Model Inquari

Model Inquari
Trowbridge dan Bybee (1990) dalam Suardana, 2007 menyatakan bahwa Inquari adalah proses mendefinisikan masalah menginvestigasi masalah, memformulasi hipotesis, merancang eksperimen, mengumpulkan data, dan menggambarkan pemecahan masalah. Proses Inquari meliputi menentukan masalah, membangun hipotesis, merancang pendekatan, investigasi, menguji hipotesis, sistesis pengetahuan dan dan membentuk prilaku objektif, rasa ingin tahu, berpikir terbuka dan bertanggung jawab.
Pengajaran dengan inquari dicirikan dengan hal-hal sebagai berikut: 1) penggunaan keterampilan-keterampilan proses IPA, 2) jawaban-jawaban yang dicari tidak diketahui terlebih dahulu, 3) semangat memecahkan masalah sangat tinggi, 4) kegiatan pembelajaran berpusat pada ”mengapa” dan ”bagaimana kita mengetahui”, 5) siswa merumuskan hipotesis untuk penyelidikan, 6) pengumpulan data dilakukan dengan eksperimen, mengadakan pengamatan, membaca, dan sumber-sumber lain, 7) semua usul dinilai secara bersama, 8) siswa melakukan penelitian individu dalam kelompok untuk memperoleh data yang diperlukan unutk menguji hipotesis, dan 9) para siswa mengumpulkan data dan memberikan simpulan secara ilmiah. Jadi Inquari merupakan suatu model pembelajaran yang dirancang agar siswa terlibat aktif dalam pengkonstruksian pengetahuan melalui proses mentalnya sendiri dengan melakukan kegiatan-kegiatan ilmiah.
Adapun langkah-langkah implementasi model inquari dalam pembelajaran dikembangkan dari Amien (1979) dalam Suardana, 2007 adalah sebagai berikut.

7

Model Pembelajaran Berbasis Inquari yaitu suatu inovasi pembelajaran yang dirancang untuk membantu peserta didik memahami teori secara mendalam melalui pengalaman belajar praktik-empirik. Model Pembelajaran Berbasis Inquari merupakan salah satu bentuk intensifikasi dari pendekatan ketrampilan proses dengan mengetengahkan gejala alam ke dalam kelas sehingga siswa bisa memecahkan permasalahan sesuai dengan konteks kehidupannya.
Model Pembelajaran ini memberikan dua kelebihan pokok, pertama, pembelajaran sains dikaitkan langsung dengan pengalaman anak sehari-hari. Hal ini dapat membuat materi pelajaran menjadi lebih bermakna karena anak menemukan hubungan antara pengetahuan yang dipelajari di sekolah dengan masalah yang dihadapi dalam kesehariannya. Kedua, pembelajaran sains dilakukan sesuai dengan hakikat sains, yaitu sains sebagai produk dan sains sebagai proses. Sains sebagai proses diajarkan melalui penerapan metode ilmiah yang secara bertahap disertai dengan pengembangan keterampilan sains.
Dari pembahasan di atas patut diduga bahwa kompetensi dasar siswa setelah mengikuti Model Pembelajaran Berbasis Inquari dapat meningkat. Uraian di atas mengindikasikan bahwa dengan menerapkan pembelajaran berbasis Inquari dalam pembelajaran, siswa dapat menggunakan kemampuannya secara optimal dalam belajar f

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s