MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SDN NO.31 MANGGELEWA KABUPATEN DOMPU DALAM MENENTUKAN VOLUM BANGUN RUANG MELALUI PENGGUNAAN MEDIAKUBUS SATUAN

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Tugas utama guru adalah membelajarkan siswa, yaitu mengkondisikan nsiswa agar belajar aktif sehingga potensi dirinya (kognitif, afektif, dan psikomotor) dapat berkembang dengan maksimal. Dengan belajar aktif, melalui partisipasi dalam setiap kegiatan pembelajaran, akanb teralatih dan terbentuk kompetensi yaitu kemampuan siswauntuk melakukan berbagai kegiatan positif yang pada akhirnya akan membentuk life skill sebagai bekal hidup dan penghidupannya. Oleh karena itu Guru dituntut untuk memiliki kemampuan dasar sebagai pendidik dan pengajaryang harus menguasai materi pembelajaran, memiliki kecakapan dalam mengembangkan strategi pembelajaran, serta mau dan mampu mengembangkan media /alat peraga dalam setiap kegiatan pembelajaran yang dikembangkannya.
Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa banyak guru khususnya pada pembelajaran matematika masih menggunakan teknik pembelajaran dengan pola searah, dimana siswa hanya menerima apa yang disampaikan oleh guru, tanpa memberikan feed – back ataupun aktivitas eksperimen. Masih banyak guru yang didapati mengajar tanpa menggunakan media atau alat peraga. Pola pembelajaran seperti ini menjadikan mata pelajaran matematika sebagai pelajaran yang kurang diminati siswa yang pada akhirnya berdampak pada rendahnya kualitas proses dan hasil pemebelajaran matrematika itu sendiri.
Demikian yang terjadi di SDN No.31 Manggelewa, dimana hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika merupakan urutan yang terbawah dari semua mata pelajaran yang diajarkan di kelas V. Diketahui bahwa pada materi pokok menghitung Volume kubus dan balok dari tiga kali ulangan harian yang dilakukan, hasil rata-rata menunjukan 13 orang dari 26 orang siswa memperoleh nilai kurang dari KKM yaitu 65 (ketuntasan baru mencapai 61,90 %). Peneliti dan teman sejawat menduga bahwa rendahnya hasil belajar siswa ini mungkin disebabkan karena guru di dalam proses pembelajaran tidak menggunakan media atau alat peraga. Untuk itu penulis merasa perlu mengadakan perbaikan pembelajaran pada mata pelajaran yang bersangkutan melalui Penilitian Tindakan Kelas (PTK) yang nantinya diharapkan mampu meningkatkan proses dan hasil belajar siswa pada materi yang diajarkan.
Permasalahan pokok yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah apakah penggunaan media kubus satuan akan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN No.31 Manggelewa Kecamatan Mangelewa Kabupaten Dompu pada pembelajaran menentukan volum bangun ruang.
Penelitian ini akan dilaksanakan pada semester ke-2 Tahun Pelajaran 2010 -2011. Diharapkan dengan penelitan tindakan kelas ini kualitas proses dan hasil pemebelajaran dapat meningkatkan..

B. Identifikasi Masalah
Masalah yang dapaat diidentifikasi dari pelaksanaan pembelajaran menentukan volum bangun ruang di kelas V SDN No.31 Manggelewa Kabupaten Dompu adalah: (1) lemahnya proses pembelajaran atau setting dan suasana pembelajaran yang secara spesifik berkaitan dengan tidak digunakannya media dalam proses pembelajaran; dan (2) rendahnya hasil belajar siswa dalam hal menentukan volum bangun ruang kubus dan balok
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah tersebut di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
1. Apakah penerapan media kubus satuan akan dapat meningkatkan aktivitas (proses) belajar siswa kelas V SDN No.31 Manggelewa Kabupaten Dompu pada pemebelajaran menentukan volume bangun ruang.
2. Apakah penerapan media kubus satuan akan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN No.31 Manggelewa Kabaupaten Dompu pada pembelajaran menentukan volum bangun ruang.

D. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah maka penelitian perbaikan pembelajaran ini berjtujuan untuk :
1. Meningkatkan aktifitas (proses) belajar siswa kelas V SDN No.31 Manggelewa pada pembelajaran menentukan volum bangun ruang melalui penggunaan media kubus satuan.
2. Meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN No.31 Manggelewa pembelajaran menentukan volum bangun ruang melalui penggunaan media kubus satuan.

E. Manfaat Penilitan
Penelitian perbaikan pembelajaran ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi siswa dan guru sebagai berikut :
1. Bagi siswa : Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam
proses belajar yang akhirnya berdampak pula terhadap meningkatkan perolehan atau hasil belajar ;
2. Bagi guru ; penelitian ini dapat memberikan dan memperkaya pengalaman praktis dalam meningkatkan kualitas proses mengajar dan belajar dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Hakikat Belajar
Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat awam sering memaknai belajar sebagai kegiatan membaca atau mengerjakan tugas-tugas. Dalam pandangan mereka setiap orang yang sedang membaca diartikan sedang belajar. Pengertian seperti ini masih sempit. Menghafal tidak dinamakan belajar.
Loster D Crow and Crow menyatakan bahwa belajar adalah perbnuatan untuk memperoleh kebiasaan, ilmu pengetahuan dan berbagai sikap (Kasjian, 1984:16). Sumadi Suryabrata (1984:249) menyatakan bahwa kegiatan belajar mencakup tiga hal yaitu: (a) membawa perubahan, (b) terjadi karena didapatkan kacakapan baru, (c)terjadi karena ada upaya. Belajar pada ada dasarnya adalah berusaha mendapatkan sesuatu kepandaian (Poerwadarminta, 1984:108). Sedangkan menurut istilah popular bahwa pengertian belajar adalah proses perubahan perilaku yang relative menetap sebagai bentuk pengalaman-pengalaman atau praktek (David R dalam IKIP Semarang, 1996:2). Menurut Winkel bahwa belajar diartikan sebagai suatu aktivitas mental/psikhis yang berlangsung dalam interaksi akktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampiulan, dan sikap-sikap. Perubahan itu relative konstan dan berbekas . (WS Winkel, 1998:36).
Dari beberapa definisi diatas, dapatlah diambil kesimpulan bahwa belajar adalah proses perubahan dalam diri manusia. Apabila setelah belajar tidak terjadi perubahan dalam diri manusia, maka tidaklah dapat dikatakan bahwa pada dirinya telah berlangsung proses belajar.

