PENELITIAN TINDAKA KELAS

imagesDPENELITIAN TINDAKAN KELAS

BAB I.PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Diundangkannya Undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, merupakan bukti pengakuan terhadap profesionalitas pekerjaan guru dan dosen semakin mantap. Terlebih lagi di dalam pasal 14 dan 15 Undang-undang tersebut dinyatakan bahwa guru berhak memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial, meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji, serta penghasilan lain berupa tunjangan profesi, tunjangan fungsional, tunjangan khusus, dan maslahat tambahan yang terkait dengan tugasnya sebagai guru yang ditetapkan dengan prinsip penghargaan atas dasar prestasi. 10443210_854549237906023_1696326834474510977_o imagesUUUUUUUU
Bagi para guru pengakuan dan penghargaan di atas harus dijawab dengan meningkatkan profesionalisme dalam bekerja. Guru tidak selayaknya bekerja as usual seperti era sebelumnya, melainkan harus menunjukkan komitmen dan tanggung jawab yang tinggi. Setiap kinerjanya harus dapat dipertanggung jawabkan baik secara publik maupun akademik. Untuk itu ia harus memiliki landasan teoretik atau keilmuan yang mapan dalam melaksanakan tugasnya mengajar maupun membimbing peserta didik.
Dalam kegiatan pembelajaran, seorang guru sudah pasti akan berhadapan dengan berbagai persoalan baik menyangkut peserta didik, subject matter, maupun metode pembelajaran. Sebagai seorang profesional, guru harus mampu membuat prefessional judgement yang didasarkan pada data sekaligus teori yang akurat. Selain itu guru juga harus melakukan peningkatan mutu pembelajaran secara terus menerus agar prestasi belajar peserta didik optimal disertai dengan kepuasan yang tinggi. Baca lebih lanjut

PENULISAN KARYA ILMIAH

PENULISAN KARYA ILMIAH

I.KARAKTERISTIK KARYA TULIS ILMIAH

indexKKA. Pengertian Karya Tulis Ilmiah
Karya tulis ilmiah adalah suatu produk dari kegiatan ilmiah. Mem- bicarakan produk ilmiah, pasti kita membayangkan kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan temuan baru yang bersifat ilmiah, yaitu penelitian. Memang temuan ilmiah dilakukan melalu penelitian, namun tidak hanya penelitian merupakan satu-satunya karya tulis ilmiah.
Karya tulis ilmiah adalah suatu tulisan yang membahas suatu per- masalahan. Pembahasan itu dilakukan berdasarkan penyelidikan, pengamat- an, pengumpulan data yang diperoleh melalui suatu penelitian. Karya tulis ilmiah melalui penelitian ini menggunakan metode ilmiah yang sistematis untuk memperoleh jawaban secara ilmiah terhadap permasalahan yang diteliti. Untuk memperjelas jawaban ilmiah berdasarkan penelitian, penulisan karya tulis ilmiah hanya dapat dilakukan sesudah timbul suatu masalah, yang kemudian dibahas melalui penelitian dan kesimpulan dari penelitian tersebut.
Karya tulis ilmiah sebagai sarana komunikasi ilmu pengetahuan yang berbentuk tulisan menggunakan sistematika yang dapat diterima oleh komunitas keilmuan melalui suatu sistematika penulisan yang disepakati. Dalam karya tulis ilmiah cirri-ciri keilmiahan dari suatu karya harus dapat dipertanggung jawabkan secara empiris dan objektif. Teknik penulisan ilmiah mempunyai dua aspek yakni gaya penulisan dalam membuat pernyataan ilmiah serta teknik notasi dalam menyebutkan sumber pengetahuan ilmiah yang digunakan dalam penulisan. Penulisan ilmiah harus menggunakan bahasa yang baik dan benar. Sebuah kalimat yang tidak bisa diindentifikasikan mana yang merupakan subjek dan predikat serta hubungan apa antara subjek dan predikat kemungkinan besar merupakan informasi yang tidak jelas. Penggunaan kata harus dilakukan secara tepat artinya kita harus memilih kata-kata yang sesuai dengan pesan apa yang harus disampaikannya.
Dalam penelitian yang digunakan sebagai bahan penulisan karya tulis ilmiah mengutip pernyataan orang lain sebagai dasar atau sebagai landasan penyusunan penelitian. Pernyataan ilmiah ini digunakan untuk bermacam-macam tujuan sesuai dengan bentuk argumentasi yang diajukan. Pernyataan tersebut dapat digunakan sebagai definisi dalam menjelaskan suatu konsep, atau dapat digunakan sebagai premis dalam pengambilan kesimpulan pada suatu argumentasi.
Pernyataan ilmiah yang harus kita gunakan dalam tulisan harus mencakup beberapa hal, yaitu :
1. Harus dapat kita identifikasikan orang yang membuat pernyataan tersebut.
2. Harus dapat kita identifikasikan media komunikasi ilmiah di mana pernyataan disampaikan apakah dalam makalah, buku, seminar, lokakarya dan sebagainya.
3. Harus dapat diindentifikasikan lembaga yang menerbitkan publikasi ilmiah tersebut beserta tempat domisili dan waktu penerbitan itu dilakukan. Sekiranya publikasi ilmiah tersebut tidak diterbitkan maka harus disebutkan tempat, waktu dan lembaga yang melakukan kegiatan tersebut.
Cara kita mencantumkan ketiga hal tersebut dalam karya tulis ilmiah disebut teknik notasi ilmiah. Terdapat bermacam-macam teknik notasi ilmiah yang pada dasarnya mencerminkan hakikat dan unsur yang sama.
Buku ini memberikan contoh teknik notasi ilmiah yang menggunakan catatan kaki (Footnote). Catatan kaki merupakan informasi dari pernyataan yang kita kutip. Di samping itu catatan kaki dapat digunakan sebagai infor- masi tambahan yang tidak langsung berkaitan dengan pernyataan dalam badan tulisan.
Kutipan yang digunakan dalam karya tulis ilmiah ada dua jenis yaitu kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. Kutipan langsung merupakan pernyataan yang kita tulis dalam karya tulis ilmiah susunan kalimat aslinya tanpa mengalami perubahan sedikit pun. Kutipan tak langsung merupakan kutipan pendapat atau pernyataan orang lain dengan melakukan perubahan kalimat yang dikutip disesuaikan dengan bahasa penulis itu sendiri.

B. Persyaratan karya Tulis Ilmiah
Karya tulis ilmiah merupakan perwujudan kegiatan ilmiah yang dikomunikasikan lewat bahasa tulisan. Karya tulis ilmiah adalah karangan atau karya tulis yang menyajikan fakta dan ditulis dengan menggunakan metode penulisan yang baku.
Hal-hal yang harus ada dalam karya ilmiah antara lain:
1. Karya tulis ilmiah memuat gagasan ilmiah lewat pikiran dan alur pikiran.
2. Keindahan karya tulis ilmiah terletak pada bangun pikir dengan unsur-unsur yang menyangganya.
3. Alur pikir dituangkan dalam sistematika dan notasi.
4. Karya tulis ilmiah terdiri dari unsur-unsur: kata, angka, tabel, dan gam- bar, yang tersusun mendukung alur pikir yang teratur.
5. Karya tulis ilmiah harus mampu mengekspresikan asas-asas yang terkan- dung dalam hakikat ilmu dengan mengindahkan kaidah-kaidah keba- hasaan.
6. Karya tulis ilmiah terdiri dari serangkaian narasi (penceritaan), eksposisi (paparan), deskripsi (lukisan) dan argumentasi (alasan).

Karya ilmiah adalah suatu karya tulis yang membahas suatu permasa- lahan.Pembahasan dilakukan berdasarkan penyelidikan, pengamatan, pengumpulan data yang didapat dari suatu penelitian.
Karya tulis ilmiah harus memiliki gagasan ilmiah bahwa dalam tulisan tersebut harus memiliki permasalahan dan pemecahan masalah yang menggunakan suatu alur pemikiran dalam pemecahan masalah. Alur pemikiran tersebut tertuang dalam metode penelitian. Metode penelitian ilmiah pada hakikatnya merupakan operasionalisasi dari metode keilmuan. Dengan kata lain bahwa struktur berpikir yang melatarbelakangi langkah-langkah dalam penelitian ilmiah adalah metode keilmuan.
Metode penelitian yang digunakan untuk mengungkapkan pemecahan masalah memiliki pengertian sebagai berikut:
1. Penelitian adalah usaha yang sistematik dan terorganisasi untuk menyelidiki masalah spesifik yang memerlukan pemecahan.
2. Cara ilmiah yang digunakan untuk mendapatkan data dengan tujuan tertentu.
3. Cara ilmiah dilandasi oleh metode rasional dan metode empiris serta metode kesisteman.
4. Penelitian meliputi proses pemeriksaan, penyelidikan, pengujian dan eksperimen yang harus diilakukan secara sistematik, tekun, kritis, objektif, dan logis.
5. Penelitian dapat didefinisikan sebagai pemeriksaan atau penyelidikan ilmiah sistematik, terorganisasi didasarkan data dan kritis mengenai masalah spesifik yang dilakukan secara objektif untuk mendapatkan pemecahan masalah atau jawaban dari masalah tersebut.
Metode penulisan karya tulis ilmiah mengacu pada metode pengungkapan fakta yang biasanya berasal dari hasil penelitian dengan berbagai metode yang digunakan. Karya tulis ilmiah dapat juga disebut sebagai laporan hasil penelitian.
Laporan hasil penelitian ditulis sesuai dengan tujuan laporan tersebut dibuat atau ditujuan untuk keperluan yang dibutuhkan. Laporan hasil penelitian dapat ditulis dalam dua macam, yaitu sebagai dokumentasi dan sebagai publikasi. Perbedaan kedua karya tulis ilmiah ini terletak pada format penulisan.
Karya tulis ilmiah sebagian besar merupakan publikasi hasil peneli- tian. Dengan demikian format yang digunakan dalam karya tulis ilmiah ini ditentukan oleh isi penelitian yang menggambarkan metode atau sistematika penelitian. Metode penelitian secara garis besar dapat dibagi dalam empat macam.yaitu yang disusun berdasarkan hasil penelitian kuantitatif, hasil penelitian kualitatif, hasil kajian pustaka, dan hasil kerja pengembangan.
Karya tulis ilmiah yang berupa hasil penelitian inid apat dibedakan berdasarkan sasaran yang dituju oleh penulis. Karya tulis ilmiah untuk kepentingan masyarakat akademik berupa skripsi, tesis, dan disertasi. Karya tulis ilmiah untuk kepentingan masyarakat akademik bersifat teknis, berisi apa yang diteliti secara lengkap, mengapa hal itu diteliti, cara melakukan penelitian, hasil-hasil yang diperoleh, dan kesimpulan penelitian. Isinya disajikan secara lugas dan. objektif. Karya tulis ilmiah untuk kepentingan masyarakat umum biasanya disajikan dalam bentuk artikel yang lebih cenderung menyajikan hasil penelitian dan aplikasi dari hasil penelitian tersebut dalam subtansi keilmuannya.
Dari berbagai macam bentuk karya tulis ilmiah, karya tulis ilmiah memiliki persyaratan khusus. Persyaratan karya tulis ilmiah adalah:
1. Karya tulis ilmiah menyajikan fakta objektif secara sistematis atau menyajikan aplikasi hukum alam pada situasi spesifik.
2. Karya tulis ilmiah ditulis secara cermat, tepat, benar, jujur dan tidak bersifat terkaan. Dalam pengertian jujur terkandung sikap etik penulis ilmiah yakni mencantukan rujukan dan kutipan yang jelas.
3. Karya tulis ilmiah disusun secara sistematis setiap langkah direncanakan secara terkendali, konseptual dan prosedural.
4. Karya tulis ilmiah menyajikan rangkaian sebab-akibat dengan pemahaman dan alasan yang indusif yang mendorong pembaca untuk menarik kesimpulan.
5. Karya tulis ilmiah mengandung pandangan yang disertai dukungan dan pembuktian berdasarkan suatu hipotesis
6. Karya tulis ilmiah hanya mengandung kebenaran faktual sehingga tidak akan memancing pertanyaan yang bernada keraguan. Penulis karya ilmiah tidak boleh memanipulasi fakta, serta tidak bersifat ambisius dan berprasangka, penyajian tidak boleh bersifat emotif.
Berdasarkan uraian di atas, maka dalam menulis karya ilmiah memer- lukan persiapan yang dapat dibantu dengan menyusun kerangka tulisan. Di samping itu, karya tulis ilmiah harus menaati format yang berlaku.

BAB II
SISTEMATIKA KARYA TULIS ILMIAH

Menulis karya tulis ilmiah yang bersumber penelitian adalah menulis laporan penelitian dan artikel untuk jurnal ilmiah. Oleh sebab itu, format penulisannya menyesuaikan dengan format penelitian. Format penelitian sangat tergantung dengan metode penelitian yang digunakan, di mana setiap metode memiliki format tersendiri. Format dalam menulis karya ilmiah merupakan alur-alur jalan pikiran yang terdapat dalam sebuah penelitian yang dikaitkan dengan proses penulisan.
Dalam pembahasan ini kita tidak akan menekankan kepada aspek-aspek penelitian seperti teknik pengambilan data, analisis data, dan teknik analisis statistika, melainkan kepada rambu-rambu pikiran yang merupakan tema pokok sebuah proses penelitian. Seperti kita ketahui bahwa penelitian adalah sebuah proses pemecahan masalah, maka penulisan karya tulis ilmaih merupakan pemaparan proses pemecahan masalah, sehingga pembaca memperoleh jawaban dari masalah yang diteliti.
Karya tulis ilmiah hasil penelitian berfungsi mengkomunikasikan ihwal gagasan atau hasil penelitian yang telah dilakukan, khususnya (a) gagasan: Apa yang menjadi permasalahan, dan Bagaimana gagasan yang dikemukakan dalam memecahkan maasalah, (b) Penelitian: apa yang diteliti, mengapa penelitian dilakukan, dan apa yang menjadi fokusnya, apa yang menjadi acuan konseptualnya, bagaimana desainnya, bagaimana data dikum- pulkan dan dianalisis, temuan apa yang diperoleh, apa kesimpulan akhirnya, dan apa rekomendasi yang dinyatakan berdasarkan temuan tersebut bagi kepentingan praktis dan pengembanga ilmu.
Bentuk karya tulis ilmiah ada dua macam, yaitu (a) panjang, contoh- nya skripsi, tesis atau laporan penelitian, dan (b) atau versi pendek, contoh- nya artikel jurnal dan makalah simposium.

A. Sistematika Laporan Penelitian
Bagian Awal
1. Hal-hal yang termasuk bagian awal adalah :
2. Halaman sampul
3. Halaman judul
4. Abstrak
5. Kata Pengantar
6. Daftar Isi
7. Daftar Gambar
8. Daftar Lampiran
Bagian Inti
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Identifikasi Masalah
C. Pembatasan Masalah
D. Perumusan Masalah
E. Kegunaan Penelitian
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian pustaka setiap variabel
B. ……………
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Tujuan Penelitian
B. Tempat dan Waktu Penelitian
C. Populasi dan Sampel Penelitian
D. Metode Penelitian
E. Instrumen Penelitian
F. Teknik Analisis Data
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Hasil Penelitian
B. Uji Prsayarat Analisis
C. Pengujian Hipotesis
D. Pembahasan hasil penelitian
BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN
A. Kesimpulan
B. Implikasi
C. Saran
Bagian Akhir
• Daftar Pustaka
• Lampiran
• Riwayat Hidup Penulis
f). Sistematika Laporan Penelitian Versi Pendek:
(Makalah Seminar, Artikel Jurnal Ilmiah)
1). Pendahuluan
2). Metode
3). Temuan dan Pembahasan
4). Kesimpulan dan Rekomendasi
5). Daftar Pustaka

Berikut ini disajikan contoh format karya tulis ilmiah laporan hasil penelitian berserta uraian tiap-tiap bagian, sebagai berikut.

Bab I.Pendahuluan

A. Latar Belakang Masalah
1. memaparkan permasalahan umum yang menjadi landasan fokus masalah yang akan diteliti
2. memaparkan faktor-faktor yang melatarbelakangi masalah tersebut muncul.:
o Faktor yang melatarbelakangi permasalahan digambarkan dengan kenyataan yang ada, misalnya kemampuan guru biologi dalam penggunaan metode CTL rendah. Paparkan fakta yang mendukung, seperti hasil pengamatan kita saat melakukan supervisi.
o Berilah argumentasi mengapa kemampuan tersebut rendah, misalnya guru kurang berminat untuk mencoba, sulit mengaplikasikan meteri dengan metode, tugas-tugas tidak mendorong aktivitas siswa. Dalam memberi argumentasi ini dilakukan analisis yang didasari suatu bukti nyata berdasarkan pengalaman sendiri saat melakukan obeservasi guru mengajar di kelas.
o Berilah argumentasi perkiraan pemecahan yang diharapkan dapat mengatasi masalah, misalnya bila masalah yang dominan adalah teknik pelatihan, maka pilihlah teknik pelatihan yang dianggap dapat meningkatkan kemampuan guru dalam mengajar biologi dengan metode CTL. Contoh, teknik problem solving sebagai upaya peningkatan kemampuan guru menerapkan metode CTL dalam mengajar biologi di SMA.
o Berilah argumentasi kelebihan dari teknik Problem Solving, sehingga penelitian diharapkan dapat memecahkan masalah tersebut, atau dengan kata lain dapat menutup atau setidak-tidaknya memperkecil kesenjangan itu.
3. Mengerucutkan permasalahan menjadi lebih fokus pada variabel penelitian.

B. Identifikasi Masalah
o Masalah yang harus dipecahkan atau dijawab melalui penelitian selalu ada tersedia dan cukup banyak, peneliti dapat mengidentifikasi, memilih, dan merumuskannya.
o Dalam mengidentifikasi peneliti melakukan pendataan semua permasalahan yang diduga mempengaruhi variabel utama atau masalah yang ada
o Identifikasi masalah dilakukan dengan menyusun sejumlah pertanyaan yang terkait dengan fokus masalah.

C. Pembatasan Masalah
o Setelah masalah diidentifikasi, belum merupakan jaminan bahwa masalah tersebut layak dan sesuai untuk diteliti.
o Biasanya, dalam usaha mengidentifikasi atau menemukan masalah penelitian diketemukan lebih dari satu masalah.
o Dari masalah-masalah yang teridentifikasi tersebut perlu dipilih salah satu, yaitu mana yang paling menjadi masalah utama dan menjadi faktor yang sangat mempergaruhi dan sesuai untuk diteliti.
o Pilihlah salah satu permasalahan yang sekiranya sesuai
o Jika yang diketemukan sekiranya hanya satu masalah, masalah tersebut juga harus dipertimbangkan kelayakan serta kesesuaiannya untuk diteliti.

D. Perumusan Masalah
o Setelah masalah diidentifikasi, dipilih, maka perlu dirumuskan.
o Perumusan masalah ini penting, karena hasilnya akan menjadi penuntun bagi langkah-langkah selanjutnya.
o Perumusan masalah memperhatikan hal-hal berikut ini:
(a) masalah hendaknya dirumuskan dalam bentuk pertanyaan,
(b) rumusan itu hendaknya padat dan jelas, dan
(c) rumusan itu hendaknya memberi petunjuk tentang kemungkinan mengumpulkan data guna menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terkandung dalam rumusan itu.

E. Hipotesis Tindakan
o Rumuskan dugaan sementara pemecahan masalah yang disebabkan oleh solusi yang dipilih secara operasional
o Misalnya ” Teknik Problem Solving dapat meningkatkan kemampuan guru biologi dalam menerapkan metode CTL dalam pelajaran Biologi”

Bab II.Kajian Teori Dan Kerangka Berpikir

A. Kajian Teori
o Setelah masalah dirumuskan, maka langkah selanjutnya adalah mencari teori-teori, konsep-konsep, generalisasi yang dapat dijadikan landasan teoretis bagi peneliti yang akan dilakukan itu.
o Landasan ini perlu ditegakkan agar penelitian itu mempunyai dasar yang kokoh dan bukan sekedar perbuatan coba-coba (trial and error).
o Untuk mendapatkan informasi mengenai berbagai hal yang disebutkan di atas itu orang harus melakukan penelaahan kepustakaan.
o Telaah pustaka dilakukan untuk memcahkan permasalahan yang terdapat pada perumusan masalah berdasarkan teori yang ada. Pemecahan masalah secara teoretis adalah mempergunakan teori yang relevan sebagai dasar argumentasi dalam mengkaji permasalahan agar mendapat jawaban yang akurat.
o Dalam kajian teori bukan kumpulan kutipan dari teori yang relevansaja, tetapi kajian yang membangun kerangka pemikiran pemecahan masalah sampai dapat menggambarkan cara perolehan data berupa konstruk variabel yaitu indikator-indkator dari variabel yang harus diamati.

B. Kerangka berpikir
o Sintesis dari analisis hasil kajian teori dari variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian
o Memberikan gambaran pemecahan masalah dengan adanya variabel yang digunakan untuk memecahkan masalah
o Gambaran tersebut memberikan arah pemecahan masalah melalui argumentasi, yaitu menyusun kerangka berpikir peneliti sendiri secara sistemik dan analitik.

