Metode Pembelajaran Aktif model Every One Is Teacher Here

Sistem pembelajaran pendidikan pada umumnya sampai saat ini masih didominasi oleh metode ceramah. Dimana metode ini tidak begitu banyak mengembangkan kemampuan berfikir siswa terutama dalam memecahkan suatu permasalahan. Sering dijumpai dalam pembelajaran guru hanya menggunakan metode yang monoton, dimana dalam metode tersebut guru hanya memberikan materi melalui ceramah, pemberian tugas dan diskusi bebas. Sehingga guru tidak bisa mengembangkan pembelajaran yang menarik. Ada kesan guru takut untuk merancang pembelajaran sendiri, sehingga dari bahan belajar sampai metode evaluasi nyaris tidak ada perbedaan.
Melihat kenyataan yang ada di lapangan, sebagian besar teknik dan suasana pengajaran di sekolah-sekolah yang digunakan para guru kita tampaknya lebih banyak menghambat untuk memotivasi potensi otak Sebagai contoh, seorang peserta didik hanya disiapkan sebagai seorang anak yang harus mau mendengarkan, mau menerima seluruh informasi dan mentaati segala perlakuan gurunya. Dan yang lebih parah lagi adalah fakta bahwa semua yang dipelajari di bangku sekolah itu ternyata tidak integratif dengan kehidupan sehari-hari. Bahkan tak jarang realitas sehari-hari yang mereka saksikan bertolak belakang dengan pelajaran di sekolah. Budaya dan mental semacam ini pada gilirannya membuat siswa tidak mampu mengaktivasi kemampuan otaknya. Sehingga mereka tidak memiliki keberanian menyampaikan pendapat, lemah penalaran dan tergantung pada orang lain.
Untuk menjawab persoalan-persoalan tersebut perlu diterapkan suatu cara alternatif guna mempelajari Sosiologi yang kondusif dengan suasana yang cenderung rekreatif sehingga memotivasi siswa untuk mengembangkan potensi kreativitasnya. Salah satu alternatif yang bisa digunakan adalah dengan penerapan suatu paradigma baru dalam pembelajaran di kelas yaitu dengan metode pembelajaran Aktif model Every One Is Teacher Here, dikarenakan ada kecenderungan dewasa ini untuk kembali pada pemikiran bahwa anak akan lebih baik jika siswa di beri kesempatan untuk bertindak sebagai Guru bagi siswa lain. Belajar akan lebih bermakna jika peserta didik semua berperan menjadi nara sunber terhadap para temannya di kelas belajar.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa dalam pembelajaran bergaya ceramah, siswa kurang menaruh perhatian selama 40% dari seluruh watu pembelajaran. Siswa dapat mengingat 70% dalam sepuluh menit pertama pembelajaran, sedangkan dalam sepuluh menit terakhir mereka hanya dapat mengingat 20% materi pembelajaran.Dalam proses belajar mengajar, motivasi sangat diperlukan, sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tidak mungkin akan melekukan aktivitas belajar. Hal ini merupakan pertanda bahwa sesuatu yang akan dikerjakan itu tidak menyentuh kebutuhannya. Segala sesuatu yang menarik minat orang lain
belum tentu menarik minat orang tertentu selama sesuatu itu tidak bersentuhan dengan kebutuhannya. Oleh karena itu, apa yang seseorang lihat sudah tentu akan membangkitkan minatnya sejauh apa yang ia lihat itu mempunyai hubungan kepentingannya sendiri. Banyak anak dengan intelijensi yang rendah disebabkan tidak ada motivasi dalam belajar. Fungsi motivasi yang seharusnya sebagai pendorong, penggerak, dan pengarah perbuatan belajar tidak dijalankan dengan baik.5
Peranan motivasi yang khas adalah dalam hal penumbuhan gairah, merasa senang dan semangat untuk belajar. Siswa yang memiliki motivasi kuat, akan mempunyai banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar. Seorang siswa yang memiliki intelegensi cukup tinggi bisa jadi gagal karena kekurangan motivasi. Hasil belajar itu akan optimal kalau ada motivasi yang tepat. Bergayut dengan hal ini maka kegagalan belajar siswa jangan begitu saja mempersalahkan pihak siswa, sebab mungkin saja guru tidak berhasil dalam memberikan motivasi yang mampu membangkitkan semangat dan kegiatan siswa untuk belajar. Jadi tugas guru bagaimana mendorong para siswa agar pada dirinya tumbuh motivasi.
Dalam hal ini sudah barang tentu peran guru sangat penting. Bagaimana guru melakukan usaha-usaha untuk dapat menumbuhkan dan memberikan motivasi agar anak didiknya melakukan aktivitas belajar dengan baik. Untuk dapat belajar dengan baik diperlukan proses dan motivasi yang baik pula. Hasil belajar akan menjadi optimal, kalu ada motivasi. Makin tepat motivasi yang diberikan,akan makin berhasil pula pelajaran itu. Jadi motivasi akan senantiasa menentukan interaksi usaha belajar bagi para siswa.