B. Prinsip-prinsip Belajar
Proses belajar itu kompleks sekali, namun dapat dianalisa dan diperinci dalam bentuk prinsip-prinsip atau asas-asas belajar. Dikatakan oleh Zainal Aqib bahwa “Prinsip-prinsip belajar harus dipahami agar kita memiliki pedoman dan teknik belajar yang baik”. (2002:45). Adapun prinsip-prinsip belajar yang dimaksud adalah : (1) belajar harus bertujuan dan terarah. Tujuan akan menuntutnya dalam belajar untuk mencapai harapan-harapannya, (2) Belajar memerlukan bimbingan, baik bimbingan dari guru atau buku pelajaran itu sendiri, (3) Belajar memerlukan pemahaman atas hal-hal yang dipelajari sehingga diperoleh pengertian-pengertian, (4) Belajar memerlukan latihan dan ulangan agar apa-apa yang dipelajari dapat dikuasainya, (5) Belajar adalah suatu proses aktif dimana terjadi saling pengaruh secara dinamis antara murid dengan lingkungannya, (6) Belajar harus disertai keinginan dan kemauan yang kuat untuk mencapai tujuan, dan (7) Belajar dianggap berhasil apabila telah sanggup menerapkan ke dalam bidang praktek sehari-hari.

C. Hasil Belajar
Hasil belajar pada dasarnya berkaitan dengan hasil yang dicapai dalam belajar. Pengertian hasil belajar itu sendiri dapat diketahui dari pendapat para ahli pendidikan. Hasil belajar berasal dari kata hasil dan belajar. Agar tidak menyimpang dari pengertian sesungguhnya , maka perlu dijelaskan secara kata perkata terlebih dahulu.
Belajar berasal dari kata “ajar” mendapat mendapat awalan “ber” yang kemudian menjadi kata jadian “belajar” mengandung makna proses belajar. Kata belajar menunjuk arti apa yang harus dilakukan seseorang sebagai subyek yang menerima pelajaran, bukan sekedar menghafal, bukan pula sekedar mengingat (Sadirman, 1998:34) Belajar pada
Dasarnya merupakan suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pengetahuan, pemahaman dan sikapnya. Belajar adalah proses yang aktif, yaitu merealisasi semua situasi yang berada di sekitar individu, yang mengarah pada suatu tujuan (Tim MKDK IKIP Semarang, 1995:25).
Hasil belajar berasal dari gabungan kata nhasil dan belajar. Hasil belajar diartikan sebagai keberhasilan usaha yang dapat dicapai (Winkel, 1998:162). Hasil belajar merupakan keberhasilan yang telah dirumuskan guru berupa kemampuan akademik. Winarno Surachmad (1981:2) menyatakan bahwa hasil belajar merupakan nilai hasil belajar yang menentukan berhasil tidaknya siswa dalam belajar. Hal tersebut berarti bahwa hasil belajar merupakan hasil dari proses belajar. Dalam hasil belajar meliputi kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor (Sunaryo, 1983:4).
Dari berbagai kajian definisi hasil belajar di atas maka yang dimaksud dengan hasil belajar dalam penelitian ini adalah hasil belajar matematika yang berupa kemampuan akademis siswa dalam mencapai standar tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya baik dari segi kognitif, afektif, maupun psikomotor dan harus dimiliki siswa setelah mengikuti proses pembelajaran.

D. Prinsip-prinsip Mata Pelajaran Matematika
Mata pelajaran matematika berkaitan dengan kemapuan siswa mengenai struktur dasar system bilangan daripada mempelajari keterampilan dan fakta-fakta hafalan. Pelajaran Matematika sesuai dengan kurikulum menekankan mengapa dan bagaimana matematika melalui penemuan dan eksplorasi.
Mata pelajaran matematika menerapkan prinsip-prinsip basic skill movement Yang mencerminkan beberapa kemampuan dasar matematika bagi siswa SD yang meliputi hal sebagai berikut :
a. Menyiapkan anak untuk belajar matematika
b. Maju dari kongkrit ke abstrak
c. Penyediaan kesempatan pada anak untuk berlatih dan mengulang
d. Generalisasi ke dalam situasi baru
e. Bertolak dari kekuatan dan kelemahan siswa
f. Perlunya membangun fondasi yang kuat tentang konsep atau ketrampilan matematika.
g. Penyediaan program matematika yang seimbang.(Mulyono, 1999:23)

Oleh karena itu ada beberapa pendekatan dalam pengajaran matematika di SD yaitu sebagai berikut :
1. Urutan belajar yang bersifat perkembangan
Dalam hal ini guru diharapkan memberikan pelajaran matematika sesuai dengan tingkat perkembangan anak. Tidak aka nada manfaatnya mengajarkan anak suatu konsep atau keterampilan matematika sebelum mencapai tahap perkembangan tersebut karena tidak akan berhasil.
2. Belajar tuntas
Dalam pembelajaran matematika guru harus menentukan sasaran atau tujuan pembelajaran khusus. Sasaran tersebut harus dapat diukur dan diamati, menguraikan langkah-langkah yang telah dikuasai oleh siswa dari soal yang mudah, sedang ke tingkat yang sukar, dan menentukan langkah-langkah untuk mencapai tujuan.
3. Strategi Belajar
Strategi belajar matematika memusatkan bagaimana siswa belajar agar dapat mengembangkan strategi belajar metakognitif yang mengarahkan proses mereka dalam belajar.

4. Pemecahan Masalah (Muliyono, 1999:255)
Strategi belajar matematika dengan pemecahan masalah adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan kaitannya dengan soal-soal matematika.
Dengan memahami keempat pendekatan tersebut, maka guru akan dapat mengembangkan pembelajaran matematika dimana setiap siswa mendapat kesempatan berbuat, menemukan dan membuktikan sendiri hasil belajar yang diinginkan sesuai dengan irama dan tingkat kemampuan mereka. Siswa yang mengalami kesulitan belajar tidak merasa ditinggalkan namun terlayani dengan baik sehingga pada akhirnya secara bertahap mereka mengikuti proses pembeljaran dengan baik.