III.Metodologi Penelitian

A. Tujuan
Tujuan penelitian perlu dirumuskan, karena dalam tujuan ini memberikan gambaran pemecahan masalah yang diharapkan dalam penelitian. Oleh karena itu, dalam merumuskan tujuan harus operasional dan rinci.
B. Lokasi
Jelaskan lokasi penelitian
C. Waktu
Jelaskan waktu pelaksanaan penelitain
D. Prosedur
1. Perencanaan
a. Masalah yang teridentifikasi/fokus masalah
bagian ini menjelaskan masalah yang teridentifikasi berdasarkan hasil pengamatan/pretes serta analisis untuk mencari akar masalah.
b. Rencana Tindakan
bagian ini menjelaskan rencana tindakan berdasarkan akar masalah yang telah teridentifikasi yang berupa tindakan yang dilakukan untuk memperbaiki permasalahan, aspek apa saja yang dilakukan untuk memperbaiki yang dirumuskan dalam siklus. Dalam rencana tindakan ini terdapat kreteria keberhasilan dari suatu siklus. Rencana tindakan disusun dalam bentuk skenario pembelajaran yang mana dalam strategi pembelajaran telah mengimplementasikan solusi (tindakan) yang direncanakan untuk memecahkan masalah.
2. Pelaksanaan
o Objek
o Kolaborator
3. Evaluasi

IV.Hasil Penelitian
1. Deskripsi Data
1.1. Siklus I
a. Perencanaan
berisi rencana untuk melaksanakan action pada siklus ini (seperti skenarion pembelajaran)
b. Pelaksanaan
menjelaskan pelaksanaan tindakan (action) secara jelas langkah-langkah yang dilakukan dalam proses penelitian.
c. Hasil Pengamatan
berisi paparan yang mengungkapkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, misalnya nilai hasil tes atau analisis hasil yang diamati/dijaring melalui kuesioner. hasil pengamatan kolaborator selama pelaksanaan action.
d. Refleksi
Pembahasan hasil dari peneliti dan kolaborator yang merupakan kesimpulan daripelaksanaan siklus I. Bila dari hasil refleksi menyimpulkan hasil action belum tuntas, maka dirumuskan kembali masalah yang akan ditindalanjuti pada siklus kedua.
2. Pembahasan
Berisi pembahasan berdasarkan analisis-analisis yang ada pada setiap siklus

V.Kesimpulan Dan Saran

1. Kesimpulan
2. Saran

Daftar Pustaka
Lampiran
1 Surat Keterangan dari Kepala Sekolah
2 Skenario/RPP
3 Bukti Pengamatan dari Kolaborator
4 Instrumen/tes
5 contoh/bukti pekerjaan/jawaban siswa

B. Sistematika Makalah Seminar dari Hasil Penelitian
• Judul
– Bagian yang mungkin satu-satunya dibaca orang lain, oleh karena itu judul harus mampu menarik perhatian pembaca yang membacanya secara sepintas
– Judul yang tidak jelas, terlalu umum, kurang informatif, tidak memikat dan bisu akan menyebabkan tulisan diremehkan orang
– Judul yang baik memakai kata-kata tidak lebih dari 12 kata-kata
– Dalam menyusun judul, hindari kata-kata klise, seperti: penelitian pendahuluan, studi perbandingan, suatu penelitian tindakan kelas, dll.
– Hindari pemakaian kata kerja pada awal judul
– Jangan memakai kata singkatan atau akronim
• Baris kepemilikan
– Nama pengarang
– Nama lembaga tempat kegiatan dilakukan, lengkap dengan alamat pos
– Setiap orang yang namanya tercantum sebagai pengarang, mempunyai kewajiban moral bisa menjawab isi dari tulisan tersebut
– Dalam menulis nama, tanggalkan pangkat, gelar, dan kedudukan
• Abstrak dan Ringkasan
– Abstrak dapat menerangkan keseluruhan isi tulisan
– Abstrak disajikan ke dalam satu paragraf dengan kata-kata sekitar 500
– Komponen abstrak:
– Tabel dan grafik tidak boleh dicantumkan dalam abstrak, begitu juga dengan singkatan ataupun pengacuan pada pustaka
• Kata kunci
– Kata kunci dapat berasal dari judul, abstrak, atau isi dari tulisan
– Pilih kata-kata yang dipakai kalau mencari informasi mengenai topik tersebut
Pendahuluan
• Pendahuluan tidak diberi judul, ditulis langsung setelah abstrak dan kata kunci. Bagian ini menyajikan kajian pustaka yang berisi paling sedikit tiga gagasan:
• Latar belakang atau rasioanl penelitian
• masalah dan wawasan rencana pemecahan masalah
• rumusan tujuan penelitian ( dan harapan tentang manfaat hasil penelitian).
• Sebagai kajian pustaka, bagian ini harus disertai rujukan yang bisa dijamin otoritas penulisnya. Jumlah rujukan harus proporsional ( tidak terlalu sedikit dan tidak terlalu banyak). Pembahasan kepustakaan harus disajikan secara ringkas, padat dan lkangsung mengenai masalah yang diteliti. Aspek yang dibahasa dan mencakup landasan teorinya, segi historisnya, atau segi lainnya. Penyajian latar belakang atau rasional penelitian hendaknya sedemikian rupa sehingga mengarahkan pembaca ke rumusan masalah penelitian yang dilengkapi dengan rencana pemecahan masalah dan akhirnya ke rumusan tujuan. Untuk penelitian kualitatif di bagian ini dijelaskan juga fokus penelitian dan uraian konsep yang berkaitan dengan fokus penelietian.

Metode
• Pada dasarnya bagian ini menyajikan bagaimana penelitian itu dilakukan. Uraian bisa jika dalam beberapa paragraph tanpa subbagian, atau dipilah-pilah menjadi beberapa sub-bagian. Hanya hal-hal yang pokok saja disajikan. Uraian rinci tentang rancangan penelitian tidak perlu diberikan.
• Materi pokok bagian ini adalah bagaimana data dikumpulkan, siapa sumber data, dan bagaimana data dianalisis.

Hasil
• Bagian hasiladalah bagian utama artikel ilmiah, dan oleh karena itu biasanya merupakan bagian terpanjang. Bagian ini menyajikan hasil-hasil analisis data; yang dilaporkan adalah hasil bersih. Proses analisis data ( seperti perhitungan statistik) tidak perlu disajikan. Proses pengujian hipotesis pun tidak perlu disajikan, termasuk pembandingan antara koefisien yang ditemukan dalam analisis dengan koefisien dalam tabel statistik. Yang dilaporkan adalah hasil analisis dan hasil pengujian hipotesis.
• Hasil analisis boleh disajikan dengan tabel atau grafik. Tabel ataupun grafik harus diberi komentar atau dibahas. Pembahasan tidak harus dilakukan per tabel atau grafik. Tabel atau grafik digunkan untuk memperjelas penyajian hasil secara verbal.
• Apabila hasil yang disajikan cukup panjang, penyajian bisa dilakukan dengan memilah-milah menjadi subbagian-subbagian sesuai dengan penjabaran masalah penelitian. Apabila bagian ini pendek, bisa digabung dengan bagian pembahasan. Untuk penelitian kualitatif, bagian hasil memuat bagian-bagian rinci dalam bentuk subtopic-subtopik yang berkaitan langsung dengan fokus penelitian.

Pembahasan
• Bagian ini adalah bagian terpenting dari keseluruhan isi artikel ilmiah. Tujuan pembahasan adalah
a. menjawab masalah penelitian atau menunjukkan bagaiamana tujuan penelitian itu tercapai
b. menafsirkan temuan-temuan
c. mengintegrasi temuan penelitian ke dalam kumpulan pengetahuan yang telah mapan.
• Dalam menjawab masalah penelitian atau tujuan penelitian, harus disimpulkan hasil-hasil penelitian secara eksplisit. Penafsiran terhadap temuan dilakukan dengan menggunakan logika dan teori-teori yang ada.
• Untuk penelitian kualitatif, bagian ini dapat pula memuat ide-ide peneliti, keterkaitan antara kategori-kategori dan dimensi-dimensi serta posisi temuan atau penelitian terhadap temuan dan teori sebelumnya.

Kesimpulan dan saran
• Kesimpulan menyajikan ringkasan dari uraian yang disajikan pada bagian hasil dan pembahasan. Berdasarkan uaraian pada kedua bagian itu, dikembangkan pokok-pokok pikiran yang merupakan esensi dari uraian tersebut. Kesimpulan disajikan dalam bentuk essei, bukan dalam bentuk numerical.
• Saran disusun berdasarkan kesimpulan yang telah ditarik. Saran-saran bisa mengacu kepada tindakan praktis, atau pengembangan teoretis, dan penelitian lanjutan. Bagian saran bisa berdiri sendiri. Bagian kesimpulan dan saran dapat pula disebut bagian penutup.

Daftar Rujukan
• Daftar rujukan harus lengkap dan sesuai dengan rujukan yang disajikan dalam batang tubuh artikel ilmiah.
• Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftar rujukan harus sudah disebutkan dalam batang tubuh makalah.

C. Artikel Jurnal Ilmiah Hasil Penelitian
• Judul
– Bagian yang mungkin satu-satunya dibaca orang lain, oleh karena itu judul harus mampu menarik perhatian pembaca yang membacanya secara sepintas
– Judul yang tidak jelas, terlalu umum, kurang informatif, tidak memikat dan bisu akan menyebabkan tulisan diremehkan orang
– Judul yang baik memakai kata-kata tidak lebih dari 12 kata-kata
– Dalam menyusun judul, hindari kata-kata klise, seperti: penelitian pendahuluan, studi perbandingan, suatu penelitian tindakan kelas, dll.
– Hindari pemakaian kata kerja pada awal judul
– Jangan memakai kata singkatan atau akronim

• Baris kepemilikan
– Nama pengarang
– Nama lembaga tempat kegiatan dilakukan, lengkap dengan alamat pos
– Setiap orang yang namanya tercantum sebagai pengarang, mempunyai kewajiban moral bisa menjawab isi dari tulisan tersebut
– Dalam menulis nama, tanggalkan pangkat, gelar, dan kedudukan

• Abstrak dan Ringkasan
– Abstrak dapat menerangkan keseluruhan isi tulisan
– Abstrak disajikan ke dalam satu paragraf dengan kata-kata sekitar 500
– Komponen abstrak:
– Tabel dan grafik tidak boleh dicantumkan dalam abstrak, begitu juga dengan singkatan ataupun pengacuan pada pustaka

• Kata kunci
– Kata kunci dapat berasal dari judul, abstrak, atau isi dari tulisan
– Pilih kata-kata yang dipakai kalau mencari informasi mengenai topik tersebut
Pendahuluan
• Pendahuluan tidak diberi judul, ditulis langsung setelah abstrak dan kata kunci. Bagian ini menyajikan kajian pustaka yang berisi paling sedikit tiga gagasan:
• Latar belakang atau rasioanl penelitian
• masalah dan wawasan rencana pemecahan masalah
• rumusan tujuan penelitian ( dan harapan tentang manfaat hasil penelitian).
• Sebagai kajian pustaka, bagian ini harus disertai rujukan yang bisa dijamin otoritas penulisnya. Jumlah rujukan harus proporsional ( tidak terlalu sedikit dan tidak terlalu banyak). Pembahasan kepustakaan harus disajikan secara ringkas, padat dan lkangsung mengenai masalah yang diteliti. Aspek yang dibahasa dan mencakup landasan teorinya, segi historisnya, atau segi lainnya. Penyajian latar belakang atau rasional penelitian hendaknya sedemikian rupa sehingga mengarahkan pembaca ke rumusan masalah penelitian yang dilengkapi dengan rencana pemecahan masalah dan akhirnya ke rumusan tujuan. Untuk penelitian kualitatif di bagian ini dijelaskan juga fokus penelitian dan uraian konsep yang berkaitan dengan fokus penelitian.
• Metodologi penelitian yang digunakan dalam pemecahan masalah dipaparkan secara naratif yang menggambarkan metode, teknik pengambilan data, dan teknik analisis data.

Pembahasan
• Bagian hasil adalah bagian utama artikel ilmiah. Oleh karena itu biasanya merupakan bagian terpanjang. Pada bagian ini disajikan hasil analisis data; Yang dilaporkan adalah hasil analisis atau hasil pengujian hipotesis,
• Hasil analisis boleh disajikan dengan tabel atau grafik. Tabel ataupun grafik harus diberi komentar atau dibahas. Pembahasan tidak harus dilakukan per tabel atau grafik. Tabel atau grafik digunkan untuk memperjelas penyajian hasil secara verbal.
• Bagian ini adalah bagian terpenting dari keseluruhan isi artikel ilmiah. Tujuan pembahasan adalah
a. menjawab masalah penelitian atau menunjukkan bagaiamana tujuan penelitian itu tercapai
b. menafsirkan temuan-temuan
c. mengintegrasi temuan penelitian ke dalam kumpulan pengetahuan yang telah mapan.
• Dalam menjawab masalah penelitian atau tujuan penelitian, harus disimpulkan hasil-hasil penelitian secara eksplisit. Penafsiran terhadap temuan dilakukan dengan menggunakan logika dan teori-teori yang ada.
• Untuk penelitian kualitatif, bagian ini dapat pula memuat ide-ide peneliti, keterkaitan antara kategori-kategori dan dimensi-dimensi serta posisi temuan atau penelitian terhadap temuan dan teori sebelumnya.
Kesimpulan dan saran
• Kesimpulan menyajikan ringkasan dari uraian yang disajikan pada bagian hasil dan pembahasan. Berdasarkan uaraian pada kedua bagian itu, dikembangkan pokok-pokok pikiran yang merupakan esensi dari uraian tersebut. Kesimpulan disajikan dalam bentuk essei, bukan dalam bentuk numerical.
• Saran disusun berdasarkan kesimpulan yang telah ditarik. Saran-saran bisa mengacu kepada tindakan praktis, atau pengembangan teoretis, dan penelitian lanjutan. Bagian saran bisa berdiri sendiri. Bagian kesimpulan dan saran dapat pula disebut bagian penutup.
Daftar Rujukan
• Daftar rujukan harus lengkap dan sesuai dengan rujukan yang disajikan dalam batang tubuh artikel ilmiah.
• Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftar rujukan harus sudah disebutkan dalam batang tubuh makalah.

D. Lembar Kerja

Setelah Anda pelajari format penulisan karya iliah baik karya ilmiah laporan penelitian maupun karya ilmiah untuk keperluan seminar, coba sekarang Anda diskusikan dalam kelompok salah satu bentuk karya ilmiah yang Anda bisa mita pada instruktur Anda. Adapun pokok-pokok yang harus Anda diskusikan adalah sebagai berikut:
1. Apakah sistematika atau format penulisan dalam karya ilmiah yang Anda diskusikan sesuai dengan format yang telah Anda pelajari? Kalau tidak jelaskan letak perbedaannya!
2. Bagaimana menurut Anda tentang isi dari setiap komponen dalam karya ilmiah itu? Anda jelaskan dengn singkat!
3. Bagaimana penlaian Anda tentang karya ilimiah yang Anda diskusikan

IVKETENTUAN DALAM PENULISAN ILMIAH

A. Notasi Ilmiah
1. Pengertian Notasi Ilmiah
Terdapat bermacam-macam sistem dalam penulisan notasi untuk menyusun karya tulis ilmiah. Sistem yang dikenal di kalangan masyarakat ilmiah antara lain adalah system University of Chicago Press, Sistem Harvard, Sistem American Psychological Assosation (APA), Sistem American Antropoloist, Sistem Harcouver, dan sistem Gabungan (misalnya Sistem Harvard dengan sistem huruf)-Keseluruhan sistem tersebut pada hakikatnya dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan yakni, pertama, sistem yang mempergunakan catatan kaki (umpamanya Sistem University of Chicago press), kedua, sistem yang tidak menggunakan catatan kaki (umpamanya sistem yang menggabungkan kedua sistem yang pertama).
Sistem yang menggunakan catatan kaki menaruh sumber rujukan yang berupa nama pengarang, judul, penerbit, tahun penerbitan, dan halaman yang dirujuk, dibagian bawah dari halaman tulisan. Dari sinilah dikembangkan terminology footnote atau catatan kaki disebabkan letak rujukan yang diletakan pada bagian bawah atau kaki dari tulisan. Walaupun demikian, terdapat juga sistem yang menggunakan catatan kaki, namun meletakkan daftar rujukannya tidak di halaman yang sama, melainkan di belakang setelah seluruh karya tulis selesai. Hal ini sering dilakukan untuk memudahkan pengetikan. Sebenarnya, meletakkan daftar rujukan di belakang ini bertentangan dengan tujuan yang ingin dicapai oleh sistem catatan kaki, yakni pembaca dengan cepat menemukan sumber rujukan yang digunakan dalam karya tulis. Seorang pembaca, yang meresensi sebuah buku untuk menemukan sumber rujukan, menulis bahwa “catatan kaki yang ditaruh di belakang (menjadi catatan belakang), malah mempersulit pembaca untuk merekam kutipan-kutipan para analis”. Selanjutnya, ia menyarankan bahwa dalam penerbitan selanjutnya hal ini “dibenahi
Contoh di atas dikemukakan untuk menunjukkan bahwa setiap sistem notasi ilmiah mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadi, dalam memilih sistem notasi ilmiah, kita harus mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan tersebut vis-a-vis tujuan penulisan karya tulis kita. Kelebihan sistem catatan kaki, di samping dengan mudah menemukan sumber rujukan pada halaman yang sama, juga memungkinkan kita untuk menambahkan keterangan tambahan untuk tubuh tulisan yang ditaruh dalam catatan kaki. Keterangan tambahan ini, baik yang berupa penjelasan maupun analis, akan “memperluas” dan “memperdalam” materi karya tulis. Hal ini tidak ditaruh dalam tubuh tulisan sebab akan menggangu kelancaran penulisan.
Disebabkan hal inilah maka sistem catatan kaki sangat ideal untuk penulisan karya tulis ilmiah yang membutuhkan kedalaman dan keluasan materi tulisan seperti skripsi, tesis, disertasi, atau laporan penelitian lainnya. Sebaiknya, terdapat pula tulisan yang relative tidak sedalam dan seluas karya tulis tersebut seperti artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal atau majalah. Untuk tulisan semacam ini maka teknik notasi yang ideal adalah sistem tanpa catatan kaki.
Sistem tanpa catatan kaki, sesuai dengan namanya, meletakkan daftar pernyataan yang tercantum tulisan. Artinya dalam pernyataan yang tercantum dalam tubuh tulisan sudah terangkum di dalamnya sumber rujukan. Hal ini sangat memudahkan penulisan, termasuk mereka yang membaca tulisan tersebut, terutama bila dikaitkan dengan diskripsi perkembangan keilmuan (the state of the art) atau analisis perbandingan dengan karya ilmiah lainnya. Kelemahannya ialah bahwa keterangan tambahan yang bersifat memperluas dan memperdalam tulisan tidak dapat diberikan.
Untuk mengatasi kekurangan itu maka sering digabungkan antara sistem tanpa catatan kaki dengan sistem catatan kaki. Artinya, sumber rujukan mempergunakan sistem tanpa catatan kaki, sedangkan keterangan tambahan mempergunakan sistem catatan kaki. Penelitian akadeik seperti skripsi, tesis, dan disertasi, sering mempergunakan sistem gabungan ini.
Semua peneliti harus menguasai ketigia sistem penulisan ini dengan berbagai variasinya, Baik sistem catatan kaki, maupun sistemtanpa catatan kaki, tidak terdiri dari satu teknik notasi ilmiah yang sama, melainkan berkembang menjadi beragam teknik penulisan. Pengiriman artikel ke jurnal tertentu membutuhkan persyaratan penulisan tertentu pula. Sebagaimana telah disinggung terdahulu, penulisan Sistem American Psychological Association berbeda dengan Sistem American Anthropologist. Perbedaan ini tidak akan terlalu dibesar-besarkan, yang penting ialah bahwa kita mengenal berbagai sistem yang berlaku dalam masyarakat ilmiah.

2. Kutipan, Catatan Kaki, dan Daftar Pustaka
1). Kutipan
Kutipan adalah bagian dari pernyataan, pendapat, buah pikiran, definisi, atau hasil penelitian orang lain atau penulis sendiri yang telah terdokumentasi. Kutipan akan dibahas dan ditelaah berkaitan dengan materi penulisan. Kutipan dari pendapat berbagai tokoh merupakan esensi dalam penulisan sinteisis.
Kutipan dilakukan apabila penulis sudah memperoleh sebuah kerangka berpikir yang mantap. Walaupun kutipan atas pendapat seorang pakar itu diperkenankan, tidaklah berarti bahwa keseluruhan sebuah tulisan dapat terdiri dari kutipan-kutipan. Garis besar kerangka karangan serta kesimpulan yang dibuat harus merupakan endapat penulis sendiri. Kutipan – kutipan hanya berfungsi sebagai bahan bukti untuk menunjang pendapat penulis.

Manfaat Kutipan
1. untuk menegaskan isi uraian
2. untuk membuktikan kebenaran dari sebuah pernyataan yang dibuat oleh penulis
3. untuk mencegah penggunaan dan pengakuan bahan tulisan orang lain sebagai milik sendiri

Kutipan Langsung
Kutipan langsung adalah pengambilan bagian tertentu dari tulisan orang lain tanpa melakukan perubahan ke dalam tulisan kita. Syarat kutipan langsung adalah sebagai berikut:
1. Tidak boleh melakukan perubahan terhadap teks asli yang dikutip
2. Menggunakan tiga titik berspasi [. . . ]jika ada bagian yang dikutip dihilangkan
3. Menyebutkan sumber sesuai dengan teknik notasi yang digunakan.
4. Bila kutipan langsung pendek (tidak lebih empat baris) dilakukan dengan cara :
a. Integrasikan langsung dalam tubuh teks
b. Diberi jarak antarbaris yang sama dengan teks
c. Diapit oleh tanda kutip
5. Bila kutipan langsung panjang (lebih dari empat baris) dilakukan dengan cara”
a. Dipisahkan dengan spasi (jarak antarbaris) lebih dari teks
b. Diberi jarak rapat antarbaris dalam kutipan

Contoh Kutipan Langsung Pendek
Kecerdasan emosi merupakan kemampuan memantau dan mengendalikan perasaan sendiri dan orang lain, serta menggunakan perasaan-perasaan itu untuk “memandu pikiran dan tindakan”.1

Goleman menyatakan bahwa kecerdasan emosional merupakan kemampuan seperti kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan bertahan menghadapi frustasi, mengendalikan dorongan hati dan tidak melebih-lebihkan, mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stres tidak melumpuhkan kemampuan berpikir, berempati dan berdoa.1

Contoh Kutipan Langsung Panjang
Kecerdasan emosi merupakan kemampuan memantau dan mengendalikan perasaan sendiri dan orang lain, serta menggunakan perasaan- perasaan itu untuk memandu pikiran dan tindakan. Mayer dan Salovey mendefinisikan kecerdasan emosional sebagai berikut:
Emotional intelligence involves the ability to perceive accurately, appraise, and express emotion; the ability to understand emotion and emotional knowledg; and ability to regulate emotions to promote emotional and intellectual growth.1

Kutipan Tak Langsung
Kutipan tak lansung adalah kutipan yang menuliskan kembali dengan kata-kata sendiri. Kutipan ini dapay dibuat panjang atau pendek dengan cara mengintegrasikan dalam teks, tidak diapit dengan kata kutip dan menyebutkan sumbernya sesuai dengan teknik notasi yang dijadikan pedoman dalam menulis karya ilmiah.

