenis zat
10. Menerapkan hubungan antara kalor dengan kenaikan suhu, massa dan jenis zat dalam soal.
11. Mengamati hubungan antara kalor lebur dengan massa zat dan jenis zat.
12. Menerapkan hubungan antara kalor lebur dengan massa dan jenis zat dalam soal.
13. Mengaplikasikan konsep pemanfaatan sifat kalor dalam kehidupan sehari-hari.
14. Membedakan macam-macam perpindahan kalor.
15. Mengamati daya hantar kalor air.
16. Mengamati perpindahan kalor secara konveksi pada air.
17. Mengamati daya serap radiasi kalor.
18. Mengaplikasikan penerapan sifat-sifat perpindahan kalor dalam kehidupan sehari-hari.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

Materi Pembelajaran : Kalor

Metode Pembelajaran : Model:
– Direct Instruction (DI).
– Cooperative Learning.
Metode:
– Diskusi kelompok.
– Eksperimen.

Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA
a. Kegiatan Pendahuluan
. Motivasi dan apersepsi
– Mengapa logam dapat menjadi panas jika dijemur di bawah terik matahari?
– Mengapa es yang dibiarkan di tempat terbuka lama-kelamaan akan mencair?
– Mengapa kupu-kupu cepat kehilangan panas tubuh, sehingga mudah kedinginan?
. Prasyarat pengetahuan
– Apakah kalor merupakan salah satu bentuk energi?
– Apakah semua benda dapat menerima dan melepas kalor?
– Faktor apa sajakah yang mempercepat penguapan?
. Pra eksperimen
– Berhati-hatilah menggunakan peralatan laboratorium.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Mengamati perpindahan energi akibat adanya perbedaan suhu.
 Mengamati benda yang dapat menerima dan melepas kalor.
 Mengamati hubungan antara kalor dan wujud zat.
 Menjelaskan hubungan antara kalor dan penguapan.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil gelas beker, bejana plastik, bejana logam, pembakar bunsen, termometer, air dingin, air panas dan es batu.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan bahwa kalor merupakan salah satu bentuk energi yang dapat mengubah suhu benda dan setiap benda dapat menerima dan melepas kalor.
 Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen perpindahan energi dan hubungan antara kalor dengan wujud zat.
 Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan hubungan antara kalor dengan pengua-pan dan faktor-faktor yang mempercepat penguapan.
 Guru memberi instruksi kepada peserta didik untuk melakukan eksperimen tentang pengaruh tekanan dan ketidakmurnian zat terhadap titik didih.
 Peserta didik melakukan eksperimen dengan menggunakan labu didih, selang karet, termo-meter, pembakar bunsen dan penyangganya, air, garam dapur, gelas beker 100 mL dan stopwatch.
 Guru memeriksa kegiatan eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya untuk membuat kesimpulan dari hasil percobaan dan mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

PERTEMUAN KEDUA
a. Kegiatan Pendahuluan
. Motivasi dan apersepsi
– Mengapa pemain ice skating dapat dengan mudah meluncur di atas lapisan es?
– Samakah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu suatu zat kalau massanya berbeda?
. Prasyarat pengetahuan
– Bagaimana pengaruh tekanan terhadap titik lebur zat?
– Hal apa sajakah yang mempengaruhi besarnya kalor dalam mengubah suhu suatu zat?
. Pra eksperimen
– Berhati-hatilah menggunakan peralatan laboratorium.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan perbedaan antara melebur dan membeku.
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil parafin murni, bejana logam, pembakar bunsen, stopwatch, termometer, sebongkah es batu, seutas kawat, dua beban; masing-masing bermassa 1 kg dan dua penumpu.
 Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen peleburan dan pembe-kuan serta pengaruh tekanan pada titik lebur es.
 Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengaruh tekanan dan ketidakmurnian zat terhadap titik lebur.
 Guru memberi instruksi kepada peserta didik untuk melakukan eksperimen mengenai hubu-ngan antara kalor dengan kenaikan suhu, massa zat dan jenis zat.
 Peserta didik melakukan eksperimen dengan pemanas listrik (heater), kalorimeter, termo-meter, stopwatch, joulemeter, gelas kimia, air dan minyak goreng.
 Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik berdiskusi kelompok untuk membuat kesimpulan dari hasil percobaan.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Guru memberi contoh soal mengenai hubungan antara kalor dengan kenaikan suhu, massa zat dan jenis zat.
 Salah seorang peserta didik ditunjuk untuk menyelesaikan soal (dibimbing oleh guru) dihada-pan peserta didik lainnya.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 Guru memberikan penghargaan pada kelompok dengan kinerja baik.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
 Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

PERTEMUAN KETIGA
a. Kegiatan Pendahuluan
. Motivasi dan apersepsi
– Samakah prinsip kerja antara pendingin ruangan dengan lemari es?
– Mengapa benda yang berwarna hitam lebih menyerap panas daripada benda berwarna putih?
. Prasyarat pengetahuan
– Bagaimana aplikasi konsep pemanfaatan sifat kalor dalam kehidupan sehari-hari?
– Apakah perbedaan antara konduksi, konveksi dan radiasi?
. Pra eksperimen
– Berhati-hatilah menggunakan peralatan laboratorium.
b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil mentega, kapur barus, lilin, gelas kimia dan stopwatch.
 Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen hubungan antara kalor lebur dengan massa zat dan jenis zat.
 Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan hubungan antara kalor lebur dengan massa zat dan jenis zat.
 Guru memberi contoh soal mengenai hubungan kalor lebur dengan massa zat dan jenis zat.
 Salah seorang peserta didik ditunjuk untuk menyelesaikan soal (dibimbing oleh guru) di hadapan peserta didik lainnya.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pemanfaatan sifat kalor dalam kehidupan sehari-hari.
 Guru memberi instruksi kepada peserta didik untuk melakukan eksperimen mengenai macam-macam perpindahan kalor (konduksi, konveksi dan radiasi).
 Peserta didik melakukan eksperimen dengan menggunakan tabung reaksi, es batu, potongan kecil plat besi, pemanas serta dudukannya, labu didih, penyangga kaki tiga, air, zat pewarna, bohlam yang dicat hitam, bohlam yang dicat hitam dan pipa U.
 Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya untuk membuat kesimpulan dari hasil percobaan.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan penerapan sifat-sifat perpindahan kalor dalam kehidupan sehari-hari.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 Guru memberikan penghargaan pada kelompok dengan kinerja baik.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
 Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

Sumber Belajar
a. Buku IPA Terpadu.
b. Buku kerja.
c. Alat-alat praktikum.

Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Menyelidiki pengaruh kalor terhadap perubahan suhu benda, perubahan wujud zat
• Menyelidiki faktor-faktor yang dapat mempercepat penguapan
• Menyelidiki banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu zat
• Menyelidiki kalor yang dibutuhkan pada saat mendididh dan melebur
• Menerapkan hubungan Q = m.C. ∆t Q = m.U dan Q = m.L untuk meyelesaikan masalah sederhana Tes observasi

Tes tertulis

Observasi

observasi

Tes tertulis Lembar observasi

isian

lembar observasi

Lembar observasi

Uraian • Pengamatan perubahan suhu dan perubahan wujud zat
Salah satu cara mempercepat penguapan yaitu dengan ………
• Pengamatan kenaikan suhu, diperlukan kalor
• Pengamatan pada saat mendidih dan melebur diperlukan kalor!
• Hitung kalor yang diperlukan bila massa zat, kalor jenis dan kenaikan suhu diketahui
• Jika memasak air, seluruh bagian air akan menjadi panas. Hal ini disebabkan kalor dipindahkan dalam air secara….
a. konduksi c. radiasi
b. konveksi d infeksi
• Sebuah pemanas listrik memiliki daya 350 watt digunakan selama 45 menit untuk memanaskan air dari suhu 300C menjadi 900C. Jika kalor jenis air 4200 J/kg0C, tentukan massa air tersebut. ditegangkan?

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : ………………………..
Kelas / Semester : VII (tujuh)/Semester 1
Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Alokasi waktu : 2 X 40’

Standar Kompetensi : 4. Memahami berbagai sifat dalam perubahan fisika dan kimia.

Kompetensi Dasar : 4.1 Membandingkan sifat fisika dan sifat kimia zat.

Tujuan Pembelajaran : Peserta didik dapat:
1. Menjelaskan pengertian sifat intensif dan sifat ekstensif zat.
2. Membedakan sifat intensif dan sifat ekstensif.
3. Menjelaskan pengertian sifat fisika dan sifat kimia zat.
4. Menyebutkan beberapa sifat fisika zat.
5. Menyebutkan beberapa sifat kimia.
6. Membedakan sifat fisika dan sifat kimia zat.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

Materi Pembelajaran : Sifat Fisika dan Sifat Kimia

Metode Pembelajaran : Model:
– Direct Instruction (DI)
– Cooperative Learning
Metode:
– Diskusi kelompok
– Ceramah

Langkah-langkah Kegiatan
a. Kegiatan Pendahuluan
. Motivasi dan apersepsi
– Apakah warna tergolong sifat intensif atau sifat ekstensif dari suatu zat?
– Bagaimana cara menentukan tingkat kekerasan suatu zat?
. Prasyarat pengetahuan
– Apakah yang dimaksud dengan sifat intensif zat?
– Apakah yang dimaksud dengan tingkat kekerasan?

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Mengamati perpindahan energi akibat adanya perbedaan suhu.
 Mengamati benda yang dapat menerima dan melepas kalor.
 Mengamati hubungan antara kalor dan wujud zat.
 Menjelaskan hubungan antara kalor dan penguapan.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian sifat intensif dan ekstensif zat.
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai beberapa sifat intensif dan ekstensif zat.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian sifat fisika suatu zat.
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai beberapa sifat fisika zat (titik lebur, titik didih, daya hantar panas, daya hantar listrik, kerapatan dan tingkat kekerasan).
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

Sumber Belajar
a. Buku IPA Terpadu.
b. Buku referensi yang relevan.

Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
– Membandingkan hasil pengamatan perubahan fisika dan perubahan kimia

– Mengklasifikasi perubahan fisika dan perubahan kimia dalam kehidupan sehari-hari dan mengkomunikasikannya
Tes unjuk kerja

Tes tertulis Tes identifikasi

PG Buatlah data dari hasil pengamatanmu tentang benda-benda yang mengalami perubahan fisika dan kimia

Perubahan fisika terjadi pada peristiwa ….
a. air menjadi es
b. kertas dibakar
c. nasi menjadi bubur
d. besi berkarat

Manakah yang merupakan sifat fisika dan sifat kimia zat dari beberapa sifat zat di bawah ini?
– kerapatan – bensin mudah terbakar
– titik lebur – titik didih
– besi mudah terkorosi
– Contoh tes PG:

Berikut ini yang termasuk sifat intensif adalah….
a panjang
b. titik beku
c. volum
d berat

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : ………………………..
Kelas / Semester : VII (tujuh)/Semester 1
Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Alokasi waktu : 2 X 40’

Standar Kompetensi : 4. Memahami berbagai sifat dalam perubahan fisika dan kimia.

Kompetensi Dasar : 4.2 Melakukan pemisahan campuran dengan berbagai cara berdasarkan sifat fisika dan sifat kimia.

Tujuan Pembelajaran : Peserta didik dapat:
1. Menjelaskan manfaat proses pemisahan campuran.
2. Menjelaskan dasar atau prinsip yang digunakan dalam proses pemisahan campuran.
3. Menjelaskan beberapa cara memisahkan zat-zat penyusun suatu campuran.
4. Mengetahui prinsip distilasi untuk pemisahan campuran.
5. Mengetahui prinsip-prinsip kromatografi.
6. Menjelaskan pengertian kadar zat dalam campuran.
7. Menghitung kadar zat dalam campuran.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

Materi Pembelajaran : Pemisahan Campuran

Metode Pembelajaran : Model:
– Direct Instruction (DI)
– Cooperative Learning
Metode:
– Diskusi kelompok
– Ceramah
– Eksperimen

Langkah-langkah Kegiatan
a. Kegiatan Pendahuluan
. Motivasi dan apersepsi
– Mengapa pasir yang akan digunakan untuk campuran semen perlu diayak?
– Bagaimana cara memisahkan garam dari air laut?
. Prasyarat pengetahuan
– Apakah manfaat proses pemisahan campuran?
– Bagaimana prinsip pemisahan campuran secara evaporasi?

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Menjelaskan manfaat proses pemisahan campuran.
 Menjelaskan dasar atau prinsip yang digunakan dalam proses pemisahan campuran.
 Menjelaskan beberapa cara memisahkan zat-zat penyusun suatu campuran.
 Mengetahui prinsip distilasi untuk pemisahan campuran.
 Mengetahui prinsip-prinsip kromatografi.
 Menjelaskan pengertian kadar zat dalam campuran.
 Menghitung kadar zat dalam campuran.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan manfaat proses pemisahan campuran.
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai prinsip yang digunakan dalam proses pemisahan campuran (perbedaan titik didih, kelarutan atau ukuran partikel).
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) dengan kelompoknya mendiskusikan beberapa proses pemisahan campuran (pengayakan, dekantir, penyaringan, sentrifugasi, evaporasi, pelarutan, pemisahan dengan menggunakan magnet dan sublimasi).
 Perwakilan peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara bergantian, dimana masing-masing kelompok diminta untuk menjelaskan salah satu proses pemisahan campuran.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

Sumber Belajar
a. Buku IPA Terpadu
b. Buku kerja.
c. Alat praktikum

Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
– Menjelaskan dasar pemisahan campuran berdasarkan ukuran partikel dan titik didih
– Melakukan percobaan penjernihan air dengan teknik sederhana
– Melakukan percobaan untuk memisahkan campuran yang sesuai dengan metode yang dipilih ( penyaringan, destilasi, penguapan dan sublimasi ) Tes tertulis

Penugasan

Observasi Isian

Tugas proyek

Lembar observasi Disediakan bahan-bahan, kemudian pisahkan berdasarkan ukuran partikelnya ….

Lakukan tugas untuk penjernihan air secara sederhana

Rancanglah alat sederhana untuk menjernihkan air

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : ………………………..
Kelas / Semester : VII (tujuh)/Semester 1
Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Alokasi waktu : 2 X 40’

Standar Kompetensi : 4. Memahami berbagai sifat dalam perubahan fisika dan kimia.

Kompetensi Dasar : 4.3 Menyimpulkan perubahan fisika dan kimia berdasarkan hasil percobaan sederhana.

Tujuan Pembelajaran : Peserta didik dapat:
1. Menjelaskan sebab-sebab terjadinya perubahan fisika.
2. Menyebutkan ciri-ciri perubahan fisika.
3. Mengamati beberapa peristiwa yang menunjukkan perubahan fisika.
4. Menyebutkan perubahan fisika dalam kehidupan sehari-hari.
5. Menjelaskan sebab-sebab terjadinya perubahan kimia.
6. Menyebutkan ciri-ciri perubahan kimia.
7. Mengamati beberapa peristiwa yang menunjukkan perubahan kimia.
8. Menyebutkan perubahan kimia dalam kehidupan sehari-hari.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

Materi Pembelajaran : Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia

Metode Pembelajaran : Model:
– Direct Instruction (DI)
– Cooperative Learning
Metode:
– Diskusi kelompok
– Ceramah
– Eksperimen

Langkah-langkah Kegiatan
a. Kegiatan Pendahuluan
. Motivasi dan apersepsi
– Apakah merebus air tergolong perubahan fisika atau perubahan kimia?
– Apakah gula pasir yang telah dicampur dengan air dapat dipisahkan kembali?
. Prasyarat pengetahuan
– Apakah ciri-ciri perubahan fisika?
– Bagaimana sebab-sebab terjadinya perubahan fisika?
. Pra eksperimen
– Berhati-hatilah menggunakan peralatan laboratorium.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Menjelaskan sebab-sebab terjadinya perubahan fisika.
 Menyebutkan ciri-ciri perubahan fisika.
 Mengamati beberapa peristiwa yang menunjukkan perubahan fisika.
 Menyebutkan perubahan fisika dalam kehidupan sehari-hari.
 Menjelaskan sebab-sebab terjadinya perubahan kimia.
 Menyebutkan ciri-ciri perubahan kimia.
 Mengamati beberapa peristiwa yang menunjukkan perubahan kimia.
 Menyebutkan perubahan kimia dalam kehidupan sehari-hari.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian perubahan fisika dan menye-butkan beberapa contohnya.
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai sebab-sebab terjadinya peru-bahan fisika (pelepasan dan pengambilan panas, pencampuran zat; selama zat-zat yang bercampur tidak membentuk zat baru dan di potong atau dibelah).
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil es batu, air, gelas kimia, gula, teh dan pengaduk.
 Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen perubahan fisika.
 Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian perubahan kimia dan menye-butkan beberapa contohnya.
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai sebab-sebab terjadinya peruba-han kimia ( pembakaran, pencampuran zat, dan aliran listrik).
 Guru memberi instruksi kepada peserta didik untuk melakukan eksperimen mengenai peru-bahan kimia.
 Peserta didik secara berkelompok melakukan eksperimen dengan menggunakan kertas putih, korek api, tabung reaksi, larutan natrium hidroksida dan larutan asam klorida.
 Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melaku-kannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya untuk membuat kesimpulan dari hasil percobaan untuk membandingkan karakteristik perubahan fisika dan kimia.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

Sumber Belajar
a. Buku IPA Terpadu
b. Buku kerja.
c. Alat praktikum

Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
– Membuat kesimpulan dari hasil pecobaan perubahan fisika dan kimia
– Membandingkan karakteristik perubahan kimia dan fisika berdasarkan percobaan Tes tertulis

Tes unjuk kerja PG

Uji petik kerja Gula larut dalam air merupakan perubahan fisika karena ….
a. terjadi zat baru
b. tidak terjadi zat baru
c. gula mencair
d.gula bereaksi

Tunjukkan melalui percobaan perbedaan antara perubahan kimia dan perubahan fisika!

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : ………………………..
Kelas / Semester : VII (tujuh)/Semester 1
Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Alokasi waktu : 2 X 40’

Standar Kompetensi : 4. Memahami berbagai sifat dalam perubahan fisika dan kimia.

Kompetensi Dasar : 4.4 Mengidentifikasi terjadinya reaksi kimia melalui percobaan sederhana.

Tujuan Pembelajaran : Peserta didik dapat:
1. Menuliskan persamaan reaksi kimia.
2. Menyebutkan ciri-ciri reaksi kimia.
3. Mengamati salah satu ciri reaksi kimia, yaitu pembentukan gas.
4. Menjelaskan jenis-jenis reaksi kimia.
5. Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi kimia.
6. Mengamati pengaruh konsentrasi pereaksi terhadap kecepatan reaksi kimia.
7. Mengamati pengaruh luas permukaan sentuh terhadap kecepatan reaksi kimia.
8. Menjelaskan reaksi kimia yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

Materi Pembelajaran : Reaksi Kimia

Metode Pembelajaran : Model:
– Direct Instruction (DI)
– Cooperative Learning
Metode:
– Diskusi kelompok
– Ceramah
– Eksperimen

Langkah-langkah Kegiatan

a. Kegiatan Pendahuluan
. Motivasi dan apersepsi
– Apakah pembentukan gas tergolong ciri reaksi kimia?
– Mengapa makanan bisa menjadi tengik?
. Prasyarat pengetahuan
– Apakah ciri-ciri reaksi kimia?
– Apakah yang dimaksud dengan oksidasi?
. Pra eksperimen
– Berhati-hatilah menggunakan peralatan laboratorium.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Menuliskan persamaan reaksi kimia.
 Menyebutkan ciri-ciri reaksi kimia.
 Mengamati salah satu ciri reaksi kimia, yaitu pembentukan gas.
 Menjelaskan jenis-jenis reaksi kimia.
 Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi kimia.
 Mengamati pengaruh konsentrasi pereaksi terhadap kecepatan reaksi kimia.
 Mengamati pengaruh luas permukaan sentuh terhadap kecepatan reaksi kimia.
 Menjelaskan reaksi kimia yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan cara penulisan persamaan reaksi kimia.
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai ciri-ciri reaksi kimia (pemben-tukan gas, pembentukan endapan, perubahan warna, dan perubahan suhu).
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil tabung reaksi, tutup tabung, pipa gelas, pipet tetes, potongan kalsium, larutan asam klorida 1 M dan air kapur.
 Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen untuk mengamati pembentukan gas sebagai salah satu ciri dari reaksi kimia.
 Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
 Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melaku-kannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya untuk membuat kesimpulan dari hasil percobaan.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan jenis-jenis reaksi kimia (dekomposisi, oksidasi, reduksi, reduksi, netralisasi, pengendapan, pertukaran, dan fermentasi).
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

Sumber Belajar
a. Buku IPA Terpadu.
b. Buku kerja.
c. Alat praktikum

Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
– Mereaksi dua zat untuk menunjukkan perubahan warna dan atau suhu
– Menyimpulkan ciri-ciri terjadinya reaksi kimia berdasarkan perubahan warna dan atau suhu Tes tertulis

Tes tertulis Isian

Uaian Bila Asam sulfat dicampur dengan Natrium Hidroksida akan berubah warna menjadi ….

Buatlah kesimpulan tentang reaksi kimia berdasarkan perubahan warna

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : ………………………..
Kelas / Semester : VII (tujuh)/Semester II
Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Alokasi waktu : 2 X 40’

Standar Kompetensi : 5. Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan.

Kompetensi Dasar : 5.1 Melaksanakan pengamatan objek secara terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi gejala alam biotik dan abiotik.

Tujuan Pembelajaran : Peserta didik dapat:
1. Menjelaskan pengertian komponen biotik.
2. Menyebutkan beberapa contoh dari komponen biotik.
3. Menjelaskan pengertian komponen abiotik.
4. Menyebutkan beberapa contoh dari komponen abiotik.
5. Menjelaskan gejala alam biotik yang biasa ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
6. Menjelaskan gejala alam abiotik yang biasa ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

Materi Pembelajaran : Gejala Alam Biotik dan Abiotik

Metode Pembelajaran : Model
– Direct Instruction (DI)
– Cooperative Learning
Metode
– Diskusi kelompok
– Ceramah

Langkah-langkah Kegiatan

a. Kegiatan Pendahuluan
. Motivasi dan apersepsi
– Hewan tergolong komponen biotik atau abiotik?
– Mengapa eceng gondok dapat tumbuh subur di perairan dekat persawahan?
. Prasyarat pengetahuan
– Apakah yang dimaksud dengan komponen biotik dan abiotik?
– Bagaimana eceng gondok dapat tumbuh subur di perairan dekat persawahan?

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Menjelaskan pengertian komponen biotik.
 Menyebutkan beberapa contoh dari komponen biotik.
 Menjelaskan pengertian komponen abiotik.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian komponen biotik.
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya menyebutkan beberapa contoh dari komponen biotik.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan gejala alam biotik maupun gejala alam abiotik yang biasa ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya membedakan gejala alam biotik dan gejala alam abiotik.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya..

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

Sumber Belajar
a. Buku IPA Terpadu
b. Lingkungan

Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
– Membandingkan gejala alam kebendaan dan kejadian pada objek abiotik melalui pengamatan
– Membandingkan gejala alam kebendaan dan kejadian pada objek biotik melalui pengamatan
Observasi

Tes Tulis Lembar observasi

PG

Berikut ini manakah yang termasuk gejala alam kejadian pada objek biotik?
a. bau
b. tumbuh
c. warna
d. ukuran

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : ………………………..
Kelas / Semester : VII (tujuh)/Semester II
Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Alokasi waktu : 3 X 40’

Standar Kompetensi : 5. Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan.

Kompetensi Dasar : 5.2 Menganalisa data percobaan GLB dan gerak lurus berubah beraturan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran : Peserta didik dapat:
1. Menjelaskan pengertian gerak dan sifatnya.
2. Membedakan pengertian perpindahan dan jarak.
3. Menjelaskan pengertian kelajuan.
4. Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kelajuan.
5. Menjelaskan pengertian GLB.
6. Menjelaskan ciri GLB.
7. Mengamati GLB.
8. Menjelaskan pengertian kecepatan.
9. Menjelaskan pengertian gerak lurus berubah beraturan.
10. Menjelaskan pengertian percepatan.
11. Mengamati gerak lurus dipercepat beraturan.
12. Menyebutkan gerak lurus berubah beraturan yang biasa ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

Materi Pembelajaran : Gerak

Metode Pembelajaran : Model
– Direct Instruction (DI)
– Cooperative Learning
Metode
– Diskusi kelompok
– Ceramah
– Eksperimen

Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA
a. Kegiatan Pendahuluan
. Motivasi dan apersepsi
– Apakah mobil yang melintas di jalanan tergolong melakukan gerak?
– Bagaimana cara menghitung kelajuan rata-rata mobil yang sedang bergerak?
. Prasyarat pengetahuan
– Apakah yang dimaksud dengan gerak?
– Faktor apa sajakah yang mempengaruhi kelajuan suatu benda?

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian gerak dan sifatnya.
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya menyebutkan beberapa contoh gerak.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian perpindahan, jarak dan kelajuan.
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya menjelaskan faktor-faktor yang mem-pengaruhi kelajuan suatu benda.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Guru memberikan contoh soal cara menghitung kelajuan suatu benda.
 Guru menunjuk salah satu peserta didik untuk menjawab soal mengenai kelajuan suatu benda di depan kelas, sedangkan peserta didik yang lain memperhatikannya.
 Guru memberikan beberapa soal untuk dikerjakan oleh peserta didik.
 Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih ada peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan
c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

PERTEMUAN KEDUA
a. Kegiatan Pendahuluan
. Motivasi dan apersepsi
– Apakah tujuan lintasan rel kereta api harus dibuat lurus dan mendatar?
– Gerak jatuh peloncat indah tergolong GLB atau GLBB?
. Prasyarat pengetahuan
– Apakah yang dimaksud dengan GLB?
– Apakah ciri dari gerak lurus berubah beraturan?
. Pra eksperimen
– Berhati-hatilah menggunakan peralatan laboratorium.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Menjelaskan pengertian GLB.
 Menjelaskan ciri GLB.
 Mengamati GLB.
 Menjelaskan pengertian kecepatan.
 Menjelaskan pengertian gerak lurus berubah beraturan.
 Menjelaskan pengertian percepatan.
 Mengamati gerak lurus dipercepat beraturan.
 Menyebutkan gerak lurus berubah beraturan yang biasa ditemui dalam kehidupan sehari-hari
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian GLB dan cirinya.
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai contoh GLB.
 Wakil tiap kelompok diminta untuk mengambil pewaktu ketik dan sebuah mobil mainan.
 Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen mengamati GLB.
 Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian kecepatan dan percepatan suatu benda.
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai pengertian GLBB dan cirinya.
 Guru memberi instruksi kepada peserta didik untuk melakukan eksperimen mengamati gerak lurus dipercepat beraturan.
 Peserta didik secara berkelompok melakukan eksperimen dengan menggunakan papan, balok kayu, sebuah mobil mainan dan pewaktu ketik.
 Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya untuk membuat kesimpulan dari hasil percobaan untuk membandingkan karakteristik GLB dan GLBB.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Guru memberikan contoh soal cara menghitung kecepatan dan percepatan suatu benda.
 Guru menunjuk salah satu peserta didik untuk menjawab soal mengenai kecepatan dan percepatan suatu benda di depan kelas, sedangkan peserta didik yang lain memperhatikan.
 Guru memberikan beberapa soal untuk dikerjakan oleh peserta didik.
 Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih ada peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 Guru memberikan penghargaan kepada kelompok dengan kinerja baik.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman kegiatan.
 Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

Sumber Belajar
a. Buku IPA Terpadu
b. Buku referensi yang relevan
c. Alat-alat praktikum

Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
– Menemukan persamaan laju yang ditempuh
– Menunjukkan Konsep GLB dalam kehidupan sehari-hari
– Mendefinisikan percepatan sebagai perubahan kecepatan setiap satuan waktu
– Menyelidiki GLBB dipercepat beraturan
– Menunjukkan konsep GLBB dalam kehidupan sehari-hari
Tes tulis

Testulis

Tes tulis

Tes tulis

Tes tulis PG

isian

Uraian

Isian

Isian Ciri GLB memiliki kecepatan ….
a. dipercepat
b. tetap
c. diperlambat
d. beraturan

Sebuah benda dilempar vertikal keatas merupakan GLBB …..

Tuliskan dalam lambang bahwa percepatan merupakan kecepatan setiap satuan waktu

Contoh Gerak lurus berubah beraturan dipercepat adalah …..

Seorang pengendara mobil melintas di jalan tol merupakan konsep ….

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : ………………………..
Kelas / Semester : VII (tujuh)/Semester II
Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Alokasi waktu : 3 X 40’

Standar Kompetensi : 5. Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan.

Kompetensi Dasar : 5.3 Menggunakan mikroskop dan peralatan pendukung lainnya untuk mengamati gejala-gejala kehidupan.

Tujuan Pembelajaran : Peserta didik dapat:
1. Menyebutkan nama bagian-bagian mikroskop.
2. Menunjukkan nama bagian-bagian mikroskop.
3. Menjelaskan fungsi bagian-bagian mikroskop.
4. Menggunakan mikroskop dengan benar.
5. Menyebutkan nama bentuk sayatan.
6. Membuat sayatan (melintang dan membujur).
7. Membuat preparat basah.
8. Membuka penutup tubuh hewan.
9. Mengoleksi makhluk hidup.
10. Menjelaskan cara mengawetkan hewan dan tumbuhan.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

Materi Pembelajaran : Mikroskop
Metode Pembelajaran : Model
– Direct Instruction (DI)
– Cooperative Learning
Metode
– Diskusi kelompok
– Demonstrasi
– Eksperimen

Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA
a. Kegiatan Pendahuluan
. Motivasi dan apersepsi
– Alat apakah yang digunakan untuk melihat benda yang sangat kecil?
– Pernahkah kalian melihat mikroskop?
. Prasyarat pengetahuan
– Apakah yang dimaksud dengan mikroskop?
– Bagaimana cara menggunakan mikroskop?
. Pra eksperimen
– Berhati-hatilah menggunakan mikroskop.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Menyebutkan nama bagian-bagian mikroskop.
 Menunjukkan nama bagian-bagian mikroskop.
 Menjelaskan fungsi bagian-bagian mikroskop.
 Menggunakan mikroskop dengan benar.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian mikroskop dan kegunaannya.
 Guru menunjukkan bagian-bagian mikroskop dan menunjukkannya kepada peserta didik.
 Guru meminta salah satu peserta didik untuk melakukan hal yang sama seperti yang ditunjukkan oleh guru, jika ada kesalahan langsung diberi umpan balik.
 Guru mendemonstrasikan langkah-langkah penggunaan mikroskop, pengamatan pada suatu objek, cara menggambar hasil, menentukan bangun benda dan ukuran benda di bawah mikroskop.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil mikroskop, gelas benda, kaca penutup, potongan kertas, dan rambut.
 Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen mengamati objek dengan mikroskop.
 Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
 Guru memberi instruksi kepada peserta didik untuk melakukan eksperimen mengetahui dan memahami cara mengukur objek mikroskopis dengan mikroskop.
 Peserta didik melakukan eksperimen dengan menggunakan mikroskop, mikrometer, gratikula dan lalat buah.
 Guru memeriksa kegiatan eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya untuk membuat kesimpulan dari hasil percobaan.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

PERTEMUAN KEDUA
a. Kegiatan Pendahuluan
. Motivasi dan apersepsi
– Bagaimana cara membuat sayatan?
– Pernahkah kalian membuat preparat basah?
. Prasyarat pengetahuan
– Apakah yang dimaksud dengan sayatan?
– Bagaimana cara membuat preparat basah?
. Pra eksperimen
– Berhati-hatilah menggunakan mikroskop.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Menyebutkan nama bentuk sayatan.
 Membuat sayatan (melintang dan membujur).
 Membuat preparat basah.
 Membuka penutup tubuh hewan.
 Mengoleksi makhluk hidup.
 Menjelaskan cara mengawetkan hewan dan tumbuhan.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.
 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian sayatan dan jenisnya.
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai tujuan membuat sayatan.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil mikroskop, silet, pinset, cawan kecil, pipet tetes, gelas benda, gelas penutup, botol bekas kopi, plastik, air kolam, batang yang muda dan tidak berkayu.
 Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen membuat sayatan dan preparat basah.
 Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan maksud membuka penutup tubuh hewan.
 Guru memberi instruksi kepada peserta didik untuk melakukan eksperimen membuka penutup tubuh hewan.
 Peserta didik secara berkelompok melakukan eksperimen dengan menggunakan gunting, jarum pentul, pinset, nampan bedah, parafin, ikan, katak dan kloroform.
 Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya untuk membuat kesimpulan dari hasil percobaan.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Guru menjelaskan cara mengawetkan hewan dan tumbuhan.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 Guru memberikan penghargaan kepada kelompok dengan kinerja baik.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman kegiatan.
 Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

Sumber Belajar
a. Buku IPA Terpadu
b. Buku referensi yang relevan
c. Alat-alat praktikum

Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
– Mengenal bagian-bagian mikroskop
– Menggunakan mikroskop dengan benar (mengatur fokus, pencahayaan, menemukan objec Mikropis) Tes unjuk kerja

Tes unjuk kerja Tes identifi-kasi

Uji petik kerja prosedur Tentukan dan sebutkan nama-nama bagian mikroskop!

Amati preparat basah atau preparat jadi yang sudah tersedia hingga ditemukan objek yang dimaksud!
c. Contoh Instrumen:
– Contoh uji petik kerja prosedur
Tentukan dan sebutkan bagian-bagian mikroskop.

No Aspek Skor
1. Kelengkapan bagian mikroskop yang disebut namanya 1
2 Kebenaran posisi setiap bagian mikroskop yang disebut namanya 2
Skor maksimum 3

– Contoh tes uraian
Jelaskan bagaimana cara membuat preparat irisan membujur batang.

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : ………………………..
Kelas / Semester : VII (tujuh)/Semester II
Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Alokasi waktu : 2 X 40’

Standar Kompetensi : 5. Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan.

Kompetensi Dasar : 5.4 Menerapkan keselamatan kerja dalam melakukan pengamatan gejala-gejala alam.

Tujuan Pembelajaran : Peserta didik dapat:
1. Menjelaskan fungsi dari laboratorium.
2. Mengetahui peraturan yang harus ditaati ketika berada di dalam laboratorium.
3. Mengetahui cara membawa dan menggunakan alat demi untuk keselamatan.
4. Menyebutkan bahan-bahan kimia di dalam laboratorium yang berbahaya bagi kesehatan.
5. Menjelaskan cara menyimpan dan mengambil bahan-bahan kimia yang ada di dalam laboratorium.
6. Mengidentifikasi simbol-simbol dan alat-alat yang ada di dalam laboratorium.
7. Menjelaskan arti simbol-simbol dalam bahan kimia.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

Materi Pembelajaran : Keselamatan Kerja

Metode Pembelajaran : Model
– Direct Instruction (DI)
– Cooperative Learning
Metode
– Diskusi kelompok
– Demonstrasi

Langkah-langkah Kegiatan

a. Kegiatan Pendahuluan
. Motivasi dan apersepsi
– Bolehkah kita menghirup bahan kimia secara langsung?
– Apakah arti dari tanda silang yang terdapat pada bahan kimia?
. Prasyarat pengetahuan
– Peraturan apa sajakah yang harus ditaati ketika berada di dalam laboratorium?
– Apakah arti dari simbol-simbol dalam bahan kimia?
b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Menjelaskan fungsi dari laboratorium.
 Mengetahui peraturan yang harus ditaati ketika berada di dalam laboratorium.
 Mengetahui cara membawa dan menggunakan alat demi untuk keselamatan.
 Menyebutkan bahan-bahan kimia di dalam laboratorium yang berbahaya bagi kesehatan.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan fungsi dari laboratorium.
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya menyebutkan beberapa alat dan bahan yang terdapat di dalam laboratorium.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan peraturan yang harus ditaati ketika berada di dalam laboratorium.
 Guru mendemonstrasikan cara membawa dan menggunakan alat-alat yang ada di dalam laboratorium demi untuk keselamatan kepada peserta didik.
 Guru meminta salah satu peserta didik untuk melakukan hal yang sama seperti yang ditunjukkan oleh guru, jika ada kesalahan langsung diberi umpan balik.
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya menyebutkan bahan-bahan kimia di dalam laboratorium yang berbahaya bagi kesehatan.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan cara menyimpan dan mengambil bahan-bahan kimia yang ada di dalam laboratorium.
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai arti simbol-simbol dalam bahan kimia yang ada di dalam laboratorium.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) keliling laboratorium untuk mengidentifikasi simbol-simbol dan alat-alat yang ada di dalam laboratorium.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

Sumber Belajar
a. Buku IPA Terpadu
b. Buku referensi yang relevan
c. Alat dan bahan praktikum

Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
– Memegang, membawa dan memperlakukan alat dan bahan secara ama

– Mendeskripsikan bahan-bahan yang berbahaya dan yang dapat menimbulkan penyakit

– Mengindentifikasi simbol-simbol dalam Laboratorium
Tes unjuk kerja

Tes tulis

Tes tulis uji petik kerja produk

PG

PG Lakukan dengan prosedur yang benar cara membawa dan memperlakuakan mikroskop!

Manakah bahan-bahan yang berbahaya dan yang dapat menimbulkan penyakit yang dapat diitemukan di laboratirium?
a. air
b. asam sulfat
c. alkohol
d. larutan glukose

Apakah arti simbol di bawah ini?

a. bahan yang mudah terbakar
b. bahan yang beracun
c. alat mudah pecah
d. alat mudah mengalami korosi

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : ………………………..
Kelas / Semester : VII (tujuh)/Semester II
Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Alokasi waktu : 2 X 40’

Standar Kompetensi : 6. Memahami keanekaragaman makhluk hidup.

Kompetensi Dasar : 6.1 Mengidentifikasi ciri-ciri makhluk hidup.

Tujuan Pembelajaran : Peserta didik dapat:
1. Menjelaskan perbedaan makhluk hidup dan makhluk tak hidup.
2. Menyebutkan ciri-ciri makhluk tak hidup.
3. Mengetahui reaksi tumbuhan terhadap rangsangan.
4. Menentukan ciri-ciri makhluk hidup berdasarkan pengamatan.
5. Membuat laporan ciri-ciri makhluk hidup berdasar hasil observasi.
6. Menjelaskan perbedaan antara hewan dan tumbuhan.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

Materi Pembelajaran : Ciri-ciri Makhluk Hidup

Metode Pembelajaran : Model
– Direct Instruction (DI)
– Cooperative Learning
Metode
– Diskusi kelompok
– Observasi

Langkah-langkah Kegiatan
a. Kegiatan Pendahuluan
. Motivasi dan apersepsi
– Apakah perbedaan antara batu dengan ayam?
– Mengapa tumbuhan putri malu akan mengatup daunnya bila tersentuh?

. Prasyarat pengetahuan
– Apakah ciri-ciri makhluk hidup?
– Apakah perbedaan antara hewan dan tumbuhan?

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Menjelaskan perbedaan makhluk hidup dan makhluk tak hidup.
 Menyebutkan ciri-ciri makhluk tak hidup.
 Mengetahui reaksi tumbuhan terhadap rangsangan.
 Menentukan ciri-ciri makhluk hidup berdasarkan pengamatan.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) jalan-jalan ke halaman sekolah untuk mencatat apa saja yang ditemukan.
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya menyebutkan perbedaan makhluk hidup dan makhluk tak hidup.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan ciri-ciri makhluk hidup.
 Wakil tiap kelompok diminta mengambil tumbuhan putri malu, batang korek api dan air.
 Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen mengetahui reaksi tumbuhan putri malu terhadap rangsangan sentuh.
 Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mengamati satu pot tanaman yang subur dan men-diskusikan mengapa di sekeliling tumbuhan induk banyak tumbuhan yang kecil-kecil.
 Guru memberi instruksi kepada peserta didik untuk melakukan eksperimen menanam kacang hijau, satu pot diletakkan di tempat terang dan satu lagi di tempat gelap.
 Setelah 4-5 hari kemudian, peserta didik secara berkelompok diminta mengamati dan membuat kesimpulan dari kegiatan tersebut.
 Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan perbedaan antara hewan dan tumbuhan.
 Peserta didik berdiskusi dengan kelompoknya untuk menyimpulkan hasil percobaan.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;
 Guru memberikan tugas rumah, peserta didik diminta untuk mengamati makhluk hidup dalam daftar berikut:
– jamur yang tumbuh pada roti – cacing tanah
– biji yang sedang berkecambah – ikan
– daun pada pohon yang masih hidup – katak
– tanaman berbunga – diri kamu sendiri
Tuliskan masing-masing ciri makhluk hidup yang dapat kalian amati.

Sumber Belajar
a. Buku IPA Terpadu
b. Alat dan bahan praktikum
c. Lingkungan

Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Mengidentifikasi ciri-ciri mahluk hidup

• Membuat laporan ciri-ciri makhluk hidup berdasar hasil observasi

• Membedakan ciri tumbuhan dan hewan Tes tertulis

Tes kinerja

Tes tertulis PG

Ter unjuk kerja produk

Uraian

Berikut ini ciri yang bukan hanya dimiliki oleh mahluk hidup yaitu …
a. tumbuh membesar
b. memerlukan sumber energi
c. memerlukan oksigen untuk pembakaran
d. beradaptasi terhadap lingkungan*

Pilihlah tiga mahluk hidup yang ada di sekitar dan lidentifikasilah ciri-cirinya minimum 4 ciri, dan buatlah laporannya!