E. Evaluasi Pembelajaran Matematika
Evaluasi pembelajaran matematika secara umum sama dengan evaluasi mata pelajaran lainnya baik jenis maupun bentuk-bentuknya. Evaluasi matematika di sekolah dasar merupakan salah satu cara ata kegiatan pembelajaran untuk mengetahui kemajuan bekajar siswa dan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan meliputi bagaimana proses pengerjaannya dan bagaimana hasil jawabannya.
Menurut Learner, evaluasi pembelajaran matematika dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut ;
a. Memutuskan apa yang akan diukur
b. Memilih atau mengembangkan suatu herarki ketrampilan
c. Memutuskan dimana memulai
d. Memilih atau mengembangkan instrument
e. Melakukan tes
f. Mengadministrasikan tes
g. Mencatat kekeliruan dan gaya kinerja
h. Menganalisa temuan dan meringkaskan hasil
i. Memperkirakan alasan kekeliruan dan menentukan bidang yang akan diperiksa
j. Memeriksa
k. Melengkapi catatan dan rumusan tujuan-tujuan pembelajaran khusus (Mulyono, 1999:266)

Evaluasi pembelajaran matematika meliputi tiga ranah, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor. Ketiga ranah tersebut dievaluasi dengan tes hasil belajar yang menggunakan berbagai ragam bentuk soal tes sesuai dengan materi yang akan diukur kemajuan dan keberhasilannya.

F. Tinjauan Tentang Media Pembelajaran
1. Pengertian Media
Media adalah semua bentuk perantara yang digunakan oleh penyebar ide, sehingga gagasan itu sampai kepada penerima (Santoso S. Hamidjojo, 2003:3). Sedangkan menurut Marshall MC. Luhan, Karena pada hakekatnya media telah memperluas dan memperpanjang kemampuan manusia untuk merasakan, mendengar, dan melihat dalam batas jarak, waktu tertentu. Kini dengan bantuan media batas-batas itu hamper tidak ada.
Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat memberikan rangsangan kepada alat indera sehingga interaksi pembelajaran dapat diterima dengan jelas, mudah dimengerti, kongkrit, dan tahan lama dalam ingatan siswa (Sihkabuden, 2003:3).
Media Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar adalah benda-benda kongkrit yang dapat diamati, diraba, dan digerakkan yang digunakan oleh guru untuk menanamkan konsep atau ketrampilan matematika pada waktu mengajar (Endang Setyo Winarni, 1994:37). Tidak sedikti anak yang daya penalarannya kurang dan sukar membayangkan bentuk-bentuk geomaetri. Oleh karena itu media pembelajaran matematika sangat diperlukan untuk membantu anak dalam memahami konsep yang diajarkan. Sehubungan dengan usai anak yang masih senang bermain, anak akan lebih tertarik dan senang mempelajari matematika jika dalam pembelajaran matematika digunakan media pembelajaran. Hal tersebut dapat membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran matematika secara optimal.
Satu hal yang perlu mendapatkan perhatian adalah teknik penggunaan media dalam pembelajaran matematika seccara tepat. Untuk itu perlu dipertimbangkan kapan digunakan media tertentu, dan jenis media mana yang sesuai untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu.
Secara umum fungsi media pembelajaran matematika adalah (1) sebagai media untuk menanamkan konsep-konsep matematika, (2) sebagai media untuk memahami konsep dan meningkatkan keterampilan berhitung, (3) sebagai media untuk menunjukkan hubungan antara konsep matematika dengan dunia sekitar serta mengaplikasikan konsep dalam khidupan nyata.
2. Media Pembelajaran Kubus Satuan
2.1 Fungsi
Model kubus satuan memiliki fungsi untuk menunjukkan volum/isi kubus dan balok
2.2 Bentuk Alat
Bentuk media kubus satuan isi adalah sebagai berikut :

1. Alat dan Bahan
a. Alternatif bahan 1 : kayu reng, amplas, cat, spidol, plastic, akrilik
b. Alternatif bahan 2 : karton tebal/karton duplek, lem, spidol, plastik jilid
c. Alat / perkakas : gergaji kayu, kuasa, gunting, karter / pemotong
2. Cara pembuatan
a. Potonglah kayu dengan ukuran 3 x 3 x 3 cm, minimal 27 buah
b. Bentuklah kubus dengan menggunakan potongan kayu seperti gambar di atas
c. Amplaslah kubus yang terbentuk dan cat dengan warna cerah (misalnya warna kuning)
d. `Berilah warna semua rusuknya dengan menggunakan spidol berwarna hitam jika bahan yang dipergunakan karton tebal/karton duplek, maka cara membuatnya adalah dengan membuat jarring-jaring kubus dengan ukuran 3 x 3 cm. Untuk menghubungkan sisi yang satu dengan yang lainnya buatlah lidah pada jarring-jaringnya.

Model jarring-jaring kubus

Selanjutnya bentuklah kotak transparan (tembus pandang) tanpa tutup berbentuk balok dan kubus dengan ukuran sebagaimana terlihat berikut ini :
6 cm 6 cm 6 cm
6 cm 6 cm 6 cm
6 cm 6 cm 6 cm

3. Penggunaan Media kubus satuan dalam pembelajaran
3.1 Tunjukkan pada siswwa bahwa 1 (satu) buah kubus satuan
adalah satu satuan isi

3.2 Siswa diminta untuk menyebutkan banyaknya kubus satuan pada gmabar berikut ini

i ii iii
3.3 Siswa ditugaskan mengisi setiap kotak transparan dengan kubus satuan, dan
menghitung banyaknya kubus satuan yang memenuhi setiap kotak.
3.4 Menjelaskan bahwa banyaknya kubus satuan yang memenuhi setiap kotak
transparan adalah volume dari setiap kotak
3.5 Menarik kesimpulan tentang menentukan rumus volum balok dan kubus seperti
berikut ini :
Rumus baku untuk menghitung volum kubus adalah

Rumus baku untuk menghitung volum balok adalah

Volum dinyatakan dalam satuan kubik ( 3 )

G. Hipotesis Tindakan
Menurut Suwarsih Madya “ Hipoteses dalam penelitian tindakan bukanlah
Hipotesis perbedaan atau hubungan, melainkan hipoteses tindakan yang rumusnya memuat tindakan yang diusulkan untuk menghasilkan perbaikan yang diinginkan “ (2007:112-113). Di dalam penelitian ini hipotesis tindakan yang digunakan adalah :
1. Jika dalam pembelajaran menentukan volum bangun ruang digunakan media kubus satuan maka aktivitas/proses belajar siswa kelas V akan meningkat;
2. JIka dalam pembelajaran menentukan volum bangun ruang digunakan media kubus satuan maka hasil belajar siswa kelas V akan menigkat;