Contoh Kutipan Taklangsung
Secara empirik hal ini telah dibuktikan oleh Jepang melalui Restorasi Meiji telah berhasil memodernisasi bangsa Jepang menjadi bangsa yang maju dengan jalan membenahi sistem pendidikannya terutama pada jenjang pendidikan tinggi. Faktor pendidikan dalam proses modernisasi menjadi penting sebab pada hakikatnya modernisasi menjadi penting sebab pada hakikatnya modernisasi adalah perubahan pandangan hidup yang didorong oleh cara berpikir. 1

2). Catatan Kaki
Catatan kaki adalah penyebutan sumber yang dijadikan kutipan. Fungsi catatan kaki adalah memberikan penghargaan terhadap sumber yang dikutip dan aspek ligalitas untuk izin penggunaan karya tulis yang dikutip, serta yang terpenting adalah etika akademik dalam masyarakat ilmiah sebagai wujud kejujuran penulis. Ada beberapa cara yang digunakan dalam menuliskan sumber kutipan, antara lain:
1. Nama pengarang hanya satu orang
Abin Syamsudin Makmun, Psikologi Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1996), hal. 39.
Atau
Maurice N. Richter, Jr, Science as a Cultural Process (Cambridge Schenkman, 1972), h.4
2. Nama Pengarang yang jumlahnya dua orang dituliskan lengkap
David B. Brinkerhoff dan Lynn K. White, Sociology (St Paul: Wst Publishing Company, 1988), hal. 585.
3. Nama Pengarang yang jumlahnya sampai tiga orang dituliskan lengkap sedangkan jumlah pengarang yang lebih dari tiga orang hanya dituliskan nama pengarang pertama ditambah kata et al. (et al: dan tain-lain).
John A. R. Wilson, Mildred C. Robeck, and William B. Micheal, Psychological Foundation of Learning and Teaching (New York: McGraw-Hill Book Company, 1974), hal. 406.
dan
Carrick Martin et al., Introduction to Accounting ed ke 3 (Singapore”Mc.Graw-Hill, 1991), hal 123.
4. Kutipan yang diambil dari halaman tertentu disebutkan halamannya dengan singkatan p (pagina) atau h (halaman). Sekiranya kutipan itu disarikan dari beberapa halaman umpamanya dari halaman 1 sampai dengan 5 maka dikutip p. 1-5 atau hh 1-5.
David Harrison, The Sociology of Modernization and Development (London: Unwin Hyman Ltd., 1988), hal. 20-21.
Abin Syamsudin Makmun, Psikologi Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1996), hal. 39- 44
5. Sebuah makalah yang dipublikasikan dalam majalah, Koran, kumpulan karangan atau disampaikan dalam forum ilmiah dituliskan dalam tanda kutip yang disertai dengan informasi mengenai makalah tersebut.
Karlina, “Sebuah Tanggapan : Hipotesa dan Setengah llmuan,” Kompas, 12 Desember 1981 ,h.4.
Liek Wiliardjo, “Tanggung llmuan” Pustaka th. Ill 1979,pp.11-14. Jawab Sosial No. 3, April
M. Sastrapratedja, “Perkembangan ilmu dan Teknologi dalam Kaitannya dengan Agama dan Kebudayaan”. Makalah disampaikan dalam Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional (KIPNAS) III, LIPI. Jakarta, 15-19 September 1981.

B. Suprapto, “Aturan Permainan dalam ilmu-ilmu alam.”llmu dalam Perspektif. ed. Juiun S. Suriasumantri (Jakarta : Gramedia, 1978) pp. 129-133.
J.J. Honingman, The World of Man, dalam Alfian (ed.), Persepsi Masyarakat tentang Kebudayaan (Jakarta : Gramedia, 1985), hal. 100.
6. Pengulangan kutipan dengan sumber yang sama dilakukan dengan memakai notasi op. cit. (opera citato : dalam karya yang telah dikutip), loc. Cit. (loco citato : dalam tempat yang telah dikutip dan ibid, (ibidem: dalam tempat yang sama). Untuk pengulangan maka pengarang tidak ditulis lengkap melainkan cukup nama familinya saja. Sekiranya pengulangan dilakukan dengan tidak diselang oleh pengarang lain maka dipergunakan notasi ibid.
dikutip kembali sumber yang sama dengan kutipan sebelumnya pada halaman yang sama
lbid
dikutip kembali sumber yang sama dengan kutipan sebelumnya pada halaman yang berbeda
Ibid., hal 12.
Mengutip sumber yang sama dan halaman yang sama tetapi sudah diselingi oleh sumber lain
Conny R. Semiawan, loc. cit.
Mengutip sumber yang sama dan halaman yang berbeda tetapi sudah diselingi oleh sumber lain
Jujun S. Suriasumantri, op. cit., hal. 49
Mengutip pengarang yang sama buku berbeda dan halaman yang sama tanpa diselingi oleh sumber lain
Suriasumantri, Pembangunan Modernisasi dan Pendidikan, hal. 39 – 42.
Mengutip pengarang yang sama buku berbeda dan halaman yang sama tetapi sudah diselingi oleh sumber lain
Suriasumantri, Pembangunan Modernisasi dan Pendidikan, loc.cit.
Mengutip pengarang yang sama buku berbeda dan halaman yang berbeda tetapi sudah diselingi oleh sumber lain
Suriasumantri, Pembangunan Modernisasi dan Pendidikan, op.cit., hal. 7
7. Kadang-kadang kita ingin mengutip sebuah pernyataan yang telah dalam karya tulis yang lain. Untuk itu maka kedua sumber itu kita tuliskan.
Anastasi dalam Syafuddin Azwar, Pengantar Psikologi Inteligensi (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1996), hal. 6.
Anton Bekker, “Badan Manusia dan Budaya” dalam G. Muedjanti, (ed.) Tantangan Kemanusiaan Universal (Yogyakarta: Kanisius), hal. 19.
Jujun S. Suriasumantri, “Pembangunan Sosial Budaya Secara Terpadu”, dalam Masalah Sosial Budaya Tahun 2000: Sebuah Bunga Rampai Soedjatmoko at al. (ed.) (Yogyakarta: Tiara Wacana, 1986), hal. 10.
8. Kadang-kadang kita ingin mengutip sebuah pernyataan yang telah diterjemahkan. Untuk itu maka kedua sumber itu kita tuliskan.
Theodore M. NewComb, Ralph H. Turner dan Philip E. Converse, Psikologi Sosial, Terjemahan FPUI (Jakarta: Diponegoro: 1985), hal. 325.
J.W. Schoorl, Modernisasi: Pengantar Sosiologi Pembangunan Negara-negara Sedang Berkembang, Terjemahan R.G. Soekadijo (Jakarta: PT Gramedia, 1982), hal. 4.
9. Majalah/Jurnal Ilmiah
James F. Stratman, “The Emergence of Legal Composition as a field of inquiry,” Review of Educational Research, LX (2,1990), pp. 153-235.
10. Interview
Interview dengan Dr. Endry Boeriswati, M.Pd. . Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia FBS UNJ, 2 Februari 2007 pukul 15.00
11. Tidak dipublikasikan
Endry Boeriswati, Penilian Berbasis Kelas dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia, Makalah Pelatihan Widya Iswara Bahasa Indonesia, Jakarta : PPPG Bahasa, 2006)
12. Buku yang terdiri dari beberap jilid yang mempunyai judul umum namun tiap jilid mempunyai subjudul sendiri.
Russell G. Davis (ed.), Planning Education ofr Development. Vol II : Issues and Problem in the Planning of Education in Developing Countries (Cambridge, Harvard University, 1980). P.p. 76.
13. Dokumen
RI, Undang-Undang Dasar 1945, Bab VII, Pasal 19, Ayat 1.
14. Situs Internet
Thorndike, R.L., History of Infleunces in Develompment of Intelligence Theory & Testing, (http://www.Indiana.edu/~intel/Thorndike.html), 1998, hal. 1.
Traditional Intelligence Theories,. (http://edweb.gsn.org/edref.mi. hst.html), 2000, hal. 1 Report of Task Force established by Board of Scientific Affairs of American Psychological Assciation, (http://www.cycau.com/Organ/ Upstream/ IQ/apa/html), 20/08/2000, hal. 13

3. Daftar Pustaka
Daftar pustaka merupakan rujukan penulis selama ia melakukan dan menyusun penulisan baik sebagai penunjang maupun sebagai data. Ada beberapa teknik penulisan daftar pustaka. Semua teknik yang dipilih dapat menyesuaikan dengan pedoman yang kita pilih. Namun demikian pada dasarnya daftar pustaka digunakan untuk pembantu pembaca mengenal ruang lingkup penulis, memberikan informasi kepada pembaca untuk memperoleh pengetahuan yang lebih lengkap dan mendalam daripada kutipan yang digunakan penulis, dan membantu pembaca memilih refrensi dan materi dasar studinya.
Teknik penulisan daftar pustaka adalah sebagai berikut:
a. Baris pertama dimulai pada margin kiri, baris kedua dan selanjutnya dimulai dengan 3 ketukan ke dalam.
b. Jarak antarbaris 1,5 spasi
c. Diurutkan berdasarkan abjad huruf pertama nama keluarga penulis.
d. Jika penulis yang sama menulis lebih dari satu karya tulis yang dikutip, nama penulis nama penulis harus ditulis berulang.
e. Urutan penulisan: nama penulis diawali nama keluraga penulis, tahun terbitan, judul karya tulis dengan menggunakan huruf kapital di awal kata, dan data publikasi berisi nama kota dan nama penerbit karya yang dikutip.

Contoh Penulisan Daftar Pustaka

Brotowidjoyo, Mukayat D. 2002. Penulisan Karangan Ilmiah. (Ed. Ke-2). Jakarta: Akademika Pressindo.

Perino, Joseph G. 1999. Self-Confidence, http://www.psychological-self-help.com/ intro/html.on-line

Suriasumantri, Jujun S. “Pembangunan Sosial Budaya Secara Terpadu”, dalam Masalah Sosial Budaya Tahun 2000: Sebuah Bunga Rampai Soedjatmoko at al. (ed. 1986). Yogyakarta: Tiara Wacana.

Schoorl, J.W. 1982. Modernisasi: Pengantar Sosiologi Pembangunan Negara-negara Sedang Berkembang, Terjemahan R.G. Soekadijo. Jakarta: PT Gramedia..

B. Bahasa dalam Karya Tulis Ilmiah
1. Bahasa llmiah
Berbagai ketentuan yang sepatutnya diperhatikan oleh penyusun karya tulis ilmiah agar karya tulisnya komunitatif, karya tulis ilmiah itu harus memenuhi kriteria logis sistematis, dan lugas, karya tulis ilmiah disebut logis jika keterangan yang dikemukakannya dapat ditelusuri alasan-alasannya yang masuk akal. Karya tulis ilmiah disebut sistematis jika keterangan yang ditulisnya disusun dalam satuan-satuan yang berurutan dan saling berhubungan. Karya tulis ilmiah disebut lugas jika keterangan yang diuraikannya disajikan dalam bahasa yang langsung menunjukkan persoalan dan tidak berbunga-bunga. Dalam hubungan dengan penggunaan bahasa. Bab ini akan membicarakan pemakaian bahasa, bab ini akan membicarakan pemakaian ejaan yang disempurnakan, pembentukan kata, pemilihan kata, penyusunan kalimat efektif, dan penyusunan paragraf dalam karya tulis ilmiah.

Ciri-ciri Bahasa Ilmiah
• Bahasa Ilmiah harus tepat dan tunggal makna, tidak remang nalar ataupun mendua.
– Contoh:”penelitian ini mengkaji metode pemebalajaran CTL objek yang efektif dan efisien”
• Bahasa Ilmiah mendefinisikan secara tepat istilah, dan pengertian yang berkaitan dengan suatu penelitian, agar tidak menimbulkan kerancuan.
• Bahasa Ilmiah itu singkat, jelas dan efektif.
– Contoh:”tulisan ini (dilakukan dengan maksud untuk) membahas kecendrungan peningkatan kompetensi guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2006”.
Catatan: kata-kata yang di dalam kurung sebaiknya dihilangkan.

Kalimat Yang Efektif
• “Kalimat yang membangkitkan acuan dan makna yang sama di benak pendengar atau pembaca dengan yang ada di benak pembicara atau penulis
• Kalimat yang efektif ditentukan oleh:
– Keterpaduan kalimat: mengacu pada penalaran (deduksi, induksi, top-down, bottom-up, dll.)
– Koherensi kalimat: mengacu pada hubungan timbal-balik antara kalimat-kalimat
Contoh :
Kalimat tidak Efektif Kalimat Efektif
• membahayakan bagi penderita
• membicarakan tentang penyakit
• mengharapkan akan tindakan
• para dokter saling bantu-membantu
• keharusan daripada dilakukannya tindakan pembedahan • membahayakan penderita
• membicarakan penyakit
• mengharapkan tindakan
• para dokter saling membantu
• keharusan melakukan pembedahan

Koherensi Kalimat
Hal-hal yang dapat mengganggu koherensi kalimat
• Tempat kata
– Pekan Kesenian Bekas Penyandang Kusta Nasional
• Pemilihan dan Pemakaian Kata
– Memilih kata depan atau kata penghubung yang salah:
• Dari hasil perhitungan…..
– Memilih dua kata yang kontradiktif atau medan maknanya tumpang tindih:
• Banyak siswa-siswa ….
• Suatu ciri-ciri yang didapatkan……
– Menggunakan kata yang tidak sesuai:
• Walaupun banyak artikel berpendapat…..
– Menggunakan nama atau istilah yang benar, tetapi penulisannya keliru

2. Penerapan Ejaan yang disempurnakan
a. Penggunaan Spasi
Penggunaan spasi setelah tanda baca sering tidak diindahkan. Menurut ketentuanyang berlaku, setelah tanda baca (titik, koma, titik koma, titik dua, tanda satu, tanda Tanya) harus ada spasi, jarak satu pukulan ketikan.
b. Pengunaan Garis Bawah Satu
Garis bawah satu dalam karya tulis ilmiah digunakan untuk menandai kata-kata atau bagian-bagian yang harus dicetak miring apabila karya tulis ilmiah itu diterbitkan. Garis bahwa satu dipakai pada 1) anak bab, 2) subanak bab, 3) kata asing atau kata daerah, 4) judul buku, majalah, surat kabar yang dikutip dalam naskah. Perhatikan contoh-contoh berikut:

1) Anak Bab
Misalnya
1. Later Belakang dan Masalah
2) Subanak Bab
Misalnya:
1.1.1. Later Belakang
1.1.2. Masalah
3) Kata Asing atau kata Daerah
Acceptence boundary “batas penerimaan”
Papalingpang (Sd.) bertentangan.
4) Judul Buku, Majalah, atau Surat Kabar yang diterbitkan
Misalnya:
Buku Dasar-dasar Gizi Kuliner
Majalah Intisari
Surat Kabar Kompas
Garis bawah satu itu dibuat terputus-putus kata demi kata, sedangkan spasi (jarak kata dengan kata) tidak perlu digarisbawahi sebab yang akan dicetak miring adalah kata itu sendiri.

3. Pemenggalan Kata
Apabila memengalan atau penyukuran sebuah kata dalam penggantian baris, kita harus membubuhkan tanda kurang (-), dengan tidak didahului spasi dan tidak dibubuhksn di pinggir ujung bsris. Tanda hubung itu dibubuhkan di pinggir ujung baris. Dalam kaitan ini, pias kanan karya tulis ilmiah tidak perlu lurus. Yang harus diutamakan adalah pemenggalan kata sesuai dengan kaidah penyukuan, bukan masalah kelurusan atau kerapian pias kanan karya tulis ilmiah. Namun, jika pengetikan karya tulis menggunakan computer, kerapian pias kanan dapat deprogram dan penyukuran kata dapat dicegah. Berikut dicantumkan kaidah penyukuran sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan.
1) Kalau di tengah kata ada dua vocal yang berurutan, pemenggalan dilakukan di antara kedua vocal.
Misalnya : bi-arkan, mema-lukan, pu-ing.
2) Kalau di tengah kata ada dua vocal yang mengapit sebuah konsonan (termasuk ng, ny, sy, dan kh), Pemisahan tersebut dilakukan sebelum konsonan itu.
Misalnya : pu-jangga, tereke-nal, meta-nol, muta-khir.
3) Kalau di tengah kata ada dua konsonan atau lebih, Pemisahan tersebut dilakukan di antara konsonan itu.
Misalnya : hid-roponik, resep-sionis, lang-sung.
4) Kalau di tengah kata ada tiga konsonan atau lebih, Pemisahan tersebut dilakukan di antara konsonan yang pertama dan konsonan kedua.
Misalnya : Indus-trial, kon-struksi, in-stansi, ben-trok.
5) Jika kata berimbuhan atau berpartikal dipengal, kita harus memisahkan imbuhan atau partikel itu dari kata dasarnya (termasuk imbuhan yang mengalami perubahan bentuk).
Misalnya : pelapuk-an, me-ngisahkan, peng-awetan.
Selain itu, jangan sampai terjadi pada ujung baris atau pada pangkal baris terdapat hanya satu huruf walaupun huruf itu merupakan satu suku kata. Demikaian juga, harus diusahakan (kalau mungkin) agar nama orang tidak dipenggal atau suku-suku katanya.

4. Penulisan di sebagai kata Depan
Di yang berfungsi sebagai kata depan harus dituliskan terpisah dari kata yang mengiringinya. Biasanya di sebagai kata depan ini berfungsi menyatakan arah atau tempat dan merupakan jawaban atas pernyataan dimana.
Contoh-contoh penggunaan di kata depan
di samping di rumah
di persimpangan
di sebelah utara
di pasar
di sungai
di luar kota
di toko
5. Penulisan di sebagai Awalan
Di- yang berfungsi sebagai awalan membentuk kata kerja pasif dan harus dituliskan serangkai dengan kata yang mengikutinya. Pada umumnya, kata kerja pasif yang berawalan di-dapat diubah menjadi kata kerja aktif yang berawalan meng-(meN-).
Misalnya:
Diubah berlawanan dengan mengubah
Dipahami berlawanan dengan memahami
Dilihat berlawanan dengan melihat
Dimeriahkan berlawanan dengan memeriahkan.
Diperlihatkan berlawanan dengan memperlihatkan.

6. Penulisan ke sebagai Kata Depan
Ke yang berfungsi sebagai kata depan, biasanya menyatakan arah atau tujuan dan merupakan jawaban atas pertanyaan ke mana. Ke belakang ke muka
ke kecamatan
ke lokasi penelitian
ke pinggir
ke atas
ke sini
ke samping
ke bawah
ke dalam
Sebagai patokan kita, ke yang dituliskan terpisah dari kata yang mengiringinya jika kata-kata itu dapat dideretkan dengan kata-kata yang didahului kata di dan dari.
Misalnya :
Ke sana di sana dari sana
Ke kecamatan di kecataman dari kecamatan
ke jalan raya di jalan raya dari jalan raya
ke berbagai di berbagai dari berbagai
Instansi Instansi Instansi

7. Penulisan ke-sebagai Awalan
Ke- yang tidak menunjukkan arah atau tujuan harus dituliskan serangkaian dengan kata yang mengiringinya karena ke-seperti itu tergolong imbuhan.
Misalnya:
Kelima kepagian
Kehadiran ketrampilan
Kekasih kepanasan
Kehendak kedinginan
Ketua kehujanan
Catatan:
Ke pada kata kemari, walaupun menunjukkan arah, harus dituliskan serangkaian karena tidak dapat dideretkan dengan di mari dan dari mari. Selain itu, penulisan ke pada kata keluar harus dituliskan serangkai jika berlawanan dengan kata masuk. Misalnya : saya ke luar dari organisasi itu. Akan tetapi, jika ke luar itu berlawanan dengan ke dalam, ke harus dituliskan terpisah. Misalnya, Pandangannya diarahkan ke luar ruangan.

8. Penulisan Partikel pun
Pada dasarnya, partikel pun yang mengikuti kata benda, kata kerja, kata sifat, kata bilangan harus dituliskan terpisah dari kata yang mendahuluinya karena pun di sana merupakan kata yang lepas.
Menangis pun di rumah pun
Seratus pun satu kali pun
Berlari pun tingginya pun
Negara pun apa pun
Sesuatu pun ke mana pun
Akan tetapi, kata-kata yang mengandung pun berikut harus dituliskan serangkai karena sudah dianggap padu benar. Jumlah kata seperti itu tidak banyak, hanya dua belas kata, yang dapat dihapal di luar kepala, yaitu adapun, andaipun, bagaimanapun, biarpun, kalaupun, ataupun, kendatipun, maupun, meskipun, sekalipun, Cyang berarti walaupun) sungguhpun, dan walaupun.