Manakah di antara ciri-ciri mahluk hidup yang dapat dipakai untuk membedakan hewan dan tumbuhan?

Contoh Instrumen:
– Contoh tes unjuk kerja produk
Mengetahui reaksi tumbuhan putri malu terhadap rangsangan sentuhan dan air.

Jenis rangsangan Bagian tumbuhan yang diberi rangsangan Reaksi tumbuhan
Sentuhan Ujung daun
Pangkal daun
Batang
Tetesan air Ujung daun
Pangkal daun
Batang

– Contoh tes PG
Zat-zat sisa metabolisme yang harus dikeluarkan dari tubuh kita sebagai berikut, kecuali…
a. urin (air seni)
b. karbon dioksida
c. kelenjar pencernaan
d. keringat
– Contoh tes uraian
Apakah tujuan makhluk hidup berkembang biak?

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : ………………………..
Kelas / Semester : VII (tujuh)/Semester II
Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Alokasi waktu : 4 X 40’

Standar Kompetensi : 6. Memahami keanekaragaman makhluk hidup.

Kompetensi Dasar : 6.2 Mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki.

Tujuan Pembelajaran : Peserta didik dapat:
1. Menjelaskan tujuan klasifikasi makhluk hidup.
2. Menjelaskan dasar klasifikasi makhluk hidup.
3. Mengelompokkan hewan berdasarkan bentuk luar tubuh sebagai dasar klasifikasi.
4. Mengetahui klasifikasi makhluk hidup menurut Carolus Linnaeus.
5. Mengetahui sistem klasifikasi 5 kingdom.
6. Menuliskan nama ilmiah makhluk hidup.
7. Menjelaskan tujuan kunci determinasi.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

Materi Pembelajaran : Klasifikasi Makhluk Hidup

Metode Pembelajaran : Model
– Direct Instruction (DI)
– Cooperative Learning
Metode
– Diskusi kelompok
– Observasi

Langkah-langkah Kegiatan
Pertemuan pertama dan kedua :
a. Kegiatan Pendahuluan
. Motivasi dan apersepsi
– Bagaimana cara mengelompokkan makhluk hidup?
– Apakah nama ilmiah dari tanaman padi?
. Prasyarat pengetahuan
– Apakah dasar klasifikasi makhluk hidup?
– Bagaimana aturan untuk menulis nama ilmiah makhluk hidup?
. Pra eksperimen
– Berhati-hatilah menggunakan peralatan laboratorium.
b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Menjelaskan tujuan klasifikasi makhluk hidup.
 Menjelaskan dasar klasifikasi makhluk hidup.
 Mengelompokkan hewan berdasarkan bentuk luar tubuh sebagai dasar klasifikasi.
 Mengetahui klasifikasi makhluk hidup menurut Carolus Linnaeus.
 Mengetahui sistem klasifikasi 5 kingdom.
 Menuliskan nama ilmiah makhluk hidup.
 Menjelaskan tujuan kunci determinasi.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) jalan-jalan ke halaman sekolah untuk mencatat makhluk hidup yang ditemukan.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan tujuan klasifikasi makhluk hidup.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menentukan dasar dari klasifikasi makhluk hidup (berdasarkan ukuran tubuh, lingkungan tempat tinggal, manfaat dan jenis makanan).
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil cawan petri, pinset, kaca pem-besar, belalang, kumbang, kupu-kupu, capung, udang, semut, lalat, laba-laba dan kaki seribu.
 Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen mengelompokkan hewan berdasarkan bentuk luar tubuh sebagai dasar klasifikasi.
 Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
 Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan kelemahan dari beberapa dasar klasifikasi makhluk hidup yang telah ditentukan sebelumnya.
 Guru menjelaskan dasar klasifikasi makhluk hidup menurut Carolus Linnaeus dan sistem klasifikasi 5 kingdom.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan beberapa kelebihan dari dasar klasi-fikasi makhluk hidup menurut Carolus Linnaeus dan sistem klasifikasi lima kingdom.
 Guru menjelaskan aturan tata nama ilmiah makhluk hidup dan memberikan beberapa contoh nama ilmiah makhluk hidup.
 Peserta didik dalam setiap kelompok berdiskusi untuk menuliskan nama ilmiah makhluk hidup yang ditemui di sekitar sekolah.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Guru menjelaskan tujuan adanya kunci determinasi dan memberikan contoh kunci determinasi untuk menempatkan makhluk hidup ke dalam suatu kingdom.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

Sumber Belajar
a. Buku IPA Terpadu
b. Alat dan bahan praktikum
c. Lingkungan

Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Membedakan makhluk hidup yang satu dengan yang lainnya berdasarkan ciri khusus kehidupan yang dimilikinya

• Mendeskripsikan pentingnya dilakukan klasifikasi makhluk hidup

• Membuat perbandingan ciri-ciri khusus tiap kingdom dalam sistem 3 kingdom

• Mengklasifikasi beberapa mahluk hidup di sekitar berdasar ciri yang diamati
Ter tertulis

Tes tertulis

Tes tertulis

Tes unjuk kerja PG

Uraian

Uraian

Uji petik kerja produk Ciri yang dengan mudah untuk membedakan antara kadal dan katak yaitu
a. kepala
b. kulit
c. alat gerak*
d. ekor
Apa sajakah keuntungan yang dapat kita peroleh dengan adanya pengklasifikasian makhluk hidup?

Buatlah tabel perbandingan untuk menunjukkan ciri-ciri khusus tiap kingdom dalam sistem 3 kingdom berdasar sel penyusunnya!

Dari gambar hewan yang sudah tersedia klasifikasikan berdasar ciri yang dapat diamati dan buatlah tabel klasifikasinya!

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : ………………………..
Kelas / Semester : VII (tujuh)/Semester II
Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Alokasi waktu : 4 X 40’

Standar Kompetensi : 6. Memahami keanekaragaman makhluk hidup.

Kompetensi Dasar : 6.3 Mendeskripsikan keragaman pada sistem organisasi kehidupan mulai dari tingkat sel sampai organisme.

Tujuan Pembelajaran : Peserta didik dapat:
1. Menjelaskan pengertian sel.
2. Menjelaskan bagian-bagian sel.
3. Membedakan sel tumbuhan dan sel hewan.
4. Mengamati bagian-bagian sel tumbuhan dan sel hewan.
5. Menjelaskan pengertian jaringan.
6. Menyebutkan macam-macam jaringan pada vertebrata dan manusia.
7. Menyebutkan macam-macam jaringan pada tumbuhan.
8. Mengenal jaringan-jaringan yang terdapat pada tumbuhan.
9. Menjelaskan fungsi dari macam-macam jaringan.
10. Menjelaskan pengertian organ.
11. Menyebutkan macam-macam organ pada vertebrata dan manusia.
12. Menyebutkan macam-macam organ pada tumbuhan.
13. Menjelaskan fungsi dari macam-macam organ.
14. Menjelaskan pengertian sistem organ.
15. Menyebutkan macam-macam sistem organ pada vertebrata dan manusia.
16. Menyebutkan macam-macam sistem organ pada tumbuhan.
17. Menjelaskan fungsi dari macam-macam sistem organ.
18. Menjelaskan hubungan antara sel, jaringan, organ dan sistem organ penyusun tubuh

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

Materi Pembelajaran : Keragaman Pada Sistem Organisasi Kehidupan

Metode Pembelajaran : Model
– Direct Instruction (DI)
– Cooperative Learning
Metode
– Diskusi kelompok
– Observasi
– Eksperimen

Langkah-langkah Kegiatan
PERTEMUAN PERTAMA
a. Kegiatan Pendahuluan
. Motivasi dan apersepsi
– Tahukah kalian bahwa telur ayam merupakan sel berukuran raksasa?
– Bagaimana air dan garam-garam mineral mengalir dari akar sampai ke daun?
. Prasyarat pengetahuan
– Apakah yang dimaksud dengan sel?
– Apakah fungsi dari jaringan xilem?
. Pra eksperimen
– Berhati-hatilah menggunakan peralatan laboratorium.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Menjelaskan pengertian sel.
 Menjelaskan bagian-bagian sel.
 Membedakan sel tumbuhan dan sel hewan.
 Mengamati bagian-bagian sel tumbuhan dan sel hewan.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian sel.
 Peserta didik memperhatikan model replika sel tumbuhan dan sel hewan yang dibawa oleh guru.
 Peserta didik dalam setiap kelompok (dibimbing oleh guru) mendiskusikan bagian-bagian sel tumbuhan dan sel hewan.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil cotton bud atau pembersih telinga, gelas benda, gelas penutup, pipet, mikroskop dan metilen biru.
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendapat lembar eksperimen yang memuat langkah kerja untuk melakukan eksperimen mengetahui bagian-bagian sel tumbuhan dan sel hewan.
 Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang terdapat pada lembar eksperimen.
 Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian jaringan.
 Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen mengenal jaringan-jaringan yang terdapat pada tumbuhan.
 Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru dengan menggunakan gelas benda, gelas penutup, silet, pipet, gabus, mikroskop dan daun tumbuhan.
 Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan fungsi dari macam-macam jaringan pada tumbuhan, vertebrata dan manusia.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

PERTEMUAN KEDUA
a. Kegiatan Pendahuluan
. Motivasi dan apersepsi
– Jaringan apa sajakah yang menyusun mata?
– Tubuh manusia terdiri dari berapa sistem organ?
. Prasyarat pengetahuan
– Apakah yang dimaksud dengan organ?
– Apakah yang dimaksud dengan sistem organ?

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Menjelaskan pengertian organ.
 Menyebutkan macam-macam organ pada vertebrata dan manusia.
 Menyebutkan macam-macam organ pada tumbuhan.
 Menjelaskan fungsi dari macam-macam organ.
 Menjelaskan pengertian sistem organ.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian organ dan menyebutkan macam-macam organ pada tumbuhan, vertebrata dan manusia.
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai fungsi dari macam-macam organ pada tumbuhan, vertebrata dan manusia.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas.
 Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Peserta didik memperhatikan model replika organ pada tumbuhan, vertebrata dan manusia yang dibawa oleh guru.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian sistem organ dan menye-butkan macam-macam sistem organ pada tumbuhan, vertebrata dan manusia.
 Peserta didik secara berkelompok mendiskusikan fungsi dari sistem organ pada tumbuhan, vertebrata dan manusia.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi secara di depan kelas.
 Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Peserta didik memperhatikan model replika sistem organ pada tumbuhan, vertebrata dan manusia yang dibawa oleh guru.
 Guru menjelaskan urutan terbentuknya organisasi kehidupan dan memberikan pertanyaan kepada peserta didik sebagai umpan balik terhadap pemahaman materi.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 Guru memberikan penghargaan kepada kelompok dengan kinerja baik.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman kegiatan.
 Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

Sumber Belajar
a. Buku IPA Terpadu
b. Buku referensi yang relevan
c. Alat-alat praktikum

Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Mendeskripsikan keragaman tingkat sel berdasarkan hasil pengamatan menggunakan mikroskop
• Mendeskripsikan keragaman tingkat jaringan menurut sel-sel penyusunnya
• Mendeskripsikan keragaman tingkat organ dan sistem organ berdasarkan hasil pengamatan
• Mengkaitkan hubungan antara sel, jaringan, organ dan sistem organ penyusun tubuh Tes unjuk kerja produk

Tes tertulis

Tes tertulis

Tes tertulis Uji petik kerja produk

Uraian

Uraian

Uraian
Deskripsikan keragaman bentuk sel berdasarkan hasil pengamatan preparat awetan daun yang telah tersedia menggunakan mikroskop!

Deskripsikan karakteristik sel penyusun jaringan palisade pada daun!

Amatilah bunga ”Kembang Sepatu” dan kemukakan apa saja nama organ penyusunnya!

Kemukakan jaringan penyusun organ daun yang paling banyak mengandung klorofil!

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : ………………………..
Kelas / Semester : VII (tujuh)/Semester II
Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Alokasi waktu : 4 X 40’

Standar Kompetensi : 7. Memahami saling ketergantungan dalam ekosistem.
Kompetensi Dasar : 7.1 Menentukan ekosistem dan saling hubungan antara komponen ekosistem.
Tujuan Pembelajaran : Peserta didik dapat:
1. Menjelaskan pengertian ekosistem.
2. Menjelaskan satuan makhluk hidup dalam ekosistem.
3. Menyebutkan macam-macam ekosistem.
4. Menjelaskan komponen-komponen ekosistem.
5. Membedakan organisme autrotof dan organisme heterotof.
6. Membedakan organisme herbivora, karnivora dan omnivora.
7. Menjelaskan hubungan saling ketergantungan antara komponen biotik dan komponen abiotik.
8. Menjelaskan saling ketergantungan antara produsen, konsumen dan pengurai.
9. Menjelaskan pengertian rantai makanan, jaring-jaring makanan dan piramida makanan.
10. Membuat jaring-jaring makanan yang terbentuk dari sekumpulan rantai makanan.
11. Menjelaskan pengertian arus energi.
12. Menjelaskan siklus materi.
13. Menyebutkan pola interaksi organisme.
14. Membedakan simbiosis mutualisme, simbiosis parasitisme dan simbiosis komensalisme.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

Materi Pembelajaran : Komponen Ekosistem, Peran, dan Interaksinya

Metode Pembelajaran : Model
– Direct Instruction (DI)
– Cooperative Learning
Metode
– Diskusi kelompok
– Observasi
– Eksperimen
Langkah-langkah Kegiatan
PERTEMUAN PERTAMA
a. Kegiatan Pendahuluan
. Motivasi dan apersepsi
– Dalam ekosistem, tumbuhan tergolong produsen atau konsumen?
– Apakah kucing tergolong hewan karnivora atau herbivora?
. Prasyarat pengetahuan
– Apakah yang dimaksud dengan produsen?
– Apakah yang dimaksud dengan hewan karnivora?
. Pra eksperimen
– Berhati-hatilah menggunakan peralatan laboratorium.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Menjelaskan pengertian ekosistem.
 Menjelaskan satuan makhluk hidup dalam ekosistem.
 Menyebutkan macam-macam ekosistem.
 Menjelaskan komponen-komponen ekosistem.
 Membedakan organisme autrotof dan organisme heterotof.
 Membedakan organisme herbivora, karnivora dan omnivora.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) jalan-jalan ke halaman sekolah untuk mengamati lingkungan dan mencatat apa yang dilihat.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian ekosistem.
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan satuan makhluk hidup dalam ekosistem (individu, populasi dan komunitas).
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil tali rafia, meteran, dan alat tulis untuk mengamati makhluk hidup yang terdapat di tempat pengamatan.
 Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen memahami pengertian individu, populasi dan komunitas dalam suatu ekosistem.
 Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
 Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan macam-macam ekosistem berdasarkan proses terbentuknya.
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan komponen-komponen ekosistem yaitu komponen biotik (produsen, konsumen dan dekomposer) dan komponen abiotik (air, tanah, udara, cahaya matahari, suhu dan kelembaban).
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi.
 Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian dan contoh dari organisme autrotof dan organisme heterotof.
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan organisme yang termasuk ke dalam heterotof (herbivora, karnifora dan omnivora).
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi.
 Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

PERTEMUAN KEDUA
a. Kegiatan Pendahuluan
. Motivasi dan apersepsi
– Bisakah tumbuhan hidup tanpa air?
– Apakah peran tumbuhan dalam rantai makanan?
. Prasyarat pengetahuan
– Apakah pengaruh air terhadap makhluk hidup?
– Apakah yang dimaksud dengan rantai makanan?

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Menjelaskan saling ketergantungan antara produsen, konsumen dan pengurai.
 Menjelaskan pengertian rantai makanan, jaring-jaring makanan dan piramida makanan.
 Membuat jaring-jaring makanan yang terbentuk dari sekumpulan rantai makanan.
 Menjelaskan pengertian arus energi.
 Menjelaskan siklus materi.
 Menyebutkan pola interaksi organisme.
 Membedakan simbiosis mutualisme, simbiosis parasitisme dan simbiosis komensalisme.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan hubungan saling ketergantungan antara komponen biotik dan abiotik.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil dua kotak atau nampan, alat tulis, kertas label, beberapa ekor cacing tanah dan tanah.
 Guru mempresentasikan langkah kerja untuk mengetahui pengaruh komponen biotik terhadap komponen abiotik.
 Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
 Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai pengaruh air dan udara terhadap makhluk hidup, pengaruh tumbuhan terhadap tanah dan udara serta pengaruh cacing tanah terhadap kesuburan tanah.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas.
 Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan saling ketergantungan antara produsen, konsumen dan pengurai.
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan pengertian produsen, konsumen dan pengurai.
 Peserta didik secara berkelompok membuat nama makhluk hidup pada kertas karton dengan panjang 25 cm dan lebar 10 cm.
 Peserta didik diminta untuk bermain peran mengenai rantai makanan dan jaring-jaring makanan dengan menggunakan tali rafia dan nama makhluk hidup.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil dari bermain peran di depan kelas.
 Guru menanggapi hasil bermain peran peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Guru menjelaskan pengertian piramida makanan dan arus energi kemudian memberikan pertanyaan kepada peserta didik sebagai umpan balik terhadap pemahaman materi.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

Sumber Belajar
a. Buku IPA Terpadu
b. Alat dan bahan praktikum
c. Lingkungan

Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Mengindentifikasikan satuan-satuan dalam ekosistem dan menyatakan matahari merupakan sumber energi utama
• Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan jaring-jaring kehidupan berdasar hasil pengamatan suatu ekosistem
Observasi

Tugas Lembar observasi

Tugas proyek Gambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan jaring-jaring kehidupan berdasar hasil pengamatan suatu ekosistem yang kamu amati! Lakukan dalam bentuk kerja kelompok!

Presentasikan di depan kelas pada saat yang ditetapkan!

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : ………………………..
Kelas / Semester : VII (tujuh)/Semester II
Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Alokasi waktu : 4 X 40’

Standar Kompetensi : 7. Memahami saling ketergantungan dalam ekosistem.

Kompetensi Dasar : 7.2 Mengidentifikasikan pentingnya keanekaragaman makhluk hidup dalam pelestarian ekosistem.

Tujuan Pembelajaran : Peserta didik dapat:
1. Menyebutkan makhluk hidup berdasarkan sistem klasifikasi 5 kingdom.
2. Menyebutkan makhluk hidup yang tergolong kingdom monera.
3. Menjelaskan klasifikasi, ciri-ciri dan contoh makhluk hidup yang tergolong kingdom monera.
4. Menyebutkan makhluk hidup yang tergolong kingdom protista.
5. Menjelaskan klasifikasi, ciri-ciri dan contoh makhluk hidup yang tergolong kingdom protista.
6. Menyebutkan makhluk hidup yang tergolong kingdom jamur (fungi).
7. Menjelaskan klasifikasi, ciri-ciri dan contoh makhluk hidup yang tergolong kingdom jamur (fungi).
8. Menyebutkan makhluk hidup yang tergolong kingdom tumbuhan (plantae).
9. Menjelaskan klasifikasi, ciri-ciri, dan contoh lumut.
10. Menjelaskan klasifikasi, ciri-ciri, dan contoh tumbuhan paku.
11. Membedakan lumut (bryophyta) dan tumbuhan paku (pterydophyta).
12. Menjelaskan klasifikasi, ciri-ciri, dan contoh tumbuhan berbiji terbuka (gymnospermae).
13. Menjelaskan klasifikasi, ciri-ciri, dan contoh tumbuhan berbiji tertutup (angiospermae).
14. Membedakan tumbuhan berbiji terbuka (gymnospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup (angiospermae).
15. Menjelaskan klasifikasi, ciri-ciri, dan contoh tumbuhan berkeping satu (monocotyledoneae).
16. Menjelaskan klasifikasi, ciri-ciri, dan contoh tumbuhan berkeping dua (dicotyledoneae).
17. Membedakan tumbuhan berkeping satu (monocotyledoneae) dan tumbuhan berkeping dua (dicotyledoneae).
18. Menjelaskan klasifikasi, ciri-ciri, dan contoh hewan tidak bertulang belakang (invertebrata).
19. Menjelaskan klasifikasi, ciri-ciri, dan contoh hewan bertulang belakang (vertebrata).
20. Membedakan kelompok hewan tidak bertulang belakang (invertebrata) dan kelompok hewan bertulang belakang (vertebrata).
21. Menjelaskan pengertian sumber daya alam hayati.
22. Menyebutkan beberapa jenis tumbuhan yang telah langka di Indonesia.
23. Menyebutkan beberapa jenis hewan yang telah langka di Indonesia.
24. Membedakan cagar alam dan suaka margasatwa.
25. Membedakan taman nasional, taman wisata dan taman laut.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

Materi Pembelajaran : Keanekaragaman Makhluk Hidup dan Upaya Pelestariannya

Metode Pembelajaran : Model
– Direct Instruction (DI)
– Cooperative Learning
Metode
– Diskusi kelompok
– Observasi

Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA
a. Kegiatan Pendahuluan
. Motivasi dan apersepsi
– Bakteri apakah yang digunakan untuk membuat fermentasi keju?
– Apakah manfaat dari ganggang merah (rhodophyta)?
. Prasyarat pengetahuan
– Apakah keuntungan bakteri bagi manusia?
– Apakah ciri-ciri dari ganggang merah (rhodophyta)?

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Menyebutkan makhluk hidup berdasarkan sistem klasifikasi 5 kingdom.
 Menyebutkan makhluk hidup yang tergolong kingdom monera.
 Menjelaskan klasifikasi, ciri-ciri dan contoh makhluk hidup yang tergolong kingdom monera.
 Menyebutkan makhluk hidup yang tergolong kingdom protista.
 Menjelaskan klasifikasi, ciri-ciri dan contoh makhluk hidup yang tergolong kingdom protista.
 Menyebutkan makhluk hidup yang tergolong kingdom jamur (fungi).
 Menjelaskan klasifikasi, ciri-ciri dan contoh makhluk hidup yang tergolong kingdom jamur (fungi).
 Menyebutkan makhluk hidup yang tergolong kingdom tumbuhan (plantae).
 Menjelaskan klasifikasi, ciri-ciri, dan contoh lumut.
 Menjelaskan klasifikasi, ciri-ciri, dan contoh tumbuhan paku.
 Membedakan lumut (bryophyta) dan tumbuhan paku (pterydophyta).
 Menjelaskan klasifikasi, ciri-ciri, dan contoh tumbuhan berbiji terbuka (gymnospermae).
 Menjelaskan klasifikasi, ciri-ciri, dan contoh tumbuhan berbiji tertutup (angiospermae).
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) jalan-jalan ke halaman sekolah untuk mengamati dan mencatat makhluk hidup.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan makhluk hidup berdasarkan sistem klasifikasi 5 kingdom.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan ciri-ciri dari kingdom monera.
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan klasifikasi, ciri-ciri dan contoh dari kingdom monera.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan keuntungan dan kerugian bagi manusia dari organisme yang tergolong kingdom monera.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi.
 Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan ciri-ciri dari kingdom protista.
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan klasifikasi, ciri-ciri dan contoh dari kingdom protista.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan keuntungan dan kerugian bagi manusia dari organisme yang tergolong kingdom protista.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi.
 Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan ciri-ciri dari kingdom jamur (fungi).
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan klasifikasi, ciri-ciri dan contoh dari kingdom jamur (fungi).
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan keuntungan dan kerugian bagi manusia dari organisme yang tergolong kingdom jamur (fungi).
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi.
 Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;
.

PERTEMUAN KEDUA
a. Kegiatan Pendahuluan
. Motivasi dan apersepsi
– Apakah perbedaan antara lumut dan tumbuhan paku?
– Pohon kelapa tergolong tumbuhan berkeping satu atau tumbuhan berkeping dua?
. Prasyarat pengetahuan
– Apakah ciri-ciri dari tumbuhan paku?
– Apakah ciri-ciri dari tumbuhan berkeping satu?

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Membedakan tumbuhan berbiji terbuka (gymnospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup (angiospermae).
 Menjelaskan klasifikasi, ciri-ciri, dan contoh tumbuhan berkeping satu (monocotyledoneae).
 Menjelaskan klasifikasi, ciri-ciri, dan contoh tumbuhan berkeping dua (dicotyledoneae).
 Membedakan tumbuhan berkeping satu (monocotyledoneae) dan tumbuhan berkeping dua (dicotyledoneae).
 Menjelaskan klasifikasi, ciri-ciri, dan contoh hewan tidak bertulang belakang (invertebrata).
 Menjelaskan klasifikasi, ciri-ciri, dan contoh hewan bertulang belakang (vertebrata).
 Membedakan kelompok hewan tidak bertulang belakang (invertebrata) dan kelompok hewan bertulang belakang (vertebrata).
 Menjelaskan pengertian sumber daya alam hayati.
 Menyebutkan beberapa jenis tumbuhan yang telah langka di Indonesia.
 Menyebutkan beberapa jenis hewan yang telah langka di Indonesia.
 Membedakan cagar alam dan suaka margasatwa.
 Membedakan taman nasional, taman wisata dan taman laut.
 Membedakan tumbuhan berbiji terbuka (gymnospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup (angiospermae).
 Menjelaskan klasifikasi, ciri-ciri, dan contoh tumbuhan berkeping satu (monocotyledoneae).
 Menjelaskan klasifikasi, ciri-ciri, dan contoh tumbuhan berkeping dua (dicotyledoneae).
 Membedakan tumbuhan berkeping satu (monocotyledoneae) dan tumbuhan berkeping dua (dicotyledoneae).
 Menjelaskan klasifikasi, ciri-ciri, dan contoh hewan tidak bertulang belakang (invertebrata).
 Menjelaskan klasifikasi, ciri-ciri, dan contoh hewan bertulang belakang (vertebrata).
 Membedakan kelompok hewan tidak bertulang belakang (invertebrata) dan kelompok hewan bertulang belakang (vertebrata).
 Menjelaskan pengertian sumber daya alam hayati.
 Menyebutkan beberapa jenis tumbuhan yang telah langka di Indonesia.
 Menyebutkan beberapa jenis hewan yang telah langka di Indonesia.
 Membedakan cagar alam dan suaka margasatwa.
 Membedakan taman nasional, taman wisata dan taman laut.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) jalan-jalan ke halaman sekolah untuk mengamati dan mencatat tumbuhan.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan ciri-ciri kingdom tumbuhan (plantae).
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengamati lumut yang terdapat di tempat lembab dan basah.
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan klasifikasi, ciri-ciri dan contoh dari lumut.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi.
 Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mengamati tumbuhan paku yang ada di lingkungan sekolah (dibawa oleh guru).
 Peserta didik secara berkelompok menentukan jenis dan ciri-ciri tumbuhan paku yang ditemui.
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan klasifikasi, ciri-ciri dan contoh dari tumbuhan paku.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan keuntungan dan kerugian bagi manusia dari tumbuhan paku.
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan perbedaan antara lumut dan tumbuhan paku.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi.
 Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mengamati dan mencatat tumbuhan yang ada di lingkungan sekolah.
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan klasifikasi, ciri-ciri dan contoh dari tumbuhan berbiji terbuka (gymnospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup (angiospermae).
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan perbedaan antara tumbuhan berbiji terbuka (gymnospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup (angiospermae).
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi.
 Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mengamati dan mencatat tumbuhan biji tertutup yang ada di lingkungan sekolah.
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan klasifikasi, ciri-ciri dan contoh dari tumbuhan berkeping satu (monocotyledoneae).
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan klasifikasi, ciri-ciri dan contoh dari tumbuhan berkeping dua (dicotyledoneae).
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan perbedaan antara tumbuhan berke-ping satu (monocotyledoneae) dan tumbuhan berkeping dua (dicotyledoneae).
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi.
 Guru menanggapi hasil bermain peran peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

Sumber Belajar
a. Buku IPA Terpadu
b. Alat dan bahan praktikum
c. Lingkungan

Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Mendefinisikan makhluk hidup yang tergolong langka

• Menyebutkan contoh makhluk hidup yang tergolong makhluk hidup langka di suatu lokasi
• Mengemukakan pentingnya membudidayakan tumbuhan dan hewan langka

• Membuat tulisan untuk mengenalkan jenis, bentuk, dan manfaat tumbuhan, hewan langka yang dilindungi
Tes tulis

Tes lesan

Tes tulis

Penugasan Isian

Daftar pertanyaan

PG

Tugas rumah

Makhluk hidup dinyatakan tergolong langka apabila ….

Sebutkan 2 contoh hewan langka di P. Jawa!

Salah satu alasan pentingnya membudidayakan tumbuhan dan hewan langka supaya ….
a. terjaminnya ketersediaan plasma nutfah
b. jumlah tumbuhan dan hewan tidak berkurang
c. menambah keindahan alam
d. memutus kelangsungan daur hara yang ada di alam

Buatlah karangan untuk mengenalkan jenis, bentuk, dan manfaat tumbuhan/hewan langka yang dilindungi Buatlah karangan untuk mengenalkan jenis, bentuk, dan manfaat tumbuhan/hewan langka yang dilindungi

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : ………………………..
Kelas / Semester : VII (tujuh)/Semester II
Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Alokasi waktu : 2 X 40’

Standar Kompetensi : 7. Memahami saling ketergantungan dalam ekosistem.

Kompetensi Dasar : 7.3 Memprediksi pengaruh kepadatan populasi manusia dengan lingku-ngan.

Tujuan Pembelajaran : Peserta didik dapat:
1. Menjelaskan pengertian penduduk.
2. Menjelaskan akibat kepadatan populasi manusia.
3. Menyebutkan syarat-syarat air bersih.
4. Menjelaskan hubungan antara populasi penduduk dengan kebutuhan air bersih.
5. Menjelaskan pengertian udara bersih.
6. Menjelaskan hubungan antara populasi penduduk dengan kebutuhan udara bersih.
7. Menyebutkan dampak ketidakseimbangan antara bertambahnya penduduk dengan bertambahnya produksi pangan.
8. Menjelaskan dampak peningkatan populasi manusia terhadap ketersediaan lahan.
9. Menjelaskan pengaruh meningkatnya populasi penduduk terhadap kerusakan lingkungan.
10. Menjelaskan dampak kepadatan penduduk terhadap pencemaran lingkungan.
11. Menjelaskan dampak kepadatan penduduk terhadap terbatasnya ruang gerak.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

Materi Pembelajaran : Pengaruh Kepadatan Populasi Manusia Terhadap Lingkungan

Metode Pembelajaran : Model
– Problem Based Instruction (PBI)
– Cooperative Learning
Metode
– Diskusi kelompok
– Observasi
– Ceramah
Langkah-langkah Kegiatan
a. Kegiatan Pendahuluan
. Motivasi dan apersepsi
– Mengapa manusia membutuhkan air bersih?
– Dapatkah kalian memberikan contoh-contoh lahan yang semestinya tidak digunakan untuk pemukiman?
. Prasyarat pengetahuan
– Apakah syarat-syarat air bersih?
– Apakah dampak peningkatan populasi manusia terhadap ketersediaan lahan?

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Menjelaskan pengertian penduduk.
 Menjelaskan akibat kepadatan populasi manusia.
 Menyebutkan syarat-syarat air bersih.
 Menjelaskan hubungan antara populasi penduduk dengan kebutuhan air bersih.
 Menjelaskan pengertian udara bersih.
 Menjelaskan hubungan antara populasi penduduk dengan kebutuhan udara bersih.
 Menyebutkan dampak ketidakseimbangan antara bertambahnya penduduk dengan bertambahnya produksi pangan.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mengamati lingkungan di sekitar halaman sekolah.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian penduduk.
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan akibat kepadatan populasi manusia.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan syarat-syarat air bersih.
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan hubungan antara populasi penduduk dengan kebutuhan air bersih.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian udara bersih.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan cara mendapatkan udara bersih.
 Peserta didik berkelompok mendiskusikan hubungan antara populasi penduduk dengan kebutuhan udara bersih.
 Wakil dari tiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi.
 Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) memperhatikan foto atau gambar-gambar yang didapat dari majalah, koran atau media lainnya yang memuat akibat kepadatan populasi manusia.
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan hubungan antara populasi penduduk dengan kebutuhan pangan, ketersediaan lahan dan kerusakan lingkungan.
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan dampak kepadatan penduduk yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan terbatasnya ruang gerak.
 Setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelompok lain.
 Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

Sumber Belajar
a. Buku IPA Terpadu
b. Buku referensi yang relevan
c. Gambar dan foto

Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Memperkirakan hubungan populasi penduduk dengan kebutuhan air bersih dan udara bersih

• Memperkirakan hubungan populasi penduduk dengan kebutuhan pangan

• Memperkirakan hubungan populasi penduduk dengan ketersediaan lahan

• Mejelaskan pengaruh meningkatnya populasi penduduk terhadap kerusakan lingkungan
Tes tulis

Tes tulis

Tes tulis

Tes tulis Isian

Isian

isian

uraian Jika populasi penduduk meningkat dengan cepat maka kebutuhan air bersih akan ………………….

. Jika populasi penduduk meningkat dengan cepat maka kebutuhan pangan akan ………………….

Jika populasi penduduk meningkat dengan cepat maka ketersediaan lahan akan …………………

Kemukakan kemungkinan kerusakan lingkungan yang dapat terjadi jika populasi penduduk terus meningkat

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : ………………………..
Kelas / Semester : VII (tujuh)/Semester II
Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Alokasi waktu : 4 X 40’

Standar Kompetensi : 7. Memahami saling ketergantungan dalam ekosistem.

Kompetensi Dasar : 7.4 Mengaplikasikan peran manusia dalam pengelolaan lingkungan un-tuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan.

Tujuan Pembelajaran : Peserta didik dapat:
1. Menjelaskan pengertian pencemaran lingkungan.
2. Menyebutkan ciri-ciri lingkungan alami.
3. Menyebutkan ciri-ciri lingkungan tercemar.
4. Membedakan lingkungan alami dan lingkungan tercemar
5. Menyebutkan sumber-sumber pencemaran lingkungan.
6. Menjelaskan pengertian pencemaran air.
7. Menjelaskan sumber-sumber pencemaran air.
8. Menjelaskan pengertian pencemaran udara.
9. Menyebutkan bahan-bahan pencemar udara.
10. Menjelaskan pengertian pencemaran tanah.
11. Menjelaskan akibat yang ditimbulkan oleh pencemaran tanah.
12. Menjelaskan pengertian pencemaran suara.
13. Menyebutkan sumber-sumber pencemaran suara.
14. Menjelaskan akibat pencemaran terhadap makhluk hidup secara global.
15. Menjelaskan kegunaan hutan hujan tropis.
16. Menjelaskan kerugian akibat penebangan hutan.
17. Menjelaskan usaha-usaha mencegah dan mengatasi pencemaran.
18. Menjelaskan usaha-usaha mencegah dan mengatasi kerusakan lingkungan akibat penebangan hutan.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

Materi Pembelajaran : Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan

‘Metode Pembelajaran : Model
– Problem Based Instruction (PBI)
– Direct Instruction
– Cooperative Learning
Metode
– Diskusi kelompok
– Observasi
– Ceramah

Langkah-langkah Kegiatan
a. Kegiatan Pendahuluan
. Motivasi dan apersepsi
– Mengapa sungai di perkotaan airnya berubah warna, berbau busuk dan penuh dengan sampah?
– Mengapa limbah industri tidak boleh langsung dibuang ke sungai?
. Prasyarat pengetahuan
– Apakah ciri-ciri lingkungan yang tercemar?
– Sebutkan sumber-sumber pencemaran air?

b. Kegiatan Inti.
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Menjelaskan pengertian penduduk.
 Menjelaskan akibat kepadatan populasi manusia.
 Menyebutkan syarat-syarat air bersih.
 Menjelaskan hubungan antara populasi penduduk dengan kebutuhan air bersih.
 Menjelaskan pengertian udara bersih.
 Menjelaskan hubungan antara populasi penduduk dengan kebutuhan udara bersih.
 Menyebutkan dampak ketidakseimbangan antara bertambahnya penduduk dengan bertambahnya produksi pangan.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa laki-laki dan perempuan yang berbeda kemampuannya.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) jalan-jalan ke halaman sekolah untuk mengamati lingkungan sekitar.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian pencemaran lingkungan.
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan perbedaan lingkungan alami dan lingkungan tercemar.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan ciri-ciri lingkungan alami dan lingkungan tercemar.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan sumber-sumber pencemaran lingku-ngan.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi.
 Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Guru membagi tugas kelompok:
 2 kelompok diberi tugas untuk mengamati pencemaran air di sekitar lingkungan sekolah.
 2 kelompok diberi tugas untuk mengamati pencemaran udara di sekitar lingkungan sekolah.
 2 kelompok diberi tugas untuk mengamati pencemaran tanah di sekitar lingkungan sekolah.
 2 kelompok diberi tugas untuk mengamati pencemaran suara di sekitar lingkungan sekolah.
 Tugas kelompok minimal 1 minggu sebelum proses pembelajaran sudah diberikan.
 Setiap kelompok diminta melaporkan hasil pengamatannya dalam bentuk karya tulis.
 Setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelompok yang lain.
 Guru memberikan penghargaan atau komentar tentang apa yang telah dikerjakan oleh peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

PERTEMUAN KEDUA
a. Kegiatan Pendahuluan
. Motivasi dan apersepsi
– Ceritakan apa yang dimaksud dengan efek rumah kaca?
– Bolehkah kita melakukan penebangan hutan secara liar?
. Prasyarat pengetahuan
– Bagaimana terjadinya efek rumah kaca?
– Apakah kegunaan hutan hujan tropis?

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Menjelaskan kegunaan hutan hujan tropis.
 Menjelaskan kerugian akibat penebangan hutan.
 Menjelaskan usaha-usaha mencegah dan mengatasi pencemaran.
 Menjelaskan usaha-usaha mencegah dan mengatasi kerusakan lingkungan akibat penebangan hutan.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) jalan-jalan ke halaman sekolah untuk mengamati lingkungan sekitar.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan akibat pencemaran terhadap makhluk hidup secara global.
 Peserta didik berkelompok mendiskusikan peristiwa efek rumah kaca dan hujan asam.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi.
 Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan kegunaan hutan hujan tropis.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) memperhatikan foto atau gambar-gambar yang didapat dari majalah, koran atau media lainnya yang memuat akibat pencemaran dan kerusakan lingkungan.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan kerugian akibat penebangan hutan secara liar dan tidak bertanggung jawab.
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan usaha-usaha mencegah dan mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan.
 Setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelompok yang lain.
 Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

Sumber Belajar
a. Buku IPA Terpadu
b. Buku referensi yang relevan
c. Lingkungan
d. Artikel
e. Gambar

Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Menjelaskan konsekuensi penebangan hutan dan pengaruhnya terhadap kerusakan lingkungan serta upaya mengatasinya
• Menjelaskan pengaruh pencemaran air, udara dan tanah kaitannya dengan aktifasi manusia dan upaya mengatasinya.
• Mengusulkan cara penanggulangan pencemaran dan kerusakan lingkungan Tes tulis

Tes tulis

Penugasan PG

Uraian

Tugas rumah Berikut ini yang tidak ada hubungannya dengan penebangan hutan adalah ….
a. menurunnya ketersediaan kayu
b. meningkatkan suhu udara secara global
c. menurunnya ketersediaan air tanah
d. meningkatknya kandungan oksigen di udara

Kemukakan upaya yang harus dilakukan agar pencemaran terhadap air sumur dapat ditekan serendah-rendahnya

Buatlah suatu artikel untuk menanggulangi pencemaran lngkungan. Silahkan memilih topiknya, dapat berkait dengan pencemaran udara, pencemaran tanah, atau pencemaran air!

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Jenjang Sekolah : S M P/MTs …………..
Mata Pelajaran : IPA Terpadu
Kelas / Semester : VIII / I
Alokasi waktu : 4 X 40’ ( 2 x Pertemuan )

Standar Kompetensi 1.
Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia.

Kompetensi Dasar 1.1.
Menganalisis pentingnya pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup.

A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat memahami konsep pertumbuhan dan perkembangan pada hewan.
2. Siswa dapat menjelaskan perbedaan metamorfosis sempurna dan tidak sempurna
3. Siswa dapat menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan hewan.
4. Siswa dapat menjelaskan struktur embrio tumbuhan.
5. Siswa dapat menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan..
6. Siswa dapat membedakan metagenesis tumbuhan lumut dan paku.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

B. Materi Pembelajaran
Pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup.

C. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Pembelajaran kontekstual
2. Metode : Diskusi, informasi, dan percobaan / observasi
3. Model Pembelajaran : Pembelajaran langsung dan pembelajaran kooperatif.

D. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Motivasi
1) Disebut apakah proses kecebong menjadi katak kecil ?
2) Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi peristiwa anak ayam menjadi
ayam dewasa ?
b. Pengetahuan Prasyarat
Siswa telah memahami ciri-ciri makhluk hidup terutama tumbuh dan
berkembang biak.

2. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Siswa dapat memahami konsep pertumbuhan dan perkembangan pada hewan.
 Siswa dapat menjelaskan perbedaan metamorfosis sempurna dan tidak sempurna
 Siswa dapat menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan hewan
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Berdiskusi dengan bimbingan guru tentang pertumbuhan dan perkembangan hewan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya dengan bantuan charta
 memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 Dengan dibantu guru, siswa membuat kesimpulan dari hasil pembelajarannya.
 Guru memberi tugas rumah.

Pertemuan Kedua
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Motivasi
1) Bagaimana perbedaannya antara pertumbuhan dengan perkembangan pada tumbuhan rumput teki ?
2) Faktor-faktor apakah yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman mangga ?
b. Pengetahuan Prasyarat
Siswa telah memahami pertumbuhan dan perkembangan pada hewan.

2. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Siswa dapat menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan..
 Siswa dapat membedakan metagenesis tumbuhan lumut dan paku.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Siswa melakukan diskusi dengan bimbingan guru tentang pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya dibantu dengan charta.
 Siswa melakukan percobaan tentang pertumbuhan tanaman.
 memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;
 Guru memberi tugas rumah.

E. Media Pembelajaran
Alat dan bahan lihat jelajah konsep.

F. Sumber Pembelajaran
1. Buku IPA Terpadu
2. Buku-buku IPA yang relevan.
3. Charta dan bahan percobaan.
4. Guru dan Siswa.

G. Penilaian.
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
 Menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup

 Menyimpulkan perbedaan pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup

 Membandingkan metamorfosis dan perkembangan embrio ikan menjadi ikan dewasa

 Membuat laporan hasil percobaan pertumbuhan pada macam-macam tumbuhan berdasarkan titik tumbuhnya Tes tulis

Tes tulis

Tes tulis

Tes Unjuk Kerja Tes Uraian

Tes uraian

Isian

Uji Petik Kerja Produk Tuliskan 4 faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup!

Deskripsikan perbedaan pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup !

Perubahan bentuk tubuh dari berudu hingga menjadi katak dewasa disebut ….

Deskripsikan pertumbuhan pada kacang hijau berdasarkan titik tumbuhnya!

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Jenjang Sekolah : S M P/MTs …………..
Mata Pelajaran : IPA Terpadu
Kelas / Semester : VIII / I
Alokasi waktu : 4 X 40’ ( 2x pertemuan )

Standar Kompetensi 1.
Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia.

Kompetensi Dasar 1.2.
Mendeskripsikan tahapan perkembangan manusia.

A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menjelaskan tahapan-tahapan perkembangan pada manusia.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

B. Materi Pembelajaran
Tahapan-tahapan perkembangan pada manusia.

C. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Pembelajaran kontekstual
2. Metode : Diskusi, informasi, dan observasi
3. Model Pembelajaran : Pembelajaran langsung dan pembelajaran kooperatif.

D. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama dan Kedua :
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Motivasi
1) Bagaimana perkembangan anak laki-laki dan anak perempuan ?
2) Apa perbedaannya ?

b. Pengetahuan Prasyarat
Siswa telah mampu memahami perkembangan pada beberapa hewan

2. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Siswa dapat menjelaskan tahapan-tahapan perkembangan pada manusia
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;
 Guru memberi tugas rumah.

E. Media Pembelajaran
Tabel 1.1.

F. Sumber Pembelajaran
1. Buku IPA Terpadu .
2. Buku IPA yang sesuai.
3. Siswa dan Guru.

G. Penilaian.
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
 Mendeskripsikan tahapan perkembangan manusia mulai dari bayi, anak-anak, remaja, dan dewasa

 Menjelaskan perbedaan karakteristik setiap tahapan perkembangan manusia
Tes tulis

Tes tulis Tes isian

Uraian Seorang manusia yang memiliki ciri baru mulai pandai berjalan ,diprediksikan berumur . . .

Kemukakan dua ciri fisik pada setiap tahap perkembangan manusia mulai dari bayi, anak-anak, remaja, sampai dewasa
!

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Jenjang Sekolah : S M P/MTs …………..
Mata Pelajaran : IPA Terpadu
Kelas / Semester : VIII / I
Alokasi waktu : 4 X 40’ ( 2 x Pertemuan )

Standar Kompetensi 1.
Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia.

Kompetensi Dasar 1.3.
Mendiskripsikan sistem gerak pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan.

A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat membedakan antara tulang rawan dengan tulang keras.
2. Siswa dapat mendiskripsikan rangka tubuh manusia.
3. Siswa dapat menyebutkan fungsi rangka tubuh manusia.
4. Siswa dapat menjelaskan konsep sendi dan macam-macam sendi.
5. Siswa dapat menjelaskan perbedaan otot lurik, otot jantung dan otot polos.
6. Siswa dapat menjelaskan mekanisme gerak otot
7. Siswa dapat menjelaskan macam-macam gangguan dan kelainan pada sistem gerak manusia.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

B. Materi Pembelajaran
Sistem gerak pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan.

C. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Pembelajaran kontekstual
2. Metode : Diskusi, informasi, eksperimen dan observasi
3. Model Pembelajaran : Pembelajaran langsung dan pembelajaran kooperatif.

D. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Motivasi
1) Mengapa daun telinga dan batang hidungmu dapat dibengkokkan sedang lengan atas dan pahamu tidak dapat ?
2) Bagaimana akibatnya jika dalam tubuhmu tidak terdapat rangka ?
b. Pengetahuan Prasyarat
Siswa telah memahami bahwa setiap makhluk hidup bergerak.

2. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Siswa dapat membedakan antara tulang rawan dengan tulang keras.
 Siswa dapat mendiskripsikan rangka tubuh manusia.
 Siswa dapat menyebutkan fungsi rangka tubuh manusia.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Siswa melakukan percobaan tentang zat penyusun tulang dilanjtkan diskusi tentang bendanya tulang rawan dan tulang keras dengan bantuan charta struktur tulang dibawah bimbingan guru.
 memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 Dengan bantuan guru, siswa membuat kesimpulan dari hasil pembelajarannya.
 Guru memberi tugas rumah.

Pertemuan Ke dua
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Motivasi
1) Apakah tengkorak kita hanya terdiri dari satu tulang yang utuh ? Mengapa ?
2) Mengapa tangan dan kaki kita tersusun dari banyak tulang ?
b. Pengetahuan Prasyarat
Siswa telah memahami macam-macam tulang.

2. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Siswa dapat menjelaskan konsep sendi dan macam-macam sendi.
 Siswa dapat menjelaskan perbedaan otot lurik, otot jantung dan otot polos.
 Siswa dapat menjelaskan mekanisme gerak otot
 Siswa dapat menjelaskan macam-macam gangguan dan kelainan pada sistem gerak manusia.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Dengan model / charta rangka manusia siswa berdiskusi dan saling memberi informasi tentang tulang-tulang penyusun rangka dengan bimbingan guru.
 memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;
 Guru memberi tugas rumah.

E. Media Pembelajaran
Alat dan bahan lihat jelajah konsep

F. Sumber Pembelajaran
1. Buku IPA Terpadu .
2. Buku IPA yang relevan.
3. Charta dan bahan percobaan.
4. Guru dan Siswa.

G. Penilaian.
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Membandingkan macam organ penyusun sistem gerak pada manusia
• Membedakan fungsi tulang rawan, tulang keras, otot, dan sendi sebagai penyususn rangka tubuh

• Mengidentifikasi macam sendi dan fungsinya
• Mendata contoh kelainan dan penyakit yang berkaitan dengan tulang dan otot yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan upaya mengatasinya Tes tulis

Tes tulis

Tes unjuk kerja

Tes PG

Tes isian

Tes identifikasi

Zat yang membedakan antara tulang rawan dan tulang keras adalah ….

Berdasarkan 4 gambar persendian berikut ini sebutkan 3 gambar yang termasuk sendi gerak !

Buatlah klipping tentang kelainan dan penyakit yang berhubungan dengan tulang dan otot yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Jenjang Sekolah : S M P/MTs …………..
Mata Pelajaran : IPA Terpadu
Kelas / Semester : VIII / I
Alokasi waktu : 4 X 40’ ( 2x Pertemuan )

Standar Kompetensi 1.
Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia.

Kompetensi Dasar 1.4.
Mendiskripsikan sistem pencernaan pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan.

A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menjelaskan jenis dan fungsi makanan yang dibutuhkan manusia..
2. Siswa dapat membandingkan pencernaan mekanik dengan pencernaan chenus.
3. Siswa dapat menjelaskan saluran dan kelenjar pencernaan penyusun sistem pencernaan manusia.
4. Siswa dapat mendiskripsikan kelainan dan penyakit pada sistem pencernaan manusia.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

B. Materi Pembelajaran
Sistem pencernaan manusia dan hubungannya dengan kesehatan.

C. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Pembelajaran kontekstual
2. Metode : Diskusi, informasi, dan percobaan
3. Model Pembelajaran : Pembelajaran langsung dan kooperatif.

D. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Motivasi
1) Apakah semua makanan yang dimakan dibutuhkan oleh tubuh ? mengapa ?
2) Berupa apakah zat mekanan yang dibutuhkan tubuh ? dan apa manfaatnya ?
b. Pengetahuan Prasyarat
Siswa telah memahami bahwa gerakan memerlukan energi yang diperoleh dengan proses pencernaan dan pernafasan
2. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Siswa dapat menjelaskan jenis dan fungsi makanan yang dibutuhkan manusia..
 Siswa dapat membandingkan pencernaan mekanik dengan pencernaan chenus.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 Dengan bantuan guru, siswa membuat kesimpulan dari hasil pembelajarannya.
 Guru membuat refleksi dari hasil kegiatan dan memberi tugas rumah.

Pertemuan Kedua
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Motivasi
1) Terdiri dari organ apakah saluran dan kelenjar pencernaan penyusun sistem pencernaan manusia ?
2) Apa bedanya pencernaan mekanik dengan pencernaan kimia ? dan pada organ apa terjadinya ?
b. Pengetahuan Prasyarat
Siswa telah memahami zat-zat makanan yang dibutuhkan tubuh manusia.

2. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Siswa dapat menjelaskan saluran dan kelenjar pencernaan penyusun sistem pencernaan manusia.
 Siswa dapat mendiskripsikan kelainan dan penyakit pada sistem pencernaan manusia.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Dengan bimbingan guru, siswa melakukan percobaan proses pencernaan kimia dan mekanik. dilanjutkan dengan diskusi tentang saluran dan kelenjar pencernaan pada manusia.
 memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.
3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;
 Guru memberi tugas rumah.

E. Media Pembelajaran
1. Alat dan baha.
2. Charta / CD sistem pencernaan manusia.

F. Sumber Pembelajaran
1. Buku IPA Terpadu .
2. Buku IPA SMP yang relevan.
3. Charta / CD sistem pencernaan manusia dan alat bahan percobaan.
4. Siswa dan guru.

G. Penilaian.
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Membedakan antara saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan sebagai penyusun sistem pencernaan pada manusia

• Mendeskripsikan jenis makanan berdasar kandungan zat yang ada di dalamnya

• Membandingkan pencernaan mekanik dan kimiawi,

• Menyebutkan contoh kelainan dan penyakit pada sistem pencernaan yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan upaya mengatasinya Tes tulis

Tes tulis

Tes tulis

Tes tulis Tes PG

Tes uraian

Tes isian

Tes lisan Bahan makanan yang mengandung lemak diubah menjadi asam lemak dan gliserol oleh ….
a. lambung
c. hati
b. pangkreas
d. usus
Sebutkan 3 contoh jenis makanan yang kandungan zatnya berupa karbohidra!

Hal yang membedakan pencernaan mekanik dan kimia adalah ….

Berikan dua contoh kelainan dan penyakit pada sistem pencernakan!

Bagaimana cara mengatasi diare karena infeksi kuman!

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Jenjang Sekolah : S M P/MTs …………..
Mata Pelajaran : IPA Terpadu
Kelas / Semester : VIII / I
Alokasi waktu : 4 X 40’ ( 2x Pertemuan )

Standar Kompetensi 1.
Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia.

Kompetensi Dasar 1.5.
Mendiskripsikan sistem pernafasan pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan.

A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat mengidentifikasi organ penyusun sistem pernafasan pada manusia..
2. Siswa dapat membandingkan inspirasi dan ekspirasi pada pernafasan dada dan perut.
3. Siswa dapat mengukur frekuensi pernafasan normal dan udara kapasitas vital paru-paru.
4. Siswa dapat mendata contoh kelainan dan penyakit pada sistem pernafasan.

B. Materi Pembelajaran
Sistem pernafasan pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

C. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Pembelajaran kontekstual
2. Metode : Diskusi, informasi, eksperimen dan observasi
3. Model Pembelajaran : Pembelajaran langsung dan kooperatif.

D. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Motivasi
1) Terdiri dari organ apakah sistem pernafasab manusia ? dan apa fungsinya masing-masing organ tersebut ?
2) Berupa apakah zat mekanan yang dibutuhkan tubuh ? dan apa manfaatnya ?
b. Pengetahuan Prasyarat
Siswa telah memahami sistem pencernaan pada manusia.

2. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Siswa dapat mengidentifikasi organ penyusun sistem pernafasan pada manusia..
 Siswa dapat membandingkan inspirasi dan ekspirasi pada pernafasan dada dan perut.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Siswa melakukan percobaan tentang inspirasi dan ekspirsi dilanjutkan diskusi organ penyusun sistem pernafasan manusia dengan bimbingan guru
 memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 Guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan.
 Guru memberi tugas rumah.

Pertemuan Kedua
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Motivasi
1) Bagaimana frekuensi pernafasan orang yang satu dengan yang lain ? mengapa ?
b. Pengetahuan Prasyarat
Siswa telah memahami organ sistem pernafasan manusia dan proses inspirasi maupun ekspirasi.

2. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Siswa dapat mengukur frekuensi pernafasan normal dan udara kapasitas vital paru-paru.
 Siswa dapat mendata contoh kelainan dan penyakit pada sistem pernafasan
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Siswa dengan bimbingan guru melakukan percobaan tentang frekuensi pernafasan dan kapasitas vital paru-paru
 memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

E. Media Pembelajaran
1. Alat dan bahan
2. Charta / CD organ pernafasan manusia.

F. Sumber Pembelajaran
1. Buku IPA Terpadu .
2. Buku IPA yang relevan.
3. Model / Charta sistem pernafasan.
4. Siswa dan guru.

G. Penilaian.
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Membandingkan macam organ penyusun sistem pernapasan pada manusia

• Membandingkan proses inspirasi dan ekspirasi pada proses pernapasan
• Mendata contoh kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan upaya mengatasinya Tes tulis

Tes tulis

Penugasan Tes PG

Tes uraian

Tugas rumah Pertukaran udara secara difusi dilakukan pada ….
a. alveulus
b. Bronkus
c. tracea
d. polmo

Buatlah tabel perbedaan proses inspirasi dengan ekspirasi

Buatlah daftar nama kelainan dan daftar nama penyakit yang berhungan dengan sistem pernapasan yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Jenjang Sekolah : S M P/MTs …………..
Mata Pelajaran : IPA Terpadu
Kelas / Semester : VIII / I
Alokasi waktu : 4 X 40’ ( 2X Pertemuan )

Standar Kompetensi 1.
Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia.

Kompetensi Dasar 1.6.
Mendiskripsikan sistem peredaran darah pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan.

A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menjelaskan macam organ dan jaringan penyusun sistem transportasi manusia..
2. Siswa dapat menjelaskan sistem peredaran darah manusia.
3. Siswa dapat menjelaskan struktur dan fungsi darah.
4. Siswa dapat mengidentifikasi golongan darah.
5. Siswa dapat mengidentifikasi kelainan dan penyakit yang terdapat pada sistem transpor manusia.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

B. Materi Pembelajaran
Sistem transpor pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan.

C. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Pembelajaran kontekstual
2. Metode : Diskusi, observasi, dan percobaan
3. Model Pembelajaran : Pembelajaran langsung dan kooperatif.

D. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Motivasi
1) Apa peranan jantung dalam sistem transpor manusia ?
2) Bagaimana bedanya vena dan arteri ?
3) Termasuk sistem peredaran darah apakah sistem peredaran darah manusia?

b. Pengetahuan Prasyarat
Siswa telah memahami proses pernafasan pada manusia.

2. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Siswa dapat menjelaskan macam organ dan jaringan penyusun sistem transportasi manusia..
 Siswa dapat menjelaskan sistem peredaran darah manusia.
 Siswa dapat menjelaskan struktur dan fungsi darah.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Siswa dengan bimbingan guru melakukan percobaan tentang denyut pembuluh darah dan dilanjutkan diskusi organ dan jaringan penyusun sistem transpor dan sistem peredaran darah manusia
 memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 Guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan.
 Guru memberi tugas rumah.

Pertemuan Kedua
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Motivasi
1) Tersusun dari apakah darah kita ?
2) Mengapa darah kita berwrna merah, dapat membunuh kuman yang masuk tubuh dapat mengedarkan O2, CO2 dan zat makanan serta dapat membeku ?
b. Pengetahuan Prasyarat
Siswa telah memahami organ dan jaringan penyusun sistem transpor manusia..

2. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Siswa dapat mengidentifikasi golongan darah.
 Siswa dapat mengidentifikasi kelainan dan penyakit yang terdapat pada sistem transpor manusia.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Dengan bimbingan guru, siswa melakukan percobaan tentang darah dan diskusi masalah struktur fungis darah
 memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

E. Media Pembelajaran
1. Alat dan bahan
2. Model / Charta organ peredaran darah dan struktur darah.

F. Sumber Pembelajaran
1. Buku IPA Terpadu .
2. Buku IPA yang relevan.
3. Model / Charta organ peredaran darah dan struktur darah
4. Siswa dan guru.

G. Penilaian.
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Membandingkan macam organ penyusun sistem peredaran darah pada manusia

• Menjelaskan fungsi jantung, fungsi pembuluh darah dan darah dalam sistem peredaran darah

• Mendata contoh penyakit yang berhubungan dengan sistem peredaran darah yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari Tes tulis

Tes tulis

Penugasan Tes PG

Tes uraian

Tugas rumah Fungsi darah putih ….
a. mengangkut oksigen
b. mengangkut sari makanan
c. membunuh kuman
d. membawa karbondioksida

Deskripsikan susunan darah manusia !

Buatlah daftar nama penyakit yang berhubungan dengan sistem peredaran darah yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Jenjang Sekolah : S M P/MTs …………..
Mata Pelajaran : IPA Terpadu
Kelas / Semester : VIII / I
Alokasi waktu : 4 X 40’ ( 2 x Pertemuan )

Standar Kompetensi 2.
Memahami sistem dalam kehidupan tumbuhan.

Kompetensi Dasar 2.1.
Mengidentifikasi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan.

A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat membedakan struktur dan fungsi akar, batang daun dan bunga.
2. Siswa dapat menjelaskan transportasi air dan garam mineral pada tumbuhan..

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

B. Materi Pembelajaran
– Struktur dan fungsi akar, batang, daun dan bunga.
– Transportasi air dan garam mineral pada tumbuhan

C. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Pembelajaran kontekstual dan lingkungan
2. Metode : Diskusi, informasi dan eksperimen
3. Model Pembelajaran : Kooperatif dan langsung.

D. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Motivasi
1) Bagaimanakah struktur pada akar, batang, daun dan bunga ?
2) Faktor apakah yang mempengaruhi transportasi air dan garam mineral pada tumbuhan ?

b. Pengetahuan Prasyarat
Siswa telah memahami organ-organ penyusun tumbuhan.

2. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Siswa dapat membedakan struktur dan fungsi akar, batang daun dan bunga.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Dengan petunujuk dan bimbingan guru, siswa melakukan observasi struktur/bagian-bagian akar, batang, daun dan bunga
 memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 Guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan.
 Guru memberi tugas rumah.

Pertemuan Kedua
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Motivasi
1) Bagaimanakah cara Transportasi air dan garam mineral pada tumbuhan.
b. Pengetahuan Prasyarat
Siswa telah memahami garam mineral pada tumbuhan.
2. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Siswa dapat menjelaskan transportasi air dan garam mineral pada tumbuhan
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

E. Media Pembelajaran
1. Alat dan bahan

F. Sumber Pembelajaran
1. Buku IPA yang relevan.
2. Model / Charta struktur akar, batang, daun dan bunga.
3. Siswa dan guru.

G. Penilaian.
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Menjelaskan struktur dan fungsi jaringan di akar, batang dan daun
• Menunjukkan letak epidermis, korteks, dan stele pada tumbuhan
• Menjelaskan fungsi jaringan tertentu yang dijumpai pada tubuh tumbuhan
• Menunjukkan bagian daun yang berperan dalam fotosintesis
Tes tulis

Tes Unjuk kerja

Tes tulis

Tes tulis
Tes PG

Tes identifikasi

Tes uraian

Tes PG
Yang berfungsi mengangkut hasil fotositesis adalah ….
a. Xilem
c. Stomata
b. Floem
d.Lenti sel

Berdasarkan carta struktur akar berikut ini, tunjukkanlah letak kortek dan letak epidermis

Deskripsikan fungsi jaringan meristem pada bagian ujung akar

Bagian daun yang melakukan foto sintesis adalah ….
a. plastida
c .lenti sel
b. stomata d.kortex

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Jenjang Sekolah : S M P/MTs …………..
Mata Pelajaran : IPA Terpadu
Kelas / Semester : VIII / I
Alokasi waktu : 4 X 40’ ( 2 xpertemuan )

Standar Kompetensi 2.
Memahami sistem dalam kehidupan tumbuhan.

Kompetensi Dasar 2.2.
Mendiskripsikan proses perolehan nutrisi dan tranformasi energi pada tumbuhan hijau

A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menjelaskan proses respirasi tumbuhan.
2. Siswa dapat menjelaskan proses fotosintesis secara sederhana.
3. Siswa dapat menjelaskan faktor – faktor yang mempengaruhi fotosintesis.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

B. Materi Pembelajaran
Proses perolehan nutrisi dan tranformasi energi pada tumbuhan hijau.

C. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Pendekatan konsektual dan lingkungan.
2. Metode : Diskusi, informasi dan eksperimen.
3. Model Pembelajaran : Pembelajaran kooperatif dan langsung.

D. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Motivasi
1) Berupa apa alat respirasi pada tumbuhan ?
2) Apakah yang diperlukan dalam proses transformasi ?

b. Pengetahuan Prasyarat
Siswa telah memahami struktur dan fungsi akar, batang, daun dan bunga.

2. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Siswa dapat menjelaskan proses respirasi tumbuhan.
 Siswa dapat menjelaskan proses fotosintesis secara sederhana.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Dengan petunjuk guru siswa melakukan percobaan tentang respirasi dan fotosintesis dan dilanjutkan diskusi
 memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 Guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan.
 Guru memberi tugas rumah.

Pertemuan Kedua
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Motivasi
1) Faktor – faktor apakah yang berpengaruh pada fotosintesis.

b. Pengetahuan Prasyarat
Siswa telah memahami peristiwa respirasi dan fotosintesis..

2. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Siswa dapat menjelaskan faktor – faktor yang mempengaruhi fotosintesis.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Siswa berdiskusi dengan bimbingan guru tentang faktor yang mempengaruhi fotosintesis.
 memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

E. Media Pembelajaran
1. Alat dan bahan
2. Model / Charta stomata, lenti sel, bulu akar.

F. Sumber Pembelajaran
• Buku IPA yang relevan.
• Model / Charta alat respirasi dan fotosintesis tumbuhan.
• Siswa dan guru.

G. Penilaian.
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Menunjukkan bagian daun yang berperan dalam fotosintesis
• Melakukan dan membuat laporan hasil percobaan fotosintesis
• Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi fotosintesis
Tes tulis

Tes unjuk kerja

Tes tulis Tes PG

Uji petik kerja produk

Tes uraian Bagian daun yang melakukan foto sintesis adalah ….
a. plastida
c .lenti sel
b. stomata d.kortex
Deskripsikan makna perubahan warna pada daun setelah ditetesi yodium

Sebutkan 2 faktor yang mempengaruhi pproses fotosintesis

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Jenjang Sekolah : S M P/MTs …………..
Mata Pelajaran : IPA Terpadu
Kelas / Semester : VIII / I
Alokasi waktu : 3 X 40’

Standar Kompetensi 2.
Memahami sistem dalam kehidupan tumbuhan.

Kompetensi Dasar 2.3.
Mengidentifikasi macam – macam gerak pada tumbuhan.

A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat mengidentifikasikan macam – macam gerak pada tumbuhan.
2. Siswa dapat membuat laporan hasil percobaan gerak pada rumbuhan..

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

B. Materi Pembelajaran
Macam – macam gerak pada tumbuhan.

C. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Kontekstual dan lingkungan
2. Metode : Diskusi, informasi dan percobaan
3. Model Pembelajaran : Kooperatif dan langsung.

D. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Motivasi
1) Apakah semua makhluk hidup bergerak ?
2) Bagaimana tumbuhan bergerak ?

b. Pengetahuan Prasyarat
Siswa telah memahami struktur dan fungsi akar, batang, daun dan bunga.

2. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Siswa dapat mengidentifikasikan macam – macam gerak pada tumbuhan.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 Siswa membuat kesimpulan hasil pembelajaran dibantu oleh guru.
 Guru memberi tugas rumah dan refeklsi hasil pembelajaran.

Pertemuan Kedua
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Motivasi
1) Apa bedanya gerakan menutupnya daun putri malu karena sentuhan api dan lidi?
2) Apa bedanya tropisme, nasti dan taksis?
b. Pengetahuan Prasyarat
Siswa telah memahami macam – macam gerak pada tumbuhan .

2. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Siswa dapat membuat laporan hasil percobaan gerak pada rumbuhan..
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Siswa membuat laporan hasil percobaan macam – macam gerak pada tumbuhan.
 memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

E. Media Pembelajaran
1. Alat dan bahan

F. Sumber Pembelajaran
1. Buku IPA Terpadu .
2. Buku IPA yang relevan.
3. Siswa dan guru.

G. Penilaian.
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Mendeskripsikan macam-macam gerak pada tumbuhan
• Menjelaskan perbedaan gerak tropisme dengan gerak nasti Tes tulis

Tes tulis Tes PG

Tes isian
Tumbuhnya akar ke bawah merupakan gerak ….
a. geotropis
c. Nasti
b. pototropis
d. tropis

Hal yang membedakan gerak tropisme dengan gerak nasti
yaitu ….

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Jenjang Sekolah : S M P/MTs …………..
Mata Pelajaran : IPA Terpadu
Kelas / Semester : VIII / I
Alokasi waktu : 2 X 40’

Standar Kompetensi 2.
Memahami sistem dalam kehidupan tumbuhan.

Kompetensi Dasar 2.4.
Mengidentifikasikan nama dan penyakit pada organ tumbuhan yang dijumpai dalam
kehidupan sehari – hari.

A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menjelaskan nama dan penyakit pada tanaman.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

B. Materi Pembelajaran
Nama dan penyakit pada tanaman.

C. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Konsektual dan lingkungan.
2. Metode : Diskusi, informasi dan eksperimen.
3. Model Pembelajaran : presentasi / seminar..

D. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Motivasi
1) Apa bedanya nama dengan kelompoknya ?
2) Berupa apakah nama yang sering menyerang kebun kelapa ?

2. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Siswa dapat menjelaskan nama dan penyakit pada tanaman.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

E. Media Pembelajaran
Internet, literatur.
F. Sumber Pembelajaran
1. Buku IPA Terpadu .
2. Buku IPA yang relevan.
3. Internet.
4. Siswa dan guru.

G. Penilaian.
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Menjelaskan perbedaan hama dan penyakit
• Mendata contoh hama dan penyakit pada organ tumbuhan yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari
Tes tulis

Penugasan Tes uraian

Tugas proyek Deskripsikan perbedaan hama dan penyakit

Lakukanlah wawancara dengan nara sumber (petani) tentang hama penyakit tanaman dan membuat laporannya

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Jenjang Sekolah : SMP/MTs …………………
Mata Pelajaran : IPA Terpadu
Kelas/Semester : VIII / 1
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit

Standar Kompetensi 3
Menjelaskan Konsep Partikel Materi

Kompetensi Dasar 3.1.
Menjelaskan konsep atom, ion, dan molekul

A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat memahami konsep struktur atom
2. Siswa dapat memahami perkembangan teori atom
3. Siswa dapat mendefinisikan pengertian atom
4. Siswa dapat memberikan contoh tentang atom
5. Siswa dapat memahami konsep ion
6. Siswa dapat memberikan contoh tentang kation dan anion
7. Siswa dapat memahami konsep molekul
8. Siswa dapat memberikan contoh tentang molekul
9. Siswa dapat membedakan molekul unsur dengan molekul senyawa dengan menggunakan simbol

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

B. Materi Pembelajaran
Atom, ion dan molekul

C. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Pendekatan kontekstual
2. Metode : Diskusi-informasi
3. Metode Pembelajaran : Pembelajaran Kooperatif

D. Langkah-langkah Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Motivasi
Pernahkah kamu membayangkan jika kertas kita sobek terus-menerus
b. Pengetahuan Prasarat
Siswa telah memahami arti materi

2. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Siswa dapat Menjelaskan konsep atom, ion, dan molekul
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru melakukan diskusi informasi kemudian siswa diminta untuk berdiskusi tentang atom, ion dan molekul
 memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

E. Kegiatan Pembelajaran
Diskusi-informsi di dalam kelas dilanjutkan mengerjakan soal-soal latihan

F. Sumber Belajar
1. Buku IPA terpadu
2. Buku-buku Pelajaran yang relevan.

G. Penilaian
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Mendefinisikan pengertian partikel materi (atom, ion, dan molekul).
• Memberikan contoh materi tertentu yang terdiri atas ion-ion. Tes tulis

Tes tulis Tes uraian

Tes PG Deskripsikan pengertian atom, ion dan molekul

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Jenjang Sekolah : SMP/MTs ………………………
Mata Pelajaran : IPA Terpadu
Kelas/Semester : VIII / 1
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit

Standar Kompetensi 3
Menjelaskan Konsep Partikel Materi

Kompetensi Dasar 3.2
Menghubungkan konsep atom, ion, dan molekul dengan produk kimia sehari-hari

A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat memahami konsep atom, ion, dan molekul dengan produk kimia sehari-hari
2. Siswa dapat memahami perkembangan teori atom,ion, dan molekul
3. Siswa dapat mendefinisikan pengertian atom, ion, dan molekul
4. Siswa dapat memberikan contoh tentang atom, ion, dan molekul
5. Siswa dapat memahami konsep ion
6. Siswa dapat memberikan contoh tentang kation dan anion
7. Siswa dapat memahami konsep molekul
8. Siswa dapat memberikan contoh tentang molekul
9. Siswa dapat membedakan molekul unsur dengan molekul senyawa dengan menggunakan simbol

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

B. Materi Pembelajaran
Hubungan atom,ion dan molekul dengan produk kimia

C. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Pendekatan kontekstual
2. Metode : Diskusi-informasi
3. Metode Pembelajaran : Pembelajaran Kooperatif

D. Langkah-langkah Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Motivasi
Pernahkah kamu membayangkan jika kertas kita sobek terus-menerus
b. Pengetahuan Prasarat
Siswa telah memahami arti materi

2. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Siswa dapat Menghubungkan konsep atom, ion, dan molekul dengan produk kimia sehari-hari
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

E. Kegiatan Pembelajaran
Diskusi-informsi di dalam kelas dilanjutkan mengerjakan soal-soal latihan

F. Sumber Belajar
1. Buku IPA terpadu.
2. Buku-buku Pelajaran yang relevan.

G. Penilaian
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Menjelaskan hubungan atom, ion dan molekul
• Mendeskripsikan komponen penyusun salah satu produk kimia Tes tulis

Tes tulis
Tes uraian

Tes uraian Deskripsikan hubungan atom, ion dan molekul

Sebutkan komponen yang menyusun air accu

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Jenjang Sekolah : SMP/MTs ………………………
Mata Pelajaran : IPA Terpadu
Kelas/Semester : VIII / 1
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit

Standar Kompetensi 3
Menjelaskan Konsep Partikel Materi

Kompetensi Dasar 3.3
Membandingkan molekul unsur dan molekul senyawa

A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat memahami konsep struktur atom
2. Siswa dapat memahami perkembangan teori atom
3. Siswa dapat mendefinisikan pengertian atom
4. Siswa dapat memberikan contoh tentang atom
5. Siswa dapat memahami konsep ion
6. Siswa dapat memberikan contoh tentang kation dan anion
7. Siswa dapat memahami konsep molekul
8. Siswa dapat memberikan contoh tentang molekul
9. Siswa dapat membedakan molekul unsur dengan molekul senyawa dengan menggunakan simbol

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

B. Materi Pembelajaran
Perbandingan molekul unsur dan molekul senyawa

C. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Pendekatan kontekstual
2. Metode : Diskusi-informasi
3. Metode Pembelajaran : Pembelajaran Kooperatif

D. Langkah-langkah Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Motivasi
Pernahkah kamu membayangkan jika kertas kita sobek terus-menerus
b. Pengetahuan Prasarat
Siswa telah memahami arti materi

2. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Siswa dapat Membandingkan molekul unsur dan molekul senyawa
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

E. Kegiatan Pembelajaran
Diskusi-informsi di dalam kelas dilanjutkan mengerjakan soal-soal latihan

F. Sumber Belajar
1. Buku IPA terpadu.
2. Buku-buku Pelajaran yang relevan.

G. Penilaian
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Menjelaskan dengan simbol perbedaan antara molekul unsur .
• Menunjukkan beberapa contoh molekul sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Tes tulis

Penugasan Uraian

Tugas rumah Kemukakan dengan menggunakan dengan simbol perbedaan antara molekul unsur

Buatlah daftar contoh molekul sederhana yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Jenjang Sekolah : SMP/MTs ………………………
Mata Pelajaran : IPA Terpadu
Kelas/Semester : VIII / 1
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit

Standar Kompetensi 4
Memahami kegunaan bahan kimia dalam kehidupan

Kompetensi Dasar 4.1.
Mencari informasi tentang kegunaan dan efek samping bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari

A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menyebutkan bermacam-macam bahan pembersih
2. Siswa dapat menyebutkan bermacam-macam bahan pemutih
3. Siswa dapat menyebutkan bermacam-macam bahan pengharum
4. Siswa dapat menyebutkan bermacam-macam pembasmi hama
5. Siswa dapat mengetahui efek samping penggunaan bahan kimia
6. Siswa dapat mengetahui cara mencegah efek samping yang ditimbulkan akibat penggunaan bahan-bahan kimia

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

B. Materi Pembelajaran
Bahan Kimia Dalam Rumah Tangga

C. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Pendekatan kontekstual
2. Metode : Diskusi-informasi
3. Metode Pembelajaran : Pembelajaran Kooperatif

D. Langkah-langkah Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Motivasi
Pernahkah kamu mencium bau yang khas dari sabun mandi
b. Pengetahuan Prasarat
Hati-hati jika mencium dari larutan yang berbahaya (pestisida)

2. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Siswa dapat Memahami kegunaan dan efek samping bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

E. Kegiatan Pembelajaran
Alat dan bahan Terpadu untuk kelas VIII

F. Sumber Belajar
1. Buku IPA terpaduI.
2. Buku-buku Pelajaran yang relevan.

G. Penilaian
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Menyebutkan bahan-bahan kimia yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
• Menjelaskan efek samping bahan kimia yang terdapat dalam produk kebutuhan rumah tangga Tes tulis

Tes tulis Tes uraian

Tes isian Sebutkan bahan kimia yang sering digunakan dalam pembuatan makanan dan minuman !

Efek samping bahan pemutih pakaian menyebabkan ….

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Jenjang Sekolah : SMP/MTs ………………………
Mata Pelajaran : IPA Terpadu
Kelas/Semester : VIII / 1
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit

Standar Kompetensi 4
Memahami kegunaan bahan kimia dalam kehidupan

Kompetensi Dasar 4.2.
Mengkomunikasikan informasi tentang kegunaan dan efek samping bahan kimia

A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menyebutkan Kegunaan dan efek samping bahan kimia
2. Siswa dapat menyebutkan bermacam-macam bahan pengharum
3. Siswa dapat menyebutkan bermacam-macam pembasmi hama
4. Siswa dapat mengetahui Kegunaan dan efek samping bahan kimia
5. Siswa dapat mengetahui cara mencegah efek samping yang ditimbulkan akibat penggunaan bahan-bahan kimia

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

B. Materi Pembelajaran
Kegunaan dan efek samping bahan kimia

C. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Pendekatan kontekstual
2. Metode : Diskusi-informasi
3. Metode Pembelajaran : Pembelajaran Kooperatif

D. Langkah-langkah Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Motivasi
Pernahkah kamu mencium bau yang khas dari sabun mandi
b. Pengetahuan Prasarat
Hati-hati jika mencium dari larutan yang berbahaya (pestisida)

2. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Siswa dapat mengetahui Kegunaan dan efek samping bahan kimia
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

E. Kegiatan Pembelajaran
Alat dan bahan

F. Sumber Belajar
1. Buku IPA terpaduI.
2. Buku-buku Pelajaran yang relevan.

G. Penilaian
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Mengidentifikasi fungsi bahan kimia yang terdapat dalam makanan
• Mengidentifikasi efek samping bahan kimia yang terdapat dalam suatu produk
Tes tulis

Tes unjuk kerja Tes PG

Tes identifikasi Tentukan efek samping bahan kimia yang terdapat pada kemasan makanan berikut ini!

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Jenjang Sekolah : SMP/MTs ………………………
Mata Pelajaran : IPA Terpadu
Kelas/Semester : VIII / 1
Alokasi Waktu : 4 x 40 menit ( 2x pertemuan )

Standar Kompetensi 4
Memahami kegunaan bahan kimia dalam kehidupan

Kompetensi Dasar 4.3.
Mendeskripsikan bahan kimia alami dan bahan kimia buatan dalam kemasan yang terdapat dalam bahan makanan

A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa mengenal macam-macam zat aditif
2. Siswa memahami penggunaan zat aditif dalam makanan yang menunjang kesehatan
3. Siswa mengerti arti dan fungsi zat aditif yang ada pada makanan
4. Siswa dapat menyebutkan contoh-contoh zat aditif pada makanan

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

B. Materi Pembelajaran
Zat Aditif Dalam Makanan

C. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Pendekatan kontekstual
2. Metode : Diskusi-informasi
3. Metode Pembelajaran : Pembelajaran Kooperatif

D. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan pertama dan kedua
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Motivasi
Pernahkah kamu mendengar atau membaca tentang zat yang berbahaya
dalam makanan
b. Pengetahuan Prasarat
Hati-hati jika mengkonsumsi makanan yang terlalu gurih atau
warnanya menyolok

2. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Siswa mengenal macam-macam zat aditif
 Siswa memahami penggunaan zat aditif dalam makanan yang menunjang kesehatan
 Siswa mengerti arti dan fungsi zat aditif yang ada pada makanan
 Siswa dapat menyebutkan contoh-contoh zat aditif pada makanan
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 Guru membimbing kegiatan diskusi informasi tentang pengertian zat aditif, macam-macam zat aditif yang terdapat dalam makanan.
 Guru membimbing kegiatan diskusi informasi tentang sifat zat aditif yang merugikan dan cara menanggulanginya
 Melakukan diskusi-informasi tentang sifat berbagai macam bahan kimia dalam rumah tangga
 memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

E. Kegiatan Pembelajaran
Siswa dibuat kelompok kemudian masing-masing kelompok disuruh mencari
kandungan zat aditif yang terdapat pada kemasan makanan

F. Sumber Belajar
1. Buku IPA terpadu:.
2. Buku-buku Pelajaran yang relevan.

G. Penilaian
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Menjelaskan bahan-bahan kimia alami dan bahan-bahan kimia buatan yang dapat digunakan sebagai bahan pewarna, pemanis, pengawet dan penyedap yang terdapat dalam bahan makanan kemasan
• Menunjukkan contoh makanan yang menggunakan bahan kimia alami dan buatan Tes tulis

Penugasan Uraian

Tugas rumah Jelaskan bahan-bahan kimia alami dan bahan-bahan kimia buatan yang dapat digunakan sebagai bahan pewarna, pemanis, pengawet dan penyedap yang terdapat dalam bahan makanan kemasan!

Kumpulkan kemasan makanan yang mencantumkan komponen penyusunnya. Buat laporan tentang bahan kimia alami dan buatan yang ada pada makanan tersebut!