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian ini memuat empat aspek pokok dalam proses dasar penelitian tindakan. Suwarsih Madya mengemukakan empat aspek dalam rancangan penelitian tindakan kelas yaitu “menyusun rencana tindakan, melaksanakan tindakan, melakukan pengamatan, dan melakukan refleksi, dan memutuskan kembali rencana berdasarkan informasi yang lebih lengkap” (2007:58). Pendapat lain dikemukakan Depdiknas dengan mengemukanan konsep penelitian tindakan kelas dari Kemnis & Mc Taggart, yaitu komponen tindakan kelas mencakup : “ plan, action and observing, reflectiong” (Depdiknas 1999:20-21). Selanjutnya Rochiati mengemukakan empat komponen yang merupakan urutan langkah yaitu “ orientasi perencanaan, pelaksanaan tindakan, diskusi, dan refleksi” (2006:100). Berdasarkan pendapat di atas maka penelitian tindakan kelas merupakan suatu siklus yang terdiri dari (1) Perencanaan Tindakan, (2) Pelaksanaan Tindakan dan Observasi, (3) Diskusi dan (4) Refleksi. Pada pra penelitian terlebih dahulu telah dilakukan refleksi awasl yang menjadi dasar dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas. Secara visual, langkah-langkah penelitian tindakan kelas ini sebagai berikut :

Selanjutnya aspek dan langkah-langkah penelitian ini dijelaskan sebagai berikut :
1. Tahap Perencanaan Tindakan
Pada tahapan ini guru peneliti dan teman sejawat secara bersama-sama mengadakan kegiatan sebagai berikut :
a. Mengamati proses pembelajaran yang berlangsung untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang setting atau proses belajar, strategi pembelajaran, metode dan media pembelajaran, suasana dan perilaku siswa serta menganalisa hasil evaluasi tentang menghitung volum kubus and balok.
b. Mengidentifikasi faktor-faktor hambatan atau kelemahan – kelemahan guru dan siswa dalam pembelajaran yang berpengaruh negative terhadap hasil proses belajar siswa.
c. Menyusun rencana tindakan yang dituangkan ke dalam rencana perbaikan pembelajaran yang mencakup topic, strategi pembelajaran, media pembelajaran, metode serta setting kelas.

d. Menyiapkan sarana dan perangkat pembelajaran yang mendukung untuk pelaksanaan pembelajaran antara lain ; materi ajar, LKS,media dan instrument penilaian.
e. Menyiapkan instrument obeservasi untuk pengambilan data, menentukan teknik analisis, dan kriteria keberhasilan tindakan..
f. Membahasa tatacara pengambilan instrument pengumpulan data dan pengukurannya.

2. Tahap Pelaksanaan Tindakan dan Observasi
Tindakan perbaikan pembelajaran dilaksanakan dalam 3 siklus dan setiap silus 2 kali pertemuan.
a. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rencana tindakan (RPP) yang terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir termasuk di dalamnya evaluasi hasil belajar siswa.
b. Melaksaknakan observasi pembelajaran dalam bentuk open class dengan menggunakan pedoman atau panduan observasi.
c. Mengumpulkan data hasil observasi terhadap proses belajar mengajar.
d. Melakukan pemeriksaan dan scoring terhadap hasil belajar siswa berdasarkan evaluasi yang dilaksanakan pada pertemuan akhir setiap siklus.

3. Tahap Diskusi
Setelah pelaksanaan pembelajaran, penlitii (guru) bersama teman sejawat melakukan diskusi dengan kegiatan sebagai berikut :
a. Mendiskusikan dan membahas hasil –hasil observasi untuk memperoleh gambaran tentang proses pembelajaran yang berkaitan dengan penggunaan media kubus satuan dalam pembelajaran menghitung volum bangun ruang kubus dan balok. Diskusi dilaksanakan pada akhir pertemuan pertama dan kedua.
b. Mendiskusikan dan membahas hasil penilaian/pengukuran hasil belajar siswa yaitu setelah satu siklus berakhir (pada akhir pertemuan kedua).

4. Tahap Refleksi dan Tindak lanjut
Setelah dilaksanakannya diskusi maka pada setiap akhir satu siklus dilakukan refleksi untuk mengetahui berhasil tidaknya proses perbaikan pembelajaran yang dilakukan. Hasil perbaikan pembelajaran menjadi dasar untuk menentukan program tindak lanjut yang seharusnya dilakukan. Pada tahap refleksi ini mencakup :
a. Melakukan perenungan dan memberikan ulasan dan pertimbangan-pertimbangan tentang proses belajar mengajar terutama berkaitan dengan penggunaan media kubus satuan dalam menghitung volum bangun ruang kubus dan balok terhadap hasil belajar siswa.
b. Merenungkan dan merefleksikan kekuatan dan kelemahan selama proses belajar mengajar berlangsung untuk menjadi bahan/referensi dalam rencana perbaikan dan tindak lanjut.
c. Memutuskan bentuk dan tindak lanjut yang akan dilakukan untuk kembali kepada perencanaan.

B. Subjek Penelitian
Siswa yang diteliti adalah siswa kelas V SDN No.31 ManggelewaTahun Pelajaran 2010-2011 yang berjumlah 26 orang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Pada umunya siswa berasal dari kelompok masyarakat bawah dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah dimana orang tua mereka sebagian besar petani dan nelayan dan buruh bangunan. Aktivitas belajar dalam berbagai aspek cenderung lemah dan berdampak terhadap rendahnya hasil belajar siswa.

D. Teknik Pengumpulan Data
Menurut Rochiati Wiriaatmadja, di dalam penelitian tindakan kelas karakteristik peneliti itu harus : “responsive, adaptif, menekankan aspek holistik, pengembangan berbasis pengetahuan, memproses dengan segera, melakukan klarifikasi dan pengambilan kesimpulan, dan melakukan eksplorasi” (2006:97)
Sebagaiman telah dijelaskan di dalam langkah penelitian bahwa terhadap tindakan perbaikan (proses pembelajaran) dilakukan observasi pada saat yang bersamaan, yaitu dengan menggunakan instrument berupa pedoman observasi. Dalam hal ini observasi adalah termasuk ke dalam katagori sebagai peneliti. Berdasarkan uraian di atas maka dalam penelitian tindakankelas ini digunakan metode pengumpulan data berupa penelitinya sendiri, pedoman observasi yang dilengkapi dengan catatan anekdot , dan diskusi refleksi.

E. Teknik Analisa Data
1. Jenis Data
“ Data dalam PTK adalah segala bentuk informasi yang terkait dengan kondisi, proses, dan keterlaksanaan pembelajaran serta hasil belajar yang diperoleh siswa” (Depdiknas. 2008:120). Jenis data dalam penelitan ini adalah data kuantitatif dan data kualitatif.
(1) Data kuantitatif merupakan data angka atau bilangan, baik yang diperoleh melalui pengukuran maupun yang diperoleh dengan cara mengubah data kualitatif menjadi data kuantitatif.
(2) Data kualitatif merupakan data yang berupa kalimat-kalimat atau data yang
Dikatagorikan berdasarkan kualitas objek yang diteliti, misalnya ; baik sedang; kurang baik, pandai dan sebagainya.
Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah
(1) Data prestasi belajar siswa kelas V dalam pembelajaran menghitung volum bangun ruang berkaitan dengan kemampuan siswa dalam menghitung volum kubus dan balok setelah diterapkan penggunaan media kubus satuan dalam proses pembelajaran. Data inbi berupa data kuantitatif yang berbentuk skor atau nilai angka.
(2) Data proses belajar siswa tentang implementasi media kubus satuan dalam kegiatan pembelajaran melalui obeservasi. Data ini merupakan data kuantitatif yang diubah menjadi data kualitatif.