9. Penulisan Partikel per
Partikel per yang berarti “mulai” demi atau “tiap” dituliskan terpisah dari kata yang mengikutinya.
Misalnya :
Per meter per kilogram
Per orang per Oktober
Per orang per Januari
Per kapita per liter
Satu per satu
Akan tetapi, per yang menunjukkan pecahan atau imbuhan harus dituliskan serangkaian dengan kata yang mendahuluinya.
Misalnya:
Lima tiga perdelapan perempat final
Empat pertiga satu perdua
Dua pertujuh tujuh persembilan
10. Penggunaan Tanda Hubung (-)
Tanda hubung digunakan untuk merangkaikan kata ulang. Dalam pedoman ejaan kata ulang harus dituliskan dengan dirangkaikan oleh tanda hubung. Penggunaan angka dua pada kata ulang tidak dibenarkan, kecuali dalam tulisan-tulisan cepat,- seperti catatan pada waktu mewawancarai seseorang atau catatan fapat. Perhatian penggunaan tanda hubung pada kata ulang berikut.
dibesar-besarkan bolak-balik
berliku-liku meloncat-loncat
ramah-tamah kait-mengait
sayur-mayur tunggang-langgang
centang-perenang kupu-kupu
compang-camping tolong-menolong
Tanda hubung juga harus digunakan antara huruf kecil dan huruf capital kata berimbuhan, baik awalan maupun akhiran, dan antara unsur kata yang tidak dapat berdiri sendiri dan kata yang mengikutinya yang diawali huruf capital.
Misalnya:
rahmat-Nya se-Jawa Barat
non-RRC di sisi-Nya
se-DKI Jakarta non-Palestina
hamba-Nya se-lndonesia
KTP-Nya PBB-lah
ber-SIM SK-mu
Makhluk-Nya pan-lslamisme
Sinar-X
Antara huruf dan angka dalam suatu ungkapan juga harus digunakan tanda hubung.
Misalnya :
ke-2 ke-50
uang 500-an ke-25
ke-100 tahun 90-an
ke-40 ke-500
abad 20-an
Jika dalam tulisan terpaksa digunakan kata-kata asing yang belum diserap, kemudian kata itu diberi imbuhan bahasa Indonesia, penulisannya tidak langsung diserangkaikan, tetapi dirangkaikannya dengan tanda hubung. Dalam hubungan ini, kata asingnya perlu digarisbawahi (cetak miring).
Misalnya:
men-charter di-recall
di-charter di-calling
di-coach men-tackle
pen-tacle-an
Sebenarnya, masih banyak masalah ejaan yang perlu dibicarakan, terutama yang sering dijumpai dalam tulisan sehari-hari salah, tetapi karena ada hal lain, yaitu masalah penyusunan kalimat dan paragraph, yang juga perlu disinggung selintas, pembicaraan ejaan dicukupkan sekian saja. Diharapkan agar para penyusun karya tulis ilmiah memiliki sendiri buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan agar segala masalah aturan ejaan dapat dikuasai betul.

11. Pembentukan Kata
a. Peluluhan Bunyi
Jika kata dasar berbunyi awal /kl, /pi, /t/, /s/, ditambah imbuhan meng-, meng-…kan, atau meng-l, bunyi awal itu harus luluh menjadi (ng), /ml/, /n/, dan /ny/. Kaidah itu berlaku juga bag! kata-kata yang berasal dari bahasa asing yang sekarang sudah menjadi warga kosakata bahasa Indonesia. Bandingkan dua bentuk di bawah ini, yaitu bentuk baku dan bentuk tidak baku.

Bentuk Baku Bentuk Tidak Baku
Mengikis
Mengultuskan
Mengambinghitamkan
Mengalkulasikan
Memesona
Memarkir
Menafsirkan
Menahapkan
Menerjemahkan
Menyukseskan
Menyuplai
Menargetkan
Menakdirkan Mengkikis
Mengkultuskan
Mengkambinghitamkan
Mengkalkuiasikan
Mempesona
Memparkir
Mentafsirkan
Mentahapkan
Menterjemahkan
Mensukseskan
Mensuplai
Mentargetkan
Mentakdirkan
Demikian juga, bunyi /k/, /p/, /t/, /s/, harus luluh jika diberi imbuhan peng- atau peng..-an (pe-N atau pe N-….an).
Bentuk Baku Bentuk Tidak Baku
Pengikisan Pemarkiran Penargetan Penerjemahan Penahanan Penyuplai penyuksesan Pengikikisan Pemparkiran Pentargetan Penterjemahan Pentahapan Pensuplai Pensuksesan
Kaidah di atas tidak berlaku bagi kata-kata serapan yang bunyi awal katanya berupa gugus konsonan.
Transkripsi menjadi mentranskripsikan atau pentranskripsian, klasifikasi menjadi mengklasifikasikan atau pengklasifikasian.

b. Penulisan Gabungan Kata
Di dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan terdapat kaidah yang menyatakan bahwa gabungan kata, termasuk yang lazim disebut kata majemuk, unsure-unsurnya dituliskan terpisah. Gabungan kata yang harus dituliskan terpisah, antara lain, sebagai berikut.
duta besar tata bahasa
sebar luas loka karya
tanda tangan empat puluh
ibu kota dua puluh lima
rumah sakit umum lipat ganda
hancur lebur juru tulis
tanggung jawab anak emas
tepuk tangan kerja sama
kambing hitam beri tahu
Selain gabungan kata di atas yang harus dituliskan terpisah, terdapat juga gabungan kata yang harus dituliskan serangkai, yaitu gabungan kata yang sudah dianggap sebagai kata yang padu, sebagai berikut.
Bagaimana
bumi putra
padahal
halalbihalal
saputangan
segitiga
antarkota
antarwarga
asusila
dasawarsa
kontrarevolusi
ekstrakurikuler
Pancasila
mahakuasa
mahasiswa
pascapanen
pascaperang
purnawirawan
purnasarjana
semiprofessional
nonmigas apabila
dari pada
matahari
barangkali
manakala
sekaligus
bilamana
amoral
dwiwarna
caturtunggal
poligami
monoteisme
saptakrida
subbagian
subpanitia
subseksi
swadaya
swasembada
peribahasa
perilaku
tunarungu
tunanetra

C. Format Karya Tulis Ilmiah
Karya tulis ilmiah biasanya ditulis pada kertas ukuran A4, dengan margin (lebar sisi) kiri 4 cm dan sisi atas, bawah dan samping kanan 3 cm.. Jenis huruf, spasi, format numbering sub-sub judul bab, serta pola penomoran dan lain-lain biasanya ditentukan oleh masing-masing institusi. Namun demikian yang penting dalam penulisan ilmiah adalah konsistensi bentuk/ukuran dari awal sampai akhir tulisan. Berikut ini disajikan beberapa contoh format yang umum.

bentuk/ukuran dari awal sampai akhir tulisan. Berikut ini disajikan beberapa contoh format yang umum.KLIK DI SINI

D. Lembar Kerja
Setelah Anda pelajari notasi penulisan karya iliah baik karya ilmiah laporan penelitian maupun karya ilmiah untuk keperluan seminar, coba sekarang Anda diskusikan dalam kelompok, salah satu bentuk karya ilmiah yang Anda bisa mita pada instruktur Anda. Adapun pokok-pokok yang harus Anda diskusikan adalah sebagai berikut:
1. Sistem yang digunakan dalam mengutip yang ada dalam karya ilmiah tersebut.
2. Tuliskan contoh-contoh kutipan langsung dan tidak langsung yang ada dalam setiap kutipan!
3. Bagaimana menurut penialain kelompok anda kekurngan dan kelebihan teknik mengutip dengan sistem harvard dan sistm catatan kaki??

DAFTAR PUSTAKA

Akhadiah, Sabarti, Arsyad Maidar G., dan Ridwan, Sakura H. 1989. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga
American Psychological Assosciation. 2001. Publication Manual of The American Psychological Assosiantion.Ed. ke-5 Washingtn, D.C.
Brotowidjoyo, Mukayat D. 2002. Penulisan Karangan Ilmiah. (Ed. Ke-2). Jakarta: Akademika Pressindo.
Keraf, Gorys. 1997. Komposisi: Sebuah Pengantar Kemahiran Berbahasa. Ende-Flores: Penerbit Nusa Indah.
Sugono, Dendy. 1997. Berbahasa Indonesia Dengan Benar. Jakarta : Puspa Swara
Surisasumantri, Jujun S. 2000. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer Jakarta: Sinar Harapan,
Turabian, Kate L. 1996. A Manual for Wrting of Term Papers, Theses, and Disertation. (Ed. Ke 6). Chicago: The University of Chicago Press.

DIREKTORAT TENAGA KEPENDIDIKAN
DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU
PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
2008

JUDUL JUDUL PTK/PTS/PTKp

JUDUL JUDUL PTK/PTS/PTKp

M

JUDUL PI/KI
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MATERI PERKALIAN CARA SUSUN PADA SISWA KELAS V SDN SDN xxxxxx DENGAN METODE DEMONTRASI DAN MEMOTIVASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN KEPAHLAWANAN DAN PATRIOTISME TOKOH-TOKOH DI LINGKUNGAN PESERTA DIDIK MELALUI PEMBERIAN PENGUATAN VERBAL DAN NON VERBAL SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN ……..

PENGGUNAAN MEDIA KUBUS SATUAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHITUNG VOLUM BANGUN RUANG PADA SISWA KELAS V SDN …… KABUPATEN ……… SEMESTER GENAP TAHUN ………….
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT PADA SISWA KELAS IV SDN …………… KECAMATAN ……..KABUPATEN ……..MELALAUI PENGGUNAAN KARTU BILANGAN SEMESTER GENAP TAHUN …

MENINGKATKAN KEMAMPAN SISWA KELAS I SDN ……. DALAM MENGOPERASIONALKAN PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DENGAN BANTUAN BENDA KONGKRIT.SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN ….

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS I SD ………. MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK .SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN …

PENERAPAN COOPERATIVE LEARNING MODEL JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA KELAS VI DI SD N ……

PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN TEKNIK BERPASANGAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI MEMBAWAKAN ACARA PADA PESERTA DIDIK KELAS VIIIB SMPN………A   TAHUNPELAJARAN………..

MENINGKATKAN KEMAMPUAN KECEPATAN EFEKTIF MEMBACA DENGAN MENGGUNAKAN METODE “KLOS” SISWA KELAS VIII B SMP N…………SEMESTER GANJIL TAHUN …

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENJUMLAHKAN BILANGAN BULAT PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENGGUNAAN MEDIA LIDI PADA SISWA KELAS IV SDN …… KABUPATEN DOMPU SEMESTER GANJIL TAHUN ….

PENINGKATAN HASIL BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN IPA DENGAN MENERAPKAN METODE EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS III SDN ….. KECAMATAN …. KABUPATEN ….U SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN ….

PENINGKATAN HASIL BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN IPA DENGAN MENERAPKAN METODE EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS III SDN ….. KECAMATAN ….. KABUPATEN …. SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN …..

PENGGUNAAN METODE DISKUSI UNTUK MENINGATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMP ……… PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA TAHUN PELAJARAN ….

PENGGUNAAN BENDA-BENDA KONTEKSTUAL UNUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHITUNG PERKALIAN PADA PELAJARAN MATEMATIKA SISWA SD NEGERI …….KABUPTEN …… SEMSTER 1 TAHUN …………….

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SDN…. KABUPATEN …. DALAM MENENTUKAN VOLUM BANGUN RUANG MELALUI PENGGUNAAN MEDIA KUBUS SATUAN SEMSETER I TAHUN ..

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MTEMATIKA MELALUI METODE DEMONSTRASI DENGAN ALAT PERAGA KARTU PINUS DI SDN …… SEMSTER I TAHUN ………..

PENERAPAN MODEL BELAJAR KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA DAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SISWA SD…..T KABUPTEN …. SEMSTER 1 TAHUN ……………

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISON ( STAD ) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MATERI MENYUNTING EJAAN DAN TANDA BACA KELAS IV …T TAHUN PELAJARAN .

PENGGUNAAN MEDIA ”GAMBAR DAN KARTU” UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI PEMBELAJARAN TEMATIK PADA SISWA KELAS 3 SDN …SEMESSTER I TAHUN ….

PENINGKATAN HASIL BELAJAR EKONOMI MATERI PEREKONOMIAN TERBUKA MELALUI MODEL PEMBELJARAN KOOPERATIF TEKHNIK STAD PADA SISWA KELAS XI-B SMA …. SEMESTER GAZAL TAHUN PELAJARAN ……………

UPAYA PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEBELAJARAN EKONOMI MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LATIHAN INQUIRY PADA SISWA KELAS X-C SMA . KABUPATEN DOMPU SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU MENGGUNAKAN INSTRUMEN PENILAIAN KELAS UNJUK KERJA MELALUI PEMBINAAN KERJA KELOMPOK DI SMKN …KABUPATEN ….EMESTER GAZAL TAHUN PELAJARAN ….

PENERAPAN SUPERVISI INDIVIDUAL KOLABORATIF UPAYA PENINGKATAN KINERJA GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SMKN ….TAHUN ….
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT PADA SISWA KELAS IV SDN ……. KECAMATAN…. KABUPATEN DOMPU MELALAUI PENGGUNAAN KARTU BILANGAN SEMESTER GENAP TAHUN …

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHITUNG VOLUM BANGUN RUANG MELALUI PENGGUNAAN MEDIA KUBUS SATUAN PADA SISWA KELAS IV ….KECAMATAN…KABUPATEN …SEMESTER GENAP TAHUN ….

IMPLEMENTASI TEKNIK DRAWING PICTURE DALAM UPAYA MENINGKATKAN KECAKAPAN MENDENGAR (LISTENING SKILL) DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS ADA KELAS X SMKN ….TAHUN PELAJARAN….

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ACCELERATED INSTRUCTION (TAI) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INGGRIS PADA KELAS IX-C SMP NEGERI…. SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN …

UPAYA MENINGKATKAN EFEKTIVITAS BELAJAR LEMPAR CAKRAM DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA MODIFIKASI PIRING PLASTIK PTK DI KELAS VI SD NEGERI… – KAB. … SEMESSTER I TAHUN…

PENERAPAN MODEL BELAJAR KOOPERATIF TIPE JIGSAWUNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA DAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SISWA SD NEGERI ….. KABUPTEN DOMPU SEMSTER 1 TAHUN ……….

PENERAPAN MODEL SIKLUS BELAJAR DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN KIMIA PADA SISWA KELAS X-1 SMA NEGERI….TAHUN PELAJARAN …

.
MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR, KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS, DAN PEMAHAMAN KONSEP BIOLOGI SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH SEMSTER 1 TAHUN …

PENGGUNAAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIFITAS DAN PENGUASAAN ASPEK ALJABAR PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA BAGI SISWA KELAS XIPROGRAM IPA SMAN …. SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN .

IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN PROBLEM POSING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DAN KETUNTASAN SISWA KELAS X-2 SMA NEGERI …. SEMESTER ….TAHUN PELAJARAN …..
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI MATEMATIKA DAN KETUNTASAN BELAJAR SISWA KELAS XI IPA-3SMA NEGERI …SEMSTER 1 TAHUN …

UPAYA MENINGKATKAN EFEKTIVITAS BELAJAR LEMPAR CAKRAM DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA MODIFIKASI PIRING PLASTIK PTK DI KELAS VI SD … – KAB. ………….. SEMESSTER I TAHUN …

MODEL ”KUIS JAKS” UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MERAKIT KOMPUTER PC PADA SISWA KELAS XI TEKNIK ELEKTRONIKA INDUSTRI SMK NEGERI 2 DOMPU TAHUN PELAJARAN 2013/2014”

PENERAPAN MODEL SIKLUS BELAJAR DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN KIMIA  Pada Siswa Kelas X-1 SMA Negeri 3 Woja Tahun Pelajaran 2013/2014

MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR, KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS, DAN PEMAHAMAN KONSEP BIOLOGI SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAHSEMSTER 1 TAHUN 2013/2014

PENERAPAN TEHNIK PEMBELAJARAN UMPAN BALIK PADA TUGAS TERSTRUKTUR MATERI POKOK HIMPUNAN DALAM MENINGKATKAN AKTIFITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VII-B SMP ….. TAHUN PELAJARAN 2012/2013

MENINGKATKAN AKTIFITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII A SMP NEGERI ……….MELALUIPENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSINGSEMESTER 1 TAHUN AJARAN …

MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENEMUKAN RUMUS LUAS LINGKARAN MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIFDENGAN METODE DEMONSTRATION PADA SISWA KELAS VIII-C SMP ……A TAHUN PELAJARAN …

OPTIMALISASI PENGGUNAAN LEMBAR KERJA SISWA DENGAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVIS DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII C SMP …………SEMESTER 1 TAHUN ………..

UPAYA PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR OLAHRAGA LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN RESIPROKAL MENGGUNAKAN MEDIA KARDUS PADA SISWA KELAS VI SDN ….SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN …….

MENINGKATKAN AKTIFITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS TERPADU MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LATIHAN INKUIRI DI KELAS IX-C SMP ……. KABUPATEN DOMPU SEMESTER GANJIL THN…….

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPS TERPADU MELALUI METODE PENGAJARAN BERBASIS PROYEK PADA SISWA KELAS VIII-B SMP ………KABUPATEN ………….. SEMESTER GANJIL THN …

UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN GURU DALAM MENYUSUN SOAL UAS ( ULANGAN AKHIR SEMESTER ) MELALUI KERJA TERBIMBING DI SEKOLAH DASAR ……SEMESTER GANJIL TAHUN ….

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL MODEL PENGAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM MENINGKATKAN MUTU DAN PENGUASAAN MATERI PELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS vi ….. SEMESTER GANJIL TAHUN…..

UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU-GURU SD …… MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) MELALUI KERJA PRAKTEK TERBIMBINGTERBIMBING

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS V SDN …. MELALUI PEMBELAJARAN TERSTRUKTUR DENGAN PEMBERIAN TUGASDALAM TAHUN PELAJARAN ….

MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS MELALUI PEMANFAATAN ALAT PERAGA PADA SISWA KELAS V SEMESTER I TAHUN AJARAN ….SDN ………..KECAMATAN ……….. KABUPATEN DOMPU

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN MATEMATIKA MELALUI METODE BERVARIASI KELAS 1 SDN ….- KABUPATEN…. SEMESTER I TAHUN PELAJARAN …

Peningkatan Keterampilan Menulis Paragraf melaluiPenerapan KegiatanMenulis Jurnal dan Pemanfaatanya untuk Penilaian Autentik pada Siswa Kelas XI IPA-2 SMA Negeri 1 Pajo Kabupaten Dompu

PeningkatanPembelajaranMenulisPuisiMelaluiMetodeKontekstualBerbasisMasalahPadaSiswaKelas Xi-Ipa3 Sman 1 PajoTahunPelajaran 2013-2014

Meningkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia Siswa Kelas Xi Ipa-1 Sma Negeri 1 Pajo Kabupaten Dompu Semster Ganjil Tahun 2011/2012 Dengan Menggunakan Teknik Role Play

PRAKTIKUM BIOLOGI BERBASIS KETERAMPILAN PROSES UNTUK MENINGKATKAN KINERJA ILMIAH DAN PEMAHAMAN KONSEP METABOLISME PADA SISWA KELAS IX-B SMP NEGERI 4 WOJA KABUPATEN DOMPU SEMESTER GANJIL THN 2013/2014

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA BIDANG STUDI BIOLOGI MELALUI PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STADPADA SISWA KELAS IX-1 SMP NEGERI 4 WOJA KABUPATEN DOMPU SEMESTER GANJIL THN 2014/2015

UpayaMeningkatkanPrestasi Dan KualitasBelajarIPADenganMetodePembelajaranPenemuan (discovery)PadaSiswaKelas VISDN 16 KempoTahunPelajaran2011/2012

Upayameningkatkandisiplinguru dalamkehadiranmengajardikelasmelaluipenerapanreward and punishment di sdnegeri 2 kempokabupatendomputahunpelajaran 2012/2013

Metode demonstrasi dalam upaya miningkatkan proses belajar dan hasil belajar bahasa indonesia pada siswa kelas vi sd negero 02 kempotahun pelajaran 2013/2014

Optimalisasi layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan kebiasaan bertanya siswa dalam pembelajaran di SMPN 2 WOJA Tahun 2012-2013

Mengatasipermasalahanbelajarsiswakelas ix semester 2 melaluikonselingeklektifdenganperilaku attending  Di di SMPN 2 WOJA Tahunpelajaran 2013/2014

Meningkatkan prestasi belajar bidang bimbingan sosial materi tata krama dalam kehidupan bermasyarakat siswa kelas VIII-C semester II SMPN 2 wojajabupatwndompu dengan bimbingan dan konselinTahun 2011-2012

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPS EKONOMI MELALUI PENERAPAN METODE BELAJAR TUNTAS KELAS XI TAV SMKN 2 DOMPU TAHUN 2011-2012

PENERAPAN SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH UPAYA PENINGKATAN KINERJA GURU DALAM MENYUSUSN SILABUS DAN RPP DI SMKN 2 DOMPU TAHUN 2013-2014

PENERAPAN SUPERVISI OBSERVASI KELAS UAPAYA PENINGKATAN KINERJA GURU DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SMKN 2 DOMPU TAHUN 2012-2013

PEMBELAJARAN TERSTRUKTUR DENGAN PEMBERIAN TUGAS DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS V SDN 10 PEKAT TAHUN PELAJARAN 2012/2013

MENINGKATKAN KEMAMPAN SISWA KELAS I SDN 10 PEKAT DALAM MENGOPERASIONALKAN PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DENGAN BANTUAN BENDA KONGKRIT. SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN 2013-2014

UpayaPeningkatanKeterampilanGuruDalamPenerapanPAIKEMmelaluiKegiatanKelompokKerja Guru (KKG) dalam bentuk WorkshopDiSDN 02 WojaKabupatenDompuSemester ganjil tahun 2012/2013

UpayaMeningkatkanPrestasiBelajarSiswa KELAS III SDN 02 WOJA Melalui Model PembelajaranTematik Semester GanjilTahunAjaran 2013/2014

Peningkatan Kemampuan Guru dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekolah sebagai Sumber Belajar melalui Diskusi Kelompok Kerja Guru(KKG) di SD NEGERI 2 WOJA tahun pelajaran 2014/2015

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MENULIS PUISI MELALUI METODE BERBASIS MASALAH DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 SATAP PEKAT TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Meningkatkan Kemampan Siswa Kelas I SDN… Dalam Mengoperasionalkan Penjumlahan Dan Pengurangan Pada Mata Pelajaran Matematika Dengan Bantuan Benda Kongkri Semester GanjilTahu nAjaran…….

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INGGRIS MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL NUMBERED HEAD TOGETHER PADA SISWA KELAS XI SMKN 1 DOMPU TPELAJARAN 2012/2013

PENGGUNAAN METODE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN SIMPLE PRESENT TENSE PADA SISWA KELAS XII SMKN 1 DOMPU TAHUN PELAJARAN 2013-2014

IMLEMENTASI MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN KEMAMPUAN BERBAHASA DI TK …. … ….. TAHUN ………..

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBILANG MELALUI PERMAINAN KELOMPOK B DI TK …………. DOMPU-NTB TAHUN ..

PENINGKATKAN KETRAMPILAN BAHASA INDONESIA DENGAN MENUMBUHKAN MINAT MEMBACA SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR NEGERI 10 KEMPO KECAMATAN KEMPO KABUPATEN DOMPU TAHUN 2012/2013

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATERI PELAJARAN BANGUN DATAR DENGAN METODE STAD DAN ALAT BANTU MODEL BANGUN DATAR WARNA-WARNI PADA PESERTA DIDIK KELAS V SD 10 KEMPO,DOMPU TAHUN 2013

PENERAPAN PENDEKATAN PROSES 5 FASE UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN  MENULIS PADA SISWA KELAS V SD  TAHUN …..

MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS MELALUI PEMANFAATAN ALAT PERAGA PADA SISWA KELAS V SEMESTER I TAHUN AJARAN 2013/2014 SDN 10 KEMPO KECAMATAN KEMPOKABUPATEN DOMPU

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PAI DENGAN DITERAPKANNYA METODE DEMONSTRASI PADA SISWA KELAS IV SDN 24 DOMPU KEC. KOTA DOMPU TAHUN PELAJARAN 2013/2014

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) PADA SISWA KELAS VI SDN 01 DOMPU TAHUN 2011-2012

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENGERJAKAN SOAL CERITA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MELALUI METODE BERMAIN KARTU SOAL BAGI SISWA KELAS VI SD NEGERI 1 DOMPU KABUPATEN DOMPU TAHUN PELAJARAN 2012/2013
MENINGKATKAN KINERJA GURU MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN BERBASIS CTL MELALUI SUPERVISI KLINIS OLEH KEPALA SEKOLAH DI SDN 19 DOMPU SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2013-2014

PEMBELAJARAN TERSTRUKTUR DENGAN PEMBERIAN TUGAS DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS V SDN …. TAHUN PELAJARAN……

STRATEGI BELAJAR MENGAJAR DENGAN MENERAPKAN METODE DEMONSTRASI DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BELAJAR …………PADA SISWA KELAS …………TAHUN …………

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PAI MATERIMEMBACA KAIMAT DALAM AL-QURAN MELALUI METODE READING ALAOUD PADA SISW KELAS VI SD NEGERI 16 WOJA 2013/2014

MENGEMBANGKAN PENGUASAAN KONSEP TATA CARA SHOLAT LIMA WAKTU DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PRAKREK LANGSUNG KELAS IV SDN 16 WOJA 2012/2013

PENINGKATAN KINERJA GURU MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN MELALAUI SUPERVISI KLINIS OLEH KEPALA SEKOLAH DI SD NEGERI 26 DOMPU KAB. DOMPU TAHUN PELAJARAN 2011-2012

“PENINGKATKAN KETRAMPILAN BAHASA INDONESIA DENGAN MENUMBUHKAN MINAT MEMBACA SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR NEGERI 04 MANGGELEWA KECAMATAN MANGGELEWA KABUPATEN DOMPU TAHUN 2013/2014

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN AKTIVITAS SISWA KELAS V DALAM MATA PELAJARAN IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DI SDN. 26 DOMPU KEC. DOMPU

PENINGKATAN KINERJA GURU MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN PAIKEM MELALUI PENERAPAN SUPERVISI KLINIS DI TK ….KILO KAB. …..  Semester Ganjil Tahun 2..4

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBILANG MELALUI PERMAINAN KELOMPOK B DI TK ….. KECAMATAN …… KAB. DOMPU

MENINGKATKAN AKTIFITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VI SDN 05 PAJO MELALUI PENERAPAN
TEHNIK UMPAN BALIK PADA TUGAS TERSTRUKTUR TAHUN PELAJARAN 2012/2013

PENGGUNAAN BENDA-BENDA KONTEKSTUAL SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHITUNG PERKALIAN PADA SISWA KELAS IVSD NEGERI 05 PAJO KABUPTEN DOMPU SEMSTER 1 TAHUN 2013/2014

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS IX MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIG SAW DI SMP NEGERI 6 DOMPU

Model Inquari

Model Inquari
Trowbridge dan Bybee (1990) dalam Suardana, 2007 menyatakan bahwa Inquari adalah proses mendefinisikan masalah menginvestigasi masalah, memformulasi hipotesis, merancang eksperimen, mengumpulkan data, dan menggambarkan pemecahan masalah. Proses Inquari meliputi menentukan masalah, membangun hipotesis, merancang pendekatan, investigasi, menguji hipotesis, sistesis pengetahuan dan dan membentuk prilaku objektif, rasa ingin tahu, berpikir terbuka dan bertanggung jawab.
Pengajaran dengan inquari dicirikan dengan hal-hal sebagai berikut: 1) penggunaan keterampilan-keterampilan proses IPA, 2) jawaban-jawaban yang dicari tidak diketahui terlebih dahulu, 3) semangat memecahkan masalah sangat tinggi, 4) kegiatan pembelajaran berpusat pada ”mengapa” dan ”bagaimana kita mengetahui”, 5) siswa merumuskan hipotesis untuk penyelidikan, 6) pengumpulan data dilakukan dengan eksperimen, mengadakan pengamatan, membaca, dan sumber-sumber lain, 7) semua usul dinilai secara bersama, 8) siswa melakukan penelitian individu dalam kelompok untuk memperoleh data yang diperlukan unutk menguji hipotesis, dan 9) para siswa mengumpulkan data dan memberikan simpulan secara ilmiah. Jadi Inquari merupakan suatu model pembelajaran yang dirancang agar siswa terlibat aktif dalam pengkonstruksian pengetahuan melalui proses mentalnya sendiri dengan melakukan kegiatan-kegiatan ilmiah.
Adapun langkah-langkah implementasi model inquari dalam pembelajaran dikembangkan dari Amien (1979) dalam Suardana, 2007 adalah sebagai berikut.

7

Model Pembelajaran Berbasis Inquari yaitu suatu inovasi pembelajaran yang dirancang untuk membantu peserta didik memahami teori secara mendalam melalui pengalaman belajar praktik-empirik. Model Pembelajaran Berbasis Inquari merupakan salah satu bentuk intensifikasi dari pendekatan ketrampilan proses dengan mengetengahkan gejala alam ke dalam kelas sehingga siswa bisa memecahkan permasalahan sesuai dengan konteks kehidupannya.
Model Pembelajaran ini memberikan dua kelebihan pokok, pertama, pembelajaran sains dikaitkan langsung dengan pengalaman anak sehari-hari. Hal ini dapat membuat materi pelajaran menjadi lebih bermakna karena anak menemukan hubungan antara pengetahuan yang dipelajari di sekolah dengan masalah yang dihadapi dalam kesehariannya. Kedua, pembelajaran sains dilakukan sesuai dengan hakikat sains, yaitu sains sebagai produk dan sains sebagai proses. Sains sebagai proses diajarkan melalui penerapan metode ilmiah yang secara bertahap disertai dengan pengembangan keterampilan sains.
Dari pembahasan di atas patut diduga bahwa kompetensi dasar siswa setelah mengikuti Model Pembelajaran Berbasis Inquari dapat meningkat. Uraian di atas mengindikasikan bahwa dengan menerapkan pembelajaran berbasis Inquari dalam pembelajaran, siswa dapat menggunakan kemampuannya secara optimal dalam belajar f

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DAN MANAJEMEN

A. Latar Belakang
Dalam dua dasawarsa terakhir ini, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mengalami perkembangan yang amat pesat dan secara fundamental telah membawa perubahan yang signifikan dalam percepatan dan inovasi penyelenggaraan pendidikan di berbagai negara. Bahkan terdapat tekanan TIK yang sangat besar terhadap sistem pendidikan secara global karena: (i) teknologi yang berkembang menyediakan kesempatan yang sangat besar untuk mengembangkan manajemen pendidikan dan proses pembelajaran di sekolah, (ii) hasil belajar siswa yang spesifik dapat diidentifikasi dengan pemanfaatan teknologi baru tersebut, dan (iii) TIK memiliki potensi yang sangat besar untuk mentransformasikan seluruh aspek di dalam pendidikan di sekolah dan memanfaatkannya untuk mencapai tujuan-tujuan pembelajaran.
Sejumlah negara telah mengintegrasikan TIK dalam perencanaan dan penyelenggaraan pendidikan nasionalnya. Singapura, misalnya, telah menerapkan teknologi informasi interaktif pada sistem persekolahan dengan rasio satu komputer dua siswa. Sistem jaringan dibangun untuk menghubungkan pendidikan, dunia internasional, dunia industri berteknologi tinggi, dan dunia kerja. Ringkasnya, beberapa negara telah mengubah kultur pembelajaran dengan mengintegrasikan teknologi digital ke dalam kegiatan belajar dan bekerja di sekolah.
Peralihan kultur yang dimaksud di atas hanya bisa terjadi kalau komunitas pendidikan memiliki komitmen yang kuat untuk memanfaatkan TIK. Kelompok komunitas tersebut adalah para praktisi pendidikan baik yang berkaitan dengan manajemen maupun proses belajar mengajar pada semua tingkatan dan unit pendidikan, yang terdiri atas guru, kepala sekolah, pengawas, staf administrasi, dan pejabat dalam lingkungan departemen pendidikan. Yang tak kalah pentingnya adalah para subjek pendidikan dari semua jenjang yang terdiri atas siswa dan mahasiswa. Dalam konteks ini, pemanfaatan TIK harus direalisasikan untuk (a) pengelolaan pendidikan melalui otomasi sistem informasi manajemen dan akademik berbasis TIK, dan (b) sistem pengelolaan pembelajaran baik sebagai materi kurikulum, suplemen dan pengayaan maupun sebagai media dalam proses pembelajaran yang interaktif serta sumber-sumber belajar mandiri yang inovatif dan menarik. Dengan kata lain, pendayagunaan TIK dalam manajemen pendidikan dan proses pembelajaran bertujuan untuk menfasilitasi penyelenggara dan peserta pendidikan guna mendorong peningkatan kualitas pendidikan.

Komitmen tersebut perlu dipertahankan untuk menjaga kesinambungan pemanfaatan TIK dalam dunia pendidikan. Rekdale (2001) mengemukakan bahwa pada program di masa lalu untuk menyediakan teknologi ke sekolah kebanyakan mencapai sedikit sukses dalam jangka waktu yang cukup lama dan jarang sekali menunjukkan perkembangan. Persyaratan mengenai laboratorium bahasa adalah contoh yang umum. Biasanya ada enam masalah utama, yaitu ; (i) Anggaran untuk perawatan fasilitas awal tidak tersedia; (ii) Pelatihan biasanya terlalu spesifik dan tidak berhubungan dengan kebutuhan di lapangan atau perubahan sikap, (iii) Tidak tersedianya karyawan untuk perawatan rutin dan pengembangannya, (iv) Tidak tersedianya teknisi ahli atau terlalu mahal, (v) Materi yang sesuai untuk mengajar tidak tersedia, dan (vi) Lemahnya kondisi kerja guru di lapangan mendorong bahwa mereka tidak dapat membagi waktu untuk mengembangkan materi mengajar secara kreatif. Di sisi lain, sejumlah hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan TIK dalam pembelajaran memiliki dampak positif terhadap performansi dan prestasi belajar siswa (Graus, 1999; Stepp-Greany, 2000; Stepp-Greany, 2002; and Choi and Nesi, 1999).
Hal di atas menunjukkan bahwa pemanfaatan TIK di bidang pendidikan perlu mendapatkan perhatian yang serius dari berbagai pihak terkait, termasuk mengatasi masalah-masalah yang sering terjadi. Berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) Departemen Pendidikan Nasional tahun 2005-2009, untuk dapat memberikan pelayanan prima, salah satu yang perlu dilakukan adalah pengembangan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) yang dilakukan melalui pendayagunaan ICT di bidang pendidikan yang mencakup peran ICT sebagai substansi pendidikan, alat bantu pembelajaran, fasilitas pendidikan, standar kompetensi, penunjang administrasi pendidikan, alat bantu manajemen satuan pendidikan, dan infrastruktur pendidikan.

PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DALAM PENDIDIKAN
A. Pengertian TIK
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi. Teknologi Informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Teknologi komunikasi mencakup segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentrasfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Karena itu, penguasaan TIK berarti kemampuan memahami dan menggunakan alat TIK secara umum termasuk komputer (Computer literate) dan memahami informasi (Information literate). Tinio mendefenisikan TIK sebagai seperangkat alat yang digunakan untuk berkomunikasi dan menciptakan, mendiseminasikan, menyimpan, dan mengelola informasi. Teknologi yang dimaksud termasuk komputer, internet, teknologi penyiaran (radio dan televisi), dan telepon. UNESCO (2004) mendefenisikan bahwa TIK adalah teknologi yang digunakan untuk berkomunikasi dan menciptakan, mengelola dan mendistribusikan informasi. Defenisi umum TIK adalah computer, internet, telepon, televise, radio, dan peralatan audiovisual.
 

cropped-belajar.jpg

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DALAM PENDIDIKAN
A. Pengertian TIK
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi. Teknologi Informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Teknologi komunikasi mencakup segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentrasfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Karena itu, penguasaan TIK berarti kemampuan memahami dan menggunakan alat TIK secara umum termasuk komputer (Computer literate) dan memahami informasi (Information literate). Tinio mendefenisikan TIK sebagai seperangkat alat yang digunakan untuk berkomunikasi dan menciptakan, mendiseminasikan, menyimpan, dan mengelola informasi. Teknologi yang dimaksud termasuk komputer, internet, teknologi penyiaran (radio dan televisi), dan telepon. UNESCO (2004) mendefenisikan bahwa TIK adalah teknologi yang digunakan untuk berkomunikasi dan menciptakan, mengelola dan mendistribusikan informasi. Defenisi umum TIK adalah computer, internet, telepon, televise, radio, dan peralatan audiovisual.
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI GURU

v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

PERATURAN

MENTERIPENDIDIKANNASIONAL REPUBLIKINDONESIA

 

NOMOR   16TAHUN 2007

 

TENTANG

 

STANDARKUALIFIKASIAKADEMIK DAN KOMPETENSI GURU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERIPENDIDIKANNASIONAL,

Menimbang  :bahwa dalam rangka pelaksanaan Pasal 28 ayat (5) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005tentang StandarNasional Pendidikan,perlumenetapkanPeraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru;

 

Mengingat     :1.  Undang-Undang  Nomor  20  Tahun  2003  tentang  Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun  2003   Nomor   78,   Tambahan   Lembaran   Negara RepublikIndonesiaNomor4301);

 

2.  Undang-UndangNomor14Tahun2005tentangGurudan

Dosen(LembaranNegaraRepublikIndonesiaTahun2005

Nomor157,TambahanLembaranNegaraRepublikIndonesia

Nomor4586);

 

3.  Peraturan PemerintahNomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun  2005   Nomor   41,   Tambahan   Lembaran   Negara RepublikIndonesiaNomor4496);

 

4. Peraturan  Presiden  Nomor  9  Tahun  2005  tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah   beberapa   kali   diubah   terakhir   dengan   Peraturan PresidenRepublikIndonesiaNomor94Tahun2006;

 

5.  KeputusanPresidenRepublikIndonesiaNomor187/MTahun

2004 mengenai Pembentukan KabinetIndonesiaBersatu sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan KeputusanPresidenRepublikIndonesiaNomor20/PTahun

2005;


MEMUTUSKAN:

 

Menetapkan :  PERATURAN  MENTERI  PENDIDIKAN  NASIONAL  REPUBLIK INDONESIA TENTANG STANDARKUALIFIKASIAKADEMIK DAN KOMPETENSI GURU.

.

 

Pasal 1

 

(1)    Setiapguruwajibmemenuhistandarkualifikasiakademik  dankompetensi guru           yangberlakusecaranasional.

 

(2)    Standarkualifikasiakademikdankompetensiguru  sebagaimanadimaksud pada  ayat(1)tercantumdalamLampiranPeraturanMenteriini.

 

Pasal 2

 

Ketentuanmengenai   guru  dalam  jabatan  yang  belum  memenuhi  kualifikasi akademik     diploma empat (D-IV) atau sarjana   (S1) akan diatur   dengan PeraturanMenteritersendiri.

 

 

 

Pasal 3

 

Peraturan Menteri ini mulaiberlakupadatanggalditetapkan

 

 

 

DitetapkandiJakarta pada tanggal 4 Mei 2007

 

MENTERIPENDIDIKANNASIONAL, TTD.

BAMBANGSUDIBYO


 

LAMPIRANPERATURANMENTERIPENDIDIKANNASIONAL NOMOR         16TAHUN 2007TANGGAL   4MEI2007

 

STANDARKUALIFIKASIAKADEMIKDANKOMPETENSIGURU

 

 

 

A.    KUALIFIKASIAKADEMIKGURU

 

1.     Kualifikasi Akademik GuruMelalui Pendidikan Formal

Kualifikasi akademikguru pada satuan pendidikan jalur formal mencakup  kualifikasi  akademik  guru  pendidikan  Anak  Usia  Dini/ Taman Kanak-kanak/Raudatul Atfal (PAUD/TK/RA), guru sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah (SD/MI), guru sekolah menengah pertama/madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), guru sekolah menengah atas/madrasah aliyah (SMA/MA), guru sekolah dasar luar biasa/sekolah menengah luar biasa/sekolahmenengahatasluarbiasa (SDLB/SMPLB/SMALB), dangurusekolah menengah kejuruan/madrasahaliyahkejuruan(SMK/MAK*),sebagaiberikut.

 

a.  Kualifikasi Akademik Guru PAUD/TK/RA

Guru pada PAUD/TK/RA harus memiliki kualifikasi akademik pendidikan  minimum  diploma  empat  (D-IV)  atau  sarjana  (S1) dalam bidang pendidikan anak usia dini atau psikologi yang diperolehdariprogramstudiyangterakreditasi.

 

b.  Kualifikasi Akademik Guru SD/MI

Guru pada SD/MI, atau bentuk lain yang sederajat, harus  memiliki kualifikasi akademik pendidikan minimum diploma empat (D-IV) atau  sarjana  (S1)  dalam  bidang  pendidikan  SD/MI  (D-IV/S1

PGSD/PGMI)   ataupsikologiyangdiperolehdariprogramstudi yangterakreditasi.

 

c.  Kualifikasi Akademik Guru SMP/MTs

Guru pada SMP/MTs, atau bentuklain yang sederajat, harus memiliki kualifikasi akademik pendidikan minimum diploma empat (D-IV)atausarjana(S1)program studi yang sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan/diampu,dandiperolehdariprogramstudi yangterakreditasi.

 

d.  Kualifikasi Akademik Guru SMA/MA

Guru pada SMA/MA, atau bentuk lain yang sederajat, harus memiliki kualifikasi akademik pendidikan minimum diploma empat (D-IV)atausarjana(S1)program studi yang sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan/diampu,dandiperolehdariprogramstudi yangterakreditasi.


e.  Kualifikasi Akademik GuruSDLB/SMPLB/SMALB

GurupadaSDLB/SMPLB/SMALB,ataubentuk lain yang sederajat, harus memiliki kualifikasi akademik pendidikan minimum diploma empat(D-IV)atausarjana(S1) programpendidikankhususatau sarjanayangsesuai  dengan  mata  pelajaran  yang diajarkan/diampu, dan diperoleh dari program studi yang terakreditasi.

 

f.   Kualifikasi Akademik Guru SMK/MAK*

Guru pada SMK/MAK* atau bentuklain yang sederajat, harus memiliki kualifikasi akademik pendidikan minimum diploma empat (D-IV)atausarjana(S1)program studi yang sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan/diampu,dandiperolehdariprogramstudi yangterakreditasi.

 

2.     Kualifikasi Akademik Guru Melalui Uji Kelayakan dan Kesetaraan Kualifikasi      akademik   yang   dipersyaratkan   untuk   dapat   diangkat sebagaigurudalambidang-bidangkhususyangsangatdiperlukan tetapi  belum  dikembangkan  di  perguruan  tinggi  dapat  diperoleh melaluiujikelayakandankesetaraan.Ujikelayakandankesetaraan bagiseseorangyangmemilikikeahliantanpaijazahdilakukanoleh perguruan tinggi yang diberi wewenanguntukmelaksanakannya.

 

 

 

Keterangan:

Tanda*    padahalamanini  danhalaman-halamanberikutmya,hanya    untukguru kelompokmatapelajarannormatifdanadaptif.


B.    STANDARKOMPETENSIGURU

 

Standar kompetensi guru ini dikembangkan secara utuh dari empat kompetensi utama, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Keempat kompetensi tersebutterintegrasi dalam kinerja guru.

 

Standar kompetensi guru mencakupkompetensi inti guru yang dikembangkan menjadi kompetensiguru PAUD/TK/RA, guru kelas SD/MI, dan   guru   mata   pelajaran   pada   SD/MI,      SMP/MTs,   SMA/MA,   dan SMK/MAK*sebagaiberikut.

 

Tabel1

StandarKompetensiGuruPAUD/TK/RA

 

 

 

 

No.

 

KOMPETENSI INTI GURU

 

KOMPETENSI GURU TK/PAUD

KompetensiPedagodik

1.

Menguasaikarakteristikpeserta didikdariaspekfisik,moral,sosial, kultural,emosional,danintelektual.

1.1    Memahamikarakteristikpesertadidik usia TK/PAUDyangberkaitandengan aspekfisik,intelektual,sosial-emosional,

moral,danlatarbelakangsosial-budaya.

1.2    Mengidentifikasipotensipesertadidik usiaTK/PAUDdalamberbagaibidang pengembangan.

 

1.3    Mengidentifikasikemampuanawal pesertadidikusiaTK/PAUDdalam berbagaibidangpengembangan.

1.4    Mengidentifikasikesulitanpesertadidik usiaTK/PAUDdalamberbagaibidang Pengembangan.

2.

Menguasaiteoribelajardanprinsip- prinsippembelajaranyangmendidik.

2.1    Memahamiberbagaiteoribelajardan prinsip-prinsipbermainsambilbelajar yangmendidikyangterkaitdengan

berbagaibidangpengembangandi

TK/PAUD.

 

2.2    Menerapkanberbagaipendekatan, strategi,metode,danteknikbermain sambilbelajaryangbersifatholistik, otentik,danbemakna,yangterkait denganberbagaibidangpengembangan diTK/PAUD.

3.

Mengembangkankurikulumyang terkaitdenganbidang pengembanganyangdiampu.

3.1    Memahamiprinsip-prinsip pengembangankurikulum.

3.2    Menentukantujuankegiatan pengembanganyangmendidik.


 

 

No.

