PROBLEM BASED LEARNING

PROBLEM BASED LEARNING

 

Pcmbelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)   

Pembelajaran berbasis masalah dirancang dalam suatu prosedur pembelajaran yang diawali dengan sebuah masalah dan menggunakan instruktur sebagai pelatih metakognitif. Ada suatu perbedaan yang mendasar antara problem solving dan problem based learning. Dalam pembelajaran dengan strategi problem solving seperti yang kebanyakan dilakukan oleh para guru dewasa ini, siswa disuguhi permasalahan setelah kepada mereka dipresentasikan informasi-informasi mengenai materi ajar(fakta, konsep, prinsip, hukum, dsb), dan mereka tidak tahu mengapa mereka hams mempelajari materi ajar tersebut. Sedangkan dalam prosedur Problem Based Learning, setting awalnya adalah penyajian masalah. Proses pembelajaran dimulai setelah siswa dikonfrontasikan dengan struktur masalah nil, sehingga dengan cara itu siswa mengetahui mengapa mereka harus mempelajari materi ajar tersebut. Informasi-informasi akan mereka kumpulkan dan mereka analisK-dari unit-unit materi ajar yang mereka pelajari dengan tujuan untuk dapat memecahkan masalah yang dihadapinya. Masalah yang disajikanjuga hendaknya dapat memunculkan konsep-konsep maupun prinsip-prinsip yang relevan dengan content domain.  Melalui probimi based learning mahasiswa aRan belajar bagaiinana menggunakan suatu proses interaktif dalam mengevaluasi apa yang mereka ketahui, mengidentifikasi apa yang periu mereka ketahui, mengumpulkan informasi, dan berkolaborasi dalam mengevaluasi suatu hipotesis berdasarkan data yang telah mereka kumpulkan. Sedangkan dosen lebih berperan sebagai tutor dan fasilitator dalam menggali dan menemukan hipotesis, serta dalam mengambil kesimpulan.

Savoi & Andrew (1994), mengemukakan enam tahapan proses pembelajaran berbasis masalah sebagai berikut; 1) mulai dengan penyajian masalah; 2) masalah hendaknya berkaitan dengan dunia siswa (masalah riil); 3) organisasi materi pembelajaran sesuai dengan masalah; 4) memberi siswa tanggung jawab utama untuk membentuk dan mengarahkan pembelajarannya sendiri; 5) menggunakan kelompok- kclompok kecil dalam proses pembelajaran; dan 6) menuntut siswa untuk menampilkan apa yang telah mereka pelajari.

Beberapa ciri penting problem hosed teaming sebagai berikut (Brooks & Martin, 1993):

1)      Tujuan pembelajaran dirancang untuk dapat merangsang dan melibatkan pebelajar (siswa) dalam pola pemecahan masalah. Kondisi ini akan dapat mengembangkan keahlian belajar dalam bidangnya secara langsung dalam mengidentifikasi pennasalahan.

2)      Sifat masalah yang disajikan dalam proses pembelajaran adalah berlanjut. Dalam hal ini ada dua hal yang harus terpenuhi. Pertama, masalah harus dapat memuncul-kan konsep-konsep atau prinsip-prinsip yang relevan dengan content domain yang dibahas. Kedua, pennasalahan hendaknya bersifat riil sehingga memungkinkan terjadinya kesamaan pandang ar.tar siswa.

3)      Adanya   presentasi   pennasalahan.   siswa  (pebelajar)  dilibatkan   dalam mempresentasikan pennasalahan sehingga raereka merasa memiliki permaslahan tersebut.

4)      Guru berperan sebagai tutor dan fasilitator. Dalam hal ini, peran guru sebagai fasilitator adalah mengembangkan kreativitas berpikir mahasiswa dalam bentuk keahlian dalam pemecahan masalah dan membantu siswa untuk menjadi mandiri.

Barrows (1996), dalam tulisannya yang berjudul Problem-Based Learning in Medicine and Beyond juga mengemukakan beberapa karakteristik Problem based learning sebagai berikut.

1)      Proses pembelajaran bersifat Student-Centered. Melalui bimbingan tutor (guru) siswa harus bertanggung jawab atas pembelajaran dirinya, mengidentifikasi apa yang mereka perlu ketahui untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik, mengelola pennasalahan, dan menentukan dimana mereka akan memperoleh infonnasi (buku teksJumal, internet, dsb.).