2. Teknik Analisis
Data yang berhasil diperoleh selama proses perbaikan pembelajaran perlu dianalisis sehingga data memberikan gambaran tentang tercapai tidaknya tujuan penelitian tindakan. Teknik analisis data (hasil belajar) yang digunakan adalah Teknik Analisis Data Kuantitatif Deskriptif, yaitu : (1) menghitung jumlah, (2) menghitung rata-rata, dan (3) menghitung nilai porsentase. Langkah-langkah yang ditempuh adalah : (1) memaparkan data, (2) menghitung, dan (3) menarik keseimpulan.

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Hasil Penelitian
1. Siklus I
a. Perencanaan Tindakan
Perencanaan awal didasarkan pada kenyataan bahwa hasil belajar siswa dalam menghitung volum bangun ruang kubus dan balok sangat jauh dari harapan. Hasil evaluasi menunjukkan dari 26 siswa kelas V, yang berhasil hanya 8 orang atau 38,10 % dari jumlah seluruh siswa sedangkan 13 orang atau 61,90 % belum tuntas. Kriteria ketuntasan belajar yang digunakan guru adalah : (1) perorangan/ siwa dengan tingkat penguasaan 65% dan (2) klasikal dengan standar 85% siswa mencapai ketuntasan perorangan (KTSP SDN 31 Manggelewa Kabupaten Dompu)
Selanjutnya setelah dilaksanakan diskusi dengan guru-guru di SDN No.31 Manggelewa kesimpulan bahwa harus dilaksanakan perbaikan pembelajaran dengan asumsi bahwa siswa belum memahami dengan baik konsep volum bangunruang dan bagaimana menghitung volum kubus dan balok dengan menggunakan rumus baku yang sudah diajarkan pada mereka. Kesulitan siswa ini diperkirakan terjadi karena dalam pembelajaran guru tidak menggunakan media pembelajaran. Guru –guru , akhirnya berkesimpulan bahwa dalam proses perbaikan pembelajaran akan digunakan media kubus satuan dalam pembelajaran menghitung volum bangu ruang kubus dan balok.

Berdasarkan hal-hal sebagaimana dikemukakan di atas maka disusunlah perencanaan sebagai berikut :
1) Menyusun (RPP perbaikan ) pada Kompetensi Dasar menghitung volum kubus dan balok dengan menggunakan media kubus satuan.
2) Menyiapkan perangkat pembelajaran untuk mendukung pelaksanaan RPP perbaikan, antara lain; materi ajar, LKS, dan alat evaluasi.
3) Menyiapkan format observasi dan pedoman observasi
4) Menyiapkan tenaga observer yang akan membantu selama proses perbaikan pembelajaran berlangsung,
5) Membahas aplikasi atau penggunaan format dan pedoman observasi

b. Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan tindakan perbaikan pembelajaran dalam 2 kali pertemuan mengacu kepada langkah-langkah pembelajaran yang telah ditetapkan di dalam RPP perbaikan sebagai berikut :
Kegiatan Awal
• Guru memulai kegiatan pembelajaran dengan memberi salam kepada semua siswa
• Melakukan apersepsi
• Menyampaikan tujuan dan gambaran kegiatan yang akan dilakukan.
Kegiatan Inti
• Guru memperagakan teknik menentukan volum kubus dan balok dengan menggunakan media kubus satuan sementara siswa memperhatian setiap langkah yang dilakukan guru sekaligus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan guru.
• Menugaskan beberapa orang siswa maju ke depan untuk memperagakan menghiting volum kubus dan balok menggunakan media kubus satuan.
• Membagikan LKS kepada setiap siswa untuk didiskusikan dalam kelompok masing-masing yang telah dibentuk sebelumnya.
• Salah satu kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka sementara kelompok lain menanggapi.
• Siswa atas bimbingan guru menyimpulkan materi pelajaran.
Kegiatan Akhir
• Siswa maupun guru mengadakan refleksi diri
• Membagikan lembar tugas setiap siswa untuk dikerjakan sebagai bahan evaluasi.
• Guru menjelaskan secara singkat pertemuan berikutnya dan memotivasi siswa
• Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam kepada siswa.

c. Observasi dan evaluasi
Kegiatan observasi terhadap pelaksanaan proses perbaikan pembelajaran
berlangsung bersamaan dengan proses belajar mengajar. Observasi dilakukan oleh dua orang guru. Kegiatan observasi dilakukan dengan menggunakan alat Bantu berupa format observasi dan pedoman observasi. Hasil-hasil observasi adalah sebagai berikut :
• Pengelolaan ruang dan fasilitas belajar yang dilaksanakan guru memberikan gambaran yang jelas tentang pelaksanaan pembelajaran dengan metode diskusi, media telah disiapkan dengan baik. Guru melaksanakan tugas rutin seperti : mengecek kehadiran siswa, pemeriksaan perabot kelas dan mempersiapkan siswa baik secara fisik maupun psikologis untuk mengikuti proses pembelajaran.
• Guru telah melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan RPP. Memulai pembelajaran dengan melaksanakn apersepsi, memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa, menjelaskan materi pelajaran setahap demi setahap dan senantiasa memberikan penguatan kepada siswa yang benar dalam menjawab pertanyaan.
• Secara umum pembelajaran berlangsung dengan baik. Namun beberapa kelemahan atau kekurangan yang perlu diperhatikan guru adalah : (1) Guru terlalu cepat dalam menjelaskan materi, dalam hal ini memperagakan teknik menghitung volum kubus dan balok dengan menggunakan media kubus satuan, (2) Banyak siswa yangluput dari perhatian sehingga kurang ikut berperan dalam kegiatan pembelajaran maupun dalam diskusi kelompok, (3) tidak ada latihan individu yang diberikan kepada siswa sebelum dilaksanakan evaluasi.
Dari hasil tes belajar siswa pada Siklus I terungkap hal – hal sebagai mana table berikut :
Tabel 01. Rekap Nilai Evaluasi Belajar Menghitung Volume Kubus dan Balok (SIKLUS I )

Dibandingkan data awal maka ada peningkatan pada nilai rata-rata kelas dari 63,48 menjadi 67,50 ; jumlah siswa tuntas belajar meningkatkan dari 38 % menjadi 69 % tetapi penguasan kelas belum mencapai ketuntasan yaitu pada taraf 69 %

d. Refleksi
Memperhatikan hasil-hasil observasi dan evaluasi yang mengungkapkan beberapa kelemahan dan kekurangan pada dua kali pertemuan di siklus I maka akan dilakukan perbaikan proses belajar sebagai berikut : (1) peragaan menghitung volum kubus dan balok dengan menggunakan kubus satuan akan diulang kembali secara perlahan setahap demi setahap agar seluruh siswa memahami dengan baik materi pelajaran, (2) perhatian akan diberikan secara merata ke seluruh siswa agar setiap siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran, dan (3) guru akan memberikan bimbingan kepada setiap siswa melalui latihan individu yang diberikan.