 

KOMPETENSI INTI GURU

 

KOMPETENSI GURU TK/PAUD

 

 

3.3    Menentukankegiatanbermainsambil belajaryangsesuaiuntukmencapai tujuanpengembangan.

3.4    Memilihmaterikegiatanpengembangan yangmendidikyaitukegiatanbermain sambilbelajarsesuaidengantujuan pengembangan.

3.5   Menyusunperencanaansemester,

mingguandanhariandalamberbagai kegiatanpengembangandiTK/PAUD.

3.6    Mengembangkanindikatordaninstrumen penilaian.

4.

Menyelenggarakankegiatan pengembanganyangmendidik

4.1     Memahamiprinsip-prinsipperancangan kegiatanpengembanganyangmendidik danmenyenangkan.

4.2     Mengembangkankomponen-komponen rancangankegiatanpengembanganyang mendidikdanmenyenangkan.

4.3     Menyusunrancangankegiatan pengembanganyangmendidikyang

lengkap,baikuntukkegiatandidalam kelas,maupundiluarkelas.

4.4     Menerapkankegiatanbermainyang bersifatholistik,otentik,danbermakna.

4.5    Menciptakansuasanabermainyang

menyenangkan,inklusif,dandemokratis

 

4.6     Memanfaatkanmediadansumberbelajar yangsesuaidenganpendekatanbermain sambilbelajar.

4.7     Menerapkantahapanbermainanak dalamkegiatanpengembangandi TK/PAUD.

4.8     Mengambilkeputusantransaksional dalamkegiatanpengembangandi

TK/PAUDsesuaidengansituasiyang

berkembang.

5.

Memanfaatkanteknologiinformasi dankomunikasiuntukkepentingan

penyelenggaraankegiatan

pengembanganyangmendidik.

5.1     Memanfaatkanteknologiinformasidan komunikasiuntukmeningkatkankualitas

kegiatanpengembanganyangmendidik.

6.

Memfasilitasipengembangan potensipesertadidikuntuk mengaktualisasikanberbagai potensiyangdimiliki.

6.1     Menyediakanberbagaikegiatanbermain sambilbelajaruntukmendorongpeserta didikmengembangkanpotensinyasecara optimaltermasukkreativitasnya.

 

 

 

 

6


 

 

No.

 

KOMPETENSI INTI GURU

 

KOMPETENSI GURU TK/PAUD

7.

Berkomunikasisecaraefektif, empatik,dansantundenganpeserta didik.

7.1     Memahamiberbagaistrategi berkomunikasiyangefektif,empatikdan santun,baiksecaralisanmaupun tulisan.

 

7.2     Berkomunikasisecaraefektif,empatik, dansantundenganpesertadidikdengan bahasayangkhasdalaminteraksi pembelajaranyangterbangunsecara siklikaldari(a)penyiapankondisi psikologispesertadidik,(b)memberikan.

 

pertanyaanatautugassebagaiundangan kepadapesertadidikuntukmerespons,

(c)responspesertadidik,(d)reaksiguru terhadapresponspesertadidik,dan seterusnya.

8.

Menyelenggarakanpenilaiandan evaluasiprosesdanhasilbelajar

8.1     Memahamiprinsip-prinsippenilaiandan evaluasiprosesdanhasilbelajarsesuai dengankarakteristiklimamatapelajaran SD/MI.

8.2     Menentukanaspek-aspekprosesdan hasilbelajaryangpentinguntukdinilai dandievaluasisesuaidengan karakteristiklimamatapelajaranSD/MI.

8.3     Menentukanprosedurpenilaiandan evaluasiprosesdanhasilbelajar.

8.4     Mengembangkaninstrumenpenilaian danevaluasiprosesdanhasilbelajar.

8.5               Mengadministrasikanpenilaianproses danhasilbelajarsecara berkesinambungandenganmengunakan berbagaiinstrumen.

8.6               Menganalisishasilpenilaianprosesdan hasilbelajaruntukberbagaitujuan.

8.7     Melakukanevaluasiprosesdanhasil belajar.

9.

Memanfaatkanhasilpenilaiandan evaluasiuntukkepentingan pembelajaran.

9.1     Menggunakaninformasihasilpenilaian danevaluasiuntukmenentukan ketuntasanbelajar.

 

 

9.2     Menggunakaninformasihasilpenilaian danevaluasiuntukmerancangprogram

remedialdanpengayaan.

9.3     Mengkomunikasikanhasilpenilaiandan evaluasikepadapemangkukepentingan.

9.4     Memanfaatkaninformasihasilpenilaian danevaluasipembelajaranuntuk meningkatkankualitaspembelajaran.

 

 

 

7


 

 

No.

 

KOMPETENSI INTI GURU

 

KOMPETENSI GURU TK/PAUD

10.

Melakukantindakanreflektifuntuk peningkatankualitaspembelajaran.

10.1     Melakukanrefleksiterhadap pembelajaranyangtelahdilaksanakan.

 

10.2     Memanfaatkanhasilrefleksiuntuk perbaikandanpengembanganlimamata pelajaranSD/MI.

 

10.3     Melakukanpenelitiantindakankelas untukmeningkatkankualitas pembelajaranlimamatapelajaranSD/MI.

 

KompetensiKepribadian

11.

Bertindaksesuaidengannorma agama,hukum,sosial,dan kebudayaannasionalIndonesia.

11.1               Menghargaipesertadidiktanpa membedakankeyakinanyangdianut, suku,adat-istiadat,daerahasal,dan gender.

 

11.2     Bersikapsesuaidengannormaagama yangdianut,hukumdannormasosial yangberlakudalammasyarakat,serta kebudayaannasionalIndonesiayang beragam.

12.

Menampilkandirisebagaipribadi yangjujur,berakhlakmulia,dan

teladanbagipesertadidikdan

masyarakat.

12.1    Berperilakujujur,tegas,danmanusiawi.

 

12.2     Berperilakuyangmencerminkan ketakwaan,danakhlakmulia.

 

12.3     Berperilakuyangdapatditeladanioleh pesertadidikdananggotamasyarakatdi sekitarnya.

13.

Menampilkandirisebagaipribadi yangmantap,stabil,dewasa,arif, danberwibawa.

13.1    Menampilkandirisebagaipribadiyang mantapdanstabil.

13.2     Menampilkandirisebagaipribadiyang dewasa,arif,danberwibawa.

14.

Menunjukkanetoskerja, tanggungjawabyangtinggi,rasa banggamenjadiguru,danrasa

percayadiri.

14.1    Menunjukkanetoskerjadantanggung jawabyangtinggi.

14.2     Banggamenjadigurudanpercayapada dirisendiri.

14.3    Bekerjamandirisecaraprofesional.

15.

Menjunjungtinggikodeetikprofesi guru.

15.1    Memahamikodeetikprofesiguru.

15.2    Menerapkankodeetikprofesiguru.

15.3     Berperilakusesuaidengankodeetik guru.

 

 

8


 

 

No.

 

KOMPETENSI INTI GURU

 

KOMPETENSI GURU TK/PAUD

KompetensiSosial

16.

Bersikapinklusif,bertindakobjektif, sertatidakdiskriminatifkarena

pertimbanganjeniskelamin,agama,

ras,kondisifisik,latarbelakang keluarga,danstatussosialekonomi.

16.1     Bersikapinklusifdanobjektifterhadap pesertadidik,temansejawatdan

lingkungansekitardalammelaksanakan

pembelajaran.

16.2     Tidakbersikapdiskriminatifterhadap pesertadidik,temansejawat,orangtua pesertadidikdanlingkungansekolah karenaperbedaanagama,suku,jenis kelamin,latarbelakangkeluarga,dan statussosial-ekonomi.

17.

Berkomunikasisecaraefektif, empatik,dansantundengan sesamapendidik,tenaga kependidikan,orangtua,dan masyarakat.

17.1     Berkomunikasidengantemansejawat dankomunitasilmiahlainnyasecara santun,empatikdanefektif.

17.2     Berkomunikasidenganorangtuapeserta didikdanmasyarakatsecarasantun, empatik,danefektiftentangprogram

pembelajarandankemajuanpeserta

didik.

17.3     Mengikutsertakanorangtuapesertadidik danmasyarakatdalamprogram pembelajarandandalammengatasi kesulitanbelajarpesertadidik.

18.

Beradaptasiditempatbertugasdi seluruhwilayahRepublikIndonesia yangmemilikikeragamansosial budaya.

18.1     Beradaptasidenganlingkungantempat bekerjadalamrangkameningkatkan efektivitassebagaipendidik,termasuk memahamibahasadaerahsetempat.

18.2     Melaksanakanberbagaiprogramdalam lingkungankerjauntukmengembangkan danmeningkatkankualitaspendidikandi daerahyangbersangkutan.

19.

Berkomunikasidengankomunitas profesisendiridanprofesilain secaralisandantulisanataubentuk lain.

19.1               Berkomunikasidengantemansejawat, profesiilmiah,dankomunitasilmiah lainnyamelaluiberbagaimediadalam rangkameningkatkankualitas pendidikan.

19.2     Mengkomunikasikanhasil-hasilinovasi pembelajarankepadakomunitasprofesi sendirisecaralisandantulisanatau bentuklain.

 

 

 

 

9


 

 

No.

 

KOMPETENSI INTI GURU

 

KOMPETENSI GURU TK/PAUD

 

KompetensiProfesional

20.

Menguasaimateri,struktur,konsep, danpolapikirkeilmuanyang mendukungmatapelajaranyang diampu.

20.1     Menguasaikonsepdasarmatematika, sains,bahasa,pengetahuansosial, agama,seni,pendidikanjasmani, kesehatandangizisebagaisarana

pengembanganuntuksetiapbidang

pengembangananakTK/PAUD.

20.2     Menguasaipenggunaanberbagaialat permainanuntukmengembangkanaspek fisik,kognitif,sosial-emosional,nilai

moral,sosialbudaya,danbahasaanak

TK/PAUD.

20.3    Menguasaiberbagaipermainananak.

21.

Menguasaistandarkompetensidan kompetensidasarmata pelajaran/bidangpengembangan yangdiampu.

21.1    MemahamikemampuananakTK/PAUD

dalamsetiapbidangpengembangan.

21.2     Memahamikemajuananakdalamsetiap bidangpengembangandiTK/PAUD.

21.3     Memahamitujuansetiapkegiatan pengembangan.

22.

Mengembangkanmateri pembelajaranyangdiampusecara kreatif.

22.1     Memilihmateribidangpengembangan yangsesuaidengantingkat perkembanganpesertadidik.

22.2     Mengolahmateribidangpengembangan secarakreatifsesuaidengantingkat perkembanganpesertadidik.

23.

Mengembangkankeprofesionalan secaraberkelanjutandengan melakukantindakanreflektif.

23.1     Melakukanrefleksiterhadapkinerja sendirisecaraterusmenerus.

23.2     Memanfaatkanhasilrefleksidalam rangkapeningkatankeprofesionalan.

23.3     Melakukanpenelitiantindakankelas untukpeningkatankeprofesionalan.

23.4     Mengikutikemajuanzamandengan belajardariberbagaisumber.

24.

Memanfaatkanteknologiinformasi dankomunikasiuntuk berkomunikasidan mengembangkandiri.

24.1     Memanfaatkanteknologiinformasidan komunikasidalamberkomunikasi.

24.2     Memanfaatkanteknologiinformasidan komunikasiuntukpengembangandiri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

10


Tabel2

StandarKompetensiGuruKelasSD/MI

 

 

 

 

No.

 

KOMPETENSI INTI GURU

 

KOMPETENSI GURU KELAS SD/MI

KompetensiPedagodik

1.

Menguasaikarakteristikpeserta didikdariaspekfisik,moral, sosial,kultural,emosional,dan intelektual.

1.1      Memahamikarakteristikpesertadidikusia sekolahdasaryangberkaitandenganaspek fisik,intelektual,sosial-emosional,moral, spiritual,danlatarbelakangsosial-budaya.

1.2      Mengidentifikasipotensipesertadidikusia sekolahdasardalamlimamatapelajaran SD/MI.

1.3     Mengidentifikasikemampuanawalpeserta

didikusiasekolahdasardalamlimamata pelajaranSD/MI.

1.4      Mengidentifikasikesulitanpesertabelajar usiasekolahdasardalamlimamata pelajaranSD/MI.

2.

Menguasaiteoribelajardan prinsip-prinsippembelajaranyang mendidik.

2.1      Memahamiberbagaiteoribelajardan prinsip-prinsippembelajaranyangmendidik terkaitdenganlimamatapelajaranSD/MI.

2.2      Menerapkanberbagaipendekatan,strategi, metode,danteknikpembelajaranyang mendidiksecarakreatifdalamlimamata pelajaranSD/MI.

2.3      Menerapkanpendekatanpembelajaran tematis,khususnyadikelas-kelasawal SD/MI.

3.

Mengembangkankurikulumyang terkaitdenganmata pelajaran/bidangpengembangan yangdiampu.

3.1      Memahamiprinsip-prinsippengembangan kurikulum.

 

3.2     Menentukantujuanlimamatapelajaran

SD/MI.

 

3.3      Menentukanpengalamanbelajaryang sesuaiuntukmencapaitujuanlimamata pelajaranSD/MI

 

3.4      MemilihmaterilimamatapelajaranSD/MI yangterkaitdenganpengalamanbelajar dantujuanpembelajaran.

 

3.5      Menatamateripembelajaransecarabenar sesuaidenganpendekatanyangdipilihdan karakteristikpesertadidikusiaSD/MI.

 

3.6      Mengembangkanindikatordaninstrumen penilaian.

 

 

 

11


 

 

No.

 

KOMPETENSI INTI GURU

 

KOMPETENSI GURU KELAS SD/MI

4.

Menyelenggarakanpembelajaran yangmendidik.

4.1      Memahamiprinsip-prinsipperancangan pembelajaranyangmendidik.

 

 

4.2      Mengembangkankomponen-komponen rancanganpembelajaran.

4.3      Menyusunrancanganpembelajaranyang lengkap,baikuntukkegiatandidalamkelas, laboratorium,maupunlapangan.

4.4      Melaksanakanpembelajaranyangmendidik dikelas,dilaboratorium,dandilapangan.

4.5      Menggunakanmediapembelajaransesuai dengankarakteristikpesertadidikdanlima matapelajaranSD/MIuntukmencapai tujuanpembelajaransecarautuh.

4.6      Mengambilkeputusantransaksionaldalam limamatapelajaranSD/MIsesuaidengan situasiyangberkembang.

5.

Memanfaatkanteknologiinformasi dankomunikasiuntuk

kepentinganpembelajaran.

5.1      Memanfaatkanteknologiinformasidan komunikasidalampembelajaran.

6.

Memfasilitasipengembangan potensipesertadidikuntuk

mengaktualisasikanberbagai potensiyangdimiliki.

6.1      Menyediakanberbagaikegiatan pembelajaranuntukmendorongpeserta

didikmencapaiprestasibelajarsecara optimal.

6.2      Menyediakanberbagaikegiatan pembelajaranuntukmengaktualisasikan potensipesertadidik,termasuk kreativitasnya.

7.

Berkomunikasisecaraefektif, empatik,dansantundengan pesertadidik.

7.1       Memahamiberbagaistrategiberkomunikasi yangefektif,empatikdansantun,baik secaralisanmaupuntulisan.

7.2       Berkomunikasisecaraefektif,empatik,dan santundenganpesertadidikdengan

bahasayangkhasdalaminteraksi

pembelajaranyangterbangunsecara

siklikaldari(a)penyiapankondisipsikologis pesertadidik,(b)memberikanpertanyaan atautugassebagaiundangankepada pesertadidikuntukmerespons,(c)respons pesertadidik,(d)reaksiguruterhadap responspesertadidik,danseterusnya.

8.

Menyelenggarakanpenilaiandan evaluasiprosesdanhasilbelajar.

8.1       Memahamiprinsip-prinsippenilaiandan evaluasiprosesdanhasilbelajarsesuai dengankarakteristiklimamatapelajaran

SD/MI.

 

 

 

 

 

 

12


 

 

No.

 

KOMPETENSI INTI GURU

 

KOMPETENSI GURU KELAS SD/MI

 

 

8.2       Menentukanaspek-aspekprosesdanhasil belajaryangpentinguntukdinilaidan dievaluasisesuaidengankarakteristiklima matapelajaranSD/MI.

8.3       Menentukanprosedurpenilaiandan evaluasiprosesdanhasilbelajar.

8.4       Mengembangkaninstrumenpenilaiandan evaluasiprosesdanhasilbelajar.

8.5       Mengadministrasikanpenilaianprosesdan hasilbelajarsecaraberkesinambungan denganmengunakanberbagaiinstrumen.

8.6       Menganalisishasilpenilaianprosesdan hasilbelajaruntukberbagaitujuan.

8.7       Melakukanevaluasiprosesdanhasil belajar.

9.

Memanfaatkanhasilpenilaiandan evaluasiuntukkepentingan pembelajaran.

9.1       Menggunakaninformasihasilpenilaiandan evaluasiuntukmenentukanketuntasan belajar.

9.2       Menggunakaninformasihasilpenilaiandan evaluasiuntukmerancangprogram

remedialdanpengayaan.

9.3       Mengkomunikasikanhasilpenilaiandan evaluasikepadapemangkukepentingan.

9.4       Memanfaatkaninformasihasilpenilaiandan evaluasipembelajaranuntukmeningkatkan kualitaspembelajaran.

10.

Melakukantindakanreflektifuntuk peningkatankualitas pembelajaran.

10.1      Melakukanrefleksiterhadappembelajaran yangtelahdilaksanakan.

10.2      Memanfaatkanhasilrefleksiuntuk perbaikandanpengembanganlimamata

pelajaranSD/MI.

10.3      Melakukanpenelitiantindakankelasuntuk meningkatkankualitaspembelajaranlima matapelajaranSD/MI.

KompetensiKepribadian

11.

Bertindaksesuaidengannorma agama,hukum,sosial,dan kebudayaannasionalIndonesia.

11.1      Menghargaipesertadidiktanpa membedakankeyakinanyangdianut,suku, adat-istiadat,daerahasal,dangender.

11.2      Bersikapsesuaidengannormaagamayang dianut,hukumdannormasosialyang

berlakudalammasyarakat,serta

kebudayaannasionalIndonesiayang beragam.

 

 

 

 

 

 

 

13


 

 

No.

 

KOMPETENSI INTI GURU

 

KOMPETENSI GURU KELAS SD/MI

12.

Menampilkandirisebagaipribadi yangjujur,berakhlakmulia,dan teladanbagipesertadidikdan masyarakat.

12.1     Berperilakujujur,tegas,danmanusiawi.

12.2      Berperilakuyangmencerminkanketakwaan danakhlakmulia.

12.3      Berperilakuyangdapatditeladanioleh pesertadidikdananggotamasyarakatdi sekitarnya.

13.

Menampilkandirisebagaipribadi yangmantap,stabil,dewasa,arif, danberwibawa.

13.3      Menampilkandirisebagaipribadiyang mantapdanstabil.

13.2      Menampilkandirisebagaipribadiyang dewasa,arif,danberwibawa.

14.

Menunjukkanetoskerja,tanggung jawabyangtinggi,rasabangga

menjadiguru,danrasapercaya

diri.

14.1               Menunjukkanetoskerjadantanggung jawabyangtinggi.

14.2     Banggamenjadigurudanpercayapadadiri

sendiri.

14.3     Bekerjamandirisecaraprofesional.

15.

Menjunjungtinggikodeetik profesiguru.

15.1     Memahamikodeetikprofesiguru.

15.2     Menerapkankodeetikprofesiguru.

15.3     Berperilakusesuaidengankodeetikguru.

KompetensiSosial

16.

Bersikapinklusif,bertindak objektif,sertatidakdiskriminatif

karenapertimbanganjenis kelamin,agama,ras,kondisifisik, latarbelakangkeluarga,dan statussosialekonomi.

16.1      Bersikapinklusifdanobjektifterhadap pesertadidik,temansejawatdan

lingkungansekitardalammelaksanakan pembelajaran.

16.2      Tidakbersikapdiskriminatifterhadap pesertadidik,temansejawat,orangtua pesertadidikdanlingkungansekolah

karenaperbedaanagama,suku,jenis

kelamin,latarbelakangkeluarga,danstatus sosial-ekonomi.

17.

Berkomunikasisecaraefektif, empatik,dansantundengan sesamapendidik,tenaga

kependidikan,orangtua,dan

masyarakat.

17.1      Berkomunikasidengantemansejawatdan komunitasilmiahlainnyasecarasantun, empatikdanefektif.

17.2     Berkomunikasidenganorangtuapeserta

didikdanmasyarakatsecarasantun, empatik,danefektiftentangprogram pembelajarandankemajuanpesertadidik.

17.3      Mengikutsertakanorangtuapesertadidik danmasyarakatdalamprogram pembelajarandandalammengatasi kesulitanbelajarpesertadidik.

 

 

 

 

 

 

 

14


 

 

No.

 

KOMPETENSI INTI GURU

 

KOMPETENSI GURU KELAS SD/MI

18.

Beradaptasiditempatbertugasdi seluruhwilayahRepublik Indonesiayangmemiliki keragamansosialbudaya.

18.1      Beradaptasidenganlingkungantempat bekerjadalamrangkameningkatkan efektivitassebagaipendidik,termasuk memahamibahasadaerahsetempat.

18.2      Melaksanakanberbagaiprogramdalam lingkungankerjauntukmengembangkan danmeningkatkankualitaspendidikandi

daerahyangbersangkutan.

19.

Berkomunikasidengankomunitas profesisendiridanprofesilain secaralisandantulisanatau

bentuklain.

19.1      Berkomunikasidengantemansejawat, profesiilmiah,dankomunitasilmiahlainnya melaluiberbagaimediadalamrangka

meningkatkankualitaspendidikan.

19.2      Mengkomunikasikanhasil-hasilinovasi pembelajarankepadakomunitasprofesi sendirisecaralisandantulisanataubentuk lain.

KompetensiProfesional

20.

Menguasaimateri,struktur, konsep,danpolapikirkeilmuan

yangmendukungmatapelajaran

yangdiampu.

BahasaIndonesia

20.1      Memahamihakikatbahasadan pemerolehanbahasa.

20.2      Memahamikedudukan,fungsi,danragam bahasaIndonesia.

20.3      Menguasaidasar-dasardankaidahbahasa Indonesiasebagairujukanpenggunaan bahasaIndonesiayangbaikdanbenar.

20.4      MemilikiketerampilanberbahasaIndonesia (menyimak,berbicara,membaca,dan menulis)

20.5     Memahamiteoridangenresastra

Indonesia.