2)      Proses pembelajaran berlasung dalam kelompok kecil Setiap’ kelompok biasanya terdiri atas 4-6 orang. Anggota kelompok sebaiknya ditukar untuk setiap unit kurikulum lainnya. Kondisi demikian akan memberi pengalaman praktis kepada mahasiswa untuk bekerja dan belajar secara lebih intensit’ dan efektif dalam variasi kelompok yangberbeda.

3)      Guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing. Dalam hal ini guru tidak berperan sebagai pemberi ceramah atau pemberi informasi faktual. Dalam perannya sebagai fasililator, guru tidak memberi tahu siswa apakah pemikiran siswanya benar atau salah, dan juga tidak memberi tahu siswa tentang apa yang harus mereka pelajari atau baca. Siswa itu sendirilah (secara berkelompok) yang mengidentifikasi dan menentukan konsep-konsep atau prinsip-prinsip apa yang harus mereka pelajari dan mereka pahami agar mampu memecahkkan masalah yang telah disajikan dosen pada awal setting pembelajaran.

4)      Permasalahan-permasalahan yang disajikan dalam setting pembelajaran diorganisasi dalam bentuk dan fokus tertentu dan merupakan stimulus pembelajaran. Misalnya, masalah pasien atau masalah kesehatan masyarakat, disajikan dalam berbagi bentuk seperti: kasus tertulis, simulasi pa?”’,’!!, simulasi komputer, atau video. Kondisi demikian akan menantang dan menghadapkan siswa dalam situasi praktis serta akan inemotivasi siswa untuk belajar. Untuk memecahkan masalah tersebut, siswa akan merealisasikan apa yaiig perlu mereka pelajari dari ilmu-ilmu dasar (basic science), serta akan mengarahkan mereka untuk mengintegrasikan informasi-informasi dari berbagai disiplin ilmu.

5)      Informasi baru diperoleh melalui belajar secara mandiri (Self-directed learning). Siswa diharapkan belajar dari dunia pengetahuan dan mengakumulasikan keahliannya melalui belajar secara mandiri, serta dapat berbuat seperti p.raktisi yang sesungguhnya. Selama proses belajar secara mandiri, mahasiswa bekerja bersama dalam kelompok, berdiskusi, melakukan komparasi, mereviu, serta berdebat tentang apa yang sudah mereka pelajari.

6)      Masalah (problems) merupakan wahana untuk mengembangkan keterampilan pemecahan masalah klinik. Format permasalahan hendaknya mempresentasikan permasalahan pasien sesuai dengan dunia realita. Format permasalahan juga harus memberi kesempatan kepada siswa untuk mengajukan pertanyan-penanvaan kepada pasien, nielakukan test fisik, test laboratonum, dan runtutan lainnya.

 

Langkah-langkati yang perlu diperhatikan dalam merancang program pengajaran yang berorientasi pada problem based learning sehingga proses pembelajaran benar- benar menjadi beipusat pada siswa (student-centered) adalah sebagai berikut.”

1)      Fokuskan permasalahan (problem) sekitar pembelajaran konsep-konsep sains yang esensial dan strategis. Gunakan permasalahan dan konsep untuk membantu siswa dalam melakukan invenstigasi substansi isi (content).

2)      Berikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengcvaluasi gagasannya melalui eksperiment atau studi lapangan. Siswa akan menggaii data-data yang diperlukan untuk memecahlkan masalah yang dihadapinya.

3)      Berikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengelola data yang mereka miliki, yang merupakan proses latihan metakognisi.

4)      Berikan kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan solusi-solusi yang mereka kemukakan (termasuk dukungan data). Penyajiannya dapat dilakukan dalam bentuk seminar atau publikasi (jumal ilmiah) atau dalam bentuk penyajian poster (Gallagher & Stepien, 1995).