:

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Jenjang Sekolah : SMP/MTs ………………………
Mata Pelajaran : IPA Terpadu
Kelas/Semester : VIII / 1
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit

Standar Kompetensi 4
Memahami bahan kimia dalam kehidupan

Kompetensi Dasar 4.4.
Mendeskripsikan sifat pengaruh zat adiktif dan psikotropika

A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menyebutkan pengertian psikotropika
2. Siswa dapat menyebutkan pengertian zat adiktif
3. Siswa dapat memberikan beberapa contoh zat psikotropika
4. Siswa dapat memberikan beberapa contoh zat adiktif

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

B. Materi Pembelajaran
Zat Adiktif dan psikotropika

C. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Pendekatan kontekstual
2. Metode : Diskusi-informasi
3. Metode Pembelajaran : Pembelajaran Kooperatif

D. Langkah-langkah Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Motivasi
Pernahkah kamu melihat orang yang mabuk sehingga tidak sadarkan
diri
b. Pengetahuan Prasarat
Hati-hati jangan sampai mencoba-coba minum minuman keras dan
obat terlarang

2. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Siswa dapat menyebutkan pengertian psikotropika
 Siswa dapat menyebutkan pengertian zat adiktif
 Siswa dapat memberikan beberapa contoh zat psikotropika
 Siswa dapat memberikan beberapa contoh zat adiktif
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok
 Guru membimbing kegiatan diskusi informasi tentang pengertian zat adiktif dan psikotropika
 Guru membimbing kepada siswa agar mencari contoh-contoh zat adiktif dan psikotropika
 Melakukan diskusi-informasi tentang efek samping dari zat adiktif dan psikotropika

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

E. Kegiatan Pembelajaran
Siswa dibuat kelompok kemudian masing-masing kelompok disuruh mencari
macam-macam contoh zat adiktif dan psikotropik

F. Sumber Belajar
1. Buku IPA terpaduI.
2. Buku-buku Pelajaran yang relevan.

G. Penilaian
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Menjelaskan pengertian zat adiktif dan psikotropika

• Menjelaskan dampak negatif zat adiktif (rokok dan minuman keras) dan psikotropika bagi kesehatan, ekonomi, dan sosial.
Tes tulis

Tes tulis Tes uraian

Tes uraian Apa yang dimaksud dengan :
a. Zat adiktif
b. Zat psikotropika

Jelaskan dampak negatif rokok dan minuman keras bagi kesehatan manusia !

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Jenjang Sekolah : SMP/MTs ………………………
Mata Pelajaran : IPA Terpadu
Kelas/Semester : VIII / 1
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit

Standar Kompetensi 4
Memahami bahan kimia dalam kehidupan

Kompetensi Dasar 4.5
Menghindarkan diri dari pengaruh zat adiktif dan psikotropika

A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menyebutkan pengertian psikotropika
2. Siswa dapat menyebutkan pengertian zat adiktif
3. Siswa dapat memberikan beberapa contoh zat psikotropika
4. Siswa dapat memberikan beberapa contoh zat adiktif
5. Siswa dapat Menjelaskan cara menghindarkan diri dari zat adiktif (rokok dan minuman keras) dan psikotropika

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

B. Materi Pembelajaran
Cara menghindari diri dari pengaruh zat akditif dan psikotropika

C. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Pendekatan kontekstual
2. Metode : Diskusi-informasi
3. Metode Pembelajaran : Pembelajaran Kooperatif

D. Langkah-langkah Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Motivasi
Mencari informasi dari nara sumber tentang cara menghindari diri dari pengaruh zat adiktif dan psikotropika
b. Pengetahuan Prasarat
Cara menghindari diri dari pengaruh zat akditif dan psikotropika

2. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Siswa dapat Menjelaskan cara Menghindarkan diri dari pengaruh zat adiktif dan psikotropika
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

E. Kegiatan Pembelajaran
Siswa dibuat kelompok kemudian masing-masing kelompok disuruh mencari
macam-macam contoh zat adiktif dan psikotropik

F. Sumber Belajar
1. Buku IPA terpaduI.
2. Buku-buku Pelajaran yang relevan.

G. Penilaian
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Menjelaskan cara menghindarkan diri dari zat adiktif (rokok dan minuman keras) dan psikotropika.
• Mendata zat adiktif dan psikotropika yang digunakan di bidang kesehatan
Tes tulis

Penugasan Tes uraian

Tugas rumah Bagaimanakah cara kita terhindar dari zat adiktif dan psikotropika? Jelaskan

Buatlah data tentang zat-zat adiktif dan psikotropika yang digunakan dalam bidang kesehatan

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Sekolah : ………………………..
Kelas/Semester : VIII/2
Mata Pelajaran : IPA
Alokasi waktu : 4 X 40’ ( 2X pertemuan )

Standar Kompetensi
5. Memahami peranan usaha, gaya, dan energi dalam kehidupan sehari-hari.

Kompetensi Dasar
5.1 Mengidentifikasi jenis-jenis gaya, penjumlahan gaya, dan pengaruhnya pada suatu benda yang dikenai gaya.

A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat:
7. Menjelaskan pengertian gaya.
8. Menyebutkan macam-macam gaya.
9. Membedakan gaya sentuh dan gaya tak sentuh.
10. Menyebutkan beberapa contoh gaya sentuh dan gaya tak sentuh.
11. Mengamati perubahan yang ditimbulkan gaya.
12. Menuliskan diagram vektor untuk menggambarkan gaya.
13. Menjelaskan pengertian resultan gaya.
14. Menentukan resultan gaya-gaya yang searah.
15. Menentukan resultan gaya-gaya yang berlawanan arah.
16. Menentukan resultan gaya berbentuk sudut.
17. Menjelaskan pengertian keseimbangan.
18. Menjelaskan syarat terjadinya keseimbangan.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

B. Materi Pembelajaran
Gaya

C. Metode Pembelajaran
1. Model : – Direct Instruction (DI)
– Cooperative Learning
2. Metode : – Diskusi kelompok
– Eksperimen
– Observasi
– Ceramah

D. Langkah-langkah Kegiatan
PERTEMUAN PERTAMA
a. Kegiatan Pendahuluan
• Motivasi dan Apersepsi:
– Sebutkan macam-macam gaya
– Dapatkah gaya diukur? Jika dapat, bagaimana cara mengukurnya?
• Prasyarat pengetahuan:
– Apakah yang dimaksud dengan gaya?
– Alat apakah yang digunakan untuk mengukur gaya?
• Pra eksperimen:
– Berhati-hatilah dalam melakukan praktikum.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Peserta didik Menjelaskan pengertian gaya.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai cara mengukur gaya dengan menggunakan neraca pegas.
 Peserta didik memperhatikan diagram vektor untuk menggambarkan gaya yang disampaikan oleh guru.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian gaya.
 Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan macam-macam gaya.
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai perbedaan gaya sentuh dan gaya tak sentuh.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan contoh gaya sentuh dan gaya tak sentuh.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil sebuah balon yang telah ditiup, sebuah gelang karet, dan sebuah bola.
 Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen mengamati perubahan yang ditimbulkan gaya
 Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
 Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya untuk membuat kesimpulan dari eksperimen yang telah dilakukan.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 Guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan.
 Guru memberi tugas rumah.

PERTEMUAN KEDUA
a. Kegiatan Pendahuluan
• Motivasi dan Apersepsi:
 Bagaimana menentukan resultan gaya-gaya yang berlawanan arah?
• Prasyarat pengetahuan:
– Apakah yang dimaksud dengan resultan gaya?
• Pra eksperimen:
– Berhati-hatilah dalam melakukan praktikum.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Siswa dapat Menjelaskan pengertian resultan gaya
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai syarat terjadinya keseimbangan.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru menentukan resultan gaya berbentuk sudut.
 Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan resultan gaya-gaya yang searah, berlawanan arah, dan berbentuk sudut yang disampaikan oleh guru.
 Guru memberikan beberapa soal menentukan resultan gaya-gaya yang searah, berlawanan arah, dan berbentuk sudut untuk dikerjakan oleh peserta didik.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.

E. Sumber Belajar
a. Buku IPA Fisika
b. Buku referensi yang relevan
c. Alat dan bahan praktikum
d. Lingkungan

F. Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Melukiskan penjumlahan gaya dan selisih gaya-gaya segaris baik yang searah maupun berlawanan.
• Membedakan besar gaya gesekan pada berbagai permukaan yang berbeda kekasarannya yaitu pada permukaan benda yang licin, agak kasar, dan kasar
• Menunjukkan beberapa contoh adanya gaya gesekan yang menguntungkan dan gaya gesekan yang merugikan
• Membandingkan berat dan massa suatu benda Tes tulis

Tes unjuk kerja

Tes tulis

Tes tulis Tes uraian

Uji petik kerja produk

Tes isian

Tes uraian Bila A memiliki gaya 10 N dan B 20 N yang arahnya sama, Hitung resultan gayanya ?

Lakukan percobaan tentang gaya gesek pada permukaan licin dan permukaan kasar lalu bandingkan hasil dari kedua percobaan tsb.

Sebutkan contoh gaya gesek yang menguntungkan dan yang merugikan dalam kehidupan sehari-hari.

Apakah perbedaan berat dan massa suatu benda?

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Sekolah : ………………………..
Kelas/Semester : VIII/2
Mata Pelajaran : IPA
Alokasi waktu : 4 X 40’ ( 2x pertemuan )

Standar Kompetensi
5. Memahami peranan usaha, gaya, dan energi dalam kehidupan sehari-hari.

Kompetensi Dasar
5.2. Menerapkan hukum Newton untuk menjelaskan berbagai peristiwa dalam kehidupan sehari-hari.

A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat:
1. Menyebutkan bunyi hukum I Newton.
2. Menyebutkan penerapan hukum I Newton dalam kehidupan sehari-hari.
3. Menyebutkan bunyi hukum II Newton.
4. Menyebutkan penerapan hukum II Newton dalam kehidupan sehari-hari.
5. Menyebutkan bunyi hukum III Newton.
6. Menyebutkan penerapan hukum III Newton dalam kehidupan sehari-hari.
7. Menjelaskan pengertian gaya gesekan.
8. Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi gaya gesekan.
9. Membedakan gaya gesekan statis dan gaya gesekan kinetis.
10. Menyebutkan gaya gesekan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
11. Menyebutkan gaya gesekan yang merugikan dalam kehidupan sehari-hari.
12. Menjelaskan pengertian gaya berat.
13. Menjelaskan faktor yang mempengaruhi gaya berat di permukaan bumi.
14. Membedakan berat dan massa suatu benda.
15. Menjelaskan gaya pada benda yang diam.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

B. Materi Pembelajaran
Gaya

C. Metode Pembelajaran
1. Model : – Direct Instruction (DI)
– Cooperative Learning
2. Metode : – Diskusi kelompok
 Observasi
 Eksperimen
 Ceramah
D. Langkah-langkah Kegiatan
PERTEMUAN PERTAMA
a. Kegiatan Pendahuluan
• Motivasi dan Apersepsi:
– Apa yang terjadi jika mobil yang kamu tumpangi itu berhenti secara
tiba-tiba?
– Apakah yang menyebabkan kita dapat berjalan diatas lantai?
• Prasyarat pengetahuan:
– Apakah bunyi hukum I Newton?
– Apakah bunyi hukum III Newton?

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai hukum Newton I dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
 Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan bunyi hukum I Newton.
 Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan bunyi hukum II Newton.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan hukum Newton tentang gerak.
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan penerapan hukum II Newton dalam kehidupan sehari-hari.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Peserta didik memperhatikan contoh soal penerapan hukum II Newton yang disampaikan oleh guru.
 Guru memberikan beberapa soal penerapan hukum II Newton untuk dikerjakan oleh peserta didik.
 Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih ada peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan bunyi hukum III Newton.
 Peserta didik dalam setiap kelompok diminta untuk mendiskusikan penerapan hukum III Newton.
 Setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelompok yang lain.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
 Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

PERTEMUAN KEDUA
a. Kegiatan Pendahuluan
• Motivasi dan Apersepsi:
 Dapatkah kamu berjalan cepat di dalam kolam renang?
 Apakah gaya gesekan bermanfaat bagi kehidupan kita atau malah merugikan?
• Prasyarat pengetahuan:
– Apakah yang dimaksud dengan gaya gesekan?
– Apakah peranan gaya gesekan dalam kehidupan sehari-hari?
1. Pra eksperimen:
– Berhati-hatilah dalam melakukan praktikum.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Siswa dapat Menjelaskan pengertian gaya gesekan.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

E. Sumber Belajar
a. Buku IPA Fisika.
b. Buku referensi yang relevan
c. Alat dan bahan praktikum
d. Lingkungan

F. Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Mendemonstrasikan hukum I Newton secara sederhana dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
• Mendemonstrasikan hukum II Newton dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
• Mendemonstrasikan hukum III Newton dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
Tes unjuk kerja

Tes unjuk kerja

Tes tulis Uji petik kerja prosedur

Uji petik kerja prosedur

Tes uraian Lakukan percobaan tentang Hukum I Newton

Lakukan percobaan tentang hukum II Newton.

Berikan contoh penerapan hukum Newton dalam kehidupan sehari-hari
.

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Sekolah : ………………………..
Kelas/Semester : VIII/2
Mata Pelajaran : IPA
Alokasi waktu : 4 X 40’

Standar Kompetensi
5. Memahami peranan usaha, gaya, dan energi dalam kehidupan sehari-hari.

Kompetensi Dasar
5.3 Menjelaskan hubungan bentuk energi dan perubahannya, prinsip usaha dan energi serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat:
1. Menjelaskan pengertian energi.
2. Menyebutkan satuan energi.
3. Menyebutkan bentuk-bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari.
4. Menyebutkan aplikasi konsep energi dan perubahannya dalam kehidupan
sehari-hari.
5. Mengamati perubahan bentuk energi.
6. Menyebutkan hukum kekekalan energi.
7. Menjelaskan pengertian energi mekanik.
8. Membedakan konsep energi kinetik dan energi potensial.
9. Menyebutkan bunyi hukum kekekalan energi mekanik.
10. Menjelaskan pengertian usaha.
11. Menjelaskan kaitan antara energi dan usaha.
12. Membedakan usaha yang bernilai positif dan usaha yang bernilai negatif.
13. Menghitung usaha oleh beberapa buah gaya.
14. Menjelaskan pengertian daya.
15. Menyebutkan satuan daya.
16. Menentukan besarnya daya yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

B. Materi Pembelajaran
Energi dan Usaha

C. Metode Pembelajaran
1. Model : – Direct Instruction (DI)
– Cooperative Learning
2. Metode : – Diskusi kelompok
– Eksperimen
– Observasi
– Ceramah

D. Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA
a. Kegiatan Pendahuluan
• Motivasi dan Apersepsi:
– Mengapa setelah melakukan sejumlah aktivitas tubuh kita terasa lemas?
– Dapatkah manusia menciptakan energi?
• Prasyarat pengetahuan:
– Apakah yang dimaksud dengan energi?
– Apakah bunyi hukum kekekalan energi?
• Pra eksperimen:
– Berhati-hatilah dalam melakukan praktikum.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru menentukan energi potensial dan energi kinetik suatu benda.
 Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan energi potensial dan energi kinetik.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian energi.
 Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan satuan energi.
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai bentuk-bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan perubahan energi.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil lampu listrik, setrika listrika, dua batang kayu kering, sebongkah batu, dua batang besi, senter dan baterainya, aki mobil, lampu bohlam 12 V, dan dua utas kabel.
 Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen mengamati perubahan bentuk energi
 Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
 Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan hukum kekekalan energi.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai hukum kekekalan energi.
 Perwakilan peserta didik untuk menyebutkan bunyi hukum kekekalan energi.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan energi mekanik.
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan perbedaan antara energi potensial dan energi kinetik.
 Guru memberikan beberapa soal menentukan energi potensial dan energi kinetik untuk dikerjakan oleh peserta didik.
 Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih ada peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
 Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

PERTEMUAN KEDUA
a. Kegiatan Pendahuluan
• Motivasi dan Apersepsi:
– Apakah syarat energi mekanik suatu benda bernilai konstan?
– Apakah lifter yang mengangkat beban tergolong melakukan usaha?
• Prasyarat pengetahuan:
– Apakah yang dimaksud dengan hukum kekekalan energi mekanik?
– Apakah yang dimaksud dengan usaha?

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Peserta didik dapat Menjelaskan pengertian energi mekanik.
 Peserta didik memperhatikan cara menentukan rumusan daya yang disampaikan oleh guru.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan hukum kekekalan energi mekanik.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai hukum kekekalan energi mekanik.
 Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan syarat energi mekanik suatu benda bernilai konstan.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian usaha.
 Peserta didik memperhatikan cara menentukan rumusan usaha yang dilakukan suatu benda yang disampaikan oleh guru.
 Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan usaha yang disampaikan oleh guru.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai kaitan usaha dan energi.
 memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

E. Sumber Belajar
a. Buku IPA Fisika
b. Buku referensi yang relevan
c. Alat dan bahan praktikum
d. Lingkungan

F. Penilaian Hasil Belajar

Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Menunjukkan bentuk-bentuk energi dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari
• Mengaplikasikan konsep energi dan perubahannya dalam kehidupan sehari-hari
• Membedakan konsep energi kinetik dan energi potensial pada suatu benda yang bergerak
• Mengenalkan hukum kekekalan energi melalui contoh dalam kehidupan sehari-hari
• Menjelaskan kaitan antara energi dan usaha
• Menunjukkan penerapan daya dalam kehidupan sehari-hari
Tes lisan

Tes tulis

Tes tulis

Tes tulis

Tes tulis

Tes tulis

Daftar pertanyaan

Tes uraian

Tes uraian

Tes uraian

Tes uraian

Isian Apakah yang kamu ketahui tentang bentuk-bentuk energi ?

Dalam rangkaian listrik tertutup dengan sebuah lampu terjadi perubahan energi ….

Jelaskan perbedaan antara energi kinetik dan energi potensial.

Jelaskan hukum kekekalan energi dan berikan contohnya dalam kehidupan sehari-hari.

Apakah perbedaan antara energi dan usaha ?

Daya merupakan kecepatan dalam melakukan ……

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Sekolah : ………………………..
Kelas : VIII (Delapan)
Mata Pelajaran : IPA
Alokasi waktu : 6 X 40’ ( 3x pertemuan )

Standar Kompetensi
5. Memahami peranan usaha, gaya, dan energi dalam kehidupan sehari-hari.

Kompetensi Dasar
5.4. Melakukan percobaan tentang pesawat sederhana dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat:
1. Menjelaskan pengertian pesawat sederhana.
2. Menyebutkan pesawat sederhana yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
3. Menjelaskan mekanisme pesawat sederhana yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
4. Menyebutkan macam-macam tuas.
5. Menjelaskan prinsip kerja tuas.
6. Menjelaskan keuntungan mekanik tuas.
7. Menjelaskan keuntungan mekanik katrol.
8. Menjelaskan prinsip kerja bidang miring.
9. Menjelaskan keuntungan mekanik bidang miring.
10. Menyebutkan contoh pemanfaatan bidang miring dalam kehidupan sehari-hari.
11. Menyelidiki bidang miring pada sekrup.
12. Menjelaskan prinsip kerja roda gigi (gir).

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

B. Materi Pembelajaran
Energi dan Usaha

C. Metode Pembelajaran1
1. Model : – Direct Instruction (DI)
– Cooperative Learning
2. Metode : – Diskusi kelompok
– Eksperimen
– Observasi
– Ceramah

D. Langkah-langkah Kegiatan
PERTEMUAN PERTAMA
a. Kegiatan Pendahuluan
• Motivasi dan Apersepsi:
– Benarkah yang disebut pesawat harus selalu peralatan rumit dan menggunakan teknologi tinggi?
– Bagaimana menghitung keuntungan mekanik sistem katrol?
• Prasyarat pengetahuan:
– Apakah yang dimaksud dengan pesawat sederhana?
– Apakah yang dimaksud dengan keuntungan mekanik?
• Pra eksperimen:
– Berhati-hatilah menggunakan alat dan bahan praktikum.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru menentukan keuntungan mekanik tuas.
 Peserta didik memperhatikan prinsip kerja katrol yang disampaikan oleh guru.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru menentukan keuntungan mekanik katrol.
 Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan keuntungan mekanik tuas dan katrol.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian pesawat sederhana.
 Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan pesawat sederhana yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil sebilah papan yang kuat sepanjang 1 m, sebuah beban bermassa kira-kira 10 kg, kayu berbentuk prisma segitiga, dan sebuah neraca pegas dengan skala terbesar 500 N.
 Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen mengamati prinsip kerja tuas
 Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
 Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai macam-macam tuas berdasarkan susunan kuasa, penumpu, dan beban.
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan prinsip kerja tuas.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Guru memberikan beberapa soal menentukan keuntungan mekanik tuas dan katrol untuk dikerjakan oleh peserta didik.
 Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih ada peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
 Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

PERTEMUAN KEDUA DAN KETIGA
a. Kegiatan Pendahuluan
• Motivasi dan Apersepsi:
– Benarkah dengan menggunakan bidang miring, gaya dorong yang dibutuhkan menjadi lebih kecil daripada berat beban?
– Adakah pesawat sederhana yang dapat menggandakan gerakan?
• Prasyarat pengetahuan:
– Bagaimana prinsip kerja bidang miring?
– Bagaimana prinsip kerja roda gigi (gir)?
• Pra eksperimen:
– Berhati-hatilah menggunakan alat dan bahan praktikum.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Peserta didik memperhatikan prinsip kerja bidang miring yang disampaikan oleh guru.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru menentukan keuntungan mekanik bidang miring.
 Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan keuntungan mekanik bidang miring.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.
 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil selembar kertas, gunting, dan pensil.
 Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen menyelidiki bidang miring pada sekrup (Kegiatan 2.10 h.50).
 Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
 Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Guru memberikan beberapa soal menentukan keuntungan mekanik bidang miring untuk dikerjakan oleh peserta didik.
 Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih ada peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai pemanfaatan bidang miring dalam kehidupan sehari-hari.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Peserta didik memperhatikan prinsip kerja roda gigi (gir) yang disampaikan oleh guru.
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.
 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.
c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

E. Sumber Belajar
a. Buku IPA Fisika
b. Buku referensi yang relevan
c. Lingkungan
d. Alat dan bahan praktikum

F. Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Menunjukkan penggunaan beberapa pesawat sederhana yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari misalnya tuas (pengungkit), katrol tunggal baik yang tetap maupun yang bergerak, bidang miring, dan roda gigi (gear)
• Menyelesaikan masalah secara kuantitatif sederhana yang berhubungan dengan pesawat sederhana Tes unjuk kerja

Tes tulis Uji petik kerja prosedur dan produk

Isian Lakukan percobaan dengan menggunakan alat-alat untuk menemukan konsep pesawat sederhana

Untuk memudahkan melakukan pekerjaan digunakan ….

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Sekolah : ………………………..
Kelas/Semester : VIII/2
Mata Pelajaran : IPA
Alokasi waktu : 8 X 40’ ( 4x pertemuan )

Standar Kompetensi
5. Memahami peranan usaha, gaya, dan energi dalam kehidupan sehari-hari.

Kompetensi Dasar
5.5. Menyelidiki tekanan pada benda padat, cair, dan gas serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat:
1. Menjelaskan pengertian tekanan.
2. Menyelidiki kaitan antara luas permukaan benda dengan tekanan.
3. Menyelidiki kaitan antara massa benda dengan tekanan.
4. Menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan.
5. Menghitung besarnya tekanan yang diberikan suatu benda.
6. Menjelaskan aplikasi konsep tekanan dalam kehidupan sehari-hari.
7. Menjelaskan tekanan dalam zat cair.
8. Mengamati sifat tekanan dalam zat cair.
9. Menyebutkan sifat-sifat tekanan dalam zat cair.
10. Menentukan tekanan zat cair.
11. Mengamati posisi permukaan zat cair dalam bejana berhubungan.
12. Menjelaskan pemanfaatan sifat permukaan zat cair yang selalu mendatar dalam kehidupan sehari-hari.
13. Mengamati tinggi permukaan zat cair dalam pipa U.
14. Menjelaskan hubungan antara massa jenis dan tinggi zat cair dalam pipa U.
15. Menyebutkan bunyi hukum Pascal.
16. Menjelaskan prinsip mesin penghasil gaya hidrolik.
17. Menyebutkan peralatan yang menggunakan prinsip mesin penghasil gaya hidrolik.
18. Menyebutkan bunyi hukum Archimedes.
19. Menyelidiki dan menentukan besar gaya angkat.
20. Menjelaskan konsep tenggelam, melayang, dan terapung.
21. Menjelaskan pengaruh massa jenis pada peristiwa tenggelam, melayang, dan terapung.
22. Menyebutkan pemanfaatan gaya Archimedes dalam kehidupan sehari-hari.
23. Mendemontrasikan adanya tekanan udara.
24. Mengukur tekanan udara.
25. Menyebutkan jenis-jenis barometer.
26. Menjelaskan hubungan antara ketinggian suatu tempat dengan perbedaan tekanan udara.
27. Menjelaskan tekanan gas dalam ruang tertutup.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

B. Materi Pembelajaran
Tekanan
C. Metode Pembelajaran1
1. Model : – Direct Instruction (DI)
– Cooperative Learning
2. Metode : – Diskusi kelompok
– Eksperimen
– Observasi
– Ceramah

D. Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA
a. Kegiatan Pendahuluan
• Motivasi dan Apersepsi:
– Mengapa ketika mendaki gunung telinga kita akan terasa sakit?
– Bagaimana cara memperbesar tekanan suatu benda?
• Prasyarat pengetahuan:
– Apakah yang dimaksud dengan tekanan?
– Faktor apakah yang mempengaruhi besarnya tekanan?
• Pra eksperimen:
– Berhati-hatilah menggunakan alat dan bahan praktikum.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Peserta didik dapat Menjelaskan pengertian tekanan.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan dan menentukan rumusannya.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian tekanan.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil sebuah batu bata yang masih utuh dan tiga buah kubus yang ukurannya persis sama tetapi terbuat dari bahan yang berbeda (besi, alumunium, dan kayu).
 Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen menyelidiki kaitan antara luas permukaan dan massa benda dengan tekanan
 Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
 Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan tekanan dari suatu benda yang disampaikan oleh guru.
 Guru memberikan beberapa soal menentukan tekanan dari suatu benda untuk dikerjakan oleh peserta didik.
 Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih ada peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan aplikasi konsep tekanan dalam kehidupan sehari-hari.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
 Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

PERTEMUAN KEDUA
a. Kegiatan Pendahuluan
• Motivasi dan Apersepsi:
– Mengapa pada kaleng ringsek yang diisi air dan dilubangi, air akan keluar dari setiap lubang?
– Bagaimana cara menentukan tekanan dalam zat cair?
• Prasyarat pengetahuan:
– Apakah sifat-sifat tekanan dalam zat cair?
– Faktor apakah yang mempengaruhi tekanan dalam zat cair?
8. Pra eksperimen:
– Berhati-hatilah menggunakan alat dan bahan praktikum.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Peserta didik dapat Menjelaskan tekanan dalam zat cair.
 Peserta didik dapat Mengamati sifat tekanan dalam zat cair.
 Peserta didik dapat Menyebutkan sifat-sifat tekanan dalam zat cair.
 Peserta didik dapat Menentukan tekanan zat cair.
 Peserta didik dapat Mengamati posisi permukaan zat cair dalam bejana berhubungan.
 Peserta didik dapat Menjelaskan pemanfaatan sifat permukaan zat cair yang selalu mendatar dalam kehidupan sehari-hari.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan tekanan dalam zat cair.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil alat hartl, wadah yang cukup besar dan dalam serta air secukupnya.
 Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen mengamati sifat tekanan dalam zat cair
 Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
 Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik diminta untuk membuat kesimpulan dari eksperimen yang telah dilakukan.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru menentukan tekanan dalam zat cair.
 Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan tekanan dalam zat cair yang disampaikan oleh guru.
 Guru memberikan beberapa soal menentukan tekanan dalam zat cair untuk dikerjakan oleh peserta didik.
 Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih ada peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
 Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

PERTEMUAN KETIGA
a. Kegiatan Pendahuluan
• Motivasi dan Apersepsi:
– Mengapa pancuran teko tidak boleh lebih rendah daripada posisi
tutupnya?
– Apakah yang terjadi jika pipa U diisi dengan dua zat cair yang tidak bercampur?
• Prasyarat pengetahuan:
– Apakah manfaat sifat permukaan zat cair yang selalu mendatar?
– Bagaimana hubungan antara massa jenis dan tinggi zat cair dalam
pipa U?
• Pra eksperimen:
– Berhati-hatilah menggunakan alat dan bahan praktikum.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Peserta didik dapat Mengamati tinggi permukaan zat cair dalam pipa U.
 Peserta didik dapat Menjelaskan hubungan antara massa jenis dan tinggi zat cair dalam pipa U.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 Peserta didik melakukan eksperimen dengan menggunakan sebuah bejana berhubungan, air, minyak goreng, dan spiritus secukupnya.
 Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen mengamati posisi permukaan zat cair dalam bejana berhubungan
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru menentukan hubungan antara massa jenis dan tinggi zat cair dalam pipa U.
 Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan massa jenis zat cair yang dimasukkan dalam pipa U yang disampaikan oleh guru.
 Guru memberikan beberapa soal menentukan massa jenis zat cair yang dimasukkan dalam pipa U untuk dikerjakan oleh peserta didik.
 memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

PERTEMUAN KEEMPAT
a. Kegiatan Pendahuluan
• Motivasi dan Apersepsi:
– Mengapa ketika berada di dalam air kita merasakan sakit pada mata?
– Bagaimana kalau kamu berjalan di dalam air kolam terasa lebih ringan atau justru lebih berat?
– Mengapa sewaktu berenang kamu dapat mengambang, melayang, atau tenggelam?
– Mengapa di wilayah dataran tinggi kadar oksigennya menipis?

• Prasyarat pengetahuan:
– Sebutkan bunyi hukum Pascal.
– Sebutkan bunyi hukum Archimedes.
– Bagaimana konsep suatu benda dikatakan tenggelam, melayang, dan terapung?
– Bagaimana hubungan antara ketinggian suatu tempat dengan perbedaan tekanan udara?

• Pra eksperimen:
– Berhati-hatilah menggunakan alat dan bahan praktikum.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Menjelaskan pengaruh massa jenis pada peristiwa tenggelam, melayang, dan terapung.
 Menyebutkan pemanfaatan gaya Archimedes dalam kehidupan sehari-hari.
 Mendemontrasikan adanya tekanan udara.
 Mengukur tekanan udara.
 Menyebutkan jenis-jenis barometer.
 Menjelaskan hubungan antara ketinggian suatu tempat dengan perbedaan tekanan udara.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

E. Sumber Belajar
a. Buku IPA Fisika
b. Buku referensi yang relevan
c. Alat dan bahan praktikum

F. Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Menemukan hubungan antara gaya, tekanan, dan luas daerah yang dikenai gaya melalui percobaan
• Mengaplikasikan prinsip bejana berhubungan dalam kehidupan sehari-hari
• Mendeskripsikan hukum Pascal dan Hukum Archimedes melalui percobaan sederhana serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
• Menunjukkan beberapa produk teknologi dalam kehidupan sehari-hari sehubungan dengan konsep benda terapung, melayang dan tenggelam
• Mengaplikasikan konsep tekanan benda padat, cair, dan gas pada peristiwa alam yang relevan (dalam penyelesaian masalah sehari- hari) Tes unjuk kerja

Tes tulis

Tes unjuk kerja

Tes tulis

Tes tulis Uji petik kerja prosedur dan produk

Tes isian

Uji petik kerja prosedur

Tes Uraian

Tes isian

Lakukan percobaan untuk menemukan konsep tekanan !

Sebutkan contoh peristiwa dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan prinsip bejana berhubungan.

Lakukan percobaan untuk menemukan konsep hukum Pascal dan Hukum archimides.

Kelompokkan alat-alat yang prinsip kerjanya berdasarkan hukum Pascal ?

Mengapa tanggul di tepi sungai pada bagian bawah dibuat agak lebih kuat dari pada bagian atas ?

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Sekolah : ………………………..
Kelas/Semester : VIII/2
Mata Pelajaran : IPA
Alokasi waktu : 6 X 40’ ( 3x pertemuan )

Standar Kompetensi
6. Memahami konsep dan penerapan getaran, gelombang, dan optika dalam produk teknologi sehari-hari.

Kompetensi Dasar
6.1. Mendeskripsikan konsep getaran dan gelombang serta parameter-parameternya.

A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat:
1. Menjelaskan pengertian getaran.
2. Menyebutkan contoh getaran dalam kehidupan sehari-hari.
3. Mengamati getaran.
4. Membedakan antara simpangan dan amplitudo.
5. Menjelaskan pengertian periode suatu getaran.
6. Menentukan periode getaran.
7. Mengamati kaitan antara periode dan amplitudo.
8. Menjelaskan pengertian frekuensi suatu getaran.
9. Menjelaskan hubungan antara periode dan frekuensi suatu getaran.
10. Menjelaskan pengertian gelombang.
11. Mengamati gelombang pada tali.
12. Menjelaskan gelombang membawa energi selama perambatannya.
13. Membedakan antara gelombang mekanik dan gelombang elektromagnetik.
14. Menjelaskan pengertian gelombang transversal.
15. Menyebutkan contoh gelombang transversal.
16. Mengamati gelombang transversal pada slinki.
17. Menjelaskan pengertian istilah-istilah yang berkaitan dengan gelombang transversal.
18. Menjelaskan pengertian gelombang longitudinal.
19. Menyebutkan contoh gelombang longitudinal.
20. Mengamati gelombang longitudinal pada slinki.
21. Menjelaskan pengertian kecepatan rambat gelombang.
22. Menjelaskan pengertian panjang gelombang.
23. Menjelaskan hubungan antara periode, frekuensi, cepat rambat gelombang, dan panjang gelombang.
24. Menjelaskan pemantulan gelombang.
25. Menjelaskan penerapan konsep gelombang dalam kehidupan sehari-hari.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

B. Materi Pembelajaran
Getaran dan Gelombang
C. Metode Pembelajaran
1. Model : – Direct Instruction (DI)
– Cooperative Learning
2. Metode : – Diskusi kelompok
– Eksperimen
– Observasi
– Ceramah

D. Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA
a. Kegiatan Pendahuluan
• Motivasi dan Apersepsi:
– Apakah yang terjadi jika senar gitar kita petik?
– Bagaimana cara mengukur periode suatu getaran?
19. Prasyarat pengetahuan:
– Apakah yang dimaksud dengan getaran?
– Apakah yang dimaksud dengan periode?
• Pra eksperimen:
– Berhati-hatilah menggunakan alat dan bahan praktikum.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Peserta didik dapat Menjelaskan pengertian getaran.
 Peserta didik dapat Menyebutkan contoh getaran dalam kehidupan sehari-hari.
 Peserta didik dapat Mengamati getaran.
 Peserta didik dapat Membedakan antara simpangan dan amplitudo.
 Peserta didik dapat Menjelaskan pengertian periode suatu getaran.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
• Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian getaran.
• Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan contoh getaran dalam kehidupan sehari-hari.
• Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil sebuah mistar plastik, sebuah gitar, sebuah bola pingpong, seutas benang, sebuah pegas, beban bermassa 50 g, dan sebuah statif.
• Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen mengamati getaran

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
 Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

PERTEMUAN KEDUA
a. Kegiatan Pendahuluan
• Motivasi dan Apersepsi:
– Apakah pertambahan amplitudo diikuti pertambahan periode?
– Bagaimana menentukan frekuensi suatu getaran?
• Prasyarat pengetahuan:
– Bagaimana kaitan antara periode dan amplitudo?
– Apakah yang dimaksud dengan frekuensi?
• Pra eksperimen:
– Berhati-hatilah menggunakan alat dan bahan praktikum.

b. Kegiatan Inti
• Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
• Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
• Peserta didik diminta untuk membuat kesimpulan dari eksperimen yang telah dilakukan.
• Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
• Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
• Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian frekuensi.
• Peserta didik memperhatikan cara menentukan frekuensi suatu getaran yang disampaikan oleh guru.
• Peserta didik memperhatikan penjelasan guru menentukan hubungan antara frekuensi dengan periode suatu getaran.
• Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan frekuensi suatu getaran yang disampaikan oleh guru.
• Guru memberikan beberapa soal menentukan frekuensi suatu getaran untuk dikerjakan oleh peserta didik.
• Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih ada peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.

 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Peserta didik dapat Membedakan antara simpangan dan amplitudo.
 Peserta didik dapat Menjelaskan pengertian periode suatu getaran.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan kaitan antara periode dan amplitudo.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil sebuah pegas dan sebuah beban.
 Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen mengamati kaitan antara periode dan amplitudo
 Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
 Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

PERTEMUAN KETIGA
a. Kegiatan Pendahuluan
• Motivasi dan Apersepsi:
– Apakah yang terjadi ketika sebutir kerikil dilempar ke permukaan air kolam yang tenang?
– Apakah gelombang air tergolong gelombang transversal?
– Apakah gelombang bunyi tergolong gelombang longitudinal?
– Mengapa gelombang yang datang dari tengah laut akan dipantulkan
• Prasyarat pengetahuan:
– Apakah yang dimaksud dengan gelombang?
– Apakah yang dimaksud dengan gelombang transversal?
– Apakah yang dimaksud dengan gelombang longitudinal?
– Apa yang terjadi jika gelombang yang merambat menumbuk suatu permukaan yang keras?
• Pra eksperimen:
– Berhati-hatilah menggunakan alat dan bahan praktikum.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Peserta didik dapat Menjelaskan pengertian gelombang.
 Peserta didik dapat Mengamati gelombang pada tali.
 Peserta didik dapat Menjelaskan gelombang membawa energi selama perambatannya.
 Peserta didik dapat Membedakan antara gelombang mekanik dan gelombang elektromagnetik.
 Peserta didik dapat Menjelaskan pengertian gelombang transversal.
 Peserta didik dapat Menyebutkan contoh gelombang transversal.
 Peserta didik dapat Mengamati gelombang transversal pada slinki.
 Peserta didik dapat Menjelaskan pengertian istilah-istilah yang berkaitan dengan gelombang transversal.
 Peserta didik dapat Menjelaskan pengertian gelombang longitudinal.
 Peserta didik dapat Menyebutkan contoh gelombang longitudinal.
 Peserta didik dapat Mengamati gelombang longitudinal pada slinki.
 Peserta didik dapat Menjelaskan pengertian kecepatan rambat gelombang.
 Peserta didik dapat Menjelaskan pengertian panjang gelombang.
 Peserta didik dapat Menjelaskan hubungan antara periode, frekuensi, cepat rambat gelombang, dan panjang gelombang.
 Peserta didik dapat Menjelaskan pemantulan gelombang.
 Peserta didik dapat Menjelaskan penerapan konsep gelombang dalam kehidupan sehari-hari.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian gelombang.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil seutas tali kurang lebih 3 m dan potongan kertas.
 Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen mengamati gelombang pada tali
 Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian gelombang longitudinal.
 Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan contoh gelombang longitudinal dalam kehidupan sehari-hari.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil sebuah slinki.
 Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen mengamati gelombang longitudinal pada slinki.
 Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
 Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian hubungan antara periode, frekuensi, cepat rambat gelombang, dan panjang gelombang.
 memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

E. Sumber Belajar
a. Buku IPA Fisika
b. Buku referensi yang relevan
c. Alat dan bahan praktikum

F. Penilaian Hasil Belajar

Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Mengidentifikasi getaran pada kehidupan sehari-hari
• Mengukur perioda dan frekuensi suatu getaran
• Membedakan karakteristik gelombang longitudinal dan gelombang transversal
• Mendeskripsikan hubungan antara kecepatan rambat gelombang, frekuensi dan panjang gelombang
Tes tulis

Tes tulis

Tes unjuk kerja

Tes tulis

Tes isian

Tes uraian

Tes identifikasi

Tes uraian
Diskripsikan pengertian getaran !

Hitunglah frekuensi suat getaran bila periodnya 25 sekon.

Disediakan data percobaan, carilah perbedaan ciri gelombang longitudinal dan gelombang transversal.

Bila panjang gelombang 60 meter dan cepat rambat gelombang 100m/s. Hitunglah frekuensi gelombang?

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Sekolah : ………………………..
Kelas/Semester : VIII/2
Mata Pelajaran : IPA
Alokasi waktu : 4 X 40’ ( 2x Pertemuan )

Standar Kompetensi
6. Memahami konsep dan penerapan getaran, gelombang, dan optika dalam produk teknologi sehari-hari.

Kompetensi Dasar
6.2. Mendeskripsikan konsep bunyi dalam kehidupan sehari-hari.