20.6     Mampumengapresiasikaryasastra

Indonesia,secarareseptifdanproduktif.

 

Matematika

20.7      Menguasaipengetahuankonseptualdan proseduralsertaketerkaitankeduanya

dalamkonteksmateriaritmatika,aljabar,

geometri,trigonometri,pengukuran, statistika,danlogikamatematika.

 

20.8      Mampumenggunakanmatematisasi horizontaldanvertikaluntuk menyelesaikanmasalahmatematikadan masalahdalamdunianyata.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

15


 

 

No.

 

KOMPETENSI INTI GURU

 

KOMPETENSI GURU KELAS SD/MI

 

 

20.9      Mampumenggunakanpengetahuan konseptual,prosedural,danketerkaitan keduanyadalampemecahanmasalah matematika,serta.penerapannyadalam kehidupansehari-hari.

20.10    Mampumenggunakanalatperaga,alat ukur,alat  hitung,danpirantilunak komputer.

 

IPA

20.11    Mampumelakukanobservasigejalaalam baiksecaralangsungmaupuntidak

langsung.

20.12    Memanfaatkankonsep-konsepdanhukum- hukumilmupengetahuanalamdalam berbagaisituasikehidupansehari-hari.

20.13    Memahamistrukturilmupengetahuanalam, termasukhubunganfungsional

antarkonsep,yangberhubungandengan matapelajaranIPA.

 

IPS

20.14             Menguasaimaterikeilmuanyangmeliputi dimensipengetahuan,nilai,dan

keterampilanIPS.

20.15    Mengembangkanmateri,struktur,dan konsepkeilmuanIPS.

20.16             Memahamicita-cita,nilai,konsep,dan prinsip-prinsippokokilmu-ilmusosialdalam kontekskebhinnekaanmasyarakat Indonesiadandinamikakehidupanglobal.

20.17    Memahamifenomenainteraksi perkembanganilmupengetahuan, teknologi,seni,kehidupanagama,dan perkembanganmasyarakatsertasaling ketergantunganglobal.

 

PKn

20.18             Menguasaimaterikeilmuanyangmeliputi dimensipengetahuan,sikap,nilai,dan

perilakuyangmendukungkegiatan pembelajaranPKn.

 

20.19    Menguasaikonsepdanprinsipkepribadian nasionaldandemokrasikonstitusional Indonesia,semangatkebangsaandancinta tanahairsertabelanegara.

20.20    Menguasaikonsepdanprinsip perlindungan,pemajuanHAM,serta penegakanhukumsecaraadildanbenar.

 

 

 

 

 

 

16


 

 

No.

 

KOMPETENSI INTI GURU

 

KOMPETENSI GURU KELAS SD/MI

 

 

20.21   Menguasaikonsep,prinsip,nilai,moral,dan normakewarganegaraanIndonesiayang demokratisdalamkontekskewargaan negaradandunia.

21.

Menguasaistandarkompetensi dankompetensidasarmata

pelajaran/bidangpengembangan

yangdiampu.

21.1      Memahamistandarkompetensilimamata pelajaranSD/MI.

21.2     Memahamikompetensidasarlimamata

pelajaranSD/MI.

21.3      Memahamitujuanpembelajaranlimamata pelajaranSD/MI.

22.

Mengembangkanmateri pembelajaranyangdiampu

secarakreatif.

22.1     MemilihmaterilimamatapelajaranSD/MI

yangsesuaidengantingkatperkembangan pesertadidik.

22.2      MengolahmaterilimamatapelajaranSD/MI secaraintegratifdankreatifsesuaidengan tingkatperkembanganpesertadidik.

23.

Mengembangkankeprofesionalan secaraberkelanjutandengan

melakukantindakanreflektif.

23.1      Melakukanrefleksiterhadapkinerjasendiri secara\terusmenerus.

23.2     Memanfaatkanhasilrefleksidalamrangka

peningkatankeprofesionalan.

23.3      Melakukanpenelitiantindakankelasuntuk peningkatankeprofesionalan.

23.4      Mengikutikemajuanzamandenganbelajar dariberbagaisumber.

24.

Memanfaatkanteknologiinformasi dankomunikasiuntuk berkomunikasidan mengembangkandiri.

24.1      Memanfaatkanteknologiinformasidan komunikasidalamberkomunikasi.

24.2      Memanfaatkanteknologiinformasidan komunikasiuntukpengembangandiri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

17


Tabel3

Standar Kompetensi Guru Mata PelajarandiSD/MI,SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK*

 

No.

KOMPETENSI INTI GURU

KOMPETENSIGURUMATAPELAJARAN

KompetensiPedagodik

1.

Menguasaikarakteristik peserta didikdariaspekfisik, moral,spiritual,sosial,kultural, emosional,danintelektual.

1.1

Memahamikarakteristikpesertadidik yangberkaitandenganaspekfisik, intelektual,sosial-emosional,moral, spiritual,danlatarbelakangsosial- budaya.

 

 

1.2

Mengidentifikasipotensipesertadidik

dalammatapelajaranyangdiampu.

 

 

1.3

Mengidentifikasibekal-ajarawalpeserta didikdalammatapelajaranyangdiampu.

 

 

1.4

Mengidentifikasikesulitanbelajarpeserta didikdalammatapelajaranyangdiampu.

2.

Menguasaiteoribelajardan prinsip-prinsippembelajaran

yangmendidik.

2.1

Memahamiberbagaiteoribelajardan prinsip-prinsippembelajaranyang

mendidikterkaitdenganmatapelajaran

yangdiampu.

 

 

2.2

Menerapkanberbagaipendekatan, strategi,metode,danteknikpembelajaran yangmendidiksecarakreatifdalammata pelajaranyangdiampu.

3.

Mengembangkankurikulum yangterkaitdenganmata

pelajaranyangdiampu.

3.1

 

3.2

Memahamiprinsip-prinsip pengembangankurikulum.

Menentukantujuanpembelajaranyang

diampu.

 

 

3.3

Menentukanpengalamanbelajaryang

sesuaiuntukmencapaitujuan pembelajaranyangdiampu.

 

 

3.4

Memilihmateripembelajaranyang

diampuyangterkaitdenganpengalaman belajardantujuanpembelajaran.

 

 

3.5

Menatamateripembelajaransecara

benarsesuaidenganpendekatanyang dipilihdankarakteristikpesertadidik.

 

 

3.6

Mengembangkanindikatordaninstrumen

penilaian.

4.

Menyelenggarakan pembelajaranyangmendidik.

4.1

Memahamiprinsip-prinsipperancangan pembelajaranyangmendidik.

 

 

4.2

 

 

 

4.3

Mengembangkankomponen-komponen

rancanganpembelajaran.

 

Menyusunrancanganpembelajaranyang lengkap,baikuntukkegiatandidalam kelas,laboratorium,maupunlapangan.

 

 

 

18


 

No.

KOMPETENSI INTI GURU

KOMPETENSIGURUMATAPELAJARAN

 

 

4.4       Melaksanakanpembelajaranyang mendidikdikelas,dilaboratorium,dandi lapangandenganmemperhatikanstandar keamananyangdipersyaratkan.

4.5       Menggunakanmediapembelajarandan sumberbelajaryangrelevandengan karakteristikpesertadidikdanmata pelajaranyangdiampuuntukmencapai tujuanpembelajaransecarautuh.

4.6       Mengambilkeputusantransaksional dalampembelajaranyangdiampusesuai dengansituasiyangberkembang.

5.

Memanfaatkanteknologi informasidankomunikasi

untukkepentingan pembelajaran.

5.1       Memanfaatkanteknologiinformasidan komunikasidalampembelajaranyang

diampu.

6.

Memfasilitasipengembangan potensipesertadidikuntuk mengaktualisasikanberbagai potensiyangdimiliki.

6.1       Menyediakanberbagaikegiatan pembelajaranuntukmendorongpeserta didikmencapaiprestasisecaraoptimal.

6.2       Menyediakanberbagaikegiatan pembelajaranuntukmengaktualisasikan

potensipesertadidik,termasuk kreativitasnya.

7.

Berkomunikasisecaraefektif, empatik,dansantundengan

pesertadidik.

7.1       Memahamiberbagaistrategi berkomunikasiyangefektif,empatik,dan

santun,secaralisan,tulisan,dan/atau bentuklain.

7.2       Berkomunikasisecaraefektif,empatik, dan santundenganpesertadidikdengan bahasayangkhasdalaminteraksi kegiatan/permainanyangmendidikyang terbangunsecarasiklikaldari(a) penyiapankondisipsikologispesertadidik untukambilbagiandalampermainan melaluibujukandancontoh,(b)ajakan kepadapesertadidikuntukambilbagian, (c)responspesertadidikterhadapajakan guru,dan(d)reaksiguruterhadap

responspesertadidik,danseterusnya.

 

 

 

 

 

 

19


 

No.

KOMPETENSI INTI GURU

KOMPETENSIGURUMATAPELAJARAN

8.

Menyelenggarakanpenilaian danevaluasiprosesdanhasil belajar.

8.1       Memahamiprinsip-prinsippenilaiandan evaluasiprosesdanhasilbelajarsesuai dengankarakteristikmatapelajaranyang diampu.

8.2       Menentukanaspek-aspekprosesdan hasilbelajaryangpentinguntukdinilai

dandievaluasisesuaidengan

karakteristikmatapelajaranyangdiampu.

8.3       Menentukanprosedurpenilaiandan evaluasiprosesdanhasilbelajar.

8.4       Mengembangkaninstrumenpenilaian danevaluasiprosesdanhasilbelajar.

8.5       Mengadministrasikanpenilaianproses danhasilbelajarsecara berkesinambungandenganmengunakan berbagaiinstrumen.

8.6       Menganalisishasilpenilaianprosesdan hasilbelajaruntukberbagaitujuan.

8.7       Melakukanevaluasiprosesdanhasil belajar.

9.

Memanfaatkanhasilpenilaian danevaluasiuntuk kepentinganpembelajaran.

9.1       Menggunakaninformasihasilpenilaian danevaluasiuntukmenentukan ketuntasanbelajar

9.2       Menggunakaninformasihasilpenilaian danevaluasiuntukmerancangprogram

remedialdanpengayaan.

9.3       Mengkomunikasikanhasilpenilaiandan evaluasikepadapemangkukepentingan.

9.4       Memanfaatkaninformasihasilpenilaian danevaluasipembelajaranuntuk meningkatkankualitaspembelajaran.

10.

Melakukantindakanreflektif untukpeningkatankualitas pembelajaran.

10.1       Melakukanrefleksiterhadap pembelajaranyangtelahdilaksanakan.

 

10.2       Memanfaatkanhasilrefleksiuntuk perbaikandanpengembangan pembelajarandalammatapelajaranyang diampu.

 

10.3       Melakukanpenelitiantindakankelasuntukmeningkatkankualitaspembelajaran dalammatapelajaranyangdiampu.

 

 

 

 

20


 

No.

KOMPETENSI INTI GURU

KOMPETENSIGURUMATAPELAJARAN

 

KompetensiKepribadian

11.

Bertindaksesuaidengan normaagama,hukum,sosial, dankebudayaannasional Indonesia.

11.1       Menghargaipesertadidiktanpa membedakankeyakinanyangdianut, suku,adat-istiadat,daerahasal,dan gender.

11.2     Bersikapsesuaidengannormaagama yangdianut,hukumdansosialyang berlakudalammasyarakat,dan kebudayaannasionalIndonesiayang beragam.

12.

Menampilkandirisebagai pribadiyangjujur,berakhlak

mulia,danteladanbagi

pesertadidikdanmasyarakat.

12.1    Berperilakujujur,tegas,danmanusiawi.

12.2     Berperilakuyangmencerminkan ketakwaandanakhlakmulia.

12.3     Berperilakuyangdapatditeladanoleh pesertadidikdananggotamasyarakatdi sekitarnya.

13.

Menampilkandirisebagai pribadiyangmantap,stabil,

dewasa,arif,danberwibawa.

13.1     Menampilkandirisebagaipribadiyang mantapdanstabil.

13.2    Menampilkandirisebagaipribadiyang

dewasa,arif,danberwibawa.

14.

Menunjukkanetoskerja, tanggungjawabyangtinggi, rasabanggamenjadiguru, danrasapercayadiri.

14.1     Menunjukkanetoskerjadantanggung jawabyangtinggi.

14.2     Banggamenjadigurudanpercayapada dirisendiri.

14.3    Bekerjamandirisecaraprofesional.

15.

Menjunjungtinggikodeetik profesiguru.

15.1    Memahamikodeetikprofesiguru.

15.2    Menerapkankodeetikprofesiguru.

15.3     Berperilakusesuaidengankodeetik profesiguru.

 

KompetensiSosial

16.

Bersikapinklusif,bertindak objektif,sertatidak

diskriminatifkarena pertimbanganjeniskelamin, agama,ras,kondisifisik,latar belakangkeluarga,danstatus sosialekonomi.

16.1      Bersikapinklusifdanobjektifterhadap pesertadidik,temansejawatdan

lingkungansekitardalammelaksanakan pembelajaran.

16.2     Tidakbersikapdiskriminatifterhadap pesertadidik,temansejawat,orangtua pesertadidikdanlingkungansekolah

karenaperbedaanagama,suku,jenis

kelamin,latarbelakangkeluarga,dan statussosial-ekonomi.

 

 

 

 

 

 

 

21


 

No.

KOMPETENSI INTI GURU

KOMPETENSIGURUMATAPELAJARAN

17.

Berkomunikasisecaraefektif, empatik,dansantundengan sesamapendidik,tenaga kependidikan,orangtua,dan

masyarakat.

17.1     Berkomunikasidengantemansejawat dankomunitasilmiahlainnyasecara santun,empatikdanefektif.

17.2     Berkomunikasidenganorangtuapeserta didikdanmasyarakatsecarasantun,

empatik,danefektiftentangprogram pembelajarandankemajuanpeserta didik.

17.3     Mengikutsertakanorangtuapesertadidik danmasyarakatdalamprogram pembelajarandandalammengatasi

kesulitanbelajarpesertadidik.

18.

Beradaptasiditempat bertugasdiseluruhwilayah RepublikIndonesiayang memilikikeragamansosial

budaya.

18.1     Beradaptasidenganlingkungantempat bekerjadalamrangkameningkatkan efektivitassebagaipendidik.

18.2     Melaksanakanberbagaiprogramdalam lingkungankerjauntukmengembangkan

danmeningkatkankualitaspendidikandi daerahyangbersangkutan.

19.

Berkomunikasidengan komunitasprofesisendiridan profesilainsecaralisandan

tulisanataubentuklain.

19.1     Berkomunikasidengantemansejawat, profesiilmiah,dankomunitasilmiah lainnyamelaluiberbagaimediadalam

rangkameningkatkankualitas

pembelajaran.

19.2     Mengkomunikasikanhasil-hasilinovasi pembelajarankepadakomunitasprofesi sendirisecaralisandantulisanmaupun bentuklain.

 

KompetensiProfesional

20.

Menguasaimateri,struktur, konsep,danpolapikir

keilmuanyangmendukung matapelajaranyangdiampu.

Jabarankompetensi Butir20untukmasing- masinggurumatapelajaran disajikan setelah tabelini.

21.

Menguasaistandar kompetensidankompetensi dasarmatapelajaranyang diampu.

21.1     Memahamistandarkompetensimata pelajaranyangdiampu.

21.2     Memahamikompetensidasarmata pelajaranyangdiampu.

21.3     Memahamitujuanpembelajaranyang diampu.

22.

Mengembangkanmateri pembelajaranyangdiampu secarakreatif.

22.1     Memilihmateripembelajaranyang diampusesuaidengantingkat perkembanganpesertadidik.

 

 

22.2     Mengolahmateripelajaranyangdiampu secarakreatifsesuaidengantingkat perkembanganpesertadidik.

 

 

 

22


 

No.

KOMPETENSI INTI GURU

KOMPETENSIGURUMATAPELAJARAN

 

 

 

23.

Mengembangkan keprofesionalansecara

berkelanjutandengan

melakukantindakanreflektif.

23.1     Melakukanrefleksiterhadapkinerja sendirisecaraterusmenerus.

23.2    Memanfaatkanhasilrefleksidalam

rangkapeningkatankeprofesionalan.

23.3     Melakukanpenelitiantindakankelas untukpeningkatankeprofesionalan.

23.4     Mengikutikemajuanzamandengan belajardariberbagaisumber.

24.

Memanfaatkanteknologi informasidankomunikasi

untukmengembangkandiri.

24.1     Memanfaatkanteknologiinformasidan komunikasidalamberkomunikasi.

24.2     Memanfaatkanteknologiinformasidan komunikasiuntukpengembangandiri.

 

 

 

KompetensiIntiGurubutir20untuksetiapgurumatapelajarandijabarkan sebagai berikut.

 

1.  Kompetensi  Guru  mata  pelajaran  Pendidikan  Agama  pada  SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA,SMK/MAK*

 

1.1  KompetensiGuruPendidikanAgamaIslam

 

    Menginterpretasikanmateri,struktur,konsep,danpolapikirilmu-ilmu yangrelevandenganpembelajaranPendidikanAgamaIslam.

    Menganalisismateri,struktur,konsep,danpolapikirilmu-ilmuyang relevandenganpembelajaranPendidikanAgamaIslam.

 

1.2  KompetensiGuruPendidikanAgamaKristen

 

    Menginterpretasikanmateri,struktur,konsep,danpolapikirilmu-ilmu yangrelevandenganpembelajaran PendidikanAgamaKristen.

    Menganalisismateri,struktur,konsep,danpolapikirilmu-ilmuyang relevan dengan pembelajaran PendidikanAgamaKristen.

 

 

 

1.3  Kompetensi GuruPendidikanAgamaKatolik

 

    Menginterpretasikanmateri,struktur,konsep,danpolapikirilmu-ilmu yangrelevandenganpembelajaranPendidikanAgamaKatolik.

    Menganalisismateri,struktur,konsep,danpolapikirilmu-ilmuyang relevan dengan pembelajaran PendidikanAgamaKatolik.


1.4  Kompetensi Guru Pendidikan Agama Hindu

 

    Menginterpretasikanmateri,struktur,konsep,danpolapikirilmu-ilmu yangrelevandenganpembelajaranPendidikan AgamaHindu.

    Menganalisismateri,struktur,konsep,danpolapikirilmu-ilmuyang relevandenganpembelajaranPendidikanAgamaHindu.

 

1.5KompetensiGuruPendidikanAgamaBuddha

 

    Menginterpretasikanmateri,struktur,konsep,danpolapikirilmu-ilmu yangrelevandenganpembelajaranPendidikanAgamaBuddha.

    Menganalisismateri,struktur,konsep,danpolapikirilmu-ilmuyang relevandenganpembelajaranPendidikanAgamaBuddha.

 

1.6KompetensiGuruPendidikanAgamaKonghucu

 

    Menginterpretasikanmateri,struktur,konsep,danpolapikirilmu-ilmu yangrelevandenganpembelajaran Pendidikan AgamaKonghucu.

    Menganalisismateri,struktur,konsep,danpolapikirilmu-ilmuyang relevan dengan pembelajaran PendidikanAgamaKonghucu.

 

2.   Kompetensi   Guru   mata   pelajaran   PKn   pada   SMP/MTs,   SMA/MA, SMK/MAK*

 

    Memahami  materi,  struktur,  konsep,  dan  pola  pikir  keilmuan  yang mendukungmatapelajaranPendidikanKewarganegaraan.

    Memahami   substansi   Pendidikan   Kewarganegaraan   yang   meliputi pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge),nilai dansikap kewarganegaraan (civic disposition), dan ketrampilan kewarganegaraan (civic skills).

   Menunjukkanmanfaatmatapelajaran pendidikan kewarganegaraan.

 

3.KompetensiGurumatapelajaranSeniBudayapadaSD/MI,SMP/MTs, danSMA/MA,SMK/MAK*

 

    Menguasaimateri,struktur,konsep,danpolapikirkeilmuan(mencakup materi yang bersifat konsepsi, apresiasi, dan kreasi/rekreasi) yang mendukungpelaksanaanpembelajaranseni budaya (seni rupa,musik, tari, teater) dan keterampilan.

    Menganalisis  materi,  struktur,  konsep,  dan  pola  pikir  ilmu-ilmu  yang relevandenganpembelajaranSeniBudaya.

 

 

4.KompetensiGurumatapelajaranPendidikanJasmani,Olahraga,dan

KesehatanpadaSD/MI,SMP/MTs,danSMA/MA,SMK/MAK*

 

    Menjelaskandimensifilosofispendidikanjasmanitermasuketikasebagai aturandanprofesi.


   Menjelaskanperspektifsejarahpendidikanjasmani.

   Menjelaskandimensi anatomimanusia,secara struktur dan fungsinya

   Menjelaskanaspekkinesiologidankinerjafisikmanusia.

   Menjelaskanaspekfisiologismanusiadanefekdarikinerjalatihan.

    Menjelaskanaspekpsikologipadakinerjamanusia,termasukmotivasi dan tujuan, kecemasan dan stress, serta persepsi diri.

   Menjelaskanaspeksosiologidalamkinerjadiri,termasukdinamikasosial;

etikadanperilakumoral,danbudaya,suku, dan perbedaan jenis kelamin.

    Menjelaskan  teori  perkembangan  gerak,  termasuk  aspek-aspek  yang mempengaruhinya.

    Menjelaskan  teori  belajar  gerak,  termasuk  keterampilan  dasar  dan kompleks dan hubungan timbal balik diantara domain kognitif, afektif dan psikomotorik.

 

5.  KompetensiGurumatapelajaranMatematikapadaSMP/MTs,SMA/MA, SMK/MAK*

 

    Menggunakanbilangan,hubungandiantarabilangan,berbagaisistem bilangan dan teori bilangan.

   Menggunakanpengukurandanpenaksiran.

   Menggunakanlogika matematika.

   Menggunakankonsep-konsepgeometri.

   Menggunakankonsep-konsepstatistikadanpeluang.

   Menggunakan pola dan fungsi.

   Menggunakankonsep-konsepaljabar.