1. Prinsip dan Tujuan Every One Is Teacher Here

Menurut pendapat Asy syaibany Metode Every One Is Teacher Here menjelaskan bahwa terdapat tujuh prinsip pokok yang harus diterapkan oleh seorang guru dalam hal metode pengajaran, yaitu:
1) mengetahui motivasi, kebutuhan, dan minat anak didiknya;

2) tujuan pendidikan yang sudah diterapkan sebelum pelaksanaan pendidikan;
3) mengetahui tahap kematangan (maturity), perkembangan, serta perubahan anak didik;
4) mengetahui perbedaan-perbedaan individu anak didik;

5) memperhatikan pemahaman dan mengetahui hubungan-hubungan, dan kebebasan berfikir;
6) menjadikan proses pendidikan sebagai pengalaman yang menggembirakan bagi anak didik; dan
7) menegakkan contoh yang baik (uswatun hasanah).
Penjelasan tersebut diperkuat bahwa tujuan diadakannya metode adalah menjadikan proses dan hasil belajar mengajar menjadi lebih baik berdaya guna dan menimbulkan kesadaran anak didik untuk mengamalkan ketentuan ajajaran agama (Islam) melalui teknik motivasi yang menimbulkan gairah belajar anak didik secara mantap.

Uraian tersebut di atas, menunjukkan bahwa fungsi metode pendidikan adalah mengarahkan keberhasilan belajar dan memberikan kemudahan kepada anak didik. Sedangkan, tugas utamanya adalah mengadakan aplikasi prinsip- prinsip psikologis dan pedagogis agar anak didik dapat menghayati, mengetahui, dan mengerti materi yang diajarkan. Selain itu, tugas utama dalam metode tersebut adalah membuat perubahan tingkah laku, sikap, minat anak didik kepada perubahan yang nyata.26
3. Peran pembelajaran Aktif dengan metode Every One Is Teacher Here dalam meningkatkan motivasi belajar siswa.

Pembelajaran aktif model Every One Is Teacher Here mempunyai peran yang sangat penting dalam pembelajaran. Menurut Sodiq (2001:21) bahwa metode Every One Is Teacher Here dapat meningkatkan motivasi, keaktifan dan prestasi belajar siswa.Untuk itu dalam proses belajar mengajar guru harus mempunyai berbagai macam metode yang diterapkan, karena dapat memacu siswa untuk giat dalam belajar.Apabila didalam diri peserta didik itu kurang giat dalam belajar itu disebabkan karena motivasi yang dimiliki rendah, sehingga mengakibatkan keaktifan kurang, dan prestasi yang rendah pula. Hal ini bias terjadi karena:
1. Metode mengajar guru yang dapat menimbulkan kesulitan belajar antara lain:
a) Metode mengajar yang mendasarkan diri pada latihan mekanis tidak didasarkan pada pegertian.
b) Guru dalam mengajar tidak menggunakan alat peraga yang memungkinkan semua alat inderanya sendiri.
c) Metode mengajar yang menyebabkan murid pasif, sehingga anak tidak ada aktivitas. Hal ini bertentangan dengan dasar psikologi, sebab pada dasarnya individu ini makhluk dinamis.
d) Metode mengajar tidak menarik, kemungkunan materinya tiggi, atau tidak menguasai bahan.
e) Guru hanya menggunakan satu metode saja dan tidak bervariasi. Hal ini menunjukkan guru yang sempit, tidak mempunyai kecakapan diskusi, Tanya jawab, eksperimen, sehingga menimbulkan aktivitas murid dan suasana menjadi tidak hidup.
2. Guru-guru menuntut standar pelajaran di atas kemampuan anak.

3. Guru tidak memiliki kecakapan dalam usaha diagnosis kesulitan belajar. Misalnya dalam bakat, minat, sifat, kebutuhan anak-anak dan sebagainya.

4. Guru tak pandai menerangkan, sinis dan sombong, menjengkelkan tinggi hati, pelit dalam memberi angka, tak adil dal lain-lain.
5. Guru kurang ahli, pada mata pelajaran yang dipegangnya. Hal ini bisa terjadi, karena yang dipegagnya kurang sesuai, sehingga kurang menguasi lebih-lebih kalau kurang persiapan, sehingga cara menerapkan kurang jelas, sukar dimengerti oleh muridnya..

DAFTAR PUSTAKA

Abu Ahmadi, Joko Tri Prasetiyo. 2005. Strategi Belajar Mengajar untuk Fakultas
Tebiyah Komponen MKDK. Bandung:Pustaka Setia.

Achmad, Teori Motivasi Menurut Islam, Www.Grameen Foundation. Ad-da’wah As-Salafiyah”. Maktabah Syamilah & Tafsir Sirojul Munir. Ahmadi dan supriono. 1991. Psikologi belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Ali, Nur dan Wahidmurni. 2008. Penelitian Tindakan Kelas; Pendidikan Agama dan Umum; dari Teori Menuju Praktik. Malang: UM Press.

Al-Qur’an dan Terjemahannya, Jakarta: Depag RI, 1998, hlm.165

Al-Qur’an dan Terjemahnya. 1998. Semarang : Asy-Syifa.

Arief, Armai. Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam. Ciputat: Press. Arikunto Suharsimi. 2007. .Prosedur Penelitian. Jakarta: PT Bumi Aksara. Arikunto, Suharsimi. 1991. Prosuder Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.
Jakarta: Rineka Cipta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s