A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat:
1. Menjelaskan pengertian bunyi.
2. Menyelidiki penyebab timbulnya bunyi.
3. Menjelaskan syarat terjadi dan terdengarnya bunyi.
4. Menjelaskan pengertian cepat rambat bunyi.
5. Mengukur cepat rambat bunyi.
6. Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi cepat rambat bunyi.
7. Menentukan cepat rambat bunyi pada beberapa medium.
8. Membedakan pengertian infrasonik, audiosonik, dan ultrasonik.
9. Menyebutkan contoh infrasonik, audiosonik, dan ultrasonik.
10. Menyebutkan pemanfaatan bunyi ultrasonik dalam kehidupan sehari-hari.
11. Menjelaskan faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya bunyi.
12. Menjelaskan faktor yang mempengaruhi kuat lemahnya bunyi.
13. Menjelaskan faktor yang mempengaruhi kualitas bunyi.
14. Membuat organ botol.
15. Menjelaskan pengertian resonansi.
16. Mengamati terjadinya resonansi pada garpu tala.
17. Mengamati terjadinya resonansi pada bandul sederhana.
18. Menjelaskan aplikasi konsep resonansi pada alat musik.
19. Menjelaskan masalah yang ditimbulkan resonansi.
20. Menjelaskan syarat terjadinya pemantulan bunyi.
21. Menemukan hukum pemantulan bunyi.
22. Menyebutkan jenis-jenis bunyi pantul.
23. Membedakan antara gaung, gema dan bunyi pantul yang memperkuat bunyi asli.
24. Menjelaskan manfaat pemantulan bunyi dalam kehidupan sehari-hari.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)
B. Materi Pembelajaran
Bunyi

C. Metode Pembelajaran
1. Model : – Direct Instruction (DI)
– Cooperative Learning
2. Metode : – Diskusi kelompok
– Observasi
– Ceramah
– Eksperimen

D. Langkah-langkah Kegiatan
PERTEMUAN PERTAMA

a. Kegiatan Pendahuluan
• Motivasi dan Apersepsi:
– Mengapa senar gitar yang kita petik dapat terdengar?
– Benarkah cepat rambat bunyi tak berhingga besarnya?
• Prasyarat pengetahuan:
– Apakah syarat terjadi dan terdengarnya bunyi?
– Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi cepat rambat bunyi.
• Pra eksperimen:
– Berhati-hatilah menggunakan alat dan bahan praktikum.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Peserta didik dapat Menjelaskan pengertian bunyi.
 Peserta didik dapat Menyelidiki penyebab timbulnya bunyi.
 Peserta didik dapat Menjelaskan syarat terjadi dan terdengarnya bunyi.
 Peserta didik dapat Menjelaskan pengertian cepat rambat bunyi.
 Peserta didik dapat Mengukur cepat rambat bunyi.
 Peserta didik dapat Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi cepat rambat bunyi

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian bunyi.
 Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan contoh bunyi dalam kehidupan sehari-hari.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil sebuah gendang, sebuah gitar, dan sebuah garpu tala.
 Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen menyelidiki penyebab timbulnya bunyi.
 Peserta didik dalam setiap kelompok melak
 memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

PERTEMUAN KEDUA
a. Kegiatan Pendahuluan
• Motivasi dan Apersepsi:
– Berapakah batas kemampuan pendengaran manusia?
– Adakah pengaruh tinggi rendahnya frekuensi terhadap bunyi yang dihasilkan?
• Prasyarat pengetahuan:
– Apakah yang dimaksud dengan audiosonik?
– Faktor apakah yang mempengaruhi tinggi rendahnya bunyi?
• Pra eksperimen:
– Berhati-hatilah menggunakan alat dan bahan praktikum.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Peserta didik dapat Menjelaskan faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya bunyi.
 Peserta didik dapat Menjelaskan faktor yang mempengaruhi kuat lemahnya bunyi.
 Peserta didik dapat Menjelaskan faktor yang mempengaruhi kualitas bunyi.
 Peserta didik dapat Membuat organ botol.
 Peserta didik dapat Menjelaskan pengertian resonansi.
 Peserta didik dapat Mengamati terjadinya resonansi pada garpu tala.
 Peserta didik dapat Mengamati terjadinya resonansi pada bandul sederhana.
 Peserta didik dapat Menjelaskan aplikasi konsep resonansi pada alat musik.
 Peserta didik dapat Menjelaskan masalah yang ditimbulkan resonansi.
 Peserta didik dapat Menjelaskan syarat terjadinya pemantulan bunyi.
 Peserta didik dapat Menemukan hukum pemantulan bunyi.
 Peserta didik dapat Menyebutkan jenis-jenis bunyi pantul.
 Peserta didik dapat Membedakan antara gaung, gema dan bunyi pantul yang memperkuat bunyi asli.
 Peserta didik dapat Menjelaskan manfaat pemantulan bunyi dalam kehidupan sehari-hari.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

E. Sumber Belajar
a. Buku IPA Fisika
b. Buku referensi yang relevan
c. Alat dan bahan praktikum
d. Lingkungan

F. Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Membedakan infrasonik, ultrasonik dan audiosonik
• Memaparkan karakteristik gelombang bunyi
• Menunjukkan gejala resonansi dalam kehidupan sehari-hari.
• Merencanakan percobaan untuk mengukur laju bunyi *)
• Memberikan contoh pemanfaatan dan dampak pemantulan bunyi dalam dalam kehidupan sehari-hari dan teknologi Tes tulis

Tes unjuk kerja

Tes tulis

Tes uraian

Uji petik kerja prosedur

Tes uraian Jelaskan perbedaan antara infrasonik, ultrasonik, audiosonik.

Lakukan percobaan tentang resonansi dan buatlah kesimpulannya.

Sebutkan contoh dalam kehidupan sehari-hari tentang pemanfaatan pemantulan bunyi.

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Sekolah : ………………………..
Kelas/Semester : VIII/2
Mata Pelajaran : IPA
Alokasi waktu : 6 X 40’ ( 3x pertemuan )

Standar Kompetensi
6. Memahami konsep dan penerapan getaran, gelombang, dan optika dalam produk teknologi sehari-hari.

Kompetensi Dasar
6.3. Menyelidiki sifat-sifat cahaya dan hubungannya dengan berbagai bentuk cermin dan lensa.

A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat:
1. Menjelaskan pengertian cahaya.
2. Membedakan cahaya tampak dan cahaya tidak tampak.
3. Menyebutkan contoh cahaya tampak dan cahaya tidak tampak.
4. Mengamati perambatan cahaya dan peristiwa terbentuknya bayang-bayang umbra dan penumbra.
5. Menyebutkan bunyi hukum pemantulan.
6. Membedakan pemantulan teratur dan pemantulan tidak teratur.
7. Menyebutkan syarat agar benda dapat dilihat oleh mata.
8. Menjelaskan pengertian pembiasan.
9. Menyebutkan bunyi hukum pembiasan (hukum Snellius).
10. Mengamati arah perambatan cahaya yang melewati dua medium.
11. Menjelaskan pengertian indeks bias.
12. Menentukan indeks bias suatu medium.
13. Melukis pembiasan cahaya yang melibatkan medium udara dan tidak melibatkan medium udara.
14. Menjelaskan pengertian pemantulan sempurna.
15. Menjelaskan syarat terjadinya pemantulan sempurna.
16. Menyebutkan contoh pemantulan sempurna dalam kehidupan sehari-hari.
17. Menjelaskan peristiwa fatamorgana.
18. Membedakan bayangan nyata dan bayangan maya.
19. Menjelaskan proses pembentukan dan sifat-sifat bayangan pada cermin datar.
20. Menyebutkan tiga sinar istimewa pada cermin cekung.
21. Menjelaskan proses pembentukan dan sifat-sifat bayangan pada cermin cekung.
22. Menjelaskan hubungan antara jarak benda, jarak bayangan, dan jarak fokus.
23. Menjelaskan pengertian perbesaran bayangan.
24. Menyebutkan manfaat cermin cekung dalam kehidupan sehari-hari.
25. Menyebutkan tiga sinar istimewa pada cermin cembung.
26. Menjelaskan proses pembentukan dan sifat-sifat bayangan pada cermin cembung.
27. Menyebutkan manfaat cermin cembung dalam kehidupan sehari-hari.
28. Menjelaskan pengertian lensa.
29. Membedakan lensa cembung dan lensa cekung.
30. Menyebutkan tiga sinar istimewa pada lensa cembung.
31. Menjelaskan proses pembentukan dan sifat-sifat bayangan pada lensa cembung.
32. Menyebutkan manfaat lensa cembung dalam kehidupan sehari-hari.
33. Menyebutkan tiga sinar istimewa pada lensa cekung.
34. Menjelaskan proses pembentukan dan sifat-sifat bayangan pada lensa cekung.
35. Menyebutkan manfaat lensa cekung dalam kehidupan sehari-hari.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

B. Materi Pembelajaran
Cahaya

C. Metode Pembelajaran
1. Model : – Direct Instruction(DI)
– Cooperative Learning
2. Metode : – Diskusi kelompok
– Eksperimen
– Ceramah

D. Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA
a. Kegiatan Pendahuluan
• Motivasi dan Apersepsi:
– Mengapa benda dapat terlihat di tempat yang terang?
– Mengapa jika sebatang pensil dimasukkan ke dalam gelas berisi air, pensil akan terlihat bengkok?
• Prasyarat pengetahuan:
– Apakah syarat agar benda dapat dilihat oleh mata?
– Apakah yang dimaksud dengan pembiasan?
• Pra eksperimen:
– Berhati-hatilah menggunakan peralatan laboratorium.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Siswa dapat dapat Menjelaskan pengertian cahaya
 Siswa dapat dapat Menjelaskan pengertian pembiasan
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai perbedaan cahaya tampak dan cahaya tidak tampak.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan contoh cahaya tampak dan cahaya tidak tampak.
 memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 Guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan.
 Guru memberi tugas rumah.

PERTEMUAN KEDUA
a. Kegiatan Pendahuluan
13. Motivasi dan Apersepsi:
– Apakah syarat terjadinya pemantulan sempurna?
– Bagaimana jarak antara bayangan ke cermin datar dibandingkan dengan jarak benda ke cermin datar?
• Prasyarat pengetahuan:
– Apakah yang dimaksud dengan pemantulan sempurna?
– Sebutkan sifat-sifat bayangan pada cermin datar.
• Pra eksperimen:
– Berhati-hatilah menggunakan peralatan laboratorium.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Peserta didik dapat Menjelaskan pengertian pemantulan sempurna
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 Perwakilan peserta didik dalam setiap kelompok diminta untuk menyebutkan syarat terjadinya pemantulan sempurna.
 Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan contoh pemantulan sempurna dalam kehidupan sehari-hari.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai peristiwa fatamorgana.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pemantulan cahaya pada cermin datar.
 Perwakilan peserta didik diminta untuk menjelaskan perbedaan bayangan nyata dan bayangan maya.
 memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.
c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

PERTEMUAN KETIGA
a. Kegiatan Pendahuluan
• Motivasi dan Apersepsi:
– Bagaimanakah sifat pemantulan cahaya pada cermin cekung?
– Mengapa pada spion mobil, obyek lebih dekat daripada bayangan yang terlihat?
• Prasyarat pengetahuan:
– Sebutkan tiga sinar istimewa pada cermin cekung.
– Apakah manfaat cermin cembung dalam kehidupan sehari-hari?
• Pra eksperimen:
– Berhati-hatilah menggunakan peralatan laboratorium.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Menjelaskan proses pembentukan dan sifat-sifat bayangan pada cermin cekung.
 Menjelaskan hubungan antara jarak benda, jarak bayangan, dan jarak fokus.
 Menjelaskan pengertian perbesaran bayangan.
 Menyebutkan manfaat cermin cekung dalam kehidupan sehari-hari.
 Menyebutkan tiga sinar istimewa pada cermin cembung.
 Menjelaskan proses pembentukan dan sifat-sifat bayangan pada cermin cembung.
 Menyebutkan manfaat cermin cembung dalam kehidupan sehari-hari.
 Menjelaskan pengertian lensa.
 Membedakan lensa cembung dan lensa cekung.
 Menyebutkan tiga sinar istimewa pada lensa cembung.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai hubungan antara jarak benda, jarak bayangan, dan jarak fokus.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian perbesaran bayangan.
 Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan perbesaran bayangan pada cermin cekung yang disampaikan oleh guru.
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan manfaat cermin cekung dalam kehidupan sehari-hari.
 memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.
 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.
c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.
E. Sumber Belajar
a. Buku IPA Fisika
b. Buku referensi yang relevan
c. Alat dan bahan praktikum

F. Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Merancang dan melakukan percobaan untuk menunjukikan sifat-sifat perambatan cahaya
• Menjelaskan hukum pemantulan yang diperoleh melalui percobaan
• Menjelaskan hukum pembiasan yang diperoleh berdasarkan percobaan
• Mendeskripsikan proses pembentukan dan sifat-sifat bayangan pada cermin datar, cermin cekung dan cermin cembung.
• Mendeskripsikan proses pembentukan dan sifat-sifat bayangan pada lensa cekung dan lensa cembung Penugasan

Tes tulis

Tes tulis

Tes tulis

Tes tulis Tugas proyek

Tes uraian

Tes uraian

Tes uraian

Tes uraian Rancanglah percobaan untuk menunjukkan sifat perambatan cahaya.

Bagaimanakah bunyi hukum pemantulan cahaya ?

Bagaimanakah bunyi hukum pembiasan cahaya?

Lukiskan pembentukan bayanagan pada cermin cekung bila benda terletak antara F dan R, dan sebutkan sifat bayangannya?

Lukiskan pembentukan bayanga pada lensa cembung bila benda terletak di 2 F, dan sebutkan sifat bayangannya?

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Sekolah : ………………………..
Kelas/Semester : VIII/2
Mata Pelajaran : IPA
Alokasi waktu : 4 X 40’ ( 2x pertemuan )

Standar Kompetensi
6. Memahami konsep dan penerapan getaran, gelombang, dan optika dalam produk teknologi sehari-hari.

Kompetensi Dasar
6.4 Mendeskripsikan alat-alat optik dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat:
1. Menjelaskan pengertian alat optik.
2. Menjelaskan fungsi bagian-bagian mata sebagai alat optik.
3. Menggambarkan pembentukan bayangan benda pada retina.
4. Menjelaskan daya akomodasi mata.
5. Membedakan antara daya akomodasi maksimum dan tanpa akomodasi.
6. Membedakan antara titik dekat (punctum proksimum) dan titik jauh
(punctum remotum).
7. Menjelaskan beberapa cacat mata dan penanggulangannya.
8. Menjelaskan keterbatasan mata.
9. Membuktikan keberadaan bintik buta pada retina.
10. Membuktikan penglihatan binokuler.
11. Menjelaskan fungsi dan prinsip kerja kamera.
12. Menjelaskan fungsi dan prinsip kerja lup.
13. Menjelaskan fungsi dan prinsip kerja mikroskop.
14. Menjelaskan fungsi dan prinsip kerja teropong.
15. Menjelaskan fungsi dan prinsip kerja periskop.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

B. Materi Pembelajaran
Alat-alat Optik

C. Metode Pembelajaran
1. Model : – Direct Instruction(DI)
– Cooperative Learning
2. Metode : – Diskusi kelompok
– Eksperimen
– Ceramah

D. Langkah-langkah Kegiatan
PERTEMUAN PERTAMA
a. Kegiatan Pendahuluan
• Motivasi dan Apersepsi:
– Mengapa kita dapat melihat benda yang berada pada berbagai jarak dengan jelas?
– Mengapa jatuhnya bayangan bisa di depan atau di belakang retina?
• Prasyarat pengetahuan:
– Apakah yang dimaksud dengan daya akomodasi?
– Bagaimana proses pembentukan bayangan benda pada retina?
• Pra eksperimen:
– Berhati-hatilah menggunakan peralatan laboratorium.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Siswa dapat dapat Menjelaskan pengertian alat optik.
 Siswa dapat dapat Menjelaskan fungsi bagian-bagian mata sebagai alat optik.
 Siswa dapat dapat Menggambarkan pembentukan bayangan benda pada retina.
 Siswa dapat dapat Menjelaskan daya akomodasi mata.
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai fungsi bagian-bagian mata sebagai alat optik.
 Peserta didik memperhatikan proses pembentukan bayangan benda pada retina yang disampaikan oleh guru.
 Perwakilan peserta didik diminta untuk menjelaskan pengertian daya akomodasi mata.
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai perbedaan antara titik dekat (punctum proksimum) dan titik jauh (punctum remotum).
 memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
 Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.

PERTEMUAN KEDUA
a. Kegiatan Pendahuluan
• Motivasi dan Apersepsi:
– Mengapa lensa kamera f / 1,0 lebih mahal daripada lensa f / 2,8?
– Bagaimana cara mengamati benda kecil dengan menggunakan lup agar mata tidak cepat lelah?
• Prasyarat pengetahuan:
– Apakah yang dimaksud dengan apertur?
– Bagaimana prinsip kerja lup?

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Peserta didik dapat Menjelaskan beberapa cacat mata dan penanggulangannya.
 Peserta didik dapat Menjelaskan keterbatasan mata.
 Peserta didik dapat Membuktikan keberadaan bintik buta pada retina.
 Peserta didik dapat Membuktikan penglihatan binokuler.
 Peserta didik dapat Menjelaskan fungsi dan prinsip kerja kamera.
 Peserta didik dapat Menjelaskan fungsi dan prinsip kerja lup.
 Peserta didik dapat Menjelaskan fungsi dan prinsip kerja mikroskop.
 Peserta didik dapat Menjelaskan fungsi dan prinsip kerja teropong.
 Peserta didik dapat Menjelaskan fungsi dan prinsip kerja periskop
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

E. Sumber Belajar
a. Buku IPA Fisika
b. Buku referensi yang relevan
c. Lingkungan
d. Alat dan bahan praktikum

F. Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Menjelaskan fungsi mata sebagai alat optik
• Menggambarkan pembentukan bayangan benda pada retina
• Menjelaskan beberapa cacat mata dan penggunaan kaca mata
• Menyelidiki ciri-ciri kamera sebagai alat optik
• Menjelaskan konsep lup sebagai alat optik
• Menjelaskan cara kerja beberapa produk teknologi yang relevan, seperti : mikroskop, berbagai jenis teropong, periskop dan sebagainya *) Tes tulis

Tes tulis

Tes tulis

Tes tulis Tes isian

Tes uraian

Tes uraian

Tes uraian Apakah funsi mata ?…

Gambarkan pembentukan bayangan pada retina ?

Apakah perbedaan antara mata dan kamera sebagai alat optik?

Jelaskan cara kerja mikroskop dan gambarkan jalannya sinar hingga terbentuk bayangan.

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK : …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Jenjang Sekolah : SMP/MTs ………………
Mata Pelajaran : IPA Terpadu
Kelas / Semester : IX/ I
Alokasi waktu : 3 X 40’ ( 2x pertemuan )

Standar Kompetensi 1.
Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia.

Kompetensi Dasar 1.1.
Mendiskripsikan sistem ekskresi pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan

A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat mengidentifikasikan organ – organ penyusun sistem pengeluaran
( ekskresi ) pada manusia.
2. Siswa dapat memahami proses pengeluaran zat sisa pada sistem ekskresi manusia.
3. Siswa dapat mendata penyakit dan kelainan yang terdapat pada organ penyusunan sistem ekskresi.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

B. Materi Pembelajaran
Sistem ekskresi pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan.

C. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Kontekstual
2. Metode : Diskusi, informasi dan percobaan
3. Model Pembelajaran : Kooperatif dan langsung.

D. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Motivasi
1) Terdiri dari organ apakah sistem ekskresi pada manusia ? dan apa yang di
Keluarkannya?
2) Bagaimana kerja sama kulit dengan ginjal ?
b. Pengetahuan Prasyarat
Siswa telah memahami proses pernafasan dan transportasi manusia.

2. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 Siswa dapat mengidentifikasikan organ – organ penyusun sistem pengeluaran ( ekskresi ) pada manusia.
 Siswa dapat memahami proses pengeluaran zat sisa pada sistem ekskresi manusia
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
 Melengkapi kalimat berdasarkan pemahaman akan suatu percakapan
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

Pertemuan Kedua
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Motivasi
1) Sebutkan 2 kelainan yang terdapat pada organ ekskresi?
2) Sebutkan 3 penyakit yang terjadi pada organ ekskresi?
b. Pengetahuan Prasyarat
Siswa telah memahami organ – organ penyusun sistem pengeluaran .

2. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 Siswa dapat mendata penyakit dan kelainan yang terdapat pada organ penyusunan sistem ekskresi.
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
 Melengkapi kalimat berdasarkan pemahaman akan suatu percakapan
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 Siswa dengan bimbingan guru melakukan diskusi tentang kelainan dan penyakit yang terdapat pada organ – organ penyusun sistem ekskresi
 Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

E. Media Pembelajaran
1. Alat dan bahan.
2. Modul / charta organ – organ ekskresi manusia.

F. Sumber Pembelajaran
1. Buku IPA Terpadu . .
2. Buku IPA yang relevan.
3. Model / Charta alat respirasi dan fotosintesis tumbuhan
4. Siswa dan guru.

G. Penilaian.
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Mendeskripsikan bentuk/bangun organ-organ penyusun sistem ekskresi pada manusia
• Mendeskripsikan fungsi sistem ekskresi
• Mendata contoh kelainan dan penyakit pada sistem ekskresi yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan upaya mengatasinya
• Menyadari pentingnya menjaga kesehatan organ sistem reproduksi
• Tes tertulis

• Tes tertulis

• Penugasan

• Pemberian angket • PG

• Uraian

• Proyek

• Angket

• Organ yang bentuknya mirip kacang dan berwarna merah maron adalah ….
a. Jantung
b. paru-paru
c. ginjal
d. hati
• Kemukakan fungsi sistem ekskresi yang dimiliki oleh tubuh manusia!
• Buatlah tulisan tentang salah satu contoh penyakit pada sistem ekskresi yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari!
• Lembar penilaian antar teman untuk menilai tingkat keterlibatan siswa dalam penyelesaian proyek)
• Angket model skala Likert

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK :……………………….. …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :………………………..

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Jenjang Sekolah : SMP/MTs ………………
Mata Pelajaran : IPA Terpadu
Kelas / Semester : IX / I
Alokasi waktu : 3 X 40’ ( 2x pertemuan )

Standar Kompetensi 1.
Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusi a

Kompetensi Dasar 1.2.
Mendiskripsikan sistem reproduksi danpenyakit yang berhubungan dengan sistem reproduksi manusia.

A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat mengidentifikasikan dan memahami fungsi bagian – bagian dengan reproduksi manusia.
2. Siswa dapat menjelaskan tahap – tahap reproduksi manusia.
3. Siswa dapat menjelaskan pertumbuhan dan perkembangan manusia.
4. Siswa dapat mendata kelainan dan penyakit pada organ sistem reproduksi.

 B. Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)
Materi Pembelajaran
Sistem reproduksi dan penyakit yang berhubungan dengan sistem produksi manusia.

C. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Konsektual.
2. Metode : Observasi, Diskusi dan Informasi.

D. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Motivasi
1) Terdiri dari apakah organ sistem reproduksi ?
2) Mengapa ada orang yang mandul ?
3) Di manakah pertumbuhan dan perkembangan manusia sebelum dilahirkan ?
4) Berasal dari manakah kebutuhan hidup janin ?
b. Pengetahuan Prasyarat
Siswa telah memahami perkembangan generatif ( seksual )
Siswa telah memahami organ – organ sistem reproduksi.

2. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 Siswa dapat mengidentifikasikan dan memahami fungsi bagian – bagian dengan reproduksi manusia.
 Siswa dapat menjelaskan tahap – tahap reproduksi manusia.
 Siswa dapat menjelaskan pertumbuhan dan perkembangan manusia.
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
 Melengkapi kalimat berdasarkan pemahaman akan suatu percakapan
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 Siswa mengamati model / charta organ – organ penyusun sistem reproduksi dilanjutkan diskusi tahap – tahap reproduksi manusia
 Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

Pertemuan Kedua
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Motivasi
1) Sebutkan 3 penyakit pada organ sistem reproduksi ?
b. Pengetahuan Prasyarat
Siswa telah memahami organ – organ sistem reproduksi manusia.

2. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 Siswa dapat mendata kelainan dan penyakit pada organ sistem reproduksi.
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
 Melengkapi kalimat berdasarkan pemahaman akan suatu percakapan
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 Dengan bimbingan guru siswa melakukan diskusi tentang kelainan dan penyakit pada organ sistem reproduksi
 Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

E. Media Pembelajaran
Model / Charta organ – organ penyusun sistem reproduksi manusia..

F. Sumber Pembelajaran
1. Buku IPA Terpadu .
2. Buku IPA yang relevan.
3 Model / charta organ reproduksi manusia
4. Guru dan siswa..

G. Penilaian.
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Menyebutkan macam organ penyusun sistem reproduksi pada manusia
• Mendeskripsikan fungsi sistem reproduksi
• Menulis artikel tentang cara penularan dan pencegahan penyakit yang berhubungan dengan sistem reproduksi
• Menyadari pentingnya menjaga kesehatan organ sistem reproduksi
 Tes tertulis

 Tes tertulis

 Penugasan

Penugasan
 PG

 Uraian

 Tugas rumah

 Angket  Salah satu organ yang menyusun sistem reproduksi pada laki-laki adalah ….
a. testes
b. ovarium
c. oviduct
d. uterus
 Jelaskan fungsi uterus yang terdapat dalam sistem reproduksi wanita!
 Buatlah tulisan tentang penularan dan pencegahan penyakit yang berhubungan dengan sistem reproduksi!
 Angket skala perbedaan semantik

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK :……………………….. …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :………………………..

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Jenjang Sekolah : SMP/MTs ………………
Mata Pelajaran : IPA Terpadu
Kelas / Semester : IX / I
Alokasi waktu : 3 X 40’ ( 2X Pertemuan )

Standar Kompetensi 1.
Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia

Kompetensi Dasar 1.3.
Mendiskripsikan sistem koordinasi dan alat indera pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan.

A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menjelaskan fungsi organ-organ penyusun sistem koordinasi pada manusia.
2. Siswa dapat menjelaskan mekanisme kerja sistem koordinasi pada manusia..
3. Siswa dapat menjelaskan fungsi organ-organ penyusun alat indera pada manusia.
4. Siswa dapat menjelaskan sistem hormon pada manusia.
5. Sisw dapat mendata contoh kelainan dan penyakit pada sistem koordinasi pada manusia..

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

B. Materi Pembelajaran
Sistem koordinasi dan indera pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan.

C. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Konsektual.
2. Metode : Diskusi, Informasi, eksperimen / observasi
3. Model Pembelajaran : Pembelajran langsung dan kooperatif.

D. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Motivasi
1) Tersusun dari apakah Neron ?
2) Terdiri dari apakah susunan sistem saraf manusia ?
3) Bagaimana prosesnya kita dapat melihat susatu benda ?
4) Sebutkan bagian-bagian telinga manusia ?
5) Mengapa kita dapat merasakan bau masakan dan pafum ?
b. Pengetahuan Prasyarat
Siswa telah memahami sistem gerak manusia.

2. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 Siswa dapat menjelaskan fungsi organ-organ penyusun sistem koordinasi pada manusia.
 Siswa dapat menjelaskan mekanisme kerja sistem koordinasi pada manusia..
 Siswa dapat menjelaskan fungsi organ-organ penyusun alat indera pada manusia.
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
 Melengkapi kalimat berdasarkan pemahaman akan suatu percakapan
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 Siswa dengan bimbingan guru melakukan diskusi tentang organ dan fungsi sistem koordinasi pada manusia.
 Siswa menempatkan diri pada kelompok masing – masing dan menyiapkan alat percobaan.
 Siswa dengan petunjuk guru melakukan percobaan tentang indera mata, telinga, hidung dilanjutkan diskusi
 Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

Pertemuan Kedua
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Motivasi
1) Mengapa kelenjar hipofisis disebut master of gland ?
2) Kelenjar apakah yang terletak pada rongga perut ?
3) Bagaimana akibatnya jika tukang punggung seseorang patah akibat suatu kecelakaan ?
4) Mengapa terjadi penyakit gula ?
5) Berakibat apakah bila di otak terjadi pendarahan ?
b. Pengetahuan Prasyarat
Siswa telah memahami sistem syaraf dan indera manusia.

2. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 Siswa dapat menjelaskan sistem hormon pada manusia.
 Sisw dapat mendata contoh kelainan dan penyakit pada sistem koordinasi pada manusia.
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
 Melengkapi kalimat berdasarkan pemahaman akan suatu percakapan
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 Dengan bantuan charta dan bimbingan guru, siswa melakukan diskusi tentang sistem hormon pada manusia.
 Siswa dengan bimbingan guru melakukan diskusi tentang kelainan dan penyakit pada sistem koordinasi manusia.
 Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

E. Media Pembelajaran
1. Alat dan bahan.
2. Model / Charta sistem syaraf, indera dan hormon manusia.

F. Sumber Pembelajaran
1. Buku IPA Terpadu .
2. Buku IPA yang relevan.
3 Model / charta sistem syaraf indera dan hormon
4. Guru dan siswa..

G. Penilaian.
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Membandingkan bentuk/bangun bagian organ dan/atau organ penyusun sistem syaraf pada manusia
• Mendeskripsikan fungsi otak, fungsi sumsum tulang belakang, dan sel saraf dalam sistem koordinasi
• Menunjukkan bagian-bagian alat indra dan fungsinya
• Mendata contoh kelainan dan penyakit pada alat indera yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan upaya mengatasinya
Tes tertulis

Tes tertulis

Tes unjuk kerja

Penugasan PG

Uraian

Uji petik kerja

Tugas rumah

• Perhatikan gambar sistem saraf berikut ini.

Bagian otak kecil dan sumsum lanjutan ditandai dengan nomor ….
a. 1 dan 2
b. 2 dan 3
c. 3 dan 4
d. 4 dan 1
• Deskripsikan fungsi otak besar!

• Dengan menggunakan model mata, tunjukkan dan deskripsikan fungsi bagian pupil dan retina

• Buatlah kliping tentang penyakit pada alat indra yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK :……………………….. …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel IPA

(_______________________)
NIP/NIK :………………………..

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Jenjang Sekolah : SMP/MTs ………………
Mata Pelajaran : IPA Terpadu
Kelas / Semester : IX / 1
Alokasi Waktu : 4 x 40 menit ( 2x Pertemuan )

Standar Kompetensi 2 :
Memahami kelangsungan hidup makhluk hidup.

Kompetensi Dasar 2.1 :
Mengidentifikasi kelangsungan hidup makhluk hidup melalui adaptasi, seleksi alam dan perkembangbiakan.

A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menjelaskan cara-cara makhluk hidup beradaptasi terhadap lingkungannya.
2. Siswa dapat mengidentifikasi macam-macam adaptasi pada makhluk hidup.
3. Siswa dapat menjelaskan bagaimana aterjadinya adaptasi melalui seleksi alam.
4. Siswa dapat menganalisis manfaat berkembang biak bagi makhluk hidup.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

B. Materi Pembelajaran
1. Adaptasi Makhluk Hidup
2. Seleksi Alam
3. Perkembangbiakkan Makhluk Hidup

C. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Pembelajaran Kontekstual.
2. Metode : Diskusi Informasi, Percobaan
3. Model Pembelajaran : Pembelajaran langsung dan pembelajaran kooperatif

D. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Motivasi :
Ada berapa macamkah adaptasi makhluk hidup itu ?
b. Prasyarat Pengetahuan :
Siswa telah memahami cirri-ciri makhluk hidup.

2. Kegiatan Inti :
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 Siswa dapat menjelaskan cara-cara makhluk hidup beradaptasi terhadap lingkungannya.
 Siswa dapat mengidentifikasi macam-macam adaptasi pada makhluk hidup.
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
 Melengkapi kalimat berdasarkan pemahaman akan suatu percakapan
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 Siswa diminta mengamati adaptasi morfologi pada tumbuhan
 Siswa diminta mengamati adaptasi morfologi pada hewan
 Siswa diminta mengamati adaptasi tingkah laku pada berbagai organisme
 Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

Pertemuan Kedua
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Motivasi :
Bagaimana terbentuknya variasi burung Finch Darwin ?
b. Prasyarat Pengetahuan :
Siswa telah memahami cirri-ciri makhluk hidup.

2. Kegiatan Inti :
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 Siswa dapat menjelaskan sistem hormon pada manusia.
 Siswa dapat mendata contoh kelainan dan penyakit pada sistem koordinasi pada manusia.
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
 Melengkapi kalimat berdasarkan pemahaman akan suatu percakapan
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 Siswa melakukan percobaan proses kepunahan organisme
 Siswa diminta diskusi tentang perkembangbiakan makhluk hidup
 Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

E. Media Pembelajaran
Alat dan bahan

F. Sumber Belajar
1. Buku IPA Terpadu
2. Buku-buku pelajaran IPA yang relevan.

G. Penilaian
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Mengaitkan perilaku adaptasi hewan tertentu dilingkungannya dengan kelangsungan hidup

• Memprediksikan punahnya beberapa jenis makhluk hidup akibat seleksi alam hubungannya dengan kemampuan yang dimiliki
• Mendeskripsikan hubungan interspesifik (antar populasi) dengan seleksi alam
• Menjelaskan peran perkembangbiakan bagi kelangsungan hidup
• Mendiskripsikan cara perkembangbiakan pada tumbuhan dan hewan
• Tes tertulis

• Tes tertulis

• Tes tertulis

• Tes tertulis

• Penugasan • PG

• Isian

• Uraian

• Isian

• Tugas rumah

• Untuk menjaga kelangsungan hidupnya, banyak hewan kutub di musim dingin melakukan …..
a. hibernasi
b. reproduksi
c. adaptasi
d. toleransi
• Badak bercula satu hampir punah karena selain habitatnya rusak juga disebabkan ….
• Hubungan interspesifik yang bagimanakah yang berkaitan erat dengan seleksi alam? Berikan contohnya!
• Untuk melestarikan jenisnya, makhluk hidup memiliki kemampuan untuk ….
• Buatlah tabel cara perkembangbiakan pada beberap jenis tumbuhan dan hewan

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK :……………………….. …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel IPA

(_______________________)
NIP/NIK :………………………..

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Jenjang Sekolah : SMP/MTs ………………
Mata Pelajaran : IPA Terpadu
Kelas / Semester : IX / 1
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit

Standar Kompetensi 2 :
Memahami kelangsungan hidup makhluk hidup.

Kompetensi Dasar 2.2 :
Mendeskripsikan pewarisan sifat pada makhluk hidup.

A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menjelaksan konsep reproduksi vegetatip dan generatip.
2. Siswa dapat menjelaskan cara reproduksi vegetatip pada tumbuhan dan hewan.
3. Siswa dapat membandingkan cara reproduksi vegetatip pada tumbuhan dan hewan.
4. Siswa dapat menjelaskan konsep kromosom dan pembelahan sel.
5. Siswa dapat menjelaskan cara reproduksi generatip pada tumbuhan dan hewan
6. Siswa dapat membandingkan cara reproduksi generatip pada tumbuhan dan hewan.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)
B. Materi Pembelajaran
1. Reproduksi Vegetatip
2. Reproduksi Generatip

C. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Pembelajaran Kontekstual.
2. Metode : Diskusi Informasi.
3. Model Pembelajaran : Pembelajaran langsung dan pembelajaran kooperatif

D. Langkah-langkah Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Motivasi :
Apakah perbedaan antara vegetatip dan generatip ?
b. Prasyarat Pengetahuan :
Siswa telah memahami cirri-ciri makhluk hidup.
2. Kegiatan Inti :
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 Siswa dapat memahami cirri-ciri makhluk hidup
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
 Melengkapi kalimat berdasarkan pemahaman akan suatu percakapan
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 Siswa diminta untuk menentukan cara reproduksi organisme
 Siswa diminta diskusi tentang
1). Vegetatip pada tumbuhan.
2). Vegetatip pada hewan
3). Generatip pada tumbuhan
4). Generatip pada hewan.
 Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

E. Media Pembelajaran
Alat dan bahan

F. Sumber Belajar
1. Buku IPA Terpadu
2. Buku-buku pelajaran IPA yang relevan.

G. Penilaian
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Mendiskripsikan materi genetis yang bertanggung jawab dalam pewarisan sifat (gen, kromosom)
• Membedakan pengertian sifat resesif dominan dan intermediat
• Tes tertulis

• Tes tertulis • Isian

• Uraian • Materi genetis yang bertanggung jawab dalam penurunan sifat adalah ….

• Kemukakan perbedaan pengertian resesif. Dominan dan intermediat!

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK :……………………….. …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel IPA

(_______________________)
NIP/NIK :………………………..

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Jenjang Sekolah : SMP/MTs ………………
Mata Pelajaran : IPA Terpadu
Kelas / Semester : IX / 1
Alokasi Waktu : 4 x 40 menit ( 2x Pertemuan )

Standar Kompetensi 2 :
Memahami kelangsungan hidup makhluk hidup.

Kompetensi Dasar 2.3 :
Mendeskripsikan proses pewarisan dan hasil pewarisan sifat dan penerapannya

A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menyejdaan sifat yang ditentukan oleh gen yang diturunkan pada keturunannya.
2. Siswa dapat menjelaskan persilangan antara dua individu dengan satu sifat beda atau lebih.
3. Siswa dapat menjelaskan hasil persilangan dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)
B. Materi Pembelajaran
Pewarisan sifat.

C. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Pembelajaran Kontekstual.
2. Metode : Diskusi Informasi
3. Model Pembelajaran : Pembelajaran langsung dan pembelajaran kooperatif

D. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama dan kedua :
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Motivasi :
Apakah persilangan monohybrid dan dihibrid ?
b. Prasyarat Pengetahuan :
Siswa telah memahami sifat morfologi organisme.

2. Kegiatan Inti :
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 Siswa dapat Mendeskripsikan proses pewarisan dan hasil pewarisan sifat dan penerapannya
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
 Melengkapi kalimat berdasarkan pemahaman akan suatu percakapan
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 Siswa diminta untuk membuktikan hokum segregasi bebas dan hokum perpaduan bebas.
 Siswa diminta diskusi tentang
1) Test Cross
2) Persilangan hybrid
3). Penerapan Ilmu Genetika
 Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

E. Media Pembelajaran
Alat dan bahan

F. Sumber Belajar
1. Buku IPA Terpadu
2. Buku-buku pelajaran IPA yang relevan.

G. Penilaian
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Menentukan gamet dari genotip tetua/induk
• menentukan rasio hasil persilangan persilangan monohibrida dan dihibrida melalui bagan
• Tes tertulis

• Tes tertulis
• Isian

• Uraian

• Bila induk bergenotif Mm maka gamet yang bersifat dominan adalah ….
• Organisme yang bergenotif BB di silangkan dengan sesamanya yang bergenotif bb. Buatlah bagan persilangannya hingga F2!

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK :……………………….. …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel IPA

(_______________________)
NIP/NIK :………………………..

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Jenjang Sekolah : SMP/MTs ………………
Mata Pelajaran : IPA Terpadu
Kelas / Semester : IX / 1
Alokasi Waktu : 4 x 40 menit ( 2x Pertemuan )

Standar Kompetensi 2 :
Memahami kelangsungan makhluk hidup makhluk hidup.

Kompetensi Dasar 2.4 :
Mendeskripsikan penerapan bioteknologi dalam mendukung kelangsungan hidup manusia melalui produksi pangan.

A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menerapkan bioteknologi dalam upaya mendukung peningkatan produksi pangan.
2. Siswa dapat menjelaskan cara-caraapatkan bibit unggul.
3. Siswa dapat menjelaskan peran mikroorganisme dalam proses bioteknologi pangan
4. Siswa dapat menjelaskan peranan bioteknologi dalam upaya mendukung peningkatan produksi pangan.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

B. Materi Pembelajaran
Bioteknologi pangan

C. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Pembelajaran Kontekstual.
2. Metode : Diskusi Informasi
3. Model Pembelajaran : Pembelajaran langsung dan pembelajaran kooperatif

D. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama dan kedua :
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Motivasi :
Apakah bioteknologi pangan itu ?
b. Prasyarat Pengetahuan :
Siswa telah memahami dampak perubahan populasi manusia.

2. Kegiatan Inti :
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 Siswa dapat Mendeskripsikan penerapan bioteknologi dalam mendukung kelangsungan hidup manusia melalui produksi pangan
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
 Melengkapi kalimat berdasarkan pemahaman akan suatu percakapan
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 Siswa diminta diskusi tentang
1). Bioteknologi pertanian
2). Penggunaan mikroorganisme dalam pembuatan makanan.
3). Bioteknologi pertanian.
 Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

E. Media Pembelajaran
Charta Tahapan Kultur

F. Sumber Belajar
1. Buku IPA Terpadu
2. Buku-buku pelajaran IPA yang relevan.

G. Penilaian
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Mendefinisikan pengetian bioteknologi
• Mendeskripsikan keuntungan pemanfaatan bioteknologi dalam produksi pangan
• Mendata produk-produk bioteknologi konvensional dan modern di lingkungan sekitarnya
• Membuat produk bioteknologi sederhana yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari (membuat tempe, fermentasi sari buah, penanaman secara hidroponik dan aeroponik)
• Tes tertulis

• Tes tertulis

• Penugasan

• Penugasan • Uraian

• Uraian

• Tugas proyek

• Tugas rumah • Definisikan pengertian bioteknologi!
• Kemukakan minimal dua keuntungan pemanfaatan bioteknologi dalam produksi pangan!
• Lakukanlah survey dilingkungan sekitar yang berhubungan dengan pemanfaatan bioteknologi konvensional dan laporkan hasilnya
• Rencanakan dan lakukan pembuatan tape (ketan atau singkong) laporkan hasilnya

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK :……………………….. …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel IPA

(_______________________)
NIP/NIK :………………………..

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Sekolah : ………………………..
Kelas / Semester : IX (Sembilan) / Semester I
Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Alokasi waktu : 6 X 40’ ( 3x Pertemuan )

Standar Kompetensi
3. Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kompetensi Dasar
3.1 Mendeskripsikan muatan listrik untuk memahami gejala-gejala listrik statis serta kaitannya dalam kehidupan sehari-hari.

