Penghitungan Reliabilitas Antar-Penilai Respon Tes Prestasi Belajar

 

Sebelum instrumen kuesioner motivasi belajar ini digunakan sebagai pe-ngumpul data pada penelitian ini, terleJbih dahulu dinilai oleh dua orang penilai ahli (rater). Respon yang diperoleh dari penilaian ini, kemudian dicari reliabilitasnya. Tujuan penghitungan reliabilitas ini adalah untuk mengetahui keajegan respon di antara penilai. Untuk menghitung reliabilitas respon antar-penilai mengenai item-item kuesioner motivasi belajar digunakan formula Hoyt. Menurut C. Hoyt (dalam Sudijono, 2001: 259) dalam menentukan reliabilitas antar-penilai mengenai respon suatu tes/kuesioner hendaknya kita menganggap bahwa data yang berupa skor-skor hasil penilaian itu kita anggap sebagai data hasil eksperimen, di mana faktor pertama atau klasifikasi I-nya adalah item, sedangkan faktor kedua atau klasifikasi II adalah penilai. Masing-masing sel di sini terdiri atas 1 subjek. Selanjutnya kita cari interaksi antara item dengan penilai. Teknik analisis seperti inilah yang terkenal dengan nama teknik analisis varians (= Anova = Analysis of variance), dan penggunaan teknik analisis varians dalam rangka menentukan reliabilitas antar-penilai mengenai data respon antar-penilai suatu tes atau kuesioner merupakan perkembangan baru dalam dunia evaluasi pendidikan.

Dengan menggunakan formula Hoyt di dalam menghitung reliabilitas respon antar-penilai mengenai item kuesioner motivasi berprestasi, maka skor hasil penilai-an dari penilai I dan II dimasukkan ke dalam formula tersebut, yang mana rumusnya seperti tercantum di bawah ini.

r11 =

Keterangan:

r11        = Koefisien reliabilitas antar-penilai.

1          = Bilangan konstan.

MKe    = Mean kuadrat interaksi antara item dan penilai.

MKi     = Mean kuadrat antar-item.

 

Untuk menghitung koefisien reliabilitas respon antar-penilai mengenai item kuesioner motivasi belajar, terlebih dahulu harus dibuat tabel kerja sebagai berikut.

 

Nomor

Item

Penilai

 

 

 

 

I

II

 

 

 

 

X1

X12

X2

X22

Xp

(Xp)2

(Xp)2/Np

Xp2

1

2

3

4

5

6

7

8

9

1

4

16

4

16

8

64

32.00

32

2

3

9

4

16

7

49

24.50

25

3

4

16

4

16

8

64

32.00

32

4

4

16

3

9

7

49

24.50

25

5

3

9

4

16

7

49

24.50

25

6

4

16

4

16

8

64

32.00

32

7

4

16

3

9

7

49

24.50

25

8

3

9

4

16

7

49

24.50

25

9

4

16

4

16

8

64

32.00

32

10

4

16

4

16

8

64

32.00

32

11

4

16

4

16

8

64

32.00

32

12

4

16

4

16

8

64

32.00

32

13

4

16

4

16

8

64

32.00

32

14

4

16

4

16

8

64

32.00

32

15

4

16

4

16

8

64

32.00

32

16

4

16

4

16

8

64

32.00

32

17

4

16

4

16

8

64

32.00

32

18

4

16

4

16

8

64

32.00

32

19

4

16

4

16

8

64

32.00

32

20

4

16

4

16

8

64

32.00

32

21

4

16

4

16

8

64

32.00

32

22

4

16

4

16

8

64

32.00

32

23

4

16

4

16

8

64

32.00

32

24

4

16

4

16

8

64

32.00

32

25

3

9

3

9

6

36

18.00

18

26

3

9

3

9

6

36

18.00

18

27

4

16

4

16

8

64

32.00

32

28

4

16

4

16

8

64

32.00

32

29

2

4

3

9

5

25

12.50

13

30

4

16

4

16

8

64

32.00

32

 

 

 

 

 

 

1

2

3

4

5

6

7

8

9

31

4

16

4

16

8

64

32.00

32

32

3

9

3

9

6

36

18.00

18

33

4

16

4

16

8

64

32.00

32

34

4

16

4

16

8

64

32.00

32

35

4

16

4

16

8

64

32.00

32

36

3

9

3

9

6

36

18.00

18

37

3

9

3

9

6

36

18.00

18

38

4

16

4

16

8

64

32.00

32

39

3

9

3

9

6

36

18.00

18

40

3

9

3

9

6

36

18.00

18

Total

148

558

150

570

298

2250

1125.00

1128

Xi2

21904

22500

Xi2/ni

547.60

562.5

 

Berdasarkan atas tabel di atas, maka reliabilitas respon antar-penilai terhadap item kuesioner motivasi belajar dapat dihitung dengan formula Hoyt melalui tahap-tahapan sebagai berikut:

Langkah 1: Mencari jumlah kuadrat total (JKtot) dengan urut-urutan kerja sebagai berikut:

a. Mencari . Caranya: semua skor item yang berada pada setiap sel kita kuadratkan sampai selesai, mulai dari baris pertama (paling atas) ke kanan, sampai dengan baris ke-40 (paling bawah). Pada tabel kerja di atas diperoleh = 1128 (lihat total ). Selanjutnya, karena tiap-tiap skor yang ada pada setiap sel itu kita anggap sebagai skor yang dimiliki oleh satu orang subjek (testee), maka dengan sendirinya jumlah subjek di sini dianggap = 40 x 2 = 80. Jadi N di sini kita anggap 80 (ingat: banyaknya item atau ni = 40 item, sedangkan banyaknya penilai np = 2 orang).

b. Mencari jumlah kuadrat total (JKtot), dengan menggunakan rumus:

 

 

 

Langkah 2: Mencari jumlah kuadrat antar-penilai (JKant-p). Adapun caranya adalah sebagai berikut:

a. Perhatikan penilai I dan II. Penilai I memiliki skor sebesar 148, dan penilai II memiliki skor sebesar 150; sedangkan jumlah itemnya adalah 40 orang.

b. Untuk memperoleh jumlah kuadrat antar-penilai, angka-angka yang menunjukkan skor yang dimiliki oleh penilai I dan II dikuadratkan lalu dibagi dengan jumlah item; selanjutnya dijumlahkan dan setelah itu dikurangi dengan  dibagi 80. Dengan memperhatikan tabel kerja di atas diperoleh jumlah kuadrat antar-penilai = 547,60 + 562,50 = 1110,10. Untuk menghitung jumlah kuadrat antar-penilai digunakan rumus sebagai berikut:

 

 

 

Langkah 3: Mencari jumlah kuadrat antar-item (JKant-i). Adapun caranya adalah sebagai berikut:

a. Perhatikanlah item 1, item 2, dan seterusnya sampai dengan item 40. Masing-masing memperoleh skor penilaian sebesar: 8, 7, 8, … dan seterusnya, dengan skor total sebesar 298. Masing-masing skor yang diperoleh item itu kita kuadrat-kan, kita bagi dengan banyaknya penilai (yaitu 2) lalu dikurangi dengan dibagi dengan 80.

b. Sesuai dengan prosedur kerja tersebut pada butir a di atas, maka kita akan mem-peroleh jumlah kuadrat antar-item (JKant-i) sebagai berikut:

JKant-i2 = 1125,00 (pada tabel kerja di atas lihat total pada kolom ).

 

 

Langkah 4: Mencari jumlah kuadrat interaksi antara penilai dengan item dengan menggunakan rumus:

 

 

 

Langkah 5: Mencari mean kuadrat antar-penilai, dengan menggunakan rumus:

 

Telah diketahui: JKant-p = 0,05; sedangkan untuk memperoleh d.b.ant-p dipergunakan rumus: d.b.ant-p = np-1, di mana np adalah banyaknya penilai. Dalam kasus ini np = 2. Dengan demikian dapat kita peroleh: d.b.ant-p = 2-1=1.

Jadi,

 

Langkah 6: Mencari mean kuadrat antar-item, dengan menggunakan rumus:

 

Telah diketahui: JKant-i = 14,95; sedangkan d.b.ant-i = ni-1, di mana dalam kasus ini ni adalah jumlah item = 40. Jadi, ni = 40, sehingga d.b.ant-i = 40-1 = 39.

Jadi,

 

Langkah 7: Mencari mean kuadrat interaksi antara penilai dengan item (MKint.p-i) dengan menggunakan rumus:

 

Telah diketahui: JKe = 2,95; sedangkan d.b.e dapat diperoleh dengan menggunakan rumus: d.b.e = d.b.ant-p x d.b.ant-i = 1 x 39 = 39. Dengan demikian dapat kita peroleh MKe sebagai berikut:

 

 

Langkah 8: Mencari koefisien reliabilitas antar penilai dengan rumus:

 

 

Apabila perhitungan-perhitungan di atas tadi kita ringkas menjadi tabel ringkasan formula Hoyt, maka keadaannya adalah sebagai berikut:

 

Sumber variasi

JK

d.b.

MK

r11

Antar-Penilai

0,05

1

0,05

Antar-Item

14,95

39

0,383

0,802

Interaksi antara Penilai-Item

2,95

39

0,076

Total

17,95

 

Simpulan:

Oleh karena koefisien reliabilitas hitung (r-hitung) lebih tinggi daripada koefisien reliabilitas yang dipersyaratkan oleh Fraenkel and Wallen (1993) (0,802 > 0,700), maka kuesioner motivasi belajar ini dapat diujicobakan lebih lanjut.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s