2. Siklus II
a. Perencanaan Tindakan
Hasil penilaian pada siklus I menunjukkan dari 26 siswa kelas V yang berhasil mencapai ketuntasan belajar (klasikal) hanya 18 orang atau 69 % dari jumlah seluruh siswa, selebihnya 8 orang atau 31 % tidak tuntas . Kriteria ketentuan belajar yang digunakan adalah 85 % dari seluruh siswa mencapai atau melebihi KKM yang telah ditetapkan yaitu 65.
Memperhatikan hasil-hasil observasi dan refleksi pada siklus I serta pembahasan bersama-sama guru observer disepakati bahwa pendekatan, metode, dan strategi pembelajaran tidak perlu diubah. Yang perlu diperbaiki adalah beberapa kelemahan atau kekurangan guru sebagaimana hasil refleksi siklus I. Berdasarkan hal-hal tersebut diatas maka disusunlah perencanaan sebagai berikut :
(1) Menyusun (RPP perbaikan) pada Kompetensi Dasar Menghitung volum kubus dan balok dengan menggunakan media kubus satuan
(2) Menyiapkan perangkat pembelajaran untuk mendukung pelaksanaan RPP perbaikan, antara lain, materi ajar, LKS, dan alat evaluasi.
(3) Menyiapkan soal-soal latihan individu
(4) Mempelajari peta kelas sehingga pembelajaran lebih interaktif dan pengajuan pertanyaan dan kesempatan terhadap siswa lebih merata dan lebih profisional.
(5) Menyiapkan format observasi dan pedoman observasi
(6) Menyiapkan tenaga observer yang akan membantu selama proses perbaikan pembelajaran berlangsung sebagaimana pada siklus I.

b. Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan tindakan perbaikan pembelajaran mengacu kepada langkah-langkah pembelajaran yang telah ditetapkan di dalam RPP Perbaikan sebagai berikut :
Kegiatan Awal
• Guru memulai kegiatan pembelajaran dengan member salam kepada semua siswa
• Melakukan apersepsi
• Menyampaikan tujuan dan gambaran kegiatan yang akan dilakukan.
Kegiatan Inti
• Guru memperagakan teknik menentukan volum kubus dan balok dengan menggunakan media kubus satuan sementara siswa memperhatikan setiap langkah yang dilakukan guru sekaligus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan guru.
• Menugaskan beberapa orang siswa maju ke depan unuk memperagakan menghitung volum kubus dan balok menggunakan media kubus satuan.
• Membagikan LKS kepada setiap siswa untuk didiskusikan dalam kelompok masing-masing yang telah dibentuk sebelumnya.
• Salah satu kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka sementara kelompok lain menanggapi.
• Memberikan latihan soal-soal kepada setiap siswa tetap dalam bimbingan guru
• Guru membahas dan menilai hasil pekerjaan siswa
• Siswa atas bimbingan guru menyimpulkan materi pelajaran.
Kegiatan Akhir
• Siswa maupun guru mengadakan refleksi diri
• Membagikan lembar tugas kepada siswa untuk dikerjakan sebagai bahan evaluasi
• Guru menjelaskan secara singkat rencana pertemuan berikutnya dan memotivasi siswa
• Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam kepada siswa

c. Observasi dan Evaluasi
Pola observasi dilaksanakan sama seperti pada siklus I. Hasil-hasil observasi adalah sebagai berikut :
• Untuk kesiapan pembelajaran guru tetap melakukan penataan ruangan yang sesuai dengan pendekatan dan media pembelajaran yang digunakan, melaksanakan tugas rutin seperti : mengecek kehadiran siswa, pemeriksaan perabot kelas dan mempersiapkan siswa baik secara fisik maupun psikologis untuk mengikuti proses pembelajaran.
• Guru telah melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan RPP. Memulai pembelajaran dengan melaksanakan apersepsi, memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa, menjelaskan materi kesempatan yang merata kepada setiap siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan dan senantiasa memberikan penguatan kepada siswa yang benar dalam menjawab pertanyaan.
• Secara umum pembelajaran berlangsung dengan baik. Namun beberapa
Kelemahan atau kekurangan yang perlu diperhatikan guru adalah : (1) masih diamati adanya siswa yang tidak fokus terhadap kegiatan pembelajaran, tetapi guru segera mengatasinya, (2) guru telah memberikan perhatian dan bimbingan yang merata kepada setiap siswa, namun masih banyak siswa yang terlihat kebingunan dalam menyelesaikan latihan individu;
Dari hasil tes belajar siswa pada siklus II terungkap hal-hal sebagaimana table berikut :
Tabel 02. Rekap Nilai Evaluasi Belajar Menghitung Volume Kubus dan Balok (SIKLUS II )

Dibandingkan data siklus I maka ada peningkatan pada nilai rata-rata kelas dari 67,50 menjadi 68.04 ; jumlah siswa tuntas belajar meningkatkan dari 69% menjadi 81 % terapi penguasaan kelas belum mencapai ketuntasan yaitu pada taraf 81 %.

d. Refleksi
Pembelajaran telah berlangsung selama tiga kali pertemuan dalam 2 siklus kegiatan. Peningkatan prestasi siswa nampaknya berjalan cukup signifikan namun belum mencapai target yang diinginkan. Upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tetap merupakan target utama pembelajaran yang nantinya ingi dicapai pada siklus berikutnya
Pada pertemuan ketiga guru melakukan refleksi atau perenungan terhadap jalannya proses perbaikan pembelajaran. Hasil-hasil perenungan itu antara lain : (1) bahwa upaya perbaikan pembelajaran yang telah berlangsung selama tiga kali pertemuan telah menampakkan hasil; (2) ada beberapa kegiatan yang belum optimal dilakukan oleh guru, misalnya dalam memberikan bimbingan yang lebih insentif kepada setiap siswa untuk menyelesaikan latihan soal-soal yang diberikan, (3) setting kelas masih perlu divariasikan agar tidak membosankan misalnya dengan menukar anggota setiap kelompok diskusi.