A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat:
• Membedakan muatan listrik positif dan muatan listrik negatif.
• Membedakan listrik statis dan listrik dinamis.
• Membedakan model atom Dalton, Thomson, dan Rutherford.
• Membedakan proton, elektron, dan neutron.
• Menjelaskan muatan sebuah benda.
• Membedakan konduktor dan isolator.
• Menyebutkan contoh konduktor dan isolator.
• Menjelaskan beberapa cara untuk memberi muatan.
• Menjelaskan pengertian gaya elektrostatis.
• Menyelidiki gaya elektrostatis.
• Menentukan gaya elektrostatis suatu muatan.
• Menjelaskan pengertian medan listrik.
• Menjelaskan cara menggambar garis-garis medan listrik.
• Menjelaskan medan listrik di sekitar muatan positif, muatan negatif, dan pasangan muatan.
• Menjelaskan prinsip kerja elektroskop.
• Mengetahui jenis muatan dengan elektroskop.
• Membuat muatan induksi dengan elektroskop.
• Menjelaskan gejala dan penerapan listrik statis.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

B. Materi Pembelajaran
Listrik Statis

C. Metode Pembelajaran1
1. Model : – Direct Instruction (DI)
– Cooperative Learning
2. Metode : – Diskusi kelompok
– Eksperimen
– Observasi
– Ceramah
D. Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA
a. Kegiatan Pendahuluan
• Motivasi dan Apersepsi:
– Mengapa jika mistar plastik digosok dengan kain wol akan bermuatan negatif?
– Mengapa muatan induksi selalu berlawanan dengan muatan benda penginduksi?
 Prasyarat pengetahuan:
– Apakah yang dimaksud dengan muatan negatif?
– Apakah yang dimaksud dengan induksi?

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 peserta didik dapat Membedakan muatan listrik positif dan muatan listrik negatif.
 peserta didik dapat Membedakan listrik statis dan listrik dinamis.
 peserta didik dapat Membedakan model atom Dalton, Thomson, dan Rutherford.
 peserta didik dapat Membedakan proton, elektron, dan neutron.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Siswa dengan bimbingan guru melakukan diskusi tentang organ dan fungsi sistem koordinasi pada manusia.
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan muatan listrik.
 Perwakilan peserta didik diminta untuk menjelaskan perbedaan muatan positif dan muatan negatif.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menjelaskan perbedaan listrik statis dan listrik dinamis.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai perbedaan model atom Dalton, Thomson, dan Rutherford.
 Peserta didik memperhatikan perbedaan proton, elektron, dan neutron yang disampaikan oleh guru.
 Perwakilan peserta didik diminta untuk menjelaskan muatan sebuah benda.
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan perbedaan konduktor dan isolator.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan contoh konduktor dan isolator.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai beberapa cara untuk memberi muatan.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

PERTEMUAN KEDUA
a. Kegiatan Pendahuluan
• Motivasi dan Apersepsi:
– Apakah jenis gaya yang dihasilkan oleh dua benda yang bermuatan berbeda?
– Bagaimana menggambar garis-garis medan listrik di sekitar pasangan muatan?
• Prasyarat pengetahuan:
– Apakah yang dimaksud dengan gaya elektrostatis?
– Apakah yang dimaksud dengan medan listrik?
• Pra eksperimen:
– Berhati-hatilah menggunakan alat dan bahan praktikum.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 Menjelaskan beberapa cara untuk memberi muatan.
 Menjelaskan pengertian gaya elektrostatis.
 Menyelidiki gaya elektrostatis.
 Menentukan gaya elektrostatis suatu muatan.
 Menjelaskan pengertian medan listrik.
 Menjelaskan cara menggambar garis-garis medan listrik.
 Menjelaskan medan listrik di sekitar muatan positif, muatan negatif, dan pasangan muatan.
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
 Melengkapi kalimat berdasarkan pemahaman akan suatu percakapan
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru menentukan gaya elektrostatis dari dua buah muatan.
 Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan gaya elektrostatis dari dua buah muatan yang disampaikan oleh guru.
 Guru memberikan beberapa soal menentukan gaya elektrostatis dari dua buah muatan untuk dikerjakan oleh peserta didik.
 Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

PERTEMUAN KETIGA
a. Kegiatan Pendahuluan
• Motivasi dan Apersepsi:
– Bagaimana cara mengetahui apakah suatu benda bermuatan atau tidak?
– Mengapa pada gedung yang tinggi dilengkapi dengan penangkal petir?
• Prasyarat pengetahuan:
– Apakah yang dimaksud dengan elektroskop?
– Bagaimana proses terjadinya petir?
• Pra eksperimen:
– Berhati-hatilah menggunakan alat dan bahan praktikum.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 Menjelaskan pengertian medan listrik.
 Menjelaskan cara menggambar garis-garis medan listrik.
 Menjelaskan medan listrik di sekitar muatan positif, muatan negatif, dan pasangan muatan.
 Menjelaskan prinsip kerja elektroskop.
 Mengetahui jenis muatan dengan elektroskop.
 Membuat muatan induksi dengan elektroskop.
 Menjelaskan gejala dan penerapan listrik statis
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
 Melengkapi kalimat berdasarkan pemahaman akan suatu percakapan
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan prinsip kerja elektroskop.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil sebuah elektroskop, sebuah sisir plastik, potongan karet ban, secarik kain wol, pembakar bunsen, mistar plastik, potongan kaca, dan secarik kain sutra.
 Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

E. Sumber Belajar
a. Buku IPA Terpadu
b. Buku referensi yang relevan
c. Alat dan bahan praktikum

F. Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Menjelaskan benda dapat bermuatan listrik bila dengan dilakukan dengan cara tertentu
• Memberi contoh peristiwa yang menghasilkan benda yang bermuatan listrik
• Melakukan percobaan sederhana untuk menunjukkan sifat muatan listrik
• Menjelaskan secara kualitatif hubungan antara besar gaya listrik dan besar muatan listrik serta jarak antara benda bermuatan listrik
• Tes tertulis

• Tes tertulis

• Tes unjuk kerja

• Tes tertulis

• Uraian

• Isian

• Uji petik kerja prosedur

• Uraian • Jelaskan proses benda tertentu dapat bermuatan bila digosok!

• Berilah contoh peristiwa yang dapat menhasilkan benda sehingga dapat bermuatan listrik!
• Lakukan percobaan untuk menunjukkan sifat muatan listrik dengan menggunakan alat-alat seperti plastik, kaca, kain wool, kain sutra, benang, statif.
• Tentukan besar gaya tolak atau gaya tarik, bila muatan listrik benda A dan B serta jarak antara keduanya diketahui!

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK :……………………….. …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :………………………..

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Sekolah : ………………………..
Kelas / Semester : IX (Sembilan) / Semester I
Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Alokasi waktu : 6 X 40’ ( 3x pertemuan )

Standar Kompetensi
3. Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kompetensi Dasar
3.2 Menganalisis percobaan listrik dinamis dalam suatu rangkaian serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat:
• Menjelaskan pengertian arus listrik.
• Menjelaskan pengertian kuat arus listrik.
• Mengukur kuat arus listrik.
• Menjelaskan pengertian beda potensial listrik.
• Membedakan rangkaian terbuka dan rangkaian tertutup.
• Menjelaskan fungsi saklar dan sekring.
• Membedakan rangkaian seri dan rangkaian pararel.
• Menyebutkan bunyi hukum Ohm.
• Menemukan hubungan antara kuat arus dengan beda potensial.
• Menjelaskan cara mengukur hambatan listrik.
• Membedakan konduktor, isolator, dan semikonduktor.
• Menyebutkan beberapa contoh konduktor, isolator, dan semikonduktor.
• Menentukan hubungan antara hambatan listrik, ukuran, dan jenis benda.
• Menentukan besarnya hambatan dari suatu bahan.
• Menyebutkan bunyi hukum I Kirchhoff.
• Memahami hukum I Kirchhoff pada rangkaian bercabang.
• Menyebutkan jenis-jenis resistor.
• Membedakan rangkaian resistor seri dan rangkaian resistor pararel.
• Memahami rangkaian resistor seri.
• Memahami rangkaian resistor pararel.
• Menentukan hambatan total dalam rangkaian resistor seri dan paralel.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)
B. Materi Pembelajaran
Listrik Dinamis

C. Metode Pembelajaran1
1. Model : – Direct Instruction (DI)
– Cooperative Learning
2. Metode : – Diskusi kelompok
– Eksperimen
– Observasi
– Ceramah

D. Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA
a. Kegiatan Pendahuluan
• Motivasi dan Apersepsi:
– Mengapa burung yang duduk di kabel bertegangan tinggi tidak
tersengat listrik?
– Manakah yang lebih terang: dua lampu yang dirangkai seri ataukah secara pararel?
• Prasyarat pengetahuan:
– Apakah yang dimaksud dengan kuat arus listrik?
– Apakah keuntungan rangkaian seri?
• Pra eksperimen:
– Berhati-hatilah menggunakan alat dan bahan praktikum.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Menjelaskan pengertian arus listrik.
 Menjelaskan pengertian kuat arus listrik.
 Mengukur kuat arus listrik.
 Menjelaskan pengertian beda potensial listrik.
 Membedakan rangkaian terbuka dan rangkaian tertutup.
 Menjelaskan fungsi saklar dan sekring.
 Membedakan rangkaian seri dan rangkaian pararel.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian arus listrik.
 Perwakilan peserta didik diminta untuk menjelaskan pengertian kuat arus listrik.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil dua buah baterai, sebuah lampu pijar 3 V beserta dudukannya, sebuah ammeter, sebuah saklar, dan kabel secukupnya.
 Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen mengukur kuat arus listrik
 Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
 Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian beda potensial.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk membedakan rangkaian terbuka dan rangkaian tertutup.
 Perwakilan peserta didik diminta untuk menjelaskan fungsi saklar dan sekring dalam rangkaian listrik.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai perbedaan rangkaian seri dan rangkaian pararel.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

PERTEMUAN KEDUA
a. Kegiatan Pendahuluan
• Motivasi dan Apersepsi:
– Apakah fungsi hambatan listrik pada rangkaian elektronika?
– Mengapa konduktor (logam) mudah menghantarkan arus listrik?
• Prasyarat pengetahuan:
– Faktor apakah yang mempengaruhi besar kecilnya hambatan listrik?
– Apakah yang dimaksud dengan konduktor?
• Pra eksperimen:
– Berhati-hatilah menggunakan alat dan bahan praktikum.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Menyebutkan bunyi hukum Ohm.
 Menemukan hubungan antara kuat arus dengan beda potensial.
 Menjelaskan cara mengukur hambatan listrik.
 Membedakan konduktor, isolator, dan semikonduktor.
 Menyebutkan beberapa contoh konduktor, isolator, dan semikonduktor.
 Menentukan hubungan antara hambatan listrik, ukuran, dan jenis benda.
 Menentukan besarnya hambatan dari suatu bahan.
 Menyebutkan bunyi hukum I Kirchhoff.
 Memahami hukum I Kirchhoff pada rangkaian bercabang.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan hukum Ohm.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil lima buah baterai, sebuah lampu beserta dudukannya,sebuah ammeter, sebuah voltmeter, dan kabel secukupnya.
 Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen menemukan hubungan antara kuat arus dengan beda potensial listrik
 Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
 Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik memperhatikan contoh soal penerapan hukum Ohm yang disampaikan oleh guru.
 Guru memberikan beberapa soal penerapan hukum Ohm untuk dikerjakan oleh peserta didik.
 Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih ada peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan cara mengukur hambatan listrik.
 Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan kegunaan hambatan listrik dalam rangkaian elektronika.
 Peserta didik memperhatikan perbedaan konduktor, isolator, dan semikonduktor yang disampaikan oleh guru.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan beberapa contoh konduktor, isolator, dan semikonduktor.
 Guru memberikan instruksi kepada peserta didik untuk melakukan eksperimen menentukan hubungan antara hambatan listrik, ukuran, dan jenis bahan
 Peserta didik secara berkelompok melakukan eksperimen dengan menggunakan dua batang kawat nikrom dan kawat konstantan masing-masing berdiameter 1 mm dan 2 mm sepanjang 3 m, sebuah voltmeter, sebuah ammeter,sebuah baterai, sebuah meter gulung, sebuah mikrometer, dan kabel secukupnya.
 Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

PERTEMUAN KETIGA
a. Kegiatan Pendahuluan
• Motivasi dan Apersepsi:
– Apakah besar arus yang masuk ke titik percabangan sama dengan arus yang keluar dari titik percabangan?
– Sebutkan macam-macam resistor variabel.
• Prasyarat pengetahuan:
– Sebutkan bunyi hukum I Kirchhoff.
– Apakah yang dimaksud dengan resistor variabel?
• Pra eksperimen:
– Berhati-hatilah menggunakan alat dan bahan praktikum.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 memfasilitasi peserta didik Menyebutkan jenis-jenis resistor.
 memfasilitasi peserta didik Membedakan rangkaian resistor seri dan rangkaian resistor pararel.
 memfasilitasi peserta didik Memahami rangkaian resistor seri.
 memfasilitasi peserta didik Memahami rangkaian resistor pararel.
 memfasilitasi peserta didik Menentukan hambatan total dalam rangkaian resistor seri dan paralel.
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
 Melengkapi kalimat berdasarkan pemahaman akan suatu percakapan
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan Hukum I Kirchhoff.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil empat buat ammeter, beberapa buah hambatan, sebuah baterai, sebuah saklar, dan kabel secukupnya.
 Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen memahami hukum I Kirchhoff
 Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
 Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik memperhatikan contoh soal penerapan hukum I Kirchhoff yang disampaikan oleh guru.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan jenis-jenis resistor.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai perbedaan rangkaian resistor seri dan rangkaian resistor pararel.
 Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

E. Sumber Belajar
a. Buku IPA Terpadu
b. Buku referensi yang relevan
c. Alat dan bahan praktikum

F. Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Menjelaskan konsep arus listrik dan beda potensial listrik
• Membuat rangkaian komponen listrik dengan berbagai variasi baik seri maupun paralel
• Menggambarkan arus listrik dan beda potensial dalam bentuk tabel dan grafik.
• Menyelidiki hubungan antara arus listrik dan beda potensial dalam suatu rangkaian (Hukum Ohm) #
• Menemukan perbedaan hambatan beberapa jenis bahan (konduktor, semi konduktor dan isolator)
• Menggunakan Hukum Kirchoff I untuk menghitung V dan I dalam rangkaian
• Menghitung hambatan pengganti rangkaian listrik seri dan paralel • Tes tertulis

• Tes unjuk kerja

• Penugasan

• Penugasan

• Tes unjuk kerja

• Tes tertulis

• Tes tertulis

• Uraian

• Uji petik kerja produk

• Tugas rumah

• Tugas proyek

• Tes identifi-kasi

• Uraian

• Uraian • Jelaskan perbedaan antara arus listrik dan beda potensial listrik!
• Buatlah bagan rangkaian seri dan paralel dengan menggunakan alat-alat yang telah disediakan!
• Buatlah data simulasi dan buatlah tabel dan grafik sehingga dapat menunjukkan hubungan antara besarnya arus listrik dan beda potensial!
• Lakukan percobaan untuk menemukan hubungan antara arus listrik dan beda potensial dengan menggunakan alat-alat yang tersedia, laporkan baik secara tertulis maupun secara lesan melalui presentasi kelas
• Disediakan bahan-bahan,Kelompokkan bahan-bahan yang termasuk konduktor, isolator dan semikonduktor!

• Gunakan Hukum Kirchoff untuk menghitung V dan I pada rangkaian di bawah ini

• Hitunglah besarnya hambatan pengganti rangkaian listrik seri seperti yang tampak pada gambar di bawah ini1

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK :……………………….. …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :………………………..

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Sekolah : ………………………..
Kelas / Semester : IX (Sembilan) / Semester I
Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Alokasi waktu : 2 X 40’

Standar Kompetensi
3. Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kompetensi Dasar
3.3 Mendeskripsikan prinsip kerja elemen dan arus listrik yang ditimbulkannya serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat:
• Menjelaskan pengertian beda potensial listrik.
• Menyebutkan fungsi kapasitor.
• Menyebutkan syarat terjadinya arus listrik.
• Membedakan arah aliran arus listrik di dalam rangkaian dan di dalam sumber arus.
• Membedakan gaya gerak listrik (ggl) dan tegangan jepit.
• Menjelaskan cara mengukur gaya gerak listrik (ggl).
• Menjelaskan cara mengukur tegangan jepit.
• Mengukur beda potensial listrik.
• Menjelaskan pengertian elemen listrik.
• Membedakan elemen listrik primer dan elemen listrik sekunder.
• Menyebutkan beberapa contoh elemen listrik primer dan elemen listrik sekunder.
• Menjelaskan karakteristik dan prinsip kerja beberapa contoh elemen listrik primer dan elemen listrik sekunder.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)
B. Materi Pembelajaran
Listrik Dinamis

C. Metode Pembelajaran
1. Model : – Direct Instruction (DI)
– Cooperative Learning
2. Metode : – Diskusi kelompok
– Eksperimen
– Observasi
– Ceramah
D. Langkah-langkah Kegiatan
a. Kegiatan Pendahuluan
• Motivasi dan Apersepsi:
– Bagaimana kita dapat mengukur gaya gerak listrik (ggl)?
– Dapatkah kamu menyebutkan alat elektronik yang tidak menggunakan sumber arus listrik?
• Prasyarat pengetahuan:
– Apakah yang dimaksud dengan gaya gerak listrik (ggl)?
– Apakah yang dimaksud dengan elemen listrik?
• Pra eksperimen:
– Berhati-hatilah dalam melakukan praktikum.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 memfasilitasi peserta didik Mendeskripsikan prinsip kerja elemen dan arus listrik yang ditimbulkannya serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
 Melengkapi kalimat berdasarkan pemahaman akan suatu percakapan
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian beda potensial.
 Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan fungsi kapasitor.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan syarat terjadinya arus listrik.
 Peserta didik memperhatikan perbedaan arah aliran arus listrik di dalam rangkaian dan di dalam sumber arus yang disampaikan oleh guru.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai perbedaan gaya gerak listrik (ggl) dan tegangan jepit.
 Peserta didik memperhatikan cara mengukur gaya gerak listrik (ggl) dan tegangan jepit yang disampaikan oleh guru.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil dua buah baterai, sebuah lampu pijar 3 V beserta dudukannya, sebuah voltmeter, sebuah saklar, dan kabel secukupnya.
 Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

E. Sumber Belajar
a. Buku IPA Terpadu
b. Buku referensi yang relevan
c. Alat dan bahan praktikum
d. Lingkungan

F. Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Menjelaskan konsep gaya gerak listrik (GGL) sumber arus listrik
• Menjelaskan susunan dan cara kerja elemen listrik primer dan sekunder
• Mengukur tegangan antara kutub-kutub sumber tegangan dan tegangan jepit (tegangan terpakai) • Tes tertulis

• Tes tertulis

• Tes unjuk kerja • Uraian

• Uraian

• Uji petik kerja • Jelaskan apa yang dimaksud pengertian GGL (Gaya Gerak Listrik)!
• Uraikan bagaimana prinsip kerja elemen listrik (primer dan sekunder)!
• Ukurlah besar tegangan listrikdengan menggunakan Voltmeter!

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK :……………………….. …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :………………………..

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Sekolah : ………………………..
Kelas / Semester : IX (Sembilan) / Semester I
Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Alokasi waktu : 6 X 40’ ( 3x pertemuan )

Standar Kompetensi
3. Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kompetensi Dasar
3.4 Mendeskripsikan hubungan energi dan daya listrik serta pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.

A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat:
• Menjelaskan faktor-faktor yang menentukan energi listrik.
• Mengamati hubungan antara kalor dengan beda potensial.
• Mengamati hubungan antara kalor dengan kuat arus listrik.
• Mengamati hubungan antara kalor dengan lama aliran arus listrik.
• Menjelaskan rumusan energi listrik.
• Menyebutkan asas Black.
• Menjelaskan penerapan asas Black dalam kehidupan sehari-hari.
• Menyebutkan alat-alat pengubah energi listrik.
• Menjelaskan karakteristik dan prinsip kerja beberapa alat pengubah energi listrik.
• Menjelaskan pengertian daya listrik.
• Menjelaskan hubungan antara daya listrik dan energi listrik.
• Menjelaskan langkah-langkah untuk menentukan energi listrik
dalam satuan kWh.
• Menyebutkan kesetaraan nilai antara kWh dan joule.
• Menjelaskan cara melakukan penghematan dalam menggunakan energi.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

B. Materi Pembelajaran
Energi dan Daya Listrik

C. Metode Pembelajaran
1. Model : – Direct Instruction (DI)
– Cooperative Learning
2. Metode : – Diskusi kelompok
– Eksperimen
– Observasi
– Ceramah

D. Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA
a. Kegiatan Pendahuluan
• Motivasi dan Apersepsi:
– Bagaimana cara menentukan besarnya energi listrik?
• Prasyarat pengetahuan:
– Sebutkan besaran yang menentukan nilai energi listrik
• Pra eksperimen:
– Berhati-hatilah menggunakan alat dan bahan praktikum.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan faktor-faktor yang menentukan energi listrik.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil kawat nikelin sepanjang 1 m, lima buah baterai, sebuah hambatan geser, sebuah ammeter, sebuah saklar, sebuah voltmeter, sebuah stopwatch, sebuah termometer dan kabel secukupnya.
 Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen mengamati hubungan antara kalor dengan beda potensial, kuat arus listrik, dan lama aliran arus listrik
 Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
 Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
 Melengkapi kalimat berdasarkan pemahaman akan suatu percakapan
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

PERTEMUAN KEDUA
a. Kegiatan Pendahuluan
20. Motivasi dan Apersepsi:
– Mengapa elemen pemanas alat-alat listrik umumnya berupa lilitan?
• Prasyarat pengetahuan:
– Sebutkan alat-alat pengubah energi listrik.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Menjelaskan penerapan asas Black dalam kehidupan sehari-hari.
 Menyebutkan alat-alat pengubah energi listrik.
 Menjelaskan karakteristik dan prinsip kerja beberapa alat pengubah energi listrik.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan asas Black.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai penerapan asas Black dalam kehidupan sehari-hari.
 Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan alat-alat pengubah energi listrik.
 Guru membagi tugas kelompok:
• 2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan karakteristik dan prinsip kerja setrika listrik.
• 2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan karakteristik dan prinsip kerja kompor listrik.
• 2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan karakteristik dan prinsip kerja solder listrik.
• 2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan karakteristik dan prinsip kerja kipas angin.
• 2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan karakteristik dan prinsip kerja bel listrik.
 Tugas kelompok diberikan 1 minggu sebelum proses pembelajaran dilaksanakan.
 Setiap kelompok diminta melaporkan hasil pengamatannya dalam bentuk karya tulis.
 Setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelompok yang lain.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

PERTEMUAN KETIGA
a. Kegiatan Pendahuluan
• Motivasi dan Apersepsi:
– Bagaimana PLN menghitung biaya energi listrik yang dipakai pada sebuah rumah?
– Mengapa lampu TL lebih hemat pemakaiannya dibandingkan lampu pijar?
• Prasyarat pengetahuan:
– Bagaimana langkah-langkah untuk menentukan energi listrik
dalam satuan kWh?
– Bagaimana cara melakukan penghematan dalam menggunakan energi listrik?

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 memfasilitasi peserta didik Mendeskripsikan prinsip kerja elemen dan arus listrik yang ditimbulkannya serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 Menjelaskan langkah-langkah untuk menentukan energi listrik
 dalam satuan kWh.
 Menyebutkan kesetaraan nilai antara kWh dan joule.
 Menjelaskan cara melakukan penghematan dalam menggunakan energi.
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
 Melengkapi kalimat berdasarkan pemahaman akan suatu percakapan
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru menentukan rumusan daya listrik.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan langkah-langkah untuk menentukan energi listrik dalam satuan kWh.
 Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.
 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

E. Sumber Belajar
a. Buku IPA Terpadu
b. Buku referensi yang relevan
c. Lingkungan
d. Alat dan bahan praktikum

F. Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Menjelaskan hubungan antara V, I dengan energi listrik yang digunakan.
• Menjelaskan hubungan antara daya listrik energi listrik, dan satuannya (kWh dan Joule)
• Menerapkan konsep energi dan daya listrik dalam perhitungan penggunaan listrik di rumah tangga berdasarkan angka yang tertera pada kWh meter
• Menunjukkan perubahan energi listrik menjadi energi bentuk lain
• Mempraktikkan penghematan energi dalam kehidupan sehari-hari dan mengemukakan alasannya. • Tes tertulis

• Tes tertulis

• Penugasan

• Penugasan

• Tes unjuk kerja
• Uraian

• Uraian

• Tugas rumah

• Proyek

• Uji petik kerja prosedur • Tentukan energi listrik yang digunakan bila tegangan dan kuat arus diketahui!
• Tentukan energi listrik dalam satuan KWh bila daya listrik diketahui dalam satuan joule!
• Lihatlah KWh meter yang ada dirumahmu, kemudian hitunglah penggunaan energi listrik yang terpakai selama 1 bulan!
• Lakukan percobaan tentang energi listrik, kemudian amati perubahan energi listrik yang terjadi!
• Ceritakan bagaimana cara menghemat energi listrik dalam kehidupan sehari-hari?

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK :……………………….. …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :………………………..

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Sekolah : ………………………..
Kelas / Semester : IX (Sembilan) / Semester II
Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Alokasi waktu : 3 X 40’ ( 2x pertemuan )

Standar Kompetensi
4. Memahami konsep kemagnetan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kompetensi Dasar
4.1. Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet.

A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat:
1. Menjelaskan pengertian magnet.
2. Menyebutkan macam-macam magnet.
3. Membedakan bahan feromagnetik, paramagnetik, dan diamagnetik.
4. Menyebutkan contoh bahan feromagnetik, paramagnetik, dan diamagnetik.
5. Mengamati arah gerak magnet batang.
6. Membedakan magnet alam dan magnet buatan.
7. Menjelaskan cara membuat magnet buatan.
8. Menjelaskan sebab-sebab hilangnya sifat kemagnetan suatu bahan.
9. Menjelaskan pengertian medan magnet.
10. Menjelaskan pengertian garis gaya magnet.
11. Mengamati gaya antar-kutub magnet dan medan magnet.
12. Menjelaskan medan magnet bumi.
13. Membedakan sudut deklinasi dan sudut inklinasi.
14. Menjelaskan pengertian kuat medan magnet.
15. Menyebutkan faktor yang mempengaruhi besarnya medan magnet.
16. Mencari hubungan antara arah arus, medan magnet, dan kuat arus listrik.
17. Menjelaskan cara menentukan arah medan magnet.
18. Mengamati arah medan magnet di sekitar kawat lurus berarus listrik.
19. Mengamati medan magnet kumparan berarus.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)
B. Materi Pembelajaran
Kemagnetan

C. Metode Pembelajaran
1. Model : – Direct Instruction (DI)
– Cooperative Learning

2. Metode :
– Diskusi kelompok
– Ceramah
– Eksperimen
– Observasi

D. Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA
a. Kegiatan Pendahuluan
19. Motivasi dan Apersepsi:
• Apakah aluminium tergolong bahan feromagnetik atau paramagnetik?
• Apakah kita dapat membuat magnet?
2. Prasyarat pengetahuan:
• Apakah yang dimaksud dengan bahan paramagnetik?
• Bagaimana cara membuat magnet?
• Pra eksperimen:
• Berhati-hatilah dalam melakukan praktikum.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Menjelaskan pengertian magnet.
 Menyebutkan macam-macam magnet.
 Membedakan bahan feromagnetik, paramagnetik, dan diamagnetik.
 Menyebutkan contoh bahan feromagnetik, paramagnetik, dan diamagnetik.
 Mengamati arah gerak magnet batang.
 Membedakan magnet alam dan magnet buatan.
 Menjelaskan cara membuat magnet buatan.
 Menjelaskan sebab-sebab hilangnya sifat kemagnetan suatu bahan.
 Menjelaskan pengertian medan magnet.
 Menjelaskan pengertian garis gaya magnet.
 Mengamati gaya antar-kutub magnet dan medan magnet.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian magnet.
 Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan macam-macam magnet.
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan perbedaan bahan feromagnetik, paramagnetik, dan diamagnetik.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan contoh bahan feromagnetik, paramagnetik, dan diamagnetik.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil sebuah magnet batang, sebuah statif, dan seutas benang.
 Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen mengamati arah gerak magnet batang
 Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
 Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan perbedaan magnet alam dan magnet buatan.
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan cara membuat magnet dan hal-hal yang dapat menghilangkan sifat kemagnetan suatu bahan.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian medan magnet dan garis gaya magnet.
 Guru memberikan instruksi kepada peserta didik untuk melakukan eksperimen mengamati gaya antar-kutub magnet batang dan medan magnet
 Peserta didik secara berkelompok melakukan eksperimen dengan menggunakan dua buah magnet batang, sebuah statif, seutas benang, selembar kertas HVS, dan sejumput serbuk besi.
 Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

PERTEMUAN KEDUA
a. Kegiatan Pendahuluan
• Motivasi dan Apersepsi:
• Bagaiamana cara menentukan sudut inklinasi?
• Bagaimana hubungan antara kuat medan magnet dan kuat arus listrik?
• Prasyarat pengetahuan:
• Apakah yang dimaksud dengan inklinasi?
• Faktor apakah yang mempengaruhi besarnya medan magnet?
• Pra eksperimen:
• Berhati-hatilah dalam melakukan praktikum.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Guru memberikan instruksi kepada peserta didik untuk melakukan eksperimen mengamati arah medan magnet di sekitar kawat lurus berarus listrik dan mengamati medan magnet kumparan berarus
 Peserta didik secara berkelompok melakukan eksperimen dengan menggunakan kawat lurus panjang 20 cm, sebuah kompas kecil, selembar karton seukuran kuarto, sebuah baterai 9 V, sebuah saklar, kabel penghantar secukupnya, sebuah magnet batang, kawat tembaga sepanjang 20 cm, dan serbuk besi secukupnya.
 Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan medan magnet bumi.
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan perbedaan sudut deklinasi dan sudut inklinasi.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menjelaskan cara menentukan sudut deklinasi dan sudut inklinasi.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian kuat medan magnet.
 Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan faktor yang mempengaruhi besarnya medan magnet.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil sebuah kompas, kawat lurus sepanjang 20 cm, hambatan geser, sebuah ammeter, sebuah baterai 9 V, kabel penghantar secukupnya, sebuah saklar, dan dua buah penumpu.
 Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen mencari hubungan antara arah arus, medan magnet, dan kuat arus listrik
 Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
 Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan cara menentukan arah medan magnet.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
 Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

E. Sumber Belajar
a. Buku IPA Terpadu
b. Buku referensi yang relevan
c. Lingkungan
d. Alat dan bahan praktikum

F. Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Menunjukkan sifat kutub magnet
• Mendemonstrasikan cara membuat magnet dan cara menghilangkan sifat kemagnetan
• Memaparkan teori kemagnetan bumi
• Menjelaskan sifat medan magnet secara kualitatif di sekitar kawat bermuatan arus listrik
• Tes unjuk kerja

• Tes unjuk kerja

• Tes tertulis

• Tes tertulis • Tes identifikasi
• Uji petik kerja produk
• Uraian

• Uraian • Tunjukkan bagian-bagian magnet pada magnet batang!
• Lakukanlah cara untuk membuat magnet jika disediakan besi lunak dan magnet batang
• Jelaskan tentang teori kemagnetan bumi!
• Jelaskan arah arus listrik dan arah medan magnet disekitar kawat berarus listrik!

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK :……………………….. …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :………………………..

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Sekolah : ………………………..
Kelas / Semester : IX (Sembilan) / Semester II
Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Alokasi waktu : 3 X 40’ ( 2X Pertemuan )

Standar Kompetensi
4. Memahami konsep kemagnetan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kompetensi Dasar
4.2. Mendeskripsikan pemanfaatan kemagnetan dalam produk teknologi.

A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat:
• Menjelaskan pengertian elektromagnet.
• Menyebutkan faktor mempengaruhi kekuatan medan magnet yang dihasilkan elektromagnet.
• Menjelaskan aplikasi elektromagnet dalam beberapa produk teknologi.
• Menjelaskan pengertian gaya Lorentz.
• Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya gaya Lorentz.
• Menentukan besar dan arah gaya Lorentz.
• Menjelaskan aplikasi gaya Lorentz dalam kehidupan sehari-hari.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)
B. Materi Pembelajaran
Kemagnetan

C. Metode Pembelajaran
1. Model : – Direct Instruction (DI)
– Cooperative Learning
2. Metode : – Diskusi kelompok
– Ceramah
– Observasi

D. Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA
a. Kegiatan Pendahuluan
• Motivasi dan Apersepsi:
• Mengapa medan magnet dapat timbul pada magnet yang dialiri arus listrik?
36. Prasyarat pengetahuan:
• Apakah yang dimaksud dengan elektromagnet?
b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 Menjelaskan pengertian medan listrik.
 Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan faktor mempengaruhi kekuatan medan magnet yang dihasilkan elektromagnet.
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
 Melengkapi kalimat berdasarkan pemahaman akan suatu percakapan
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan
c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

PERTEMUAN KEDUA
a. Kegiatan Pendahuluan
 Motivasi dan Apersepsi:
• Faktor apakah yang mempengaruhi besarnya gaya Lorentz?
• Prasyarat pengetahuan:
• Apakah yang dimaksud dengan gaya Lorentz?

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Menjelaskan pengertian gaya Lorentz.
 Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya gaya Lorentz.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian gaya Lorentz.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya gaya Lorentz.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai cara menentukan arah gaya Lorentz.
 Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan gaya Lorentz pada kawat yang berarus yang disampaikan oleh guru.
 Guru memberikan beberapa soal menentukan gaya Lorentz pada kawat yang berarus untuk dikerjakan oleh peserta didik.
 Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan aplikasi gaya Lorentz.
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan aplikasi gaya Lorentz dalam kehidupan sehari-hari.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
 Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

E. Sumber Belajar
a. Buku IPA Terpadu
b. Buku referensi yang relevan
c. Lingkungan

F. Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Menjelaskan cara kerja elektromagnetik dan penerapannya dalam beberapa produk teknologi
• Menemukan penggunaan gaya Lorentz pada beberapa alat listrik sehari-hari
• Menyadari pentingnya pemanfaatan kemagnetan dalam produk teknologi • Tes tertulis

• Penugasan

• Pemberian angkat • Uraian

• Tugas rumah

• Angket • Jelaskan cara kerja sebuah bel listrik.
• Datalah alat-alat listrik yang ada dirumahmu dan kelompokkan yang prinsip kerjanya menggunakan gaya Lorenzt!
• Angket model skala Likert

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK :……………………….. …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :………………………..

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Sekolah : ………………………..
Kelas / Semester : IX (Sembilan) / Semester II
Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Alokasi waktu : 4 X 40’ ( 2X Pertemuan )

Standar Kompetensi
4. Memahami konsep kemagnetan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kompetensi Dasar
4.3 Menerapkan konsep induksi elektromagnetik untuk menjelaskan prinsip kerja beberapa alat yang memanfaatkan prinsip induksi elektromagnetik.

A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat:
1. Menjelaskan pengertian induksi elektromagnet.
2. Menjelaskan pengertian arus listrik induksi.
3. Mengamati timbulnya arus listrik oleh magnet.
4. Membedakan arus listrik searah (DC) dan arus listrik bolak-balik (AC).
5. Menjelaskan pengertian arus riak.
6. Menjelaskan manfaat arus riak dalam kehidupan sehari-hari.
7. Menjelaskan pengertian Gaya Gerak Listrik (GGL) induksi.
8. Membedakan kumparan primer dan kumparan sekunder.
9. Membedakan arus primer dan arus sekunder.
10. Memahami GGL induksi dua kumparan.
11. Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya GGL induksi.
12. Menyebutkan penerapan GGL induksi dalam kehidupan sehari-hari.
13. Membedakan prinsip kerja generator listrik DC dan generator listrik AC.
14. Menjelaskan fungsi transformator.
15. Memahami prinsip kerja trafo.
16. Menyebutkan syarat trafo ideal.
17. Membedakan trafo step-up dan trafo step-down.
18. Menjelaskan pengertian efisiensi trafo.
19. Menjelaskan kegunaan trafo dalam kehidupan sehari-hari.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

B. Materi Pembelajaran
Induksi Elektromagnetik

C. Metode Pembelajaran
1. Model : – Direct Instruction (DI)
– Cooperative Learning
2. Metode :
– Diskusi kelompok
– Ceramah
– Observasi
– Eksperimen

D. Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA
a. Kegiatan Pendahuluan
• Motivasi dan Apersepsi:
• Apakah listrik dapat menghasilkan magnet?
• Apakah perbedaan generator DC dan generator AC?
• Prasyarat pengetahuan:
• Apakah yang dimaksud dengan induksi elektromagnet?
• Apakah yang dimaksud dengan generator?
• Pra eksperimen:
 Berhati-hatilah dalam melakukan praktikum.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 Menjelaskan pengertian medan listrik.
 Menjelaskan pengertian induksi elektromagnet.
 Menjelaskan pengertian arus listrik induksi.
 Mengamati timbulnya arus listrik oleh magnet.
 Membedakan arus listrik searah (DC) dan arus listrik bolak-balik (AC).
 Menjelaskan pengertian arus riak.
 Menjelaskan manfaat arus riak dalam kehidupan sehari-hari.
 Menjelaskan pengertian Gaya Gerak Listrik (GGL) induksi.
 Membedakan kumparan primer dan kumparan sekunder.
 Membedakan arus primer dan arus sekunder.
 Memahami GGL induksi dua kumparan.
 Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya GGL induksi.
 Menyebutkan penerapan GGL induksi dalam kehidupan sehari-hari.
 Membedakan prinsip kerja generator listrik DC dan generator listrik AC.
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
 Melengkapi kalimat berdasarkan pemahaman akan suatu percakapan
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian induksi elektromagnet.
 Perwakilan peserta didik diminta untuk menjelaskan pengertian arus listrik induksi.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil dua buah magnet batang yang berbeda ukurannya, sebuah galvanometer, dan dua buah kumparan kawat.
 Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen mengamati timbulnya arus listrik oleh magnet (Kegiatan 11.1 h.35).
 Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
 Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai perbedaan arus listrik searah (DC) dan arus listrik bolak-balik (AC).
 Peserta didik memperhatikan pengertian dan manfaat arus riak dalam kehidupan sehari-hari yang disampaikan oleh guru.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian Gaya Gerak Listrik (GGL) induksi.
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan perbedaan kumparan primer dan kumparan sekunder.
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai perbedaan arus primer dan arus sekunder.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Guru memberikan instruksi kepada peserta didik untuk melakukan eksperimen memahami GGL induksi dua kumparan (Kegiatan 11.3 h.38-39)
 Peserta didik secara berkelompok melakukan eksperimen dengan menggunakan dua buah kumparan, sebuah galvanometer, sebuah inti besi, sebuah baterai 9 V, sebuah saklar, dan kabel penghubung secukupnya.
 Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya GGL induksi.
 Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan penerapan GGL induksi dalam kehidupan sehari-hari.
 Peserta didik memperhatikan perbedaan prinsip kerja generator listrik DC dan generator listrik AC yang disampaikan oleh guru.
 Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

PERTEMUAN KEDUA
a. Kegiatan Pendahuluan
• Motivasi dan Apersepsi:
• Alat apakah yang paling berperan untuk mengubah tegangan listrik?
• Bagaimana cara menghitung efesiensi trafo?
13. Prasyarat pengetahuan:
• Apakah yang dimaksud dengan transformator?
• Apakah yang dimaksud dengan efesiensi trafo?
• Pra eksperimen:
 Berhati-hatilah dalam melakukan praktikum.
b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 Menjelaskan fungsi transformator.
 Memahami prinsip kerja trafo.
 Menyebutkan syarat trafo ideal.
 Membedakan trafo step-up dan trafo step-down.
 Menjelaskan pengertian efisiensi trafo.
 Menjelaskan kegunaan trafo dalam kehidupan sehari-hari.
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
 Melengkapi kalimat berdasarkan pemahaman akan suatu percakapan
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
• Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian transformator.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil dua buah trafo kecil (500 mA) yang masing-masing berupa trafo step-up dan trafo step-down, sebuah pembangkit sinyal, sebuah sumber arus listrik DC (misalnya baterai, aki, atau catu daya), dan sebuah osiloskop.
 Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen memahami prinsip kerja trafo
 Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
 Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai prinsip kerja trafo.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan syarat trafo ideal.
 Peserta didik memperhatikan perbedaan trafo step-up dan trafo step-down yang disampaikan oleh guru.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian efisiensi trafo.
 Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan efisiensi trafo yang disampaikan oleh guru.
 Guru memberikan beberapa soal menentukan efisiensi trafo untuk dikerjakan oleh peserta didik.
 Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan aplikasi trafo dalam kehidupan sehari-hari.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

E. Sumber Belajar
a. Buku IPA Terpadu
b. Buku referensi yang relevan
c. Lingkungan
d. Alat dan bahan praktikum

F. Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Menjelaskan hubungan antara pergerakan garis medan magnetik dengan terjadinya gaya gerak listrik induksi melalui percobaan
• Menjelaskan prinsip kerja dinamo/generator secara sederhana
• Menjelaskan secara kualitatif prinsip sederhana cara kerja transformator
• Menunjukkan hubungan antara pergeseran garis medan magnetik dan terjadinya gaya gerak listrik induksi melalui percobaan
• Tes tertulis

• Tes tertulis

• Tes tertulis

• Tes unjuk kerja

• Uraian

• Uraian

• Uraian

• Uji petik kerja

• Jelaskan arah garis gaya di dalam medan magnet!
• Jelaskan prinsip kerja generator arus searah!
• Jelaskan cara kerja transformator (transformator step-up dan trafo step-down)!
• Lakukan percobaan untuk menunjukkan hubungan antara pergeseran garis medan magnetik dan terjadinya gaya gerak listrik induksi
• Faktor berikut dapat memperbesar ggl induksi yang dihasilkan generator atau dinamo, kecuali ….
a. mempercepat putaran
b. menggunakan kumparan dengan lilitan kawat yang lebih banyak
c. menggunakan magnet yang lebih kuat
d. menggunakan kawat lilitan yang berukuran penampang lebih besar
• Mengapa trafo berdaya rendah menggunakan lilitan kawat berpenampang kecil sedangkan trafo berdaya tinggi menggunakan lilitan kawat berpenampang besar?
• Mengapa trafo yang berarus listrik rendah memiliki jumlah kawat yang lebih banyak daripada trafo yang berarus listrik tinggi?
• Buatlah artikel tentang pemanfaatan transformator pada peralatan elektronika

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK :……………………….. …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :………………………..

