tahun 2019 seluruh sekolah di Indonesia tanpa terkecuali menerapkan Kurikulum 2013 (K-13) yang sudah diperbaiki

10644239_924658087561804_4525610772286597143_okurikulum-2013

Pemerintah menargetkan pada tahun 2019 seluruh sekolah di Indonesia tanpa terkecuali menerapkan Kurikulum 2013 (K-13) yang sudah diperbaiki. Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud Hamid Muhammad mengatakan, implementasi kurikulum pengganti KTSP tersebut dilakukan secara bertahap.Juli mendatang ditargetkan 25 persen sekolah sudah menerapkan K-13. Tahun depan, jumlah sekolah tersebut akan bertambah menjadi 35 persen. Lalu pada 2018 bertambah menjadi 60 persen sekolah.”Ditargetkan pada 2019 seluruh sekolah di Indonesia sudah menerapkan K-13 yang telah direvisi,” kata Hamid yang SekolahDasar.Net kutip dari JPNN (26/03).Pemerintah optimis seluruh sekolah yang menerapkan K-13 akan mudah mengimplementasikannya, karena metode yang lebih sederhana dan ringkas.

 

Kurikulum 2013 (K-13) resmi diberlakukan secara nasional mulai Juli mendatang. Dengan metode yang lebih sederhana dan ringkas, pemerintah optimistis seluruh sekolah yang menerapkan K-13 akan mudah mengimplementasikannya.Menteri Pendi‎dikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menegaskan, pemerintahan akan meneruskan hal-hal yang dipandang baik, salah satunya K-13. Dia pun membantah akan mengganti nama K-13 menjadi kurikulum nasional.

Rencananya Kemendikbud akan menghapus Kurikulum 2013 dan mengganti dengan Kurikulum Nasional pada tahun 2018 mendatang

Amburadulnya pelaksanaan Kurikulum 2013, membuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana akan menghapus Kurikulum 2013 dan mengganti dengan Kurikulum Nasional pada tahun 2018 mendatang.

Direktorat Jenderal Ketenagaan Pendidikan Kemendikbud, Unifah Rosyidi seperti yang SekolahDasar.Net lansir dari surabayanews.co.id (05/04/15) mengatakan saat ini pihaknya masih belum melakukan sosialisasi karena masih fokus pada perbaikan Kurikulum 2013.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan permasalahan utama pendidikan yang harus dibenahi saat ini ada pada guru bukan pada kurikulum. Hal ini dikatakan Anies di Gedung Kemendikbud Jakarta, Kamis (12/3).

“Kita selalu fokus pada kurikulum, padahal sebenarnya guru yang menjadi masalah,” ujar Anies yang SekolahDasar.Net kutip dari beritasatu.com (13/03/2015).Meskipun kurikulum berubah-ubah sampai saat ini telah 10 kali ganti kurikulum, pendidikan tetap mengalami masalah yang sama. Untuk itu, Kemendikbud akan melatih para guru untuk meningkatkan kompetensi mengajar, kualitas, dan bidang studi pengajaran. Revolusi mental itu bukan difokuskan kepada anak-anak, melainkan para pendidik (ilustrasi via detik)

Terkait konsep revolusi mental, Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah Anies Baswedan menyatakan revolusi mental dalam dunia pendidikan itu akan difokuskan kepada para guru. Selain guru, Anies juga menilai perlunya jajaran birokrat di kementeriannya untuk mendapat pencerahan revolusi mental.”Yang harus direvolusi mental adalah pendidiknya. Bukan anak yang menjadi fokus, melainkan gurunya. Saya melihat dalam konteks pendidikan, jangan lihat anak-anak kita sebagai botol yang harus diisi sehingga harus diisi materi sebanyak-banyaknya,” kata Anies yang SekolahDasar.Net kutip dari Kompas (12/11/2014).

Menurut Anies proses belajar anak tidak bisa disamakan dengan berlari sprint. Penggagas gerakan Indonesia Mengajar ini menganalogikan proses belajar mereka seperti berlari maraton yang stabil dan berkelanjutan. Belajar harus menyenangkan, jangan sampai anak menjadi lelah dalam proses belajar dan merasa bersekolah itu adalah beban.

Struktur birokrasi di kementerian yang dipimpinnya saat ini juga dinilai terlalu gemuk, kerja yang tidak efektif, serta program tanpa berorientasi hasil. Itu akan menjadi materi evaluasi yang akan dilakukan Anies. Menurut dia, semua aparat di kementerian harus sadar akan tugasnya untuk membentuk masa depan bangsa Indonesia.

“Saya perhatikan, mereka melaporkan apa yang sudah dikerjakan. Hasilnya apa? Biasanya karena penyerapan, maka laporannya pun sebatas apa yang sudah dikerjakan. Saya berharap setelah ini orang akan berpikir dua kali atas apa yang dikerjakannya di kementerian,” kata Anies.

Sumber: http://www.sekolahdasar.net/2014/11/anies-yang-harus-direvolusi-mental-adalah-guru.html#ixzz44DCCQZ5p

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s