2. Siklus III
a. Perencanaan Tindakan
Memperhatikan hasil-hasil observasi dan refleksi pada perbaikan pembelajaran di siklus II serta pembahasan bersama-sama guru observer disepakati bahwa pendekatan dan metode pembelajaran, sistematika penerapan media pembelajaran tetap seperti pada kegiatan pembelajaran sebelumnya karena terdapat gambaran hasil yang cukup signifikan. Penekanan perbaikan terletak pada: (1) memberikan perhatian yang lebih intensif kepada setiap siswa dengan latihan soal-soal yang lebih variatif, dan (2) merampingkan jumlah anggota diskusi kelompok menjadi 2 orang berpasangan agar lebih member kesempatan kepada siswa untuk banyak bekerja dan terlibat aktif dalam proses diskusi memecahkan masalah. Berdasarkan hal-hal sebagaimana tersebut di atas maka disusunlah perencanaan kegiatan sebagai berikut :
1) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP perbaikan)
2) Menyiapkan perangkat pembeljaran untuk mendukung pelaksanaan RPP perbaikan antara lain ; materi ajar, LKS dan alat evaluasi.
3) Menyiapkan soal-soal latihan individu dengan variasi soal yang berbeda
4) Mempelajari peta kelas sehingga pembelajaran lebih interaktif dan pengajuan pertanyaan dan kesempatan terhadap siswa lebih merata dan lebih professional
5) Menyiapkan format observasi dan pedoman observasi
6) Menyiapkan tenaga observer yang akan membantu selama proses perbaikan pembelajaran berlangsung sebagaimana pada siklus II.

b. Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan tindakan perbaikan pembelajaran mengacu kepada langkah-langkah pembelajaran yang telah ditetapkan di dalam RPP Perbaikan sebagai berikut :
Kegiatan Awal
• Guru memulai kegiatan pembelajaran dengan memberi salam kepada semua siswa.
• Melakukan apersepsi
• Menyampaikan tujuan dan gambaran kegiatan yang akan dilakukan

Kegiatan Inti
• Guru menugaskan seorang siswa terpandai untuk menyelesaikan sebuah soal di papan tulis. Selama siswa menyelesaikan soal, guru senantiasa memberikan

Pertanyaa yang menuntun dan mengarahkan seluruh siswa kepada pemahaman yang memadai tentang soal yang dikerjakan.
• Menugaskan beberapa orang siswa maju ke depan untuk memperagakan menghitung volum kubus dan balok menggunakan media kubus satuan.
• Membagi LKS kepada setiap pasangan siswa yangtelah dibentuk sebelumnya
• Selama diskusi berlangsung guru tetap mengarahkan dan membimbing setiap kelompok diskusi.
• Memberikan latihan soal-soal kepada setiap siswa tetap dalam bimbingan guru.
• Guru membahas dan menilai hasil pekerjaan siswa
• Siswa atas bimbingan guru menyimpulkan materi pelajaran.
Kegiatan Akhir
• Siswa maupun guru mengadakan refleksi diri
• Membagikan lembar tugas kepada setiap siswa untuk dikerjakan sebagai bahan evaluasi.
• Guru menjelaskan secara singkat rencana pertemuan berikutnya dan memotivasi siswa.
• Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam kepada siswa
c. Observasi dan Evaluasi
Pola observasi dilaksanakan sama seperti pada siklus II. Hasil-hasil observasi adalah sebagai berikut :
• Untuk kesiapan pembelajaran guru tetap melakukan penataan rungan yang sesuai dengan pendekatan dan media pembelajaran yang digunakan, melaksanakan tugas rutin seperti : mengecek kehadiran siswa, pemeriksaan perabot kelas dan mempersiapkan siswa baik secara fisik maupun psikologis untuk mengikuti proses pembelajaran.
• Suasana pembelajaran terlihat sangat hidup dimana setiap siswa dalam pasangan bekerja dengan tekun dan guru terlihat aktif memberikan bimbingan kepada setiap siswa sampai akhirnya kelompok dapat menyelesaikan soal pada waktu yang telah ditetapkan.
Dari hasil tes belajar siswa pada siklus III terungkap hal-hal sebagaimana tabel berikut
Tabel 03. Rekap Nilai Evaluasi Belajar Menghitung Volume Kubus dan Balok (SIKLUS III )

Dibandingkan data siklus II maka ada peningkatan pada nilai rata-rata kelas dari 68,04 menjadi 75,65 ; jumlah siswa tuntas belajar meningkat dari 81 % menjadi 96 %. Pada akhirnya ketuntasan belajar secara klasikal dapat tercapai yaitu dengan standar minimal 85 % siswa mencapai ketuntasan belajar.

d. Refleksi
Suatu kenyataan yang tidak mungkin dipungkiri bahwa setiap siswa memang berbeda dalam banyak hal misalnya : perbedaan tingkat kemampuan kognitif,

Perbedaan latar belakang lingkungan keluarga, perbedaan latar belakang lingkungan masyarakat, perbedaan taraf ekonomi dan lain-lain. Dampak dari perbedaan itu berpengaruh terhadap sikap dan cara belajar yang pada akhirnya berdampak pada prestasi belajar.
Pelaksanaan perbaikan pembelajaran merupakan usaha yang positif dan beralasan. Dilihat dari segi kemampuan kognitif ada anak yang lambat belajar, ada anak yang kemampuan belajarnya sedang-sedang, dan ada anak yang cepat dalam belajar. Selanjutnya ada anak yang cepat dalam memahami konsep-konsep abstrak namun sebaliknya umumnya anak membutuhkan sesuatu yang kongkrit untuk memahami konsep-konsep tertentu. Teori menyatakan bahwa penggunaan media menjadikan suasana pembelajaran lebih kongkrit sehingga berdampak pada meningkatnya prestasi belajar siswa.