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Sekolah : ………………………..
Kelas / Semester : IX (Sembilan) / Semester II
Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Alokasi waktu : 4 X 40’ ( 2x pertemuan )

Standar Kompetensi
5. Memahami sistem tata surya dan proses yang terjadi di dalamnya.

Kompetensi Dasar
5.1 Mendeskripsikan karakteristik sistem tata surya.

A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat:
1. Menjelaskan pengertian tata surya.
2. Menyebutkan anggota tata surya.
3. Menjelaskan pengertian planet.
4. Menyebutkan planet dalam tata surya.
5. Membedakan perihelium dan aphelium.
6. Membedakan rotasi dan revolusi planet.
7. Menjelaskan pengelompokan planet.
8. Menjelaskan perbandingan antar planet ditinjau dari garis tengah, massa, kala rotasi, kala revolusi, dan jarak ke matahari.
9. Menjelaskan pengertian satelit.
10. Menyebutkan satelit-satelit besar dalam tata surya.
11. Menjelaskan pengertian asteroid.
12. Menyebutkan contoh asteroid dalam tata surya.
13. Menjelaskan pengertian komet.
14. Menjelaskan karakteristik komet.
15. Membedakan meteor dan meteorit.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)
B. Materi Pembelajaran
Anggota Tata Surya

C. Metode Pembelajaran
1. Model : – Direct Instruction (DI)
– Cooperative Learning
2. Metode : – Diskusi kelompok
– Ceramah
– Observasi
D. Langkah-langkah Kegiatan
PERTEMUAN PERTAMA
a. Kegiatan Pendahuluan
• Motivasi dan Apersepsi:
• Benda manakah yang menjadi pusat tata surya? Bumi atau matahari?
• Apakah pluto termasuk sebuah planet?
26. Prasyarat pengetahuan:
• Apakah yang dimaksud dengan tata surya?
• Apakah yang dimaksud dengan planet?

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 Menjelaskan pengertian tata surya.
 Menyebutkan anggota tata surya.
 Menjelaskan pengertian planet.
 Menyebutkan planet dalam tata surya.
 Membedakan perihelium dan aphelium.
 Membedakan rotasi dan revolusi planet.
 Menjelaskan pengelompokan planet.
 Menjelaskan perbandingan antar planet ditinjau dari garis tengah, massa, kala rotasi, kala revolusi, dan jarak ke matahari.
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
 Melengkapi kalimat berdasarkan pemahaman akan suatu percakapan
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian tata surya.
 Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan anggota tata surya.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian planet.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan planet dalam tata surya.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan garis edar planet (orbit).
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai perbedaan perihelium dan aphelium.
 Peserta didik memperhatikan perbedaan rotasi dan revolusi planet yang disampaikan oleh guru.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengelompokan planet.
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan perbandingan antar planet ditinjau dari garis tengah, massa, kala rotasi, kala revolusi, dan jarak ke matahari.
 Setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelompok yang lain.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

PERTEMUAN KEDUA
a. Kegiatan Pendahuluan
• Motivasi dan Apersepsi:
• Dapatkah kita mengamati meteor secara langsung?
• Mengapa ekor komet selalu menjauhi matahari?
• Prasyarat pengetahuan:
• Apakah yang dimaksud dengan meteor?
• Apakah yang dimaksud dengan komet?

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 Menjelaskan pengertian satelit.
 Menyebutkan satelit-satelit besar dalam tata surya.
 Menjelaskan pengertian asteroid.
 Menyebutkan contoh asteroid dalam tata surya.
 Menjelaskan pengertian komet.
 Menjelaskan karakteristik komet.
 Membedakan meteor dan meteorit.
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
 Melengkapi kalimat berdasarkan pemahaman akan suatu percakapan
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok,
 masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa laki-laki dan perempuan yang berbeda kemampuannya.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan karakteristik anggota tata surya.
 Guru membagi tugas kelompok:
 2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan karakteristik satelit.
• 2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan karakteristik asteroid.
• 2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan karakteristik komet.
 2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan karakteristik meteroid.
 Tugas kelompok diberikan 1 minggu sebelum proses pembelajaran dilaksanakan.
 Setiap kelompok diminta melaporkan hasil pengamatannya dalam bentuk karya tulis.
 Setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelompok yang lain.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai reproduksi aseksual pada hewan.
 Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

E. Sumber Belajar
a. Buku IPA Terpadu
b. Buku referensi yang relevan
c. Lingkungan

F. Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Mendeskripsikan peredaran bulan mengelilingi bumi dan bumi mengelilingi matahari
• Menjelaskan gravitasi sebagai gaya tarik antara matahari dan bumi sehubungan dengan jarak.
• Mendeskripsikan orbit planet mengitari matahari berdasarkan model tata surya
• Mendeskripsikan perbandingan antar planet ditinjau massa, jari-jari, jarak rata-rata ke matahari, dan sebagainya dengan menggunakan tabel • Tes tertulis

• Tes tertulis

• Tes unjuk kerja

• Tes tertulis • PG

• Uraian

• Uji simulasi

• Uraian

• Pergerakan bulan mengelilingi matahari menurut arah ….
a. berlawanan dengan pergerakan bumi mengelilingi matahari
b. sesuai dengan pergerakan bumi mengelilingi matahari
c. tidak ada hubungannya dengan dengan pergerakan bumi mengelilingi matahari
d. berlawanan dengan pergerakan matahari mengelilingi bumi
• Kemukakan apa pengertian gaya gravitasi!
• Tunjukkan arah orbit planet mengitari matahari berdasarkan model tata surya yang tersedia!
• Gunakan tabel yang tersedia untuk menunjukkan perbandingan antar planet ditinjau massa, jari-jari, dan jarak rata-rata ke matahari!
• Mengapa planet-planet dapat beredar mengelilingi matahari?
• Buatlah artikel yang memuat deskripsi karakteristik sebuah planet.
• Posisi planet pada orbit yang jaraknya paling jauh ke matahari dinamakan ….

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK :……………………….. …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :………………………..

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Sekolah : ………………………..
Kelas / Semester : IX (Sembilan) / Semester II
Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Alokasi waktu : 3 X 40’ ( 2x pertemuan )

Standar Kompetensi
5. Memahami sistem tata surya dan proses yang terjadi di dalamnya.

Kompetensi Dasar
5.2 Mendeskripsikan matahari sebagai bintang dan bumi sebagai salah satu planet.

A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat:
1. Menjelaskan pengertian bintang.
2. Menyebutkan bentuk dan ukuran matahari.
3. Menjelaskan warna matahari.
4. Menjelaskan sumber energi matahari.
5. Menjelaskan manfaat cahaya matahari bagi kehidupan di bumi.
6. Menjelaskan susunan lapisan matahari.
7. Menjelaskan aktivitas matahari.
8. Menjelaskan pengaruh aktivitas matahari.
9. Menjelaskan bentuk dan ukuran bumi.
10. Menjelaskan gaya tarik bumi.
11. Menjelaskan pengertian globe.
12. Menjelaskan manfaat globe.
13. Menjelaskan cara pembagian wilayah waktu.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

B. Materi Pembelajaran
Matahari sebagai Bintang dan Bumi sebagai Planet

C. Metode Pembelajaran
1. Model : – Direct Instruction (DI)
– Cooperative Learning
2. Metode : – Diskusi kelompok
– Observasi
– Ceramah

D. Langkah-langkah Kegiatan
Pertemuan Pertama dan Kedua :
a. Kegiatan Pendahuluan
• Motivasi dan Apersepsi:
• Apakah kesamaan matahari dengan bintang?
• Bagaimana terbentuknya aurora?
• Prasyarat pengetahuan:
• Apakah yang dimaksud dengan bintang?
• Apakah yang dimaksud dengan aurora?

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 Peserta didik dapat Mendeskripsikan matahari sebagai bintang dan bumi sebagai salah satu planet
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
 Melengkapi kalimat berdasarkan pemahaman akan suatu percakapan
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian bintang.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menjelaskan bentuk dan ukuran matahari.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai warna matahari.
 Peserta didik memperhatikan sumber energi matahari yang disampaikan oleh guru.
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan manfaat cahaya matahari bagi kehidupan di bumi.
 Setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelompok yang lain.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan susunan lapisan matahari (inti matahari, fotosfer, kromosfer, dan korona).
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai aktivitas matahari (bintik matahari, gumpalan matahari, dan lidah api).
 Peserta didik memperhatikan pengaruh aktivitas matahari (aurora, badai matahari, dan angin matahari) yang disampaikan oleh guru.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan bentuk dan ukuran bumi.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai gaya tarik bumi.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian globe.
 Peserta didik memperhatikan manfaat globe yang disampaikan oleh guru.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai cara pembagian wilayah waktu.
 Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

E. Sumber Belajar
a. Buku IPA Terpadu
b. Buku referensi yang relevan
c. Lingkungan

F. Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Mendeskripsikan matahari sebagai salah satu bintang
• Mendeskripsikan sumber pembentukan energi matahari
• Mendeskripsikan susunan lapisan matahari
• Mendeskripsikan karakteristik dan perilaku bumi.
• Tes tertulis

• Tes tertulis

• Tes tertulis

• Tes tertulis • PG

• Uraian

• Isian

• Uraian • Matahari merupakan ….
a. Bintang
b. satelit
c. Planet
d. meteor
• Matahari merupakan sumber energi, bahan-bahan apa saja yang terkandung pada matahari!
• Susunan lapisan matahari terdiri dari 1)…,2)…,3)…..,4)…..
• Jelaskan bagaimana karakteristik perilaku bumi!

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK :……………………….. …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :………………………..
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Sekolah : ………………………..
Kelas / Semester : IX (Sembilan) / Semester II
Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Alokasi waktu : 4 X 40’ ( 2Xx pertemuan )

Standar Kompetensi
5. Memahami sistem tata surya dan proses yang terjadi di dalamnya.

Kompetensi Dasar
5.3 Mendeskripsikan gerak edar bumi, bulan, dan satelit buatan serta pengaruh interaksinya.

A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat:
1. Menjelaskan pengertian rotasi bumi.
2. Mengamati pergantian siang dan malam.
3. Menjelaskan akibat rotasi bumi.
4. Menjelaskan pengertian revolusi bumi.
5. Menjelaskan akibat revolusi bumi.
6. Mengamati perubahan kenampakan rasi bintang.
7. Menjelaskan penetapan tanggal pada kalender masehi.
8. Menjelaskan bulan sebagai satelit bumi.
9. Membedakan bulan sideris dan bulan sinodis.
10. Menjelaskan bentuk dan ukuran bulan.
11. Menjelaskan fase bulan.
12. Menjelaskan penetapan tanggal pada kalender hijriah.
13. Menjelaskan pengertian gerhana.
14. Menbedakan gerhana bulan dan gerhana matahari.
15. Memperagakan gerhana bulan dan gerhana matahari.
16. Menjelaskan pasang surut air laut.
17. Menjelaskan pengertian luar angkasa.
18. Menjelaskan penjelajahan dan penemuan luar angkasa.
19. Membedakan satelit alami dan satelit buatan.
20. Menyebutkan macam-macam satelit buatan untuk berbagai kepentingan manusia.
21. Menjelaskan pembagian satelit berdasarkan ketinggian garis edarnya.
22. Menjelaskan manfaat satelit Palapa.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

B. Materi Pembelajaran
Bumi sebagai Planet, Bulan sebagai Satelit Bumi, dan Penjelajahan Luar Angkasa
C. Metode Pembelajaran
1. Model : – Direct Instruction (DI)
– Cooperative Learning
2. Metode : – Diskusi kelompok
– Ceramah
– Observasi
– Eksperimen

D. Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA
a. Kegiatan Pendahuluan
16. Motivasi dan Apersepsi:
• Mengapa terjadi perbedaan waktu di berbagai tempat di muka bumi?
• Apakah syarat terjadinya bulan purnama?
• Prasyarat pengetahuan:
15. Apakah akibat terjadinya rotasi bumi?
16. Apakah yang dimaksud dengan fase bulan?
• Pra eksperimen:
 Berhati-hatilah dalam melakukan praktikum.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 Menjelaskan pengertian rotasi bumi.
 Mengamati pergantian siang dan malam.
 Menjelaskan akibat rotasi bumi.
 Menjelaskan pengertian revolusi bumi.
 Menjelaskan akibat revolusi bumi.
 Mengamati perubahan kenampakan rasi bintang.
 Menjelaskan penetapan tanggal pada kalender masehi.
 Menjelaskan bulan sebagai satelit bumi.
 Membedakan bulan sideris dan bulan sinodis.
 Menjelaskan bentuk dan ukuran bulan.
 Menjelaskan fase bulan.
 Menjelaskan penetapan tanggal pada kalender hijriah.
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
 Melengkapi kalimat berdasarkan pemahaman akan suatu percakapan
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian rotasi bumi.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil globe dan lampu meja.
 Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen mengamati pergantian siang dan malam .
 Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
 Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai akibat rotasi bumi.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian revolusi bumi.
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan akibat revolusi bumi.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Guru memberikan instruksi kepada peserta didik untuk melakukan eksperimen mengamati perubahan kenampakan rasi bintang.
 Peserta didik secara berkelompok melakukan eksperimen dengan menggunakan globe, bohlam, dan empat benda yang mudah ditemukan di laboratorium (misalnya jeregen, ember, buku, dan bangku kecil).
 Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai penetapan tanggal dalam kalender masehi.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan bulan sebagai satelit bumi.
 Peserta didik memperhatikan perbedaan bulan sideris dan bulan sinodis yang disampaikan oleh guru.
 Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan bentuk dan ukuran bulan.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai fase bulan.
 Peserta didik memperhatikan penetapan tanggal dalam kalender hijriah yang disampaikan oleh guru.
 Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

PERTEMUAN KEDUA
a. Kegiatan Pendahuluan
• Motivasi dan Apersepsi:
• Bagaimana proses terjadinya gerhana bulan?
• Mengapa satelit Palapa seolah tidak bergerak jika dilihat dari bumi?
• Prasyarat pengetahuan:
• Apakah syarat terjadinya gerhana bulan?
• Apakah manfaat satelit Palapa?
• Pra eksperimen:
 Berhati-hatilah dalam melakukan praktikum.

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 Menjelaskan pengertian gerhana.
 Menbedakan gerhana bulan dan gerhana matahari.
 Memperagakan gerhana bulan dan gerhana matahari.
 Menjelaskan pasang surut air laut.
 Menjelaskan pengertian luar angkasa.
 Menjelaskan penjelajahan dan penemuan luar angkasa.
 Membedakan satelit alami dan satelit buatan.
 Menyebutkan macam-macam satelit buatan untuk berbagai kepentingan manusia.
 Menjelaskan pembagian satelit berdasarkan ketinggian garis edarnya.
 Menjelaskan manfaat satelit Palapa.
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
 Melengkapi kalimat berdasarkan pemahaman akan suatu percakapan
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian gerhana.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai perbedaan gerhana bulan dan gerhana matahari.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil senter dan dua buah bola plastik (besar dan kecil).
 Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen memperagakan gerhana bulan dan gerhana matahari
 Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
 Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai pasang surut air laut.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian luar angkasa.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai penjelajahan dan penemuan luar angkasa.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian satelit.
 Peserta didik memperhatikan perbedaan satelit alami dan satelit buatan yang disampaikan oleh guru.
 Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan macam-macam satelit buatan untuk berbagai kepentingan manusia.
 Peserta didik memperhatikan pembagian satelit berdasarkan ketinggian garis edarnya yang disampaikan oleh guru.
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan manfaat satelit Palapa.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

E. Sumber Belajar
a. Buku IPA Terpadu
b. Buku referensi yang relevan
c. Lingkungan
d. Alat dan bahan praktikum

F. Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Menjelaskan periode rotasi bulan dan posisinya terhadap bumi
• Mendiskripsikan terjadinya gerhana bulan, gerhana matahari dan menghubungkannya dengan peristiwa pasang surut air laut

• Menjelaskan fungsi satelit buatan.
Tes tertulis

Tes tertulis

Tes tertulis
• Uraian

• PG

• isian
• Jelaskan periode rotasi bulan dan posisinya terhadap bumi!
• Gerhana matahari terjadi bila ….
b. bulan diantara matahari dan bumi
c. bumi diantara matahai dan bulan
d. bulan dianatara matahari dan pluto
e. bumi diantara matahari dan pluto
• Fungsi satelit buatan adalah ….
• Permukaan bulan yang menghadap bumi selalu sama hal ini disebabkan ….
• Sebutkan pengaruh rotasi dan revolusi bumi
• Buatlah artikel tentang sejarah peluncuran satelit Palapa hingga saat ini dan manfaatnya bagi kepentingan bangsa Indonesia

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK :……………………….. …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :………………………..

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Sekolah : ………………………..
Kelas / Semester : IX (Sembilan) / Semester II
Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Alokasi waktu : 6 X 40’

Standar Kompetensi
5. Memahami sistem tata surya dan proses yang terjadi di dalamnya.

Kompetensi Dasar
5.4 Mendeskripsikan proses-proses khusus yang terjadi di lapisan litosfer dan atmosfer yang terkait dengan perubahan zat dan kalor.

A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat:
• Menjelaskan pengertian litosfer.
• Menjelaskan bentuk permukaan daratan.
• Menjelaskan bentuk permukaan dasar laut.
• Menjelaskan pengertian batuan.
• Menyebutkan jenis-jenis batuan berdasarkan proses terbentuknya.
• Membedakan batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf.
• Menjelaskan pengertian vulkanisme.
• Menyebutkan manfaat vulkanisme.
• Menjelaskan pengertian gempa bumi.
• Menyebutkan jenis-jenis gempa berdasarkan penyebabnya.
• Membedakan bahan galian dan bahan tambang.
• Menjelaskan proses terbentuknya tanah.
• Membedakan pelapukan fisis, pelapukan kimiawi, dan pelapukan biologi.
• Menjelaskan pengertian erosi.
• Menjelaskan pengertian sedimentasi.
• Menjelaskan pengertian hidrosfer.
• Menjelaskan perairan di permukaan bumi.
• Menjelaskan perairan di bawah permukaan bumi.
• Menjelaskan suhu air laut.
• Menjelaskan pengertian kadar garam (salinitas).
• Menyebutkan faktor yang menentukan tinggi rendahnya kadar garam.
• Menjelaskan massa jenis air laut.
• Menjelaskan gerakan air laut.
• Menjelaskan pengertian atmosfer.
• Menyebutkan manfaat atmosfer.
• Menjelaskan komposisi gas dalam atmosfer.
• Menjelaskan susunan lapisan atmosfer.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)
B. Materi Pembelajaran
Litosfer, Hidrosfer, dan Atmosfer

C. Metode Pembelajaran
• Model : – Direct Instruction (DI)
– Cooperative Learning
• Metode : – Diskusi kelompok
– Observasi
– Ceramah

D. Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA
a. Kegiatan Pendahuluan
• Motivasi dan Apersepsi:
• Mengapa bentuk muka bumi di berbagai tempat tidak rata?
• Bagaimana cara kalian menghadapi gempa bumi?
• Prasyarat pengetahuan:
• Apakah yang dimaksud dengan bentang alam?
• Apakah yang dimaksud dengan gempa bumi?

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 Menjelaskan pengertian litosfer.
 Menjelaskan bentuk permukaan daratan.
 Menjelaskan bentuk permukaan dasar laut.
 Menjelaskan pengertian batuan.
 Menyebutkan jenis-jenis batuan berdasarkan proses terbentuknya.
 Membedakan batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf.
 Menjelaskan pengertian vulkanisme.
 Menyebutkan manfaat vulkanisme.
 Menjelaskan pengertian gempa bumi.
 Menyebutkan jenis-jenis gempa berdasarkan penyebabnya
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
 Melengkapi kalimat berdasarkan pemahaman akan suatu percakapan
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian litosfer.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai bentuk permukaan daratan dan bentuk permukaan dasar laut.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian batuan.
 Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan jenis-jenis batuan berdasarkan proses terbentuknya.
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan perbedaan batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf.
 Perwakilan peserta didik diminta untuk menjelaskan pengertian vulkanisme.
 Peserta didik dalam kelompoknya mendiskusikan manfaat vulkanisme.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian gempa bumi.
 Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan jenis-jenis gempa berdasarkan penyebabnya.
 Peserta didik memperhatikan perbedaan bahan galian dan bahan tambang yang disampaikan oleh guru.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan proses terbentuknya tanah.
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan perbedaan pelapukan fisis, pelapukan kimiawi, dan pelapukan biologi.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai pengertian erosi dan sedimentasi.
 Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

PERTEMUAN KEDUA
a. Kegiatan Pendahuluan
• Motivasi dan Apersepsi:
• Bagaimana proses terbentuknya delta?
• Faktor apakah yang menentukan tinggi rendahnya salinitas?
• Prasyarat pengetahuan:
• Apakah yang dimaksud dengan delta?
• Apakah yang dimaksud dengan salinitas?

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 Menjelaskan proses terbentuknya tanah.
 Membedakan pelapukan fisis, pelapukan kimiawi, dan pelapukan biologi.
 Menjelaskan pengertian erosi.
 Menjelaskan pengertian sedimentasi.
 Menjelaskan pengertian hidrosfer.
 Menjelaskan perairan di permukaan bumi.
 Menjelaskan perairan di bawah permukaan bumi.
 Menjelaskan suhu air laut.
 Menjelaskan pengertian kadar garam (salinitas).
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
 Melengkapi kalimat berdasarkan pemahaman akan suatu percakapan
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok,
 masing-masing kelompok terdiri dari 3-4 siswa laki-laki dan perempuan yang berbeda kemampuannya.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian hidrosfer.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai perairan di permukaan bumi.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan karakteristik perairan laut dan perairan darat.
 Guru membagi tugas kelompok:
 2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan karakteristik laut.
• 2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan karakteristik samudra.
• 2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan karakteristik sungai.
 2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan karakteristik danau.
• 2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan karakteristik rawa.
 Tugas kelompok diberikan 1 minggu sebelum proses pembelajaran dilaksanakan.
 Setiap kelompok diminta melaporkan hasil pengamatannya dalam bentuk karya tulis.
 Setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelompok yang lain.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai perairan di bawah permukaan bumi.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan mengenai suhu, kadar garam (salinitas), dan massa jenis air laut yang disampaikan oleh guru.
 Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan faktor-faktor yang menentukan tinggi rendahnya kadar garam (salinitas).
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan gerakan air laut.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai gelombang, arus laut, pasang, dan surut.
 Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

PERTEMUAN KETIGA
a. Kegiatan Pendahuluan
• Motivasi dan Apersepsi:
• Apakah manfaat atmosfer bagi kehidupan makhluk hidup?
• Mengapa saat hujan disertai angin kencang siaran radio sering terganggu?
• Prasyarat pengetahuan:
• Apakah yang dimaksud dengan atmosfer?
• Apakah yang dimaksud dengan lapisan ionosfer?

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 Menjelaskan proses terbentuknya tanah.
 Membedakan pelapukan fisis, pelapukan kimiawi, dan pelapukan biologi.
 Menjelaskan pengertian atmosfer.
 Menyebutkan manfaat atmosfer.
 Menjelaskan komposisi gas dalam atmosfer.
 Menjelaskan susunan lapisan atmosfer.
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
 Melengkapi kalimat berdasarkan pemahaman akan suatu percakapan
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian atmosfer.
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan manfaat atmosfer bagi kehidupan makhluk hidup.
 Setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelompok yang lain.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan komposisi gas dalam atmosfer.
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan berbagai macam gas dan partikel lain di dalam atmosfer.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan susunan lapisan atmosfer.
 Peserta didik memperhatikan susunan lapisan atmosfer yang disampaikan oleh guru.
 Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

E. Sumber Belajar
a. Buku IPA Terpadu
b. Buku referensi yang relevan
c. Lingkungan

F. Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Menjelaskan pengaruh proses-proses yang terjadi dilapisan litosfer terhadap perubahan zat dan kalor
• Menjelaskan pengaruh proses-proses yang terjadi dilapisan atmosfer terhadap perubahan zat dan kalor
• Tes tertulis

• Tes tertulis
• Uraian

• Uraian
• Jelaskan pengaruh proses yang terjadi pada lapisan litosfer?

• Jelaskan pengaruh proses yang terjadi pada lapisan atmosfer?

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK :……………………….. …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :………………………..

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Sekolah : ………………………..
Kelas / Semester : IX (Sembilan) / Semester II
Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Alokasi waktu : 3 X 40’

Standar Kompetensi
5. Memahami sistem tata surya dan proses yang terjadi di dalamnya.

Kompetensi Dasar
5.5 Menjelaskan hubungan antara proses yang terjadi di lapisan litosfer dan atmosfer dengan kesehatan dan permasalahan lingkungan.

A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat:
1. Menjelaskan pengertian ozon.
2. Menjelaskan dampak dan penanggulangan berlubangnya lapisan ozon.
3. Menjelaskan dampak penebangan hutan.
4. Menjelaskan cara meminimalkan dampak negatif penebangan hutan.
5. Menjelaskan pengertian desertifikasi.
6. Menjelaskan cara menanggulangi terjadinya desertifikasi.
7. Menjelaskan pengertian erosi.
8. Menyebutkan faktor yang menyebabkan erosi.
9. Menjelaskan pengertian polusi.
10. Menyebutkan macam-macam polusi.
11. Menjelaskan cara menanggulangi masalah polusi.
12. Menjelaskan pengertian hujan asam.
13. Menyebutkan penyebab terjadinya hujan asam.
14. Menjelaskan cara menanggulangi terjadinya hujan asam.
15. Menjelaskan pengertian pemanasan global.
16. Menyebutkan faktor penyebab terjadinya pemanasan global.
17. Menjelaskan dampak dan penanggulangan pemanasan global.
18. Menjelaskan pengertian El Nino dan La Nina.
19. Menyebutkan tanda-tanda terjadinya El Nino.
20. Menjelaskan dampak terjadinya El Nino dan La Nina.

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

B. Materi Pembelajaran
Lapisan Ozon dan Masalah Lingkungan Hidup

C. Metode Pembelajaran1
1. Model : – Direct Instruction (DI)
– Cooperative Learning
2. Metode : – Diskusi kelompok
– Ceramah
– Observasi

D. Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA DAN KEDUA :
a. Kegiatan Pendahuluan
• Motivasi dan Apersepsi:
 Bagaimana chlorofiuorocarbon (CFC )dapat merusak lapisan ozon?
 Bagaimana cara menanggulangi efek rumah kaca?
• Prasyarat pengetahuan:
• Apakah yang dimaksud dengan ozon?
• Apakah yang dimaksud dengan efek rumah kaca?

b. Kegiatan Inti
 Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
 Menjelaskan hubungan antara proses yang terjadi di lapisan litosfer dan atmosfer dengan kesehatan dan permasalahan lingkungan
 menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
 memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
 melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
 Melengkapi kalimat berdasarkan pemahaman akan suatu percakapan
 Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok,
 masing-masing kelompok terdiri dari 3-4 siswa laki-laki dan perempuan yang berbeda kemampuannya.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian ozon.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai dampak dan penanggulangan berlubangnya lapisan ozon.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan masalah lingkungan hidup.
 Guru membagi tugas kelompok:
 2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan pengertian, dampak, dan penanggulangan penebangan hutan.
• 2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan pengertian, dampak, dan penanggulangan desertifikasi.
• 2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan pengertian, dampak, dan penanggulangan polusi.
 2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan pengertian, dampak, dan penanggulangan hujan asam.
• 2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan pengertian, dampak, dan penanggulangan efek rumah kaca.
 Tugas kelompok diberikan 1 minggu sebelum proses pembelajaran dilaksanakan.
 Setiap kelompok diminta melaporkan hasil pengamatannya dalam bentuk karya tulis.
 Setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelompok yang lain.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai pengertian pemanasan global.
 Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan faktor penyebab terjadinya pemanasan global.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan mengenai dampak dan penanggulangan pemanasan global yang disampaikan oleh guru.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian El Nino dan
 La Nina.
 Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan tanda-tanda terjadinya
 El Nino.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai dampak terjadinya
 El Nino dan La Nina.
 Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
 Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
 Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
 Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
 memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
 memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
 bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
 melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
 merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

E. Sumber Belajar
a. Buku IPA Terpadu
b. Buku referensi yang relevan
c. Lingkungan

F. Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal
• Menjelaskan proses pelapukan dilapisan bumi yang berkaitan dengan masalah lingkungan
• Menjelaskan proses pemenasan global dan pengaruhnya pada lingkungan di bumi
• Menjelaskan pengaruh proses-proses dilingkungan terhadap kesehatan manusia
• Menyadari bahayanya pengaruh negatif proses-proses lingkungan karena ulah manusia terhadap kesehatan manusia
• Tes tertulis

• Tes tertulis

• Tes tertulis

• Pemberian angket • Uraian

• Uraian

• Uraian

• Angket • Jelaskan proses pelapukan di lapisan bumi?
• Jelaskan proses pemanasan global dan pengaruhnya pada lingkungan di bumi.
• Jelaskan pengaruh proses-proses dilingkungan terhadap kesehatan manusia
• Angket dengan skala Likert

Mengetahui,
Kepala SMP/MTs ……………

(__________________________)
NIP/NIK :……………………….. …..,…………………… 20 …….
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam

(_______________________)
NIP/NIK :………………………..

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SDN NO.31 MANGGELEWA KABUPATEN DOMPU DALAM MENENTUKAN VOLUM BANGUN RUANG MELALUI PENGGUNAAN MEDIAKUBUS SATUAN

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Tugas utama guru adalah membelajarkan siswa, yaitu mengkondisikan nsiswa agar belajar aktif sehingga potensi dirinya (kognitif, afektif, dan psikomotor) dapat berkembang dengan maksimal. Dengan belajar aktif, melalui partisipasi dalam setiap kegiatan pembelajaran, akanb teralatih dan terbentuk kompetensi yaitu kemampuan siswauntuk melakukan berbagai kegiatan positif yang pada akhirnya akan membentuk life skill sebagai bekal hidup dan penghidupannya. Oleh karena itu Guru dituntut untuk memiliki kemampuan dasar sebagai pendidik dan pengajaryang harus menguasai materi pembelajaran, memiliki kecakapan dalam mengembangkan strategi pembelajaran, serta mau dan mampu mengembangkan media /alat peraga dalam setiap kegiatan pembelajaran yang dikembangkannya.
Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa banyak guru khususnya pada pembelajaran matematika masih menggunakan teknik pembelajaran dengan pola searah, dimana siswa hanya menerima apa yang disampaikan oleh guru, tanpa memberikan feed – back ataupun aktivitas eksperimen. Masih banyak guru yang didapati mengajar tanpa menggunakan media atau alat peraga. Pola pembelajaran seperti ini menjadikan mata pelajaran matematika sebagai pelajaran yang kurang diminati siswa yang pada akhirnya berdampak pada rendahnya kualitas proses dan hasil pemebelajaran matrematika itu sendiri.
Demikian yang terjadi di SDN No.31 Manggelewa, dimana hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika merupakan urutan yang terbawah dari semua mata pelajaran yang diajarkan di kelas V. Diketahui bahwa pada materi pokok menghitung Volume kubus dan balok dari tiga kali ulangan harian yang dilakukan, hasil rata-rata menunjukan 13 orang dari 26 orang siswa memperoleh nilai kurang dari KKM yaitu 65 (ketuntasan baru mencapai 61,90 %). Peneliti dan teman sejawat menduga bahwa rendahnya hasil belajar siswa ini mungkin disebabkan karena guru di dalam proses pembelajaran tidak menggunakan media atau alat peraga. Untuk itu penulis merasa perlu mengadakan perbaikan pembelajaran pada mata pelajaran yang bersangkutan melalui Penilitian Tindakan Kelas (PTK) yang nantinya diharapkan mampu meningkatkan proses dan hasil belajar siswa pada materi yang diajarkan.
Permasalahan pokok yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah apakah penggunaan media kubus satuan akan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN No.31 Manggelewa Kecamatan Mangelewa Kabupaten Dompu pada pembelajaran menentukan volum bangun ruang.
Penelitian ini akan dilaksanakan pada semester ke-2 Tahun Pelajaran 2010 -2011. Diharapkan dengan penelitan tindakan kelas ini kualitas proses dan hasil pemebelajaran dapat meningkatkan..

B. Identifikasi Masalah
Masalah yang dapaat diidentifikasi dari pelaksanaan pembelajaran menentukan volum bangun ruang di kelas V SDN No.31 Manggelewa Kabupaten Dompu adalah: (1) lemahnya proses pembelajaran atau setting dan suasana pembelajaran yang secara spesifik berkaitan dengan tidak digunakannya media dalam proses pembelajaran; dan (2) rendahnya hasil belajar siswa dalam hal menentukan volum bangun ruang kubus dan balok
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah tersebut di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
1. Apakah penerapan media kubus satuan akan dapat meningkatkan aktivitas (proses) belajar siswa kelas V SDN No.31 Manggelewa Kabupaten Dompu pada pemebelajaran menentukan volume bangun ruang.
2. Apakah penerapan media kubus satuan akan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN No.31 Manggelewa Kabaupaten Dompu pada pembelajaran menentukan volum bangun ruang.

D. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah maka penelitian perbaikan pembelajaran ini berjtujuan untuk :
1. Meningkatkan aktifitas (proses) belajar siswa kelas V SDN No.31 Manggelewa pada pembelajaran menentukan volum bangun ruang melalui penggunaan media kubus satuan.
2. Meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN No.31 Manggelewa pembelajaran menentukan volum bangun ruang melalui penggunaan media kubus satuan.

E. Manfaat Penilitan
Penelitian perbaikan pembelajaran ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi siswa dan guru sebagai berikut :
1. Bagi siswa : Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam
proses belajar yang akhirnya berdampak pula terhadap meningkatkan perolehan atau hasil belajar ;
2. Bagi guru ; penelitian ini dapat memberikan dan memperkaya pengalaman praktis dalam meningkatkan kualitas proses mengajar dan belajar dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Hakikat Belajar
Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat awam sering memaknai belajar sebagai kegiatan membaca atau mengerjakan tugas-tugas. Dalam pandangan mereka setiap orang yang sedang membaca diartikan sedang belajar. Pengertian seperti ini masih sempit. Menghafal tidak dinamakan belajar.
Loster D Crow and Crow menyatakan bahwa belajar adalah perbnuatan untuk memperoleh kebiasaan, ilmu pengetahuan dan berbagai sikap (Kasjian, 1984:16). Sumadi Suryabrata (1984:249) menyatakan bahwa kegiatan belajar mencakup tiga hal yaitu: (a) membawa perubahan, (b) terjadi karena didapatkan kacakapan baru, (c)terjadi karena ada upaya. Belajar pada ada dasarnya adalah berusaha mendapatkan sesuatu kepandaian (Poerwadarminta, 1984:108). Sedangkan menurut istilah popular bahwa pengertian belajar adalah proses perubahan perilaku yang relative menetap sebagai bentuk pengalaman-pengalaman atau praktek (David R dalam IKIP Semarang, 1996:2). Menurut Winkel bahwa belajar diartikan sebagai suatu aktivitas mental/psikhis yang berlangsung dalam interaksi akktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampiulan, dan sikap-sikap. Perubahan itu relative konstan dan berbekas . (WS Winkel, 1998:36).
Dari beberapa definisi diatas, dapatlah diambil kesimpulan bahwa belajar adalah proses perubahan dalam diri manusia. Apabila setelah belajar tidak terjadi perubahan dalam diri manusia, maka tidaklah dapat dikatakan bahwa pada dirinya telah berlangsung proses belajar.

B. Prinsip-prinsip Belajar
Proses belajar itu kompleks sekali, namun dapat dianalisa dan diperinci dalam bentuk prinsip-prinsip atau asas-asas belajar. Dikatakan oleh Zainal Aqib bahwa “Prinsip-prinsip belajar harus dipahami agar kita memiliki pedoman dan teknik belajar yang baik”. (2002:45). Adapun prinsip-prinsip belajar yang dimaksud adalah : (1) belajar harus bertujuan dan terarah. Tujuan akan menuntutnya dalam belajar untuk mencapai harapan-harapannya, (2) Belajar memerlukan bimbingan, baik bimbingan dari guru atau buku pelajaran itu sendiri, (3) Belajar memerlukan pemahaman atas hal-hal yang dipelajari sehingga diperoleh pengertian-pengertian, (4) Belajar memerlukan latihan dan ulangan agar apa-apa yang dipelajari dapat dikuasainya, (5) Belajar adalah suatu proses aktif dimana terjadi saling pengaruh secara dinamis antara murid dengan lingkungannya, (6) Belajar harus disertai keinginan dan kemauan yang kuat untuk mencapai tujuan, dan (7) Belajar dianggap berhasil apabila telah sanggup menerapkan ke dalam bidang praktek sehari-hari.

C. Hasil Belajar
Hasil belajar pada dasarnya berkaitan dengan hasil yang dicapai dalam belajar. Pengertian hasil belajar itu sendiri dapat diketahui dari pendapat para ahli pendidikan. Hasil belajar berasal dari kata hasil dan belajar. Agar tidak menyimpang dari pengertian sesungguhnya , maka perlu dijelaskan secara kata perkata terlebih dahulu.
Belajar berasal dari kata “ajar” mendapat mendapat awalan “ber” yang kemudian menjadi kata jadian “belajar” mengandung makna proses belajar. Kata belajar menunjuk arti apa yang harus dilakukan seseorang sebagai subyek yang menerima pelajaran, bukan sekedar menghafal, bukan pula sekedar mengingat (Sadirman, 1998:34) Belajar pada
Dasarnya merupakan suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pengetahuan, pemahaman dan sikapnya. Belajar adalah proses yang aktif, yaitu merealisasi semua situasi yang berada di sekitar individu, yang mengarah pada suatu tujuan (Tim MKDK IKIP Semarang, 1995:25).
Hasil belajar berasal dari gabungan kata nhasil dan belajar. Hasil belajar diartikan sebagai keberhasilan usaha yang dapat dicapai (Winkel, 1998:162). Hasil belajar merupakan keberhasilan yang telah dirumuskan guru berupa kemampuan akademik. Winarno Surachmad (1981:2) menyatakan bahwa hasil belajar merupakan nilai hasil belajar yang menentukan berhasil tidaknya siswa dalam belajar. Hal tersebut berarti bahwa hasil belajar merupakan hasil dari proses belajar. Dalam hasil belajar meliputi kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor (Sunaryo, 1983:4).
Dari berbagai kajian definisi hasil belajar di atas maka yang dimaksud dengan hasil belajar dalam penelitian ini adalah hasil belajar matematika yang berupa kemampuan akademis siswa dalam mencapai standar tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya baik dari segi kognitif, afektif, maupun psikomotor dan harus dimiliki siswa setelah mengikuti proses pembelajaran.