Rancangan pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) dapat diadaptasi atau dimodifikasi dari rar.cangan yang dikembangkan oleh Barrows & Myers (1993) sebagai berikut:

 

 

ALUR PERKULIAHAN

PEMBELAJARAN BERBAS1S MASALAH

(PROBLEM BASED LEARNING)

 

 

 

5.   Komparasi antara Problem Based Learning dan Stratcgi/Model Pembelajaran yang Lain

1)   Aspek kurikulum:

Lecture                                                                                    Problem-Based

Varied Approaches Along Continum

 

Curriculumm as Prescription                                Curriculum as Experience

* From the perpective of teacher/expert            *    From the perpective of

student/learner

* Linier and rational                                           *    Coherent and relevant

* Part to whole organization                              *    Whole to part organization

* Teaching as transmitting                                 *    Teaching as facilitating

* Learning as receiving                                      *    Learning as constructing

 

2) Aspek peran guru/dosen dan siswa/mahasiswa

 

Instructional Approach

The Role of the Teacher

The Role of the Student

Lecture

 

 

 

 

Case Methods

 

 

 

 

Discovery/

Inquiry

 

 

 

 

 

Problem Solving

 

 

 

 

Problem Based Learning

 

As Expert:

–      Directs thinking /

–      Holds knowledge

–      Evaluates students

 

As Consultant:

–      Lectures pre/post

–      Sets the environment

–      Evaluates students

 

As Mystery Writer:

–      Combines parts that lead to “discover”

–      Provides clues and foreshadows events

–      Evaluates students

 

As Resource:

–      Explicitly teaches content

–      Poses problems with which students relate

–      Translates into students’ world

 

As Coach:

–      Presents problematic situation

–      Engages in the process as “co-investigator

–      Assess learning

As Receiver:

–      Inactive

–      Inert

–      Empty

 

As Client:

–      Responsive

–      Semi active

–      Applying own experience

 

As Detective:

–      Picking up clues

–      Semi-active

–      Seeking out evidence

 

 

 

As Problem-solver:

– Evaluating resources

– Grafting divergent solutions

– Active

 

 

As Participant:

–      Actively grappling with the complexity of the situation

–      Investigating and re-Solving problem from the inside

3) Aspek kognitif dan peran siswa/Mahasiswa dalam problem

 

Instructional Approach

Cognitive focus Role of the Student

The Student’s Role in the Problem

Lecture

 

 

 

 

Case Methods

 

 

 

 

Discovery/Inquiry

 

 

 

 

Problem Solving

 

 

 

 

 

Problem Based

Learning

 

 

 

Students replicate received knowledge and apply in the  testing situation

 

 

Students apply received  knowledge and own experience in case resolution

 

 

Students apply “discovered”  truths to the construction of  other constructs and principles

 

Students synthesize received knowledge and individuality in the resolution of the problems within circular context

 

Students synthesize and construct  knowledge to bring resolution to problems in a way that meets the conditions that they themselves set forth.

As a student…….

Learning about things outside personal experience or  “over there”

 

As a student…….

Learning about things outside  personal experience or  “over there”

 

As a student…….

Learning about things outside personal experience or “over there”

 

As a student……..

Learning about thing outside personal experience or “over there”

 

 

As a stakeholder…….

Immersed  in  the  situation, learning about events “here”

 

 

Rujukan:

 

Barrows, Howard S. (1996). I’rohlem-Bci.’ivcl Learning in Medicine and Keyonu. New Direction for Teaching and Learning. Jossey-Bass Publishers.

 

Bodner, George M. (1986). Constructivism: A Theory of Knowledge. Journal of Chemical Ki/iicairm, Vol.63.

 

Brooks J. G & Martin G. B. (1993). In Search ofAnderstanding; The Case/or Contruclivisi C/o.wiw/n. Alexandria Virginia.

 

Driver, Rosalind. (1988) Changing (‘(inceptions. Centre for Studies in Science and Mathematics Education, University of Leeds.

 

Fosnot, Caterine Twomey (1989). Inquiring Teachers Equiring Learners. A Conslruvilisi Approach for Teaching. New York: Teachers College Press.

 

Gallagher, Shelagh A & Stepien, William }. (1995). Implementing Problem-Based Learning in Science Classroom. School Science and Mathematics

 

SavoieJ.M. & Andrew S.H. (1994). Problem-BasedLearning as Classroom Soloiion. Educational Leadership

 

Savery, John R & Duffy, ThomasM. Problem Based Learning: An Instructional Model ana Its Conlruclivist Framework.

 

 

One thought on “PROBLEM BASED LEARNING

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s