B. Pembahasan
Memperhatikan data-data hasil observasi dan refleksi pada tiga siklus kegiatan perbaikan pembelajaran serta perkembangan hasil belajar siswa maka dalam laporan ini akan dikemukakan : (1) Pembahasan Proses Pembelajaran, dan (2) Pembahasan Hasil Belajar Siswa.
1. Pembahasan Proses Belajar
a. Dasar Penentuan Penggunaan Media Pembelajaran Kubus Satuan
Proses perbaikan pembelajaran dalam Penelitian Tindakan Kelas ini berawal dari pengamatan guru tentang rendahnya prestasi belajar siswa. Sebagai gambaran dibawah ini disajikan data awal yang dipetik dari Daftar Nilai Kelas V Pada Kompetensi Dasar Menghitung Volum Kubus dan Balok sebelum pelaksanaan perbaikan pembelajaran sebagaimana tercantum pada lampiran 07 laporan ini ; nilai rata-rata siswa pada 3 kali ulangan harian adalah 58,81, 68,10 dan 63,52. Selanjutnya rata-rata siswa yang tuntas hanya 38,10 %, tidak tuntas 61,90% dan secara klasikal belum tuntas.

Melalui proses perenungan dan mengingat –ingat kembali pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung diperkirakan rendahnya hasil belajar siswa tersebut di atas disebabkan karena tidak digunakannya media dalam proses pembelajaran, maka disimpulkan bahwa langkah perbaikan pembelajaran perlu dilakukan. Perbaikan pembelajaran berkaitan dengan proses pembelajaran terkait dengan penggunaan media. Hasil pertimbangan bersama teman sejawat akhirnya berkesimpulan bahwa akan digunakan media kubus satuan dalam pembelajaran menghitung volum kubus dan balok.

b. Implementasi Media Kubus Satuan Dalam Pembelajaran
Pada pelaksanaan perbaikan pembelajaran dalam tiga siklus kegiatan telah dilakukan observasi oleh dua orang teman sejawat. Dari hasil observasi yang dilakukan terlihat bahwa penggunaan media kubus satuan dalam pembelajaran menghitung volum kubus dan balok ternyata telah mampu meningkatkan motivasi dan semangat serta perhatian siswa terhadap kegiatan pembelajaran. Siswa terlihat sangat antusias menyelesaikan tugas individu maupun kelompok . Keberanian untuk berbuat, mencoba dan bertanya serta menjawab pertanyaan terlihat jelas pada aktivitas siswa selama proses belajar mengajar berlangsung.

2. Pembahasan hasil Belajar Siswa
Rata-rata hasil Belajar siswa selama perbaikan pembelajaran dalam 3 siklus kegiatan terlihat sebagaimana diagram berikut ini ;

Dampak penggunaan media kubus satuan bagi peningkatan hasil belajar siswa
Terlihat pada nilai rata-rata siswa. Dari rata-rata 63.50 (sebelum perbaikan) meningkat menjadi 67.50 pada siklus I, 68,04 pada siklus II, dan 75,65 pada akhir siklus III. Selanjutnya ketuntasan belajar secara klasikal tergambar pada diagram berikut ini :
Sebelum dan sesudah perbaikan tingkat ketuntasan adalah sebagai berikut :
• Sebelum perbaikan ; tuntas 38,10 % dan tidak tuntas 61,48%
• Siklus I tuntas 69% dan tidak tuntas 31 %
• Siklus II tuntas 81% dan tidak tuntas 19%
• Siklus III tuntas 96% dan tidak tuntas 4 %
Diagaram di atas menunjukkan bahwa upaya perbaikan pembelajaran yang dilakukan guru kelas bersama dengan teman sejawat telah mencapai hasil sesuai

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil belajar siswa yang diperoleh selama kegiatan perbaikan pembelajaran dalam 3 siklus kegiatan maka dapat diambil kesimpulan bahwa:
1. Dari hasil observasi selama proses pembelajaran berlangsung juga diamati peningkatan aktivitas dalam proses pembelajaran yang signifikan dengan peningkatan hasil belajar pada setiap siklus.
2. penggunaan media kubus satuan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran menghitung volum bangun ruang kubus dan balok pada siswa kelas V SDN No.31 ManggelewaTahun pelajaran 2010-2011

B. Saran
Berdasarkan hasil-hasil penelitian dan kesimpulan tersebut diatas disarankan sebagai berikut :
1) Setiap guru hendaknya memahami dan bersedia dengan iklas melaksanakan PTK pada setiap kekurangan dan kelemahan dari perencanaan dan pelaksanaan pemebelajaran yang dikembangkannya.
2) Akan lebih efektif dan optimal jika pembahasan tentang PTK ini dilakukan pada tingkat gugus baik dalam KKG maupun KKKS.
3) Kepada setiap gugus kelas V diharapkan menggunakan media kubus satuan dalam pembelajaran menghitung volum bangun kubus dank arena terbukti telah mampu meningkatkan hasil belajar siswa.
4) Diharapkan kepada setiap guru untuk menghadirkan media pembelajaran yang tepat dalam setiap kegiatan pembelajaran matematika yang dikembangkannya.
DAFTAR PUSTAKA

Aqib,Z, 2003. Profesionalme Guru Dalam Pembelajaran. Surabaya : Cendekia
Uzer Usman, Moh. 1996. Menjadi Guru Profesional. Bandung : Rosdikarya,
Abdurrahman, Mulyono, Kesulitan Belajar Matematika, Jakarta : Gramedia
Wardani, I. G. A. K dkk, 2005. Penelitian Tindakan Kelas. Universitas Terbuka.
Jakarta
Arikunto, S. Suhardjono, Supardithan, 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta :
Bumi Aksara
Hodoyo, Herman. 1998. Belajar Mengajar Matematika, Jakarta : Depdikbud. Dirjen
Dikti Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan
Muslich, Mansyur, 2007. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – Dasar
Pemahaman dan Pengembangan, Jakarta ; PT. Bumi Aksara
Nazir, Moh. 2003. Metode Penelitian. Jakarta : Penerbit Ghalia Indonesia
Sudjana, Nana. 1998. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung : Sinar Baru
Algesindo
Uno, Hamzah B. 2007, Profesi Kependidikan – Problema, Solusi, dan Reformasi
Pendidikan di Indonesia. Jakarta : PT. Bumi Aksara
Sediono, dkk, 2003. Peningkatan Mutu Pendidikan Dasar Melalui Managemen
Berbasis Sekolah dan Peran Masyarakat, Direktorat Taman Kanak-kanak dan
Sekolah Dasar, Jakarta.
Winkel, W.S. 1987. Psikologi Pengajaran. Jakarta : Peneribit PT. Gramedia
DAFTAR LAMPIRAN

1. RPP , LKS ,SOAL LENGKAP SIKULUS I
2. RPP , LKS ,SOAL LENGKAP SIKULUS I I
3. DAFTAAR NILAI EVALUASI HASIL BELAJAR SIKULUS I,II dan III
4. LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN SISWA SIKLUS I,II dan III
5. LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN GURU SIKULUS I,II dan III

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s