   Menggunakankonsep-konsepkalkulusdangeometrianalitik.

   Menggunakankonsepdanprosesmatematikadiskrit.

   Menggunakantrigonometri.

   Menggunakan vektor dan matriks.

   Menjelaskansejarahdanfilsafatmatematika.

    Mampumenggunakanalatperaga,alatukur,alathitung,pirantilunak komputer, model matematika,danmodelstatistika.

 

 

 

6.   Mata   pelajaran   Teknologi   Informasi   dan   Komunikasi   (TIK)   pada

SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK*

 

   Mengoperasikankomputerpersonal dan periferalnya.

    Merakit,   menginstalasi,   men-setup,   memelihara   dan   melacak   serta memecahkanmasalah (troubleshooting)padakomputerpersonal.

    Melakukan    pemrograman    komputer    dengan    salah    satu    bahasa pemrogramanberorientasiobjek.

   Mengolahkata (word processing)dengankomputerpersonal.

    Mengolah  lembar  kerja  (spreadsheet)  dan  grafik  dengan  komputer personal.


    Mengelolapangkalandata(database)dengankomputerpersonalatau komputerserver.

    Membuatpresentasiinteraktifyangmemenuhikaidahkomunikasivisual daninterpersonal.

   Membuat media grafis dengan menggunakan perangkat lunak publikasi.

   Membuatdanmemeliharajaringankomputer(kabeldannirkabel).

   Membuatdanmemeliharasituslaman (web).

   Menggunakansaranatelekomunikasi (telephone,mobilephone,faximile).

    Membuatdanmenggunakanmediakomunikasi,termasukpemrosesan gambar,audiodanvideo.

    Menggunakan  teknologi  informasi  dan  komunikasi  dalam  disiplin  atau materipembelajaranlaindan sebagaimediakomunikasi.

    Mendesain   dan   mengelola   lingkungan   pembelajaran/sumber   daya denganmemperhatikanstandarkesehatandankeselamatan.

    Mengoperasikan   perangkat   keras   dan   perangkat   lunak   pendukung pembelajaran.

    MemahamiEULA(EndUserLicenceAgreement)danketerbatasanserta keluasanpenggunaanperangkatlunak  secaralegal.

 

 

 

7. Kompetensi Guru mata pelajaran IPA pada SMP/MTs

 

    Memahami  konsep-konsep,  hukum-hukum,  dan  teori-teori  IPA    serta penerapannyasecarafleksibel.

    Memahami  proses  berpikir  IPA  dalam  mempelajari  proses  dan  gejala alam

    Menggunakanbahasasimbolikdalammendeskripsikanprosesdangejala alam.

   MemahamihubunganantarberbagaicabangIPA,danhubunganIPA

denganmatematikadanteknologi.

    Bernalarsecara  kualitatifmaupunkuantitatif   tentangprosesdanhukum alam sederhana.

 

    Menerapkankonsep,hukum,danteoriIPAuntukmenjelaskanberbagai fenomenaalam.

    Menjelaskan  penerapan  hukum-hukum  IPA  dalam  teknologi  terutama yangdapatditemukandalamkehidupansehari-hari.

   Memahami lingkup dan kedalaman  IPA sekolah.

   KreatifdaninovatifdalampenerapandanpengembanganIPA.

    Menguasaiprinsip-prinsipdanteori-teoripengelolaandankeselamatan kerja/belajardilaboratoriumIPAsekolah.

    Menggunakanalat-alatukur,alatperaga,alathitung,danpirantilunak komputeruntukmeningkatkanpembelajaran  IPA di kelas, laboratorium.

    Merancang   eksperimen   IPA   untuk   keperluan   pembelajaran      atau penelitian


   MelaksanakaneksperimenIPAdengancarayangbenar.

    Memahami   sejarah   perkembangan   IPA   dan   pikiran-pikiran   yang mendasari  perkembangantersebut.

 

 

 

8.  Kompetensi Guru Mata pelajaranBiologipadaSMA/MA,SMK/MAK*

 

    Memahamikonsep-konsep,hukum-hukum,danteori-teoribiologiserta penerapannyasecarafleksibel.

    Memahamiprosesberpikirbiologidalammempelajariprosesdangejala alam.

    Menggunakanbahasasimbolikdalammendeskripsikanprosesdangejala alam/biologi.

   Memahamistruktur(termasukhubunganfungsionalantarkonsep)ilmu

Biologidanilmu-ilmulainyangterkait.

    Bernalarsecara  kualitatifmaupunkuantitatif   tentangprosesdanhukum biologi.

    Menerapkankonsep,   hukum,danteorifisika     kimiadanmatematika untukmenjelaskan/mendeskripsikan fenomena biologi.

    Menjelaskan  penerapan  hukum-hukum  biologi  dalam  teknologi  yang terkait dengan biologi terutama yangdapatditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

   Memahami lingkup dan kedalaman  biologi sekolah.

    Kreatifdaninovatifdalampenerapandanpengembanganbidangilmu biologidanilmu-ilmu   yangterkait.

    Menguasaiprinsip-prinsipdanteori-teoripengelolaandankeselamatan kerja/belajardilaboratoriumbiologisekolah.

    Menggunakanalat-alatukur,alatperaga,alathitung,danpirantilunak komputer   untuk   meningkatkan   pembelajaran       biologi   di   kelas, laboratoriumdanlapangan.

    Merancang  eksperiment  biologi  untuk  keperluan  pembelajaran  atau penelitian.

   Melaksanakaneksperimentbiologidengancarayangbenar.

    MemahamisejarahperkembanganIPApadaumumnyakhusunyabiologi danpikiran-pikiranyangmendasari  perkembangantersebut.

 

 

 

9.  Kompetensi Guru mata pelajaranFisikapadaSMA/MA,SMK/MAK*

 

    Memahami  konsep-konsep,  hukum-hukum,  dan  teori-teori  fisika  serta penerapannyasecarafleksibel.

    Memahamiprosesberpikirfisikadalammempelajariprosesdangejala alam.

    Menggunakanbahasasimbolikdalammendeskripsikanprosesdangejala alam.

   Memahamistruktur(termasukhubunganfungsionalantarkonsep)ilmu

Fisikadanilmu-ilmulainyangterkait.


    Bernalarsecara  kualitatifmaupunkuantitatif   tentangprosesdanhukum fisika.

    Menerapkan   konsep,   hukum,   dan   teori   fisika   untuk   menjelaskan fenomenabiologi,dankimia.

    Menjelaskanpenerapanhukum-hukumfisikadalamteknologiterutama yangdapatditemukandalamkehidupansehari-hari.

   Memahami lingkup dan kedalaman  fisika sekolah.

    Kreatifdaninovatifdalampenerapandanpengembanganbidangilmu fisikadanilmu-ilmu   yangterkait.

    Menguasaiprinsip-prinsipdanteori-teoripengelolaandankeselamatan kerja/belajardilaboratoriumfisikasekolah.

    Menggunakanalat-alatukur,alatperaga,alathitung,danpirantilunak komputer untuk meningkatkan pembelajaran  fisika di kelas, laboratorium, danlapangan.

    Merancang   eksperimen   fisika   untuk   keperluan   pembelajaran   atau penelitian.

   Melaksanakaneksperimenfisikadengancara yangbenar.

    MemahamisejarahperkembanganIPApadaumumnyakhususnyafisika danpikiran-pikiranyangmendasari  perkembangantersebut.

 

 

 

10.  KompetensiGuru matapelajaranKimiapadaSMA/MA,SMK/MAK*

 

    Memahami  konsep-konsep,  hukum-hukum,  dan  teori-teori  kimia  yang meliputi struktur, dinamika, energetika dan kinetika serta penerapannya secarafleksibel.

    Memahamiprosesberpikirkimiadalammempelajariprosesdangejala alam.

    Menggunakanbahasasimbolikdalammendeskripsikanprosesdangejala alam/kimia.

   Memahamistruktur(termasukhubunganfungsionalantarkonsep)ilmu

Kimiadanilmu-ilmulainyangterkait.

    Bernalarsecara  kualitatifmaupunkuantitatif   tentangprosesdanhukum kimia.

    Menerapkan  konsep,    hukum,  dan  teori  fisika  dan  matematika  untuk menjelaskan/mendeskripsikanfenomenakimia.

    Menjelaskanpenerapanhukum-hukumkimiadalamteknologiyangterkait dengan kimia terutama yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari- hari.

   Memahami lingkup dan kedalaman  kimia sekolah.

    Kreatifdaninovatifdalampenerapandanpengembanganbidangilmu yangterkaitdenganmatapelajarankimia.

    Menguasaiprinsip-prinsipdanteori-teoripengelolaandankeselamatan kerja/belajardilaboratoriumkimiasekolah.

    Menggunakanalat-alatukur,alatperaga,alathitung,danpirantilunak komputer untuk meningkatkan pembelajaran  kimia di kelas, laboratorium danlapangan.


    Merancang   eksperiment   kimia   untuk   keperluan   pembelajaran   atau penelitian.

   Melaksanakaneksperimentkimia dengan cara yang benar.

    MemahamisejarahperkembanganIPApadaumumnyakhusunyakimia dan pikiran-pikiran yang mendasari  perkembangan tersebut.

 

 

 

11.  KompetensiGurumatapelajaranIlmuPengetahuanSosial(IPS)pada

SMP/MTs

 

   Menguasaimateri,struktur,konsep,danpolapikirmatapelajaranIPS

baik dalam lingkup lokal, nasional,maupunglobal.

   Membedakan struktur keilmuanIPS dengan Ilmu-ilmu Sosial.

   Menguasai konsep dan pola pikir keilmuan dalam bidang IPS.

   MenunjukkanmanfaatmatapelajaranIPS.

 

 

 

12.  KompetensiGurumatapelajaran Ekonomi pada SMA/MA, SMK/MAK*

 

    Memahami  materi,  struktur,  konsep,  dan  pola  pikir  keilmuan  yang mendukungmatapelajaranEkonomi.

   Membedakan pendekatan-pendekatanEkonomi.

   MenunjukkanmanfaatmatapelajaranEkonomi.

 

 

 

13.  KompetensiGuru matapelajaranSosiologipada SMA/MA,SMK/MAK*

 

    Memahamimateri,struktur,danpolapikirkeilmuanyangmendukung matapelajaranSosiologi.

   Memahami angkah-langkahkerjailmuwansosial.

   MenunjukkanmanfaatmatapelajaranSosioligi.

 

 

 

14.    Kompetensi   Guru   mata   pelajaran   Antropologi   pada   SMA/MA, SMK/MAK*

 

    Memahami  materi,  struktur,  dan  konsep  pola  pikir  keilmuan  yang mendukungmatapelajaranAntropologi.

   Membedakanjenis-jenisAntropologi.

   Menunjukkanmanfaatmata pelajaran Antropologi.

 

 

 

15.  KompetensiGurumatapelajaran Geogafi pada SMA/MA, SMK/MAK*

 

   Menguasaihakikatstrukturkeilmuan,ruanglingkup,danobjekgeografi.

   Membedakanpendekatan-pendekatangeografi.


   Menguasaimaterigeografisecaraluasdanmendalam

   Menunjukkanmanfaatmata pelajaran geografi

 

 

 

16.  KompetensiGurumatapelajaran Sejarah pada SMA/MA, SMK/MAK*

 

   Menguasaihakikatstrukturkeilmuan, ruanglingkup,danobjekSejarah.

   Membedakanpendekatan-pendekatanSejarah.

   MenguasaimateriSejarahsecaraluasdanmendalam.

   MenunjukkanmanfaatmatapelajaranSejarah.

 

 

 

17.KompetensiGurumatapelajaranBahasaIndonesiapadaSMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK*

 

    Memahami  konsep,  teori,  dan  materi  berbagai  aliran  linguistik  yang terkaitdenganpengembanganmateripembelajaranbahasa.

   Memahamihakekatbahasadanpemerolehanbahasa.

   Memahamikedudukan,fungsi,danragambahasaIndonesia.

    Menguasai  kaidah  bahasa  Indonesia  sebagai  rujukan  penggunaan bahasaIndonesiayangbaikdanbenar.

   MemahamiteoridangenresastraIndonesia.

   Mengapresiasikaryasastrasecarareseptifdanproduktif.

 

 

 

18.KompetensiGurumatapelajaranBahasaAsing

 

18.1.  Kompetensi  Guru  Bahasa  Inggris  pada  SD/MI,  SMP/MTs,  dan

SMA/MA, SMK/MAK*

 

    Memilikipengetahuantentangberbagaiaspekkebahasaandalam bahasa  Inggris(linguistik,wacana,sosiolinguistik,danstrategis).

    MenguasaibahasaInggrislisandantulis,reseptifdanproduktif dalamsegalaaspek komunikatifnya(linguistik,wacana, sosiolinguistik,danstrategis).

 

18.2.KompetensiGuruBahasaArabpadaSMA/MA,SMK/MAK*

 

    Memilikipengetahuantentangberbagaiaspekkebahasaandalam bahasaArab(linguistik,wacana,sosiolinguistik,danstrategis).

    Menguasai  bahasa  Arab  lisan  dan  tulis,  reseptif  dan  produktif dalam          segala    aspek    komunikatifnya    (linguistik,    wacana, sosiolinguistik,danstrategis).

 

18.3.KompetensiGuruBahasaJermanpadaSMA/MA,SMK/MAK*

 

    Memilikipengetahuantentangberbagaiaspekkebahasaandalam bahasaJerman(linguistik,wacana,sosiolinguistik,danstrategis).


    MenguasaibahasaJermanlisandantulis,reseptifdanproduktif dalam            segala    aspek    komunikatifnya    (linguistik,    wacana, sosiolinguistik,danstrategis).

 

18.4.KompetensiGuruBahasaPerancispadaSMA/MA,SMK/MAK*

 

    Memilikipengetahuantentangberbagaiaspekkebahasaandalam bahasaPerancis(linguistik,wacana, sosiolinguistik,danstrategis).

    MenguasaibahasaPerancislisandantulis,reseptifdanproduktif dalam            segala    aspek    komunikatifnya    (linguistik,    wacana, sosiolinguistik,danstrategis).

 

18.5.KompetensiGuruBahasaJepangpadaSMA/MA,SMK/MAK*

 

    Memilikipengetahuantentangberbagaiaspekkebahasaandalam bahasaJepang(linguistik,wacana,sosiolinguistik,danstrategis).

    MenguasaibahasaJepanglisandantulis,reseptifdanproduktif dalam            segala    aspek    komunikatifnya    (linguistik,    wacana, sosiolinguistik,danstrategis).

 

18.6.KompetensiGuruBahasaMandarinpadaSMA/MA,SMK/MAK*

 

    Memilikipengetahuantentangberbagaiaspekkebahasaandalam bahasaMandarin(linguistik,wacana, sosiolinguistik,danstrategis).

    MenguasaibahasaMandarinlisandantulis,reseptifdanproduktif dalamsegala    aspek    komunikatifnya    (linguistik,    wacana, sosiolinguistik,danstrategis).

 

MENTERIPENDIDIKANNASIONAL, TTD.

BAMBANGSUDIBYO

 

PEDOMAN KEGIATAN PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 OLEH PENGAWAS SEKOLAH

 

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa Pusat Pengembangan Profesi Pendidik, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan dukungan tim pengembang materi berhasil menyusun Pedoman Penyelenggaraan Kegiatan Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013. Kegiatan pendampingan implementasi kurikulum 2013 di tingkat satuan pendidikan ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 secara keseluruhan.

 

Pedoman ini memberikan acuan umum kepada semua pihak yang terkait dengan pelaksanaan pendampingan implementasi kurikulum 2013, agar terarah sesuai dengan konsep dan nilai historis perubahan kurikulum 2013 yang berlaku secara nasional.  Bagi pengawas sekolah pedoman ini juga akan menjadi panduan teknis dalam pelaksanaan pendamingan kepada kepala sekolah dan guru binaannya.

 

Di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2010-2014 dijelaskan bahwa berdasarkan hasil evaluasi kurikulum yang dilakukan oleh Pusat Kurikulum dan Buku (Puskurbuk) menunjukkan perlu ada penataan kembali kurikulum yang diterapkan saat ini. Atas dasar itu, Pemerintah Republik Indonesia pada bulan Juli tahun ajaran 2013-2014mencanangkan akan memberlakukanKurikulum 2013secara terbatas yang merupakan hasil dari penyempurnaan kurikulum sebelumnya. Hal ini dipertegas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan melalui kebijakannya, bahwa Kurikulum 2013 diharapkan dapat menghasilkan insan indonesia yangproduktif, kreatif, inovatif, afektif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi. Dengan demikian, Kurikulum 2013 diharapkan dapat mengatasi kelemahan-kelemahan yang ada pada kurikulum sebelumnya.

 

Langkah awal yang perlu dilakukan dalam rangka persiapan implementasi Kurikulum 2013 adalah melakukan Diklat Implementasi Kurikulum 2013 kepada seluruh unsur pendidikan, dalam hal ini pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah serta unsur-unsur lain yang terlibat langsung dalam proses pendidikan. Salah satu strategi untuk memahami Kurikulum 2013, yaitu melalui Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Implementasi Kurikulum2013 yang diperuntukkan bagi Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah.Selainitu, hal yang sama juga akan dilakukan terhadapGuru. Di dalam Teori Kurikulum dijelaskan bahwa keberhasilan suatu kurikulum merupakan proses panjang, mulai dari kristalisasi berbagai gagasan dan konsep ideal tentang pendidikan, perumusan desain kurikulum, persiapan pendidik dan tenaga kependidikan, serta sarana dan prasarana, tata kelola pelaksanaan kurikulum, termasuk pembelajaran, dan penilaian pembelajaran, (Anita Lie, 2012).

 

Atas dasar itu, diklat Implementasi Kurikulum 2013 menjadi langkah awal yang sangat penting untuk mempercepat pemahaman dan keterampilan dalam mengimplementasikan kurikulum tersebut. Untuk memelihara dan meningkatkan kesinambungan pemahaman dan implementasi kurikulum 2013 di masing-masing satuan pendidikan, diprogramkan kegiatan pendampingan untuk para guru dan kepala sekolah. Program pendampingan ini dilakukan sebagai penguatan dalam memahami konsep kurikulum 2013 berikut perubahannya di lapangan serta untuk membantumengatasi berbagai kendala yang muncul pada saat implementasi kurikulum tersebut di sekolah.

 

Mengingat pentingnya programpendampingan implementasi kurikulum 2013 bagi para guru dan kepala sekolah, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyusun Pedoman PenyelenggaraanKegiatan Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 untuk menyeleraskan persepsi dan langkah  yang telah disepakati bersama dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.Pedoman ini menjadi acuan bagi  tim pendamping  agar  pelaksanaan kurikulum sesui dengan kebijakan yang ditetapkan

 

DAFTAR LAMPIRAN

 

Lampiran 1

:

Sistematika Laporan Penyelenggaraan PendampinganImplementasi Kurikulum 2013

Lampiran 2

:

Instrumen Analisis Materi Ajar Mata Pelajaran-Buku Guru

Lampiran 3

:

Instrumen Analisis Materi Ajar Tematik-Buku Guru

Lampiran 4

 

Instrumen Analisis Materi Ajar Mata Pelajaran-Buku Siswa

Lampiran 5

 

Instrumen Analisis Materi Ajar Tematik-Buku Siswa

Lampiran 6

 

Rubrik Penilaian Analisis Buku Guru/Siswa

Lampiran 7

 

Instrumen Penilaian RPP

Lampiran 8

 

Rubrik Penilaian RPP

Lampiran 9

 

Instrumen Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran

Lampiran 10

 

Rubrik Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran

Lampiran 11

 

Instrumen Analisis SKL, KI, dan KD (SMA)

Lampiran 12

 

Instrumen Analisis SKL, KI, dan KD

Lampiran 13

 

Rubrik Analisis SKL, KI, dan KD

Lampiran14

 

Rubrik keterlaksanaan kurikulum 2013 di SD/SMP/SMA/SMK

Lampiran 15

 

 

Format Penilaian Keterlaksanaan Pengelolaan Pembelajaran Tematik Terpadu Di Sekolah Dasar

 

 

Pusbang Tendik

Komplek Kemdikbud Gedung D Lantai 17

Jl. Jenderal Sudirman Pintu 1 Senayan Jakarta Pusat, 10270

Telp./Fax. (021) 57946110

Kampus Pusbang Tendik

Jln. Raya Cinangka Km. 19 Bojongsari,  Depok, 16517

Telp. (021) 7490411, Faks.  (021) 7491174

Website:http://www.tendik.kemdiknas.go.id

email : diklattendik@gmail.com

Sharing

Berbagi tak pernah rugi

Staff Dikmen LPMP Jawa Tengah

Dengan TIK Memajukan Pendidikan Jawa Tengah

hilangpermataku.wordpress.com

A great WordPress.com site

Pagar Alam dot Com

Berbagi Informasi Pendidikan dan Pembelajaran Matematika

Mr.Wahid's Blog

Media Belajar Mengajar Inspirasi dan Kreativitas

SeNdiMat

Seminar Nasional Pendidikan Matematika

I Wayan Widana

This site is dedicated for mathematic learning development

Layanan Pendidik & Tenaga Kependidikan (PTK)

Laman Layanan Untuk Pendidik dan Tenaga Kependidikan

sejarahdompu

Just another WordPress.com site

SUAIDINMATH'S BLOG

Technology Based Education

tentang PENDIDIKAN

manajemen-pembelajaran-konseling

SUKSES SELALU

NIKMATILAH HIDUP..BEKERJA DENGAN ENJOY...JANGAN LUPA BERDOA.

PTK THE FRONTIERS OF NEW TECHNOLOGY

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

educatinalwithptk

PTK The Frontiers Of New Technology

e-Newsletter Disdik

LEMBARAN BERITA DAN DISTRIBUSI INFORMASI SEPUTAR PENDIDIKAN

Dinas Dikpora Kab. Dompu

Ikhlas Mendidik Untuk Martabat Bangsa dan Negara

Rudi Triatmono Personal Blogs

A Simple Blog, that contains some articles about Motorcycles, Information Technology, Management and much more...

tunas63

weblog untuk berbagi ilmu dan persaudaraan

SMK MERDESA

Pusat Pengembangan Kecakapan Hidup Menunju Insan Mandiri

Riau Pos

Berita Riau Pos Online Terkini dan Up to Date

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.