D. Prinsip-prinsip Mata Pelajaran Matematika
Mata pelajaran matematika berkaitan dengan kemapuan siswa mengenai struktur dasar system bilangan daripada mempelajari keterampilan dan fakta-fakta hafalan. Pelajaran Matematika sesuai dengan kurikulum menekankan mengapa dan bagaimana matematika melalui penemuan dan eksplorasi.
Mata pelajaran matematika menerapkan prinsip-prinsip basic skill movement Yang mencerminkan beberapa kemampuan dasar matematika bagi siswa SD yang meliputi hal sebagai berikut :
a. Menyiapkan anak untuk belajar matematika
b. Maju dari kongkrit ke abstrak
c. Penyediaan kesempatan pada anak untuk berlatih dan mengulang
d. Generalisasi ke dalam situasi baru
e. Bertolak dari kekuatan dan kelemahan siswa
f. Perlunya membangun fondasi yang kuat tentang konsep atau ketrampilan matematika.
g. Penyediaan program matematika yang seimbang.(Mulyono, 1999:23)

Oleh karena itu ada beberapa pendekatan dalam pengajaran matematika di SD yaitu sebagai berikut :
1. Urutan belajar yang bersifat perkembangan
Dalam hal ini guru diharapkan memberikan pelajaran matematika sesuai dengan tingkat perkembangan anak. Tidak aka nada manfaatnya mengajarkan anak suatu konsep atau keterampilan matematika sebelum mencapai tahap perkembangan tersebut karena tidak akan berhasil.
2. Belajar tuntas
Dalam pembelajaran matematika guru harus menentukan sasaran atau tujuan pembelajaran khusus. Sasaran tersebut harus dapat diukur dan diamati, menguraikan langkah-langkah yang telah dikuasai oleh siswa dari soal yang mudah, sedang ke tingkat yang sukar, dan menentukan langkah-langkah untuk mencapai tujuan.
3. Strategi Belajar
Strategi belajar matematika memusatkan bagaimana siswa belajar agar dapat mengembangkan strategi belajar metakognitif yang mengarahkan proses mereka dalam belajar.

4. Pemecahan Masalah (Muliyono, 1999:255)
Strategi belajar matematika dengan pemecahan masalah adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan kaitannya dengan soal-soal matematika.
Dengan memahami keempat pendekatan tersebut, maka guru akan dapat mengembangkan pembelajaran matematika dimana setiap siswa mendapat kesempatan berbuat, menemukan dan membuktikan sendiri hasil belajar yang diinginkan sesuai dengan irama dan tingkat kemampuan mereka. Siswa yang mengalami kesulitan belajar tidak merasa ditinggalkan namun terlayani dengan baik sehingga pada akhirnya secara bertahap mereka mengikuti proses pembeljaran dengan baik.

E. Evaluasi Pembelajaran Matematika
Evaluasi pembelajaran matematika secara umum sama dengan evaluasi mata pelajaran lainnya baik jenis maupun bentuk-bentuknya. Evaluasi matematika di sekolah dasar merupakan salah satu cara ata kegiatan pembelajaran untuk mengetahui kemajuan bekajar siswa dan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan meliputi bagaimana proses pengerjaannya dan bagaimana hasil jawabannya.
Menurut Learner, evaluasi pembelajaran matematika dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut ;
a. Memutuskan apa yang akan diukur
b. Memilih atau mengembangkan suatu herarki ketrampilan
c. Memutuskan dimana memulai
d. Memilih atau mengembangkan instrument
e. Melakukan tes
f. Mengadministrasikan tes
g. Mencatat kekeliruan dan gaya kinerja
h. Menganalisa temuan dan meringkaskan hasil
i. Memperkirakan alasan kekeliruan dan menentukan bidang yang akan diperiksa
j. Memeriksa
k. Melengkapi catatan dan rumusan tujuan-tujuan pembelajaran khusus (Mulyono, 1999:266)

Evaluasi pembelajaran matematika meliputi tiga ranah, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor. Ketiga ranah tersebut dievaluasi dengan tes hasil belajar yang menggunakan berbagai ragam bentuk soal tes sesuai dengan materi yang akan diukur kemajuan dan keberhasilannya.

F. Tinjauan Tentang Media Pembelajaran
1. Pengertian Media
Media adalah semua bentuk perantara yang digunakan oleh penyebar ide, sehingga gagasan itu sampai kepada penerima (Santoso S. Hamidjojo, 2003:3). Sedangkan menurut Marshall MC. Luhan, Karena pada hakekatnya media telah memperluas dan memperpanjang kemampuan manusia untuk merasakan, mendengar, dan melihat dalam batas jarak, waktu tertentu. Kini dengan bantuan media batas-batas itu hamper tidak ada.
Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat memberikan rangsangan kepada alat indera sehingga interaksi pembelajaran dapat diterima dengan jelas, mudah dimengerti, kongkrit, dan tahan lama dalam ingatan siswa (Sihkabuden, 2003:3).
Media Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar adalah benda-benda kongkrit yang dapat diamati, diraba, dan digerakkan yang digunakan oleh guru untuk menanamkan konsep atau ketrampilan matematika pada waktu mengajar (Endang Setyo Winarni, 1994:37). Tidak sedikti anak yang daya penalarannya kurang dan sukar membayangkan bentuk-bentuk geomaetri. Oleh karena itu media pembelajaran matematika sangat diperlukan untuk membantu anak dalam memahami konsep yang diajarkan. Sehubungan dengan usai anak yang masih senang bermain, anak akan lebih tertarik dan senang mempelajari matematika jika dalam pembelajaran matematika digunakan media pembelajaran. Hal tersebut dapat membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran matematika secara optimal.
Satu hal yang perlu mendapatkan perhatian adalah teknik penggunaan media dalam pembelajaran matematika seccara tepat. Untuk itu perlu dipertimbangkan kapan digunakan media tertentu, dan jenis media mana yang sesuai untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu.
Secara umum fungsi media pembelajaran matematika adalah (1) sebagai media untuk menanamkan konsep-konsep matematika, (2) sebagai media untuk memahami konsep dan meningkatkan keterampilan berhitung, (3) sebagai media untuk menunjukkan hubungan antara konsep matematika dengan dunia sekitar serta mengaplikasikan konsep dalam khidupan nyata.
2. Media Pembelajaran Kubus Satuan
2.1 Fungsi
Model kubus satuan memiliki fungsi untuk menunjukkan volum/isi kubus dan balok
2.2 Bentuk Alat
Bentuk media kubus satuan isi adalah sebagai berikut :

1. Alat dan Bahan
a. Alternatif bahan 1 : kayu reng, amplas, cat, spidol, plastic, akrilik
b. Alternatif bahan 2 : karton tebal/karton duplek, lem, spidol, plastik jilid
c. Alat / perkakas : gergaji kayu, kuasa, gunting, karter / pemotong
2. Cara pembuatan
a. Potonglah kayu dengan ukuran 3 x 3 x 3 cm, minimal 27 buah
b. Bentuklah kubus dengan menggunakan potongan kayu seperti gambar di atas
c. Amplaslah kubus yang terbentuk dan cat dengan warna cerah (misalnya warna kuning)
d. `Berilah warna semua rusuknya dengan menggunakan spidol berwarna hitam jika bahan yang dipergunakan karton tebal/karton duplek, maka cara membuatnya adalah dengan membuat jarring-jaring kubus dengan ukuran 3 x 3 cm. Untuk menghubungkan sisi yang satu dengan yang lainnya buatlah lidah pada jarring-jaringnya.

Model jarring-jaring kubus

Selanjutnya bentuklah kotak transparan (tembus pandang) tanpa tutup berbentuk balok dan kubus dengan ukuran sebagaimana terlihat berikut ini :
6 cm 6 cm 6 cm
6 cm 6 cm 6 cm
6 cm 6 cm 6 cm

3. Penggunaan Media kubus satuan dalam pembelajaran
3.1 Tunjukkan pada siswwa bahwa 1 (satu) buah kubus satuan
adalah satu satuan isi

3.2 Siswa diminta untuk menyebutkan banyaknya kubus satuan pada gmabar berikut ini

i ii iii
3.3 Siswa ditugaskan mengisi setiap kotak transparan dengan kubus satuan, dan
menghitung banyaknya kubus satuan yang memenuhi setiap kotak.
3.4 Menjelaskan bahwa banyaknya kubus satuan yang memenuhi setiap kotak
transparan adalah volume dari setiap kotak
3.5 Menarik kesimpulan tentang menentukan rumus volum balok dan kubus seperti
berikut ini :
Rumus baku untuk menghitung volum kubus adalah

Rumus baku untuk menghitung volum balok adalah

Volum dinyatakan dalam satuan kubik ( 3 )

G. Hipotesis Tindakan
Menurut Suwarsih Madya “ Hipoteses dalam penelitian tindakan bukanlah
Hipotesis perbedaan atau hubungan, melainkan hipoteses tindakan yang rumusnya memuat tindakan yang diusulkan untuk menghasilkan perbaikan yang diinginkan “ (2007:112-113). Di dalam penelitian ini hipotesis tindakan yang digunakan adalah :
1. Jika dalam pembelajaran menentukan volum bangun ruang digunakan media kubus satuan maka aktivitas/proses belajar siswa kelas V akan meningkat;
2. JIka dalam pembelajaran menentukan volum bangun ruang digunakan media kubus satuan maka hasil belajar siswa kelas V akan menigkat;

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian ini memuat empat aspek pokok dalam proses dasar penelitian tindakan. Suwarsih Madya mengemukakan empat aspek dalam rancangan penelitian tindakan kelas yaitu “menyusun rencana tindakan, melaksanakan tindakan, melakukan pengamatan, dan melakukan refleksi, dan memutuskan kembali rencana berdasarkan informasi yang lebih lengkap” (2007:58). Pendapat lain dikemukakan Depdiknas dengan mengemukanan konsep penelitian tindakan kelas dari Kemnis & Mc Taggart, yaitu komponen tindakan kelas mencakup : “ plan, action and observing, reflectiong” (Depdiknas 1999:20-21). Selanjutnya Rochiati mengemukakan empat komponen yang merupakan urutan langkah yaitu “ orientasi perencanaan, pelaksanaan tindakan, diskusi, dan refleksi” (2006:100). Berdasarkan pendapat di atas maka penelitian tindakan kelas merupakan suatu siklus yang terdiri dari (1) Perencanaan Tindakan, (2) Pelaksanaan Tindakan dan Observasi, (3) Diskusi dan (4) Refleksi. Pada pra penelitian terlebih dahulu telah dilakukan refleksi awasl yang menjadi dasar dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas. Secara visual, langkah-langkah penelitian tindakan kelas ini sebagai berikut :

Selanjutnya aspek dan langkah-langkah penelitian ini dijelaskan sebagai berikut :
1. Tahap Perencanaan Tindakan
Pada tahapan ini guru peneliti dan teman sejawat secara bersama-sama mengadakan kegiatan sebagai berikut :
a. Mengamati proses pembelajaran yang berlangsung untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang setting atau proses belajar, strategi pembelajaran, metode dan media pembelajaran, suasana dan perilaku siswa serta menganalisa hasil evaluasi tentang menghitung volum kubus and balok.
b. Mengidentifikasi faktor-faktor hambatan atau kelemahan – kelemahan guru dan siswa dalam pembelajaran yang berpengaruh negative terhadap hasil proses belajar siswa.
c. Menyusun rencana tindakan yang dituangkan ke dalam rencana perbaikan pembelajaran yang mencakup topic, strategi pembelajaran, media pembelajaran, metode serta setting kelas.

d. Menyiapkan sarana dan perangkat pembelajaran yang mendukung untuk pelaksanaan pembelajaran antara lain ; materi ajar, LKS,media dan instrument penilaian.
e. Menyiapkan instrument obeservasi untuk pengambilan data, menentukan teknik analisis, dan kriteria keberhasilan tindakan..
f. Membahasa tatacara pengambilan instrument pengumpulan data dan pengukurannya.

2. Tahap Pelaksanaan Tindakan dan Observasi
Tindakan perbaikan pembelajaran dilaksanakan dalam 3 siklus dan setiap silus 2 kali pertemuan.
a. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rencana tindakan (RPP) yang terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir termasuk di dalamnya evaluasi hasil belajar siswa.
b. Melaksaknakan observasi pembelajaran dalam bentuk open class dengan menggunakan pedoman atau panduan observasi.
c. Mengumpulkan data hasil observasi terhadap proses belajar mengajar.
d. Melakukan pemeriksaan dan scoring terhadap hasil belajar siswa berdasarkan evaluasi yang dilaksanakan pada pertemuan akhir setiap siklus.

3. Tahap Diskusi
Setelah pelaksanaan pembelajaran, penlitii (guru) bersama teman sejawat melakukan diskusi dengan kegiatan sebagai berikut :
a. Mendiskusikan dan membahas hasil –hasil observasi untuk memperoleh gambaran tentang proses pembelajaran yang berkaitan dengan penggunaan media kubus satuan dalam pembelajaran menghitung volum bangun ruang kubus dan balok. Diskusi dilaksanakan pada akhir pertemuan pertama dan kedua.
b. Mendiskusikan dan membahas hasil penilaian/pengukuran hasil belajar siswa yaitu setelah satu siklus berakhir (pada akhir pertemuan kedua).

4. Tahap Refleksi dan Tindak lanjut
Setelah dilaksanakannya diskusi maka pada setiap akhir satu siklus dilakukan refleksi untuk mengetahui berhasil tidaknya proses perbaikan pembelajaran yang dilakukan. Hasil perbaikan pembelajaran menjadi dasar untuk menentukan program tindak lanjut yang seharusnya dilakukan. Pada tahap refleksi ini mencakup :
a. Melakukan perenungan dan memberikan ulasan dan pertimbangan-pertimbangan tentang proses belajar mengajar terutama berkaitan dengan penggunaan media kubus satuan dalam menghitung volum bangun ruang kubus dan balok terhadap hasil belajar siswa.
b. Merenungkan dan merefleksikan kekuatan dan kelemahan selama proses belajar mengajar berlangsung untuk menjadi bahan/referensi dalam rencana perbaikan dan tindak lanjut.
c. Memutuskan bentuk dan tindak lanjut yang akan dilakukan untuk kembali kepada perencanaan.

B. Subjek Penelitian
Siswa yang diteliti adalah siswa kelas V SDN No.31 ManggelewaTahun Pelajaran 2010-2011 yang berjumlah 26 orang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Pada umunya siswa berasal dari kelompok masyarakat bawah dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah dimana orang tua mereka sebagian besar petani dan nelayan dan buruh bangunan. Aktivitas belajar dalam berbagai aspek cenderung lemah dan berdampak terhadap rendahnya hasil belajar siswa.

D. Teknik Pengumpulan Data
Menurut Rochiati Wiriaatmadja, di dalam penelitian tindakan kelas karakteristik peneliti itu harus : “responsive, adaptif, menekankan aspek holistik, pengembangan berbasis pengetahuan, memproses dengan segera, melakukan klarifikasi dan pengambilan kesimpulan, dan melakukan eksplorasi” (2006:97)
Sebagaiman telah dijelaskan di dalam langkah penelitian bahwa terhadap tindakan perbaikan (proses pembelajaran) dilakukan observasi pada saat yang bersamaan, yaitu dengan menggunakan instrument berupa pedoman observasi. Dalam hal ini observasi adalah termasuk ke dalam katagori sebagai peneliti. Berdasarkan uraian di atas maka dalam penelitian tindakankelas ini digunakan metode pengumpulan data berupa penelitinya sendiri, pedoman observasi yang dilengkapi dengan catatan anekdot , dan diskusi refleksi.

E. Teknik Analisa Data
1. Jenis Data
“ Data dalam PTK adalah segala bentuk informasi yang terkait dengan kondisi, proses, dan keterlaksanaan pembelajaran serta hasil belajar yang diperoleh siswa” (Depdiknas. 2008:120). Jenis data dalam penelitan ini adalah data kuantitatif dan data kualitatif.
(1) Data kuantitatif merupakan data angka atau bilangan, baik yang diperoleh melalui pengukuran maupun yang diperoleh dengan cara mengubah data kualitatif menjadi data kuantitatif.
(2) Data kualitatif merupakan data yang berupa kalimat-kalimat atau data yang
Dikatagorikan berdasarkan kualitas objek yang diteliti, misalnya ; baik sedang; kurang baik, pandai dan sebagainya.
Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah
(1) Data prestasi belajar siswa kelas V dalam pembelajaran menghitung volum bangun ruang berkaitan dengan kemampuan siswa dalam menghitung volum kubus dan balok setelah diterapkan penggunaan media kubus satuan dalam proses pembelajaran. Data inbi berupa data kuantitatif yang berbentuk skor atau nilai angka.
(2) Data proses belajar siswa tentang implementasi media kubus satuan dalam kegiatan pembelajaran melalui obeservasi. Data ini merupakan data kuantitatif yang diubah menjadi data kualitatif.

2. Teknik Analisis
Data yang berhasil diperoleh selama proses perbaikan pembelajaran perlu dianalisis sehingga data memberikan gambaran tentang tercapai tidaknya tujuan penelitian tindakan. Teknik analisis data (hasil belajar) yang digunakan adalah Teknik Analisis Data Kuantitatif Deskriptif, yaitu : (1) menghitung jumlah, (2) menghitung rata-rata, dan (3) menghitung nilai porsentase. Langkah-langkah yang ditempuh adalah : (1) memaparkan data, (2) menghitung, dan (3) menarik keseimpulan.

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Hasil Penelitian
1. Siklus I
a. Perencanaan Tindakan
Perencanaan awal didasarkan pada kenyataan bahwa hasil belajar siswa dalam menghitung volum bangun ruang kubus dan balok sangat jauh dari harapan. Hasil evaluasi menunjukkan dari 26 siswa kelas V, yang berhasil hanya 8 orang atau 38,10 % dari jumlah seluruh siswa sedangkan 13 orang atau 61,90 % belum tuntas. Kriteria ketuntasan belajar yang digunakan guru adalah : (1) perorangan/ siwa dengan tingkat penguasaan 65% dan (2) klasikal dengan standar 85% siswa mencapai ketuntasan perorangan (KTSP SDN 31 Manggelewa Kabupaten Dompu)
Selanjutnya setelah dilaksanakan diskusi dengan guru-guru di SDN No.31 Manggelewa kesimpulan bahwa harus dilaksanakan perbaikan pembelajaran dengan asumsi bahwa siswa belum memahami dengan baik konsep volum bangunruang dan bagaimana menghitung volum kubus dan balok dengan menggunakan rumus baku yang sudah diajarkan pada mereka. Kesulitan siswa ini diperkirakan terjadi karena dalam pembelajaran guru tidak menggunakan media pembelajaran. Guru –guru , akhirnya berkesimpulan bahwa dalam proses perbaikan pembelajaran akan digunakan media kubus satuan dalam pembelajaran menghitung volum bangu ruang kubus dan balok.

Berdasarkan hal-hal sebagaimana dikemukakan di atas maka disusunlah perencanaan sebagai berikut :
1) Menyusun (RPP perbaikan ) pada Kompetensi Dasar menghitung volum kubus dan balok dengan menggunakan media kubus satuan.
2) Menyiapkan perangkat pembelajaran untuk mendukung pelaksanaan RPP perbaikan, antara lain; materi ajar, LKS, dan alat evaluasi.
3) Menyiapkan format observasi dan pedoman observasi
4) Menyiapkan tenaga observer yang akan membantu selama proses perbaikan pembelajaran berlangsung,
5) Membahas aplikasi atau penggunaan format dan pedoman observasi

b. Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan tindakan perbaikan pembelajaran dalam 2 kali pertemuan mengacu kepada langkah-langkah pembelajaran yang telah ditetapkan di dalam RPP perbaikan sebagai berikut :
Kegiatan Awal
• Guru memulai kegiatan pembelajaran dengan memberi salam kepada semua siswa
• Melakukan apersepsi
• Menyampaikan tujuan dan gambaran kegiatan yang akan dilakukan.
Kegiatan Inti
• Guru memperagakan teknik menentukan volum kubus dan balok dengan menggunakan media kubus satuan sementara siswa memperhatian setiap langkah yang dilakukan guru sekaligus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan guru.
• Menugaskan beberapa orang siswa maju ke depan untuk memperagakan menghiting volum kubus dan balok menggunakan media kubus satuan.
• Membagikan LKS kepada setiap siswa untuk didiskusikan dalam kelompok masing-masing yang telah dibentuk sebelumnya.
• Salah satu kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka sementara kelompok lain menanggapi.
• Siswa atas bimbingan guru menyimpulkan materi pelajaran.
Kegiatan Akhir
• Siswa maupun guru mengadakan refleksi diri
• Membagikan lembar tugas setiap siswa untuk dikerjakan sebagai bahan evaluasi.
• Guru menjelaskan secara singkat pertemuan berikutnya dan memotivasi siswa
• Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam kepada siswa.

c. Observasi dan evaluasi
Kegiatan observasi terhadap pelaksanaan proses perbaikan pembelajaran
berlangsung bersamaan dengan proses belajar mengajar. Observasi dilakukan oleh dua orang guru. Kegiatan observasi dilakukan dengan menggunakan alat Bantu berupa format observasi dan pedoman observasi. Hasil-hasil observasi adalah sebagai berikut :
• Pengelolaan ruang dan fasilitas belajar yang dilaksanakan guru memberikan gambaran yang jelas tentang pelaksanaan pembelajaran dengan metode diskusi, media telah disiapkan dengan baik. Guru melaksanakan tugas rutin seperti : mengecek kehadiran siswa, pemeriksaan perabot kelas dan mempersiapkan siswa baik secara fisik maupun psikologis untuk mengikuti proses pembelajaran.
• Guru telah melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan RPP. Memulai pembelajaran dengan melaksanakn apersepsi, memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa, menjelaskan materi pelajaran setahap demi setahap dan senantiasa memberikan penguatan kepada siswa yang benar dalam menjawab pertanyaan.
• Secara umum pembelajaran berlangsung dengan baik. Namun beberapa kelemahan atau kekurangan yang perlu diperhatikan guru adalah : (1) Guru terlalu cepat dalam menjelaskan materi, dalam hal ini memperagakan teknik menghitung volum kubus dan balok dengan menggunakan media kubus satuan, (2) Banyak siswa yangluput dari perhatian sehingga kurang ikut berperan dalam kegiatan pembelajaran maupun dalam diskusi kelompok, (3) tidak ada latihan individu yang diberikan kepada siswa sebelum dilaksanakan evaluasi.
Dari hasil tes belajar siswa pada Siklus I terungkap hal – hal sebagai mana table berikut :
Tabel 01. Rekap Nilai Evaluasi Belajar Menghitung Volume Kubus dan Balok (SIKLUS I )

Dibandingkan data awal maka ada peningkatan pada nilai rata-rata kelas dari 63,48 menjadi 67,50 ; jumlah siswa tuntas belajar meningkatkan dari 38 % menjadi 69 % tetapi penguasan kelas belum mencapai ketuntasan yaitu pada taraf 69 %

d. Refleksi
Memperhatikan hasil-hasil observasi dan evaluasi yang mengungkapkan beberapa kelemahan dan kekurangan pada dua kali pertemuan di siklus I maka akan dilakukan perbaikan proses belajar sebagai berikut : (1) peragaan menghitung volum kubus dan balok dengan menggunakan kubus satuan akan diulang kembali secara perlahan setahap demi setahap agar seluruh siswa memahami dengan baik materi pelajaran, (2) perhatian akan diberikan secara merata ke seluruh siswa agar setiap siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran, dan (3) guru akan memberikan bimbingan kepada setiap siswa melalui latihan individu yang diberikan.

2. Siklus II
a. Perencanaan Tindakan
Hasil penilaian pada siklus I menunjukkan dari 26 siswa kelas V yang berhasil mencapai ketuntasan belajar (klasikal) hanya 18 orang atau 69 % dari jumlah seluruh siswa, selebihnya 8 orang atau 31 % tidak tuntas . Kriteria ketentuan belajar yang digunakan adalah 85 % dari seluruh siswa mencapai atau melebihi KKM yang telah ditetapkan yaitu 65.
Memperhatikan hasil-hasil observasi dan refleksi pada siklus I serta pembahasan bersama-sama guru observer disepakati bahwa pendekatan, metode, dan strategi pembelajaran tidak perlu diubah. Yang perlu diperbaiki adalah beberapa kelemahan atau kekurangan guru sebagaimana hasil refleksi siklus I. Berdasarkan hal-hal tersebut diatas maka disusunlah perencanaan sebagai berikut :
(1) Menyusun (RPP perbaikan) pada Kompetensi Dasar Menghitung volum kubus dan balok dengan menggunakan media kubus satuan
(2) Menyiapkan perangkat pembelajaran untuk mendukung pelaksanaan RPP perbaikan, antara lain, materi ajar, LKS, dan alat evaluasi.
(3) Menyiapkan soal-soal latihan individu
(4) Mempelajari peta kelas sehingga pembelajaran lebih interaktif dan pengajuan pertanyaan dan kesempatan terhadap siswa lebih merata dan lebih profisional.
(5) Menyiapkan format observasi dan pedoman observasi
(6) Menyiapkan tenaga observer yang akan membantu selama proses perbaikan pembelajaran berlangsung sebagaimana pada siklus I.

b. Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan tindakan perbaikan pembelajaran mengacu kepada langkah-langkah pembelajaran yang telah ditetapkan di dalam RPP Perbaikan sebagai berikut :
Kegiatan Awal
• Guru memulai kegiatan pembelajaran dengan member salam kepada semua siswa
• Melakukan apersepsi
• Menyampaikan tujuan dan gambaran kegiatan yang akan dilakukan.
Kegiatan Inti
• Guru memperagakan teknik menentukan volum kubus dan balok dengan menggunakan media kubus satuan sementara siswa memperhatikan setiap langkah yang dilakukan guru sekaligus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan guru.
• Menugaskan beberapa orang siswa maju ke depan unuk memperagakan menghitung volum kubus dan balok menggunakan media kubus satuan.
• Membagikan LKS kepada setiap siswa untuk didiskusikan dalam kelompok masing-masing yang telah dibentuk sebelumnya.
• Salah satu kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka sementara kelompok lain menanggapi.
• Memberikan latihan soal-soal kepada setiap siswa tetap dalam bimbingan guru
• Guru membahas dan menilai hasil pekerjaan siswa
• Siswa atas bimbingan guru menyimpulkan materi pelajaran.
Kegiatan Akhir
• Siswa maupun guru mengadakan refleksi diri
• Membagikan lembar tugas kepada siswa untuk dikerjakan sebagai bahan evaluasi
• Guru menjelaskan secara singkat rencana pertemuan berikutnya dan memotivasi siswa
• Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam kepada siswa

c. Observasi dan Evaluasi
Pola observasi dilaksanakan sama seperti pada siklus I. Hasil-hasil observasi adalah sebagai berikut :
• Untuk kesiapan pembelajaran guru tetap melakukan penataan ruangan yang sesuai dengan pendekatan dan media pembelajaran yang digunakan, melaksanakan tugas rutin seperti : mengecek kehadiran siswa, pemeriksaan perabot kelas dan mempersiapkan siswa baik secara fisik maupun psikologis untuk mengikuti proses pembelajaran.
• Guru telah melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan RPP. Memulai pembelajaran dengan melaksanakan apersepsi, memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa, menjelaskan materi kesempatan yang merata kepada setiap siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan dan senantiasa memberikan penguatan kepada siswa yang benar dalam menjawab pertanyaan.
• Secara umum pembelajaran berlangsung dengan baik. Namun beberapa
Kelemahan atau kekurangan yang perlu diperhatikan guru adalah : (1) masih diamati adanya siswa yang tidak fokus terhadap kegiatan pembelajaran, tetapi guru segera mengatasinya, (2) guru telah memberikan perhatian dan bimbingan yang merata kepada setiap siswa, namun masih banyak siswa yang terlihat kebingunan dalam menyelesaikan latihan individu;
Dari hasil tes belajar siswa pada siklus II terungkap hal-hal sebagaimana table berikut :
Tabel 02. Rekap Nilai Evaluasi Belajar Menghitung Volume Kubus dan Balok (SIKLUS II )

Dibandingkan data siklus I maka ada peningkatan pada nilai rata-rata kelas dari 67,50 menjadi 68.04 ; jumlah siswa tuntas belajar meningkatkan dari 69% menjadi 81 % terapi penguasaan kelas belum mencapai ketuntasan yaitu pada taraf 81 %.

d. Refleksi
Pembelajaran telah berlangsung selama tiga kali pertemuan dalam 2 siklus kegiatan. Peningkatan prestasi siswa nampaknya berjalan cukup signifikan namun belum mencapai target yang diinginkan. Upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tetap merupakan target utama pembelajaran yang nantinya ingi dicapai pada siklus berikutnya
Pada pertemuan ketiga guru melakukan refleksi atau perenungan terhadap jalannya proses perbaikan pembelajaran. Hasil-hasil perenungan itu antara lain : (1) bahwa upaya perbaikan pembelajaran yang telah berlangsung selama tiga kali pertemuan telah menampakkan hasil; (2) ada beberapa kegiatan yang belum optimal dilakukan oleh guru, misalnya dalam memberikan bimbingan yang lebih insentif kepada setiap siswa untuk menyelesaikan latihan soal-soal yang diberikan, (3) setting kelas masih perlu divariasikan agar tidak membosankan misalnya dengan menukar anggota setiap kelompok diskusi.

2. Siklus III
a. Perencanaan Tindakan
Memperhatikan hasil-hasil observasi dan refleksi pada perbaikan pembelajaran di siklus II serta pembahasan bersama-sama guru observer disepakati bahwa pendekatan dan metode pembelajaran, sistematika penerapan media pembelajaran tetap seperti pada kegiatan pembelajaran sebelumnya karena terdapat gambaran hasil yang cukup signifikan. Penekanan perbaikan terletak pada: (1) memberikan perhatian yang lebih intensif kepada setiap siswa dengan latihan soal-soal yang lebih variatif, dan (2) merampingkan jumlah anggota diskusi kelompok menjadi 2 orang berpasangan agar lebih member kesempatan kepada siswa untuk banyak bekerja dan terlibat aktif dalam proses diskusi memecahkan masalah. Berdasarkan hal-hal sebagaimana tersebut di atas maka disusunlah perencanaan kegiatan sebagai berikut :
1) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP perbaikan)
2) Menyiapkan perangkat pembeljaran untuk mendukung pelaksanaan RPP perbaikan antara lain ; materi ajar, LKS dan alat evaluasi.
3) Menyiapkan soal-soal latihan individu dengan variasi soal yang berbeda
4) Mempelajari peta kelas sehingga pembelajaran lebih interaktif dan pengajuan pertanyaan dan kesempatan terhadap siswa lebih merata dan lebih professional
5) Menyiapkan format observasi dan pedoman observasi
6) Menyiapkan tenaga observer yang akan membantu selama proses perbaikan pembelajaran berlangsung sebagaimana pada siklus II.

b. Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan tindakan perbaikan pembelajaran mengacu kepada langkah-langkah pembelajaran yang telah ditetapkan di dalam RPP Perbaikan sebagai berikut :
Kegiatan Awal
• Guru memulai kegiatan pembelajaran dengan memberi salam kepada semua siswa.
• Melakukan apersepsi
• Menyampaikan tujuan dan gambaran kegiatan yang akan dilakukan

Kegiatan Inti
• Guru menugaskan seorang siswa terpandai untuk menyelesaikan sebuah soal di papan tulis. Selama siswa menyelesaikan soal, guru senantiasa memberikan

Pertanyaa yang menuntun dan mengarahkan seluruh siswa kepada pemahaman yang memadai tentang soal yang dikerjakan.
• Menugaskan beberapa orang siswa maju ke depan untuk memperagakan menghitung volum kubus dan balok menggunakan media kubus satuan.
• Membagi LKS kepada setiap pasangan siswa yangtelah dibentuk sebelumnya
• Selama diskusi berlangsung guru tetap mengarahkan dan membimbing setiap kelompok diskusi.
• Memberikan latihan soal-soal kepada setiap siswa tetap dalam bimbingan guru.
• Guru membahas dan menilai hasil pekerjaan siswa
• Siswa atas bimbingan guru menyimpulkan materi pelajaran.
Kegiatan Akhir
• Siswa maupun guru mengadakan refleksi diri
• Membagikan lembar tugas kepada setiap siswa untuk dikerjakan sebagai bahan evaluasi.
• Guru menjelaskan secara singkat rencana pertemuan berikutnya dan memotivasi siswa.
• Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam kepada siswa
c. Observasi dan Evaluasi
Pola observasi dilaksanakan sama seperti pada siklus II. Hasil-hasil observasi adalah sebagai berikut :
• Untuk kesiapan pembelajaran guru tetap melakukan penataan rungan yang sesuai dengan pendekatan dan media pembelajaran yang digunakan, melaksanakan tugas rutin seperti : mengecek kehadiran siswa, pemeriksaan perabot kelas dan mempersiapkan siswa baik secara fisik maupun psikologis untuk mengikuti proses pembelajaran.
• Suasana pembelajaran terlihat sangat hidup dimana setiap siswa dalam pasangan bekerja dengan tekun dan guru terlihat aktif memberikan bimbingan kepada setiap siswa sampai akhirnya kelompok dapat menyelesaikan soal pada waktu yang telah ditetapkan.
Dari hasil tes belajar siswa pada siklus III terungkap hal-hal sebagaimana tabel berikut
Tabel 03. Rekap Nilai Evaluasi Belajar Menghitung Volume Kubus dan Balok (SIKLUS III )

Dibandingkan data siklus II maka ada peningkatan pada nilai rata-rata kelas dari 68,04 menjadi 75,65 ; jumlah siswa tuntas belajar meningkat dari 81 % menjadi 96 %. Pada akhirnya ketuntasan belajar secara klasikal dapat tercapai yaitu dengan standar minimal 85 % siswa mencapai ketuntasan belajar.

d. Refleksi
Suatu kenyataan yang tidak mungkin dipungkiri bahwa setiap siswa memang berbeda dalam banyak hal misalnya : perbedaan tingkat kemampuan kognitif,

Perbedaan latar belakang lingkungan keluarga, perbedaan latar belakang lingkungan masyarakat, perbedaan taraf ekonomi dan lain-lain. Dampak dari perbedaan itu berpengaruh terhadap sikap dan cara belajar yang pada akhirnya berdampak pada prestasi belajar.
Pelaksanaan perbaikan pembelajaran merupakan usaha yang positif dan beralasan. Dilihat dari segi kemampuan kognitif ada anak yang lambat belajar, ada anak yang kemampuan belajarnya sedang-sedang, dan ada anak yang cepat dalam belajar. Selanjutnya ada anak yang cepat dalam memahami konsep-konsep abstrak namun sebaliknya umumnya anak membutuhkan sesuatu yang kongkrit untuk memahami konsep-konsep tertentu. Teori menyatakan bahwa penggunaan media menjadikan suasana pembelajaran lebih kongkrit sehingga berdampak pada meningkatnya prestasi belajar siswa.

B. Pembahasan
Memperhatikan data-data hasil observasi dan refleksi pada tiga siklus kegiatan perbaikan pembelajaran serta perkembangan hasil belajar siswa maka dalam laporan ini akan dikemukakan : (1) Pembahasan Proses Pembelajaran, dan (2) Pembahasan Hasil Belajar Siswa.
1. Pembahasan Proses Belajar
a. Dasar Penentuan Penggunaan Media Pembelajaran Kubus Satuan
Proses perbaikan pembelajaran dalam Penelitian Tindakan Kelas ini berawal dari pengamatan guru tentang rendahnya prestasi belajar siswa. Sebagai gambaran dibawah ini disajikan data awal yang dipetik dari Daftar Nilai Kelas V Pada Kompetensi Dasar Menghitung Volum Kubus dan Balok sebelum pelaksanaan perbaikan pembelajaran sebagaimana tercantum pada lampiran 07 laporan ini ; nilai rata-rata siswa pada 3 kali ulangan harian adalah 58,81, 68,10 dan 63,52. Selanjutnya rata-rata siswa yang tuntas hanya 38,10 %, tidak tuntas 61,90% dan secara klasikal belum tuntas.

Melalui proses perenungan dan mengingat –ingat kembali pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung diperkirakan rendahnya hasil belajar siswa tersebut di atas disebabkan karena tidak digunakannya media dalam proses pembelajaran, maka disimpulkan bahwa langkah perbaikan pembelajaran perlu dilakukan. Perbaikan pembelajaran berkaitan dengan proses pembelajaran terkait dengan penggunaan media. Hasil pertimbangan bersama teman sejawat akhirnya berkesimpulan bahwa akan digunakan media kubus satuan dalam pembelajaran menghitung volum kubus dan balok.

b. Implementasi Media Kubus Satuan Dalam Pembelajaran
Pada pelaksanaan perbaikan pembelajaran dalam tiga siklus kegiatan telah dilakukan observasi oleh dua orang teman sejawat. Dari hasil observasi yang dilakukan terlihat bahwa penggunaan media kubus satuan dalam pembelajaran menghitung volum kubus dan balok ternyata telah mampu meningkatkan motivasi dan semangat serta perhatian siswa terhadap kegiatan pembelajaran. Siswa terlihat sangat antusias menyelesaikan tugas individu maupun kelompok . Keberanian untuk berbuat, mencoba dan bertanya serta menjawab pertanyaan terlihat jelas pada aktivitas siswa selama proses belajar mengajar berlangsung.

2. Pembahasan hasil Belajar Siswa
Rata-rata hasil Belajar siswa selama perbaikan pembelajaran dalam 3 siklus kegiatan terlihat sebagaimana diagram berikut ini ;

Dampak penggunaan media kubus satuan bagi peningkatan hasil belajar siswa
Terlihat pada nilai rata-rata siswa. Dari rata-rata 63.50 (sebelum perbaikan) meningkat menjadi 67.50 pada siklus I, 68,04 pada siklus II, dan 75,65 pada akhir siklus III. Selanjutnya ketuntasan belajar secara klasikal tergambar pada diagram berikut ini :
Sebelum dan sesudah perbaikan tingkat ketuntasan adalah sebagai berikut :
• Sebelum perbaikan ; tuntas 38,10 % dan tidak tuntas 61,48%
• Siklus I tuntas 69% dan tidak tuntas 31 %
• Siklus II tuntas 81% dan tidak tuntas 19%
• Siklus III tuntas 96% dan tidak tuntas 4 %
Diagaram di atas menunjukkan bahwa upaya perbaikan pembelajaran yang dilakukan guru kelas bersama dengan teman sejawat telah mencapai hasil sesuai

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil belajar siswa yang diperoleh selama kegiatan perbaikan pembelajaran dalam 3 siklus kegiatan maka dapat diambil kesimpulan bahwa:
1. Dari hasil observasi selama proses pembelajaran berlangsung juga diamati peningkatan aktivitas dalam proses pembelajaran yang signifikan dengan peningkatan hasil belajar pada setiap siklus.
2. penggunaan media kubus satuan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran menghitung volum bangun ruang kubus dan balok pada siswa kelas V SDN No.31 ManggelewaTahun pelajaran 2010-2011

B. Saran
Berdasarkan hasil-hasil penelitian dan kesimpulan tersebut diatas disarankan sebagai berikut :
1) Setiap guru hendaknya memahami dan bersedia dengan iklas melaksanakan PTK pada setiap kekurangan dan kelemahan dari perencanaan dan pelaksanaan pemebelajaran yang dikembangkannya.
2) Akan lebih efektif dan optimal jika pembahasan tentang PTK ini dilakukan pada tingkat gugus baik dalam KKG maupun KKKS.
3) Kepada setiap gugus kelas V diharapkan menggunakan media kubus satuan dalam pembelajaran menghitung volum bangun kubus dank arena terbukti telah mampu meningkatkan hasil belajar siswa.
4) Diharapkan kepada setiap guru untuk menghadirkan media pembelajaran yang tepat dalam setiap kegiatan pembelajaran matematika yang dikembangkannya.
DAFTAR PUSTAKA

Aqib,Z, 2003. Profesionalme Guru Dalam Pembelajaran. Surabaya : Cendekia
Uzer Usman, Moh. 1996. Menjadi Guru Profesional. Bandung : Rosdikarya,
Abdurrahman, Mulyono, Kesulitan Belajar Matematika, Jakarta : Gramedia
Wardani, I. G. A. K dkk, 2005. Penelitian Tindakan Kelas. Universitas Terbuka.
Jakarta
Arikunto, S. Suhardjono, Supardithan, 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta :
Bumi Aksara
Hodoyo, Herman. 1998. Belajar Mengajar Matematika, Jakarta : Depdikbud. Dirjen
Dikti Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan
Muslich, Mansyur, 2007. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – Dasar
Pemahaman dan Pengembangan, Jakarta ; PT. Bumi Aksara
Nazir, Moh. 2003. Metode Penelitian. Jakarta : Penerbit Ghalia Indonesia
Sudjana, Nana. 1998. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung : Sinar Baru
Algesindo
Uno, Hamzah B. 2007, Profesi Kependidikan – Problema, Solusi, dan Reformasi
Pendidikan di Indonesia. Jakarta : PT. Bumi Aksara
Sediono, dkk, 2003. Peningkatan Mutu Pendidikan Dasar Melalui Managemen
Berbasis Sekolah dan Peran Masyarakat, Direktorat Taman Kanak-kanak dan
Sekolah Dasar, Jakarta.
Winkel, W.S. 1987. Psikologi Pengajaran. Jakarta : Peneribit PT. Gramedia
DAFTAR LAMPIRAN

1. RPP , LKS ,SOAL LENGKAP SIKULUS I
2. RPP , LKS ,SOAL LENGKAP SIKULUS I I
3. DAFTAAR NILAI EVALUASI HASIL BELAJAR SIKULUS I,II dan III
4. LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN SISWA SIKLUS I,II dan III
5. LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN GURU SIKULUS